PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
DELAPAN PULUH TUJUH


__ADS_3

Risty berusaha tetap tenang di hadapan Daniel, wanita ini berusaha menyembunyikan rasa kecewa yang terselip dihatinya.  Dengan anggun dia mengambil gelas kopi yang tersedia diatas meja di hadapan Daniel, lalu menyeruput minuman hitam itu dengan santai.


Setelah itu, dia meletakkan gelas itu kembali ke atas meja, “Baiklah, Daniel, sekarang aku tahu bahwa wanita itu benar-benar telah merebut


posisiku di hatimu, itu lebih baik, agar aku bisa berbisnis dengan tenang denganmu, tanpa diganggu oleh perasaan yang tidak berguna itu.  Aku hanya ingin memberikan kamu penawaran yang tentunya akan sangat menguntungkan bagimu” ucap Risty dengan santai.


Daniel menatap wanita itu dengan tajam, dia berusaha mencerna maksud dari kata-kata Risty, “Jadi, selama ini kamu berpikir aku masih


menyimpan namamu dihatiku, hah, kamu naïf sekali, Risty.  Apa menurutmu seorang Daniel Putra Mahardika akan menjadi sebodoh itu dan membiarkan hari-hariku rusak hanya oleh seorang wanita murahan sepertimu” sarkas Daniel dengan tajam.


“Haih, sabar, sabar, Daniel, tidak perlu marah-marah seperti itu, sebenci apapun kamu padaku, aku tetaplah bagian dari masa lalumu.  Dan aku bukan wanita murahan, kamu tahu itu,


aku wanita berkelas.  Dan bukankah semua


yang aku lakukan adalah bagian dari kerja kerasku sebagai seorang wanita untuk meraih apa yang aku inginkan” sahut Risty dengan gaya santai namun tetap elegan.


“Hah, usaha kamu bilang, dengan menjajakan tubuh bahkan hatimu pada laki-laki yang bahkan tak sudi mengakuimu sebagai istrinya karena kamu telah menyebab kematian orang yang sangat dicintainya, apakah itu usaha,


itu bahkan lebih murahan dari jal*ng yang menjajakan tubuhnya di pinggir jalan” sinis kata-kata Daniel tidak membuat Risty tersinggung.  Wanita itu malah tertawa renyah mendengar penghinaan dari presidir tampan itu.


“Ha ha ha, itulah resiko dari perjuanganku, Daniel, jika tidak demikian, bagaimana aku bisa meraih posisiku saat ini.  Dengan segala kelebihan di tubuh dan otakku, masa aku mau menerima saja nasib hanya sebagai wanita pemu*s na*su tanpa mendapatkan hal lainnya.  Aku memanfaatkan semua yang aku punya, dan menggunakannya dengan maksimal hingga aku bisa berhasil seperti saat ini.  Jika


ada yang jadi korban, kurasa itu wajar, bukankah kamu juga banyak mengorbankan


orang lain demi ambisimu” ucap Risty dengan santai.


Wanita ini memang sangat pandai bermain kata-kata, hingga kesalahan pada dirinya bisa diputar balikkannya menjadi kesalahan orang


lain.  Risty bisa dengan sangat mudah membuat orang yang ingin menyerang dirinya justru merasa malu sendiri.  Semua orang yang mengenal wanita ini pasti akan sangat tahu betapa hebatnya dia dalam bersilat lidah.


“Tidak ada sebutan lain bagi wanita yang sanggup menjual tubuhnya demi harta selain daripada wanita mur*han, Risty, apalagi sampai


merebut suami orang lain dengan cara yang keji” sahut Daniel masih menghina dan


melecehkan Risty.


“Saat wanita menggunakan semua yang dia punya untuk meraih impiannya, bahkan dengan tubuh dan hatinya, sanggup merebut apa yang sebenarnya telah menjadi milik orang lain, maka kami disebut murahan.  Lalu, bagaimana dengan kalian para lelaki, bukankah saat meraih ambisi kalian, kalian juga sanggup merebut dari orang lain, bahkan kadang kalian tidak perduli pada persaudaraan apalagi


persahabatan.  Apakah yang seperti itu tidak disebut murahan juga, atau ada sebutan lain, hei, kalian hanya disebut lelaki ambisius.  Sungguh ini tidak adil, saat wanita berkhianat, kalian para pria dengan mudah menyebut kami mur*han, tapi saat laki-laki melakukan hal yang sama, apa kalian akan menyebutnya murahan juga” sinis dan santai Risty menjawab kata-kata Daniel.


“Tapi laki-laki terhormat tidak akan menjajakan tubuhnya dengan sembarangan pada wanita lain, dia akan setia pada satu wanita” sahut


Daniel.


“Anda betul sekali, Tuan, kalian para lelaki memang tidak menjajakan tubuh kalian untuk mendapatkan harta seperti kami, tapi kalian lebih bodoh dari kami, karena kalian mau memberikan tubuh kalian bahkan dengan


cuma-cuma dan bahkan membayar serta memberikan semua yang kalian punya kepada


kami para wanita yang mau memakai tubuh kalian” Risty berbicara dengan santai.


Namun, kata-kata yang diucapkannya benar-benar mengena pada keadaan Daniel saat ini.  Karena Daniel sanggup melakukan apa saja hanya untuk mendapatkan Qiandra, walaupun dia tahu kalau Qiandra selalu menolak dirinya.  Daniel menatap tajam wanita yang masih dengan santai menikmati cemilan yang tersedia di meja di hadapan keduanya.

__ADS_1


“Apa maksudmu dengan kata-kata itu, Risty” desis Daniel menahan kekesalan dalam hatinya.


Risty tersenyum, lalu menatap laki-laki yang pernah mengisi hari-harinya sekaligus penopang hidupnya itu dengan mata mengerjab  “Tak ada maksud apapun, Daniel, aku hanya mengatakan realita, keadaan yang sebenarnya.  Kalian para lelaki selalu dengan sangat mudah mengumpat dan mencaci maki


kami para wanita saat kami membiarkan tubuh kami dijamah orang lain, padahal kami melakukannya untuk melanjutkan hidup kami.  Sementara kalian, ya, lelaki selalu dibenarkan walaupun dia telah membiarkan tubuhnya disentuh wanita lain, dan bahkan sanggup membayar hanya agar mendapatkan kepuasan sesaat dari kami para wanita”


Daniel terdiam mendengar kata-kata yang keluar dengan begitu lancarnya dari mulut Risty.  Secara logika, apa yang dikatakan wanita ini memang tidak terbantahkan.  Karena memang seperti itulah kenyataannya, namun, tidak semua kenyataan yang terjadi itu bisa dibenarkan bukan.  Daniel sangat tahu kemampuan Risty dalam bermain kata-kata, karena selain cerdas, Risty juga ahli dalam menyusun taktik menghadapi orang lain dan menjatuhkan orang lain dengan kata-kata yang


terdengar bijaksana.


Hal inilah yang membuat banyak orang kagum pada sosok Risty, satu-satunya hal yang membuat dia dicela hanya karena dia menikahi Walt Zakharias.  Laki-laki terhormat yang


sudah beristri dan memiliki anak, dan bahkan anak dari laki-laki itu sendiri adalah tunangan Risty.


Bagi orang yang tidak tahu kehidupan Risty, pasti akan kagum dengan kemampuan berbicara wanita itu.  Karena apa yang diucapkannya seperti kata-kata bijak yang mengandung bahaya bagi yang tidak menyadarinya.  Dengan kata-katanya jugalah, Risty saat ini berhasil menguasai keluarga


Zacharias dan membuat semua orang dalam istana megah Zacharias tidak bisa menentang dirinya.


Bahkan Walt Zacharias sebagai kepala keluarga saat ini, juga tidak berdaya menghadapi kemampuan Risty dalam bersilat lidah.  Walt Zacharias hanya bisa berdiam diri dan membiarkan wanita ini menguasai istananya, termasuk keluarganya.  Entah apa yang menyebabkan Walt Zacharias tidak bisa menentang Risty, tidak ada yang mengetahui dengan jelas.


Satu-satunya orang yang bisa menentang Risty hanyalah Dean Walt Zacharias, putra tunggal Walt Zacharias.  Karena itulah, Risty benar-benar meradang saat mengetahui kalau


laki-laki yang pernah menjadi tunangannya itu telah memilih dan bahkan menikah dengan wanita lain.  Risty tidak mau dan tidak akan membiarkan Dean dimiliki oleh wanita lain.  Sebab Risty sangat tahu, jika suaminya, Walt


Zacharias, meninggal maka Deanlah yang akan menjadi penguasa kerajaan Zacharias.


Dan jika Dean telah menikah dengan wanita lain, maka Risty akan kehilangan semua wewenang yang dimilikinya saat ini.  Semua kekuasaannya saat ini sudah bisa dipastikan akan jatuh ke tangan istri Dean.  Selama ini, Risty masih bersikap tenang karena dia tahu kalau Dean sangat membenci wanita.  Risty hanya menunggu waktu berlalu hingga Dean memaafkan dirinya dan bisa menerimanya kembali.


menyimpan rasa untuknya.  Sikap Dean selama ini hanyalah bentuk kemarahan atas kehilangan ibundanya.  Dan Risty sangat yakin suatu saat kelak, Dean bisa memaafkan dirinya, dan saat itulah, Risty akan merebut hati Dean lagi seperti dulu.


Risty tersenyum simpul saat melihat Daniel tidak bisa membantah perkataannya, “Sudahlah, Daniel, tidak perlu menguras energimu hanya untuk menjatuhkan aku, kamu tahu kemampuanku untuk melindungi diriku.  Lebih baik sekarang kita membahas hal yang lebih menguntungkan dan tentu saja akan menyenangkan bagimu dan juga bagiku” lanjut


Risty.


“Hah, hal apa yang bisa membuatmu senang dan bisa juga membuat aku senang, Risty, kita berada di dua sisi yang berbeda, jika kamu


merasa senang, aku yakin hal itu pasti hal buruk dan tidak mungkin bisa membuat aku juga senang” sahut Daniel dengan sebelah alis mata terangkat melecehkan Risty.


Bukannya merasa tersinggung dengan perkataan Daniel, Risty malah tertawa renyah, “Ha ha ha, kamu menyebut aku naïf, Daniel, tapi ternyata kamu jauh lebih naïf dari diriku.  Jangan terlalu menganggap dirimu bernilai tinggi dan bersih, Daniel.  Mungkin aku naïf, tapi aku tidak malu untuk mengakui apa yang memang aku inginkan dan aku akan memperjuangkannya.  Tidak perlu munafik dan berlagak sok bersih dihadapanku, Daniel, aku sangat tahu bagaimana dirimu” Risty menggelengkan kepalanya seraya tersenyum manis pada Daniel.


Daniel tersenyum smirk melihat sikap Risty, “Kamu mengakui sendiri tentang dirimu, tapi aku, aku berbeda darimu, dan aku tidak akan mau membicarakan hal-hal yang tidak penting denganmu.  Karena aku sangat yakin, apapun rencanamu, kamu pasti hanya menginginkan keuntungan bagi dirimu sendiri, tanpa


memperdulikan orang lain” ucap Daniel seraya beranjak berdiri.


“Benarkah kamu tidak ingin mendengar rencanaku, Daniel, bagaimana kalau rencana itu tentang Dean dan Qiandra” cicit Risty dengan


sedikit menekankan pada nama dua orang itu.


Daniel menatap tajam wanita yang terlihat berbicara sangat santai itu, dia mengangkat tangannya dan mencengkram dagu Risty dengan keras, “Jangan coba-coba menyentuh Qiandraku, Risty, atau aku sendiri yang akan


mencabut nyawamu” desis Daniel dengan suara penuh ancaman.

__ADS_1


Risty meringis sesaat setelah Daniel melepaskan cengkramannya pada dagu wanita itu.  Jejak merah terlihat jelas di wajah putih mulus dan cantik itu.  Risty mengelus dagunya dengan lembut mengurangi rasa sakitnya, “Aku sama sekali tidak berniat menyentuh wanita itu,


Daniel, kamu tahu aku membencinya, aku hanya ingin mengambil milikku kembali”


ucapnya masih sambil mengelus dagunya.


“Milikmu, apa yang menjadi milikmu yang ada pada Qiandra, dia bahkan tidak pernah mengenal wanita seperti dirimu, tidak mungkin dia mengambil apapun darimu.  Qiandraku


terlalu terhormat jika hanya untuk merebut milikmu yang aku yakin sama sekali tidak berharga dan hanya berupa barang duniawi tak berguna” sarkas Daniel.


Daniel sangat yakin kalau Qiandra adalah wanita yang sangat baik dan sangat tidak mungkin kalau wanita seperti Qiandra mengambil milik orang lain.  Daniel sangat mengenal pribadi seorang Qiandra.  Jangankan


mengambil hak orang lain, bagi Qiandra, jika bisa membuat orang lain bahagia, dia bahkan akan merelakan apa yang menjadi haknya.  Jadi, hal yang mustahil bagi Daniel, kalau


sampai Qiandra mengambil sesuatu yang menjadi milik Risty.


“Dia telah merebut Dean dariku” ucap Risty dengan tenang.


“Anak tirimu itu?, hei hei hei, sebentar Risty, bagaimana bisa kamu menyebut Qiandraku merebut baj*ngan itu darimu.  Anak tirimu itu bukan milikmu dan setahuku, dia sangat membencimu, lalu bagaimana bisa kamu menyebut laki-laki itu sebagai milikmu.  Apa karena kamu ibu tirinya maka kamu berpikir kamu berhak menentukan calon istrinya, kamu mimpi, Risty.  Laki-laki itu tidak akan pernah


mau mendengarkanmu, kamu sendiri tahu sebesar apa dia membencimu, wanita yang


sudah menyebabkan dirinya kehilangan ibunya sendiri” ucap Daniel panjang lebar.


Daniel tidak habis pikir bagaimana bisa Risty beranggapan kalau Dean adalah miliknya.  Jika wanita itu merasa sebegitu berkuasanya atas keluarga Zacharias, setidaknya dia tetap


harus menyadari kalau Dean adalah anak tirinya.  Dan Dean sangat membenci dirinya, jadi tidak mungkin laki-laki itu mau


mendengarkan Risty.


“Yah, Dean milikku dan hanya milikku, aku tidak akan membiarkan seorangpun merebutnya dari tanganku termasuk wanita itu, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkannya” sahut Risty penuh penekanan.


Daniel terkejut mendengar kata-kata Risty, keningnya berkerut, “Risty, jangan bilang kamu juga menginginkan Dean untuk menjadi…..


suamimu” ucap Daniel dengan sedikit ragu.


“Kalau memang begitu yang aku inginkan, apa masalahnya, tidak ada yang salah bukan, kalau aku menikah dengan laki-laki yang sama sekali


tidak ada hubungan darah denganku.  Lagipula kami pernah bertunangan, lalu apa masalahnya” sahut Risty dengan santai.


“Kamu benar-benar gila, Risty, bagaimana bisa kamu berpikir untuk menikah dengan laki-laki yang sekarang telah berstatus sebagai anak


tirimu.  Dan hal yang lebih tidak masuk akal lagi adalah bagaimana bisa kamu berpikir dan berharap laki-laki itu mau menikahi wanita yang telah merebut ayahnya dan menyebabkan kematian ibunya sendiri.  Otakmu benar-benar tidak waras, tampaknya kecerdasanmu sudah kadaluarsa karena terlalu banyak kamu gunakan untuk hal-hal yang jahat” ucap Daniel sambil menggeleng tidak percaya saat menatap Risty.


“Apa yang salah, Daniel, kamu tahu bagaimana aku sanggup meninggalkan kamu demi mengejar cinta Dean, apa kamu pikir aku akan semudah itu aku menyerahkan dia pada wanita lain, Dean hanya milikku dan hanya aku yang


boleh menjadi pendamping hidupnya, tidak ada wanita yang lebih pantas bersanding dengan Dean selain diriku” ucap Risty dengan penuh kepercayaan diri.


“Cuih, Risty, Risty, bagaimana bisa kamu begitu percaya diri seperti ini, kamu pikir siapa dirimu, kamu hanya sampah yang kebetulan sedikit


memiliki otak sehingga bisa berada di posisi saat ini” sahut Daniel sambil berdecih. 

__ADS_1


Daniel sungguh heran melihat bagaimana wanita ini bisa memiliki pikiran bahwa dirinya begitu terhormat dan memiliki nilai tinggi.  Terlebih lagi, Risty beranggapan tidak ada seorang pun yang pantas mendampingi Dean selain dirinya.


__ADS_2