PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
SERATUS DELAPAN BELAS


__ADS_3

Lagi lagi Qiandra terpaku saat melihat taman yang menjadi tujuan mereka. Mereka memang menuju ke taman itu, setelah tadi Qiandra menyetujui untuk meneruskan langkah mereka dan meninggalkan ruang tamu mewah tadi. Qiandra kembali tidak bisa berkata kata saat melihat taman yang ada di hadapannya.


Taman itu tidak terlalu luas, namun di sana ada sebuah kolam ikan dengan air mancur di tengahnya dan dilengkapi air terjun mini di pinggirannya. Sehingga suara gemercik air terdengar jelas memenuhi udara di taman itu. Sebuah gazebo kecil juga ada di tengah tengah taman itu yang lagi lagi dilengkapi dengan meja dan bantalan mewah dengan beludru lembut sebagai alas tempat duduknya.


Semua bunga yang menghiasi taman itu adalah bunga kesukaan Qiandra. Mulai dari mawar putih yang menghiasi pinggiran taman itu, juga ada anggrek yang bahkan terbilang langka di dekat gazebo. Aneka bunga mini berwarna warni juga menghiasi sepanjang jalan setapak yang membelah taman itu.


Tanah di taman itu ditutupi oleh rumput hijau yang terlihat cukup tebal namun begitu rapi.


Dan yang membuat Qiandra benar benar terkejut adalah sebuah kumpulan bonsai mini yang dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk love dengan nama Qiandra di tengahnya. Qiandra ternganga dan segera menutup mulut dengan kedua tangannya, saat melihat semua itu.


“Daniel ....” desis Qiandra kehilangan kata kata lagi.


“Maafkan aku, Qi, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk memenuhi model taman impianmu, semoga kamu tidak kecewa” ucap Daniel dengan wajah penuh harap.


“Daniel, ini ...., ini sungguh luar biasa, aku, aku, astaga aku tidak tahu harus berkata apa” ucap Qiandra yang benar benar kebingungan dengan semua yang telah disiapkan seorang Daniel untuk dirinya. Wanita itu hanya bisa menatap dengan kagum keadaan taman yang memang menjadi taman impiannya selama ini.


Daniel hanya tersenyum puas saat melihat wanita yang sangat dicintainya itu terkagum kagum dengan taman yang dilihatnya saat ini. Daniel memang sudah mempersiapkan semua ini bahkan dia secara khusus mendatangkan arsitek untuk membuat taman ini sesuai dengan gambar yang pernah dilihat oleh Qiandra.


Qiandra perlahan memasuki taman indah itu, bahkan dia secara refleks membuka alas kakinya dan mulai melangkah dengan tanpa alas kaki. Qiandra melangkah dengan perlahan, meniti setiap petakan yang menjadi jalan setapak di taman indah itu. Dia menikmati udara segar yang berhembus dengan membawa berbagai aroma harum bunga bunga dari taman itu.


Daniel hanya mengikuti langkah Qiandra, dia begitu bahagia melihat Qiandra bisa menikmati taman itu. Senyum bahagia terus menerus menghiasi wajah tampan laki laki bermata biru itu. Daniel merasa semakin puas, saat Qiandra bahkan melepas alas kakinya saat melangkah memasuki taman itu. Daniel tahu kalau Qiandra seperti itu berarti wanita itu benar benar menikmati keadaan taman itu.


Taman bagi Qiandra adalah tempat favorite kedua setelah pantai, Qiandra selalu merasa bisa menjadi rileks saat berada di kedua tempat itu. Qiandra melangkah dengan perlahan menuju ke gazebo yang ada di tengah taman itu. Lalu Qiandra duduk di gazebo itu sambil memperhatikan aneka anggrek yang sedang bermekaran dan menebarkan aroma khas yang begitu menenangkan hati Qiandra.


Daniel mengikuti Qiandra dan duduk di samping wanita itu, dia tidak berkomentar apapun. Daniel membiarkan Qiandra menikmati semua yang ada di taman itu. Bagi laki laki itu melihat Qiandra seperti itu saja sudah membuatnya bahagia.


Qiandra akhirnya berbalik dan menatap Daniel dengan seksama, “Daniel, katakan dengan sejujurnya, bagaimana bisa kamu melakukan semua ini untukku sementara kamu tahu kamu belum tentu bisa mendapatkan aku” tanya Qiandra.


Daniel tersenyum, “Qi, sudah aku katakan, aku tidak akan perduli kamu bisa menjadi milikku atau tidak, karena bagiku, bisa memenuhi semua impianmu adalah suatu kebahagiaan dan kepuasan tersendiri bagiku. Apalagi saat aku melihat kamu begitu menikmati semua ini dan sangat puas, aku sudah sangat merasa bahagia” jawab Daniel.


“Tapi Daniel, semua ini terlalu berlebihan, ini pasti teramat sangat mahal. Aku tidak bisa menerima semua ini, ini terlalu, terlalu berharga bagiku” ucap Qiandra dengan ragu.


“Ini tidak ada nilainya jika dibandingkan dengan dirimu, Qi, dirimu teramat sangat berharga bagiku. Kamu tahu, sejak bertemu denganmu, maka tujuan hidupku hanyalah bisa memiliki dirimu dan membuatmu bahagia. Walaupun kamu tidak pernah memperdulikan diriku, aku sudah cukup bahagia walau hanya bisa selalu berada disisimu” ucap Daniel dengan lembut.

__ADS_1


“Tapi Daniel, ini ....” Qiandra belum sempat menyelesaikan kata katanya. Daniel tiba tiba berdiri dan bersimpuh di hadapan Qiandra, membuat wanita itu tersentak, “Dan ...” seru Qiandra hampir berdiri saking terkejutnya dengan sikap Daniel.


“Qi, aku hanya ingin membuktikan seberapa besar rasa cintaku padamu, sekalipun kamu tidak pernah memperdulikan diriku. Karena itu kumohon, berilah aku kesempatan saat ini dalam waktu yang sedikit ini untuk bisa membahagiakan dirimu. Setidaknya, jika suatu saat aku benar benar tidak bisa lagi mendekati dirimu, aku punya kenangan indah saat bersamamu” ucap Daniel.


“Daniel ....” Qiandra meraih tangan laki laki itu dan menggenggamnya dengan erat. “Maafkan aku, maafkan aku yang tidak bisa memenuhi harapanmu, seandainya aku bisa membuat dan memaksa hatiku untuk mencintai dirimu, maka sejak dulu sudah aku lakukan. Jadi kumohon, jangan terus menyiksa dirimu dan juga diriku dengan harapan yang jelas tidak akan jadi kenyataan” ucap Qiandra dengan lembut.


“Qi, tatap mata aku, dan katakan padaku bahwa memang tidak ada sama sekali harapan untukku mendapatkan hatimu. Katakan dengan sejujurnya dengan hatimu tanpa memikirkan hal lainnya di luar sana” ucap Daniel dengan suara penuh permohonan.


Daniel membalas genggaman Qiandra dengan erat, mata laki laki itu mengunci kedua manik mata wanita cantik itu. Qiandra mendesah sesaat, “Maafkan aku, Daniel, aku tidak ingin memberimu harapan palsu. Aku bisa saja berpura pura menerima cintamu, tapi aku tidak bisa, karena aku tahu itu akan semakin melukai dirimu jika suatu saat kamu mengetahuinya kelak. Aku sungguh tidak ingin menyakiti dirimu lebih dalam lagi. Ketidakmampuan diriku untuk menerima cintamu saja sudah membuatku merasa sangat bersalah padamu” sahut Qiandra dengan bersungguh sungguh.


Qiandra menatap langsung kedua manik mata Daniel, dan tanpa ragu dia menjawab pertanyaan laki laki itu. Qiandra sungguh berharap Daniel mau menerima semua ucapannya dan berhenti mengharapkan dirinya. Karena Qiandra memang merasa sangat bersalah atas semua penderitaan yang Daniel rasakan selama ini karena mengharapkan dirinya.


“Lalu apa yang harus aku lakukan, Qi, kamu tahu bukan hal yang mudah untuk membunuh sebuah rasa yang sudah bertahun tahun tumbuh di hati kan. Apa yang harus aku lakukan, Qi, aku sungguh mencintaimu dan ingin membahagiakan dirimu. Kamu tahu segala hal yang aku lakukan, mulai dari hal baik sampai kriminal seperti ini pun aku tempuh hanya untuk memiliki dirimu” ucap Daniel dengan sendu.


“Aku, aku tidak tahu harus bagaimana lagi, Daniel, atau bisakah kamu menganggap aku sebagai adikmu, sayangi aku sebagai saudaramu. Kamu juga tahu kalau aku tidak punya siapa pun di dunia ini, jadi maukah kamu menjadi kakakku” tanya Qiandra. Ide untuk menjadi adik Daniel terlintas begitu saja di pikiran wanita itu saat Daniel menanyakan apa yang harus dilakukannya.


“Tidak, Qi, aku tidak bisa, aku tidak bisa hanya menjadi saudara untukmu” desis Daniel. “Karena kamu masih memiliki kakak” lanjutnya dalam hati.


“Tapi, Daniel .....” kata kata Qiandra terpotong karena Daniel tiba tiba sudah berdiri.


Qiandra sedikit heran dengan sikap Daniel, namun dia juga tidak bisa membantah. Udara di taman itu memang terasa semakin dingin karena hari yang mulai beranjak menjadi malam. Dan Qiandra juga sedikit menggigil karena memang pakaian yang dikenakannya sedikit terbuka.


“Hmmm, baiklah” sahut Qiandra pada akhirnya.


Daniel mengulurkan tangannya untuk Qiandra, walau dengan sedikit ragu. Namun, ternyata Qiandra kali ini menerima uluran tangan laki laki itu. Daniel merasa cukup bahagia, dia menggenggam tangan Qiandra yang terasa dingin. “Maafkan aku, Qi, membuatmu terlalu lama di luar sampai menjadi kedinginan seperti ini” ucapnya pada wanita itu.


“Jangan khawatirkan aku, Daniel, kamu tahu aku pernah melawati keadaan yang jauh lebih ekstrim dari ini” ucap Qiandra seraya menepuk tangan Daniel sambil tersenyum manis pada laki laki itu.


Namun, langkah Daniel tiba tiba terhenti, dia berbalik dan menghadap ke arah Qiandra. Tiba tiba Daniel menarik tubuh wanita itu hingga menabrak dada bidangnya. Daniel segera merengkuh tubuh wanita itu dengan erat membuat Qiandra benar benar terkejut.


“Daniel ....” pekik Qiandra.


“Kumohon, Qi, ijinkan aku memelukmu sebentar saja” bisik Daniel dengan suara penuh permohonan.

__ADS_1


Qiandra menarik nafas sesaat, akhirnya dia membiarkan laki laki itu memeluk tubuhnya tanpa membalas pelukan Daniel. Daniel mengecup pucuk kepala Qiandra, dan menghirup aroma harum dari rambut wanita itu. Aroma yang sudah menjadi candu bagi seorang Daniel, yang mampu membuat Daniel menjadi tenang dan merasa damai.


Hanya sebentar, seperti ucapannya, Daniel memang hanya sebentar memeluk Qiandra. Beberapa saat berikutnya di sudah melepaskan pelukannya dengan lembut.


“Maafkan aku, Qi, dan terima kasih sudah memberiku kesempatan” ucap Daniel dengan lembut.


Qiandra tidak tahu harus berkata apa, semua itu begitu cepat baginya. Entahlah, saat tadi berada dalam pelukan Daniel, Qiandra bisa merasakan kehangatan yang begitu menenangkan. Dan saat Daniel melepaskan pelukannya, tanpa sadar hati Qiandra seakan merasa berat. Namun, Qiandra hanya berdiam diri dan pasrah saat Daniel kembali menggenggam tangannya dan kembali menuntunnya masuk ke dalam villa.


“Astaga, kenapa aku bisa merasa begitu damai saat berada dalam pelukan Daniel, perasaan hangat yang begitu nyaman. Astaga, Qi, sadar, sadar, kamu bukan wanita singel lagi” desis Qiandra dalam hatinya.


Saat tiba di pinggir taman, Daniel tiba tiba melepaskan genggaman tangannya dari tangan Qiandra. Qiandra cukup terkejut, namun dia lebih terhenyak lagi saat melihat Daniel mengambil alas kakinya. Dengan lembut laki laki itu meraih kaki Qiandra dan memasang alas kaki wanita itu.


“Daniel ....” desis Qiandra yang benar benar salah tingkah dengan semua perbuatan Daniel.


Daniel tidak mengucapkan sepatah kata pun, dia hanya tersenyum pada Qiandra. Setelah memasang alas kaki Qiandra, Daniel kembali berdiri dan meraih tangan Qiandra lalu menggenggamnya lagi. Mereka melangkah dalam diam seolah tenggelam dalam pikiran dan perasaan mereka masing masing.


Saat mereka sudah kembali berada di ruang tamu mewah yang begitu dikagumi oleh Qiandra, barulah Daniel membuka suaranya. “Qi, untuk makan malam, apakah kamu ingin makan malam di kamar, atau di luar saja” tanya Daniel masih dengan suara lembut.


“Hmmm, bisakah kita makan di ruang makan saja” tanya Qiandra dengan ragu ragu, “Aku sudah cukup kedinginan kalau harus makan di luar lagi. Tapi kalau di kamar terus aku juga meras bosan” ucapnya mencoba memberi alasan.


Daniel kembali tersenyum, “Baiklah, Qi, dimanapun kamu mau, aku akan meminta pelayan menyiapkan makan malam kita di ruang makan” ucap Daniel.


Daniel menekan interkom yang ada di dekat sofa mewah tempat mereka duduk saat itu, “Siapkan makan malam di ruang makan” serunya pada pelayan di villa itu.


Saat Daniel kembali menatap Qiandra, dia melihat wanita itu sudah berdiri dan berjalan ke arah sebuah lemari buffet yang ada di ruangan itu. Qiandra kembali terpaku saat dia melihat foto foto yang terpajang diatas buffet itu. Semua foto yang ada di situ adalah foto foto dirinya yang bahkan Qiandra sendiri lupa kapan dan dimana.


“Ini .....” Qiandra tidak tahu harus berkata apa pada Daniel yang sedang melangkah menghampiri dirinya.


“Ini semua fotomu yang sempat aku abadikan, Qi, jadi semua ini adalah foto fotomu yang diambil dari arah dimana aku berdiri. Dan semua foto ini memiliki sejarah tersendiri bagiku, sejarah yang terukir indah selama kebersamaan kita berdua. Yah, walaupun hanya aku yang menikmati semua kebersamaan itu, tapi semua itu sudah cukup membuat aku bahagia” ucap Daniel.


“Astaga, bagaimana bisa aku sampai tidak tahu sama sekali kalau kamu pernah mengambil foto fotoku” seru Qiandra merasa takjub dengan semua yang Daniel lakukan.


“Hmmmm, tentu saja kamu tidak tahu, Qi, karena memang kamu tidak pernah memperhatikan diriku. Kamu selalu serius dan mau melakukan segala sesuatu dengan sempurna, sehingga kamu memang sering kali tidak perduli pada keadaan di sekitarmu. Tetapi aku, tidak ada satu hal kecil pun yang tidak menjadi perhatianku jika itu menyangkut dirimu” sahut Daniel.

__ADS_1


Qiandra hanya bisa termangu mendengar kata kata Daniel, dan lagi lagi dia merasa bersalah. Qiandra memang tidak pernah terlalu memperdulikan sekitarnya, dia hanya ingin bekerja dengan sempurna. Sehingga Qiandra selalu mengabaikan keadaan sekitarnya, Qiandra tidak ingin memperdulikan apapun perkataan orang tentang dirinya. Pada saat itu, yang ada di pikiran Qiandra hanyalah bagaimana bisa menghasilkan banyak uang untuk memenuhi semu keperluan keluarga Charles.


“Maafkan aku, ....”ucap Qiandra pada Daniel. Namun laki laki itu hanya tersenyum pada Qiandra, dia memang tidak pernah mempermasalahkan hal hal seperti itu. Karena Daniel sudah cukup menikmati dan merasa bahagia karena bisa mengabadikan setiap moment terbaik wanita itu saat bersama dirinya.


__ADS_2