
Dean masih saja terpaku saat kembali menatap wajah cantik sang Ratu yang terlihat begitu bersinar. Sekalipun baru habis
melahirkan, namun ukuran tubuh wanita itu tidak terlalu banyak berubah. Qiandra tetaplah wanita cantik dengan segudang kelebihan yang membuatnya selalu menjadi rebutan.
Dean melangkah menghampiri Qiandra, lalu meraih pinggang sang istri, “Astaga, Honey, kurasa aku sudah sangat siap untuk membuat adik untuk baby Jo lagi” bisik Dean dengan suara seksi di telinga Qiandra.
Qiandra begitu terkejut mendengar ucapan sang suami, seandainya tidak sedang berada di tengah para pelayan dan para bodyguard, rasanya Qiandra ingin sekali mencubit mulut
sang suami. Namun, Qiandra tidak
melakukan hal itu saat ini karena Qiandra sangat menjaga wibawa sang suami di
hadapan semua orang.
Namun, saat suami meraih pinggangnya dan merapat ke tubuhnya membuat tubuh wanita itu tersentak. Tanpa sadar Qiandra mencubit
pinggang sang suami karena kesal dengan tingkah laki laki itu. “Haish, Honey, bisa bisanya kamu mencubit suamimu sendiri” ringis Dean yang serta merta dibalas Qiandra dengan pelototan matanya.
Sementara Dean tetap bersikap datar seolah tidak ada yang terjadi diantara mereka berdua membuat Qiandra harus berkali kali menghela nafas menahan rasa kesal dengan sang suami. Namun, insiden kecil itu memang
tidak terlihat oleh orang lain, Dean dan Qiandra sudah terbiasa untuk menyembunyikan apapun yang terjadi dari hadapan publik. Keduanya tetap melangkah dengan gagah dan anggun, aura pemimpin besar memang terlihat jelas di wajah mereka.
Saat memasuki ruang ballroom yang sudah dipenuhi oleh tamu undangan, sang raja dan ratu disambut dengan tepuk tangan. Jika
Qiandra tampil dengan wajah penuh senyum menyapa para tamu undangan, berbeda jauh dengan Dean yang terlihat dingin tanpa senyum di wajahnya. Bersamaan dengan keduanya masuk balroom di layar besar ditayangkan semua dokumentasi sejak Qiandra hamil sampai dengan kelahiran baby Jo.
Semua orang juga tidak bisa menahan senyum saat melihat kepanikan sang raja dan kekhawatirannya saat menghadapi sang istri melahirkan. Namun, bagi Qiandra juga bagi semua orang, sikap Dean benar benar
menunjukkan betapa besar rasa cinta laki laki itu pada Qiandra.
__ADS_1
Setelah tayangan itu, di layar juga kembali tampil baby Jo yang berada dalam ruangan khusus dengan beberapa perawat yang menjaganya. Saat pembawa acara memperkenalkan baby Jo, perawat segera mengangkat bayi mungil yang terlihat sangat tampan itu. Qiandra dan Dean memang sengaja tidak membawa baby Jo bertemu langsung dengan orang banyak, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.
Pesta itu dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari tamu undangan yang hadir di pesta itu. Saat itulah Qiandra begitu
terkejut ketika menyadari kehadiran keluarga almarhum suaminya bersama dengan Daniel. Keangkuhan keluarga itu ternyata belum berubah sama sekali, bahkan saat mereka berhadapan dengan Qiandra yang saat ini sudah menjadi ratu.
“Selamat ya, doakan aku dan Daniel bisa segera menyusul” ucap Fani, adik kandung Charles. Tangan Fani bergelayut manja di pergelangan tangan Daniel, membuat kening Qiandra sedikit mengernyit.
“Selamat ya, Qi, apapun yang terjadi semua aku lakukan untuk memenuhi permintaanmu, kamu tahu aku siap melakukan apapun agar kamu bahagia” ucap Daniel yang membuat semua orang yang berada dalam posisi dekat dengan mereka serta merta menatap ke arah
keduanya.
Dean mengeratkan rengkuhan tangannya di pinggang Qiandra, membuat wanita yang sempat terkejut itu segera bisa menguasai diri. “Oh, ya, terima kasih banyak, Fani, Tuan Daniel, semoga kebahagiaan juga mengiringi
langkah kalian ke depan” sahut Qiandra pada akhirnya.
“Jangan merasa terlalu berbangga hati, kamu wanita pembawa sial, jangan sampai kerajaan ini hancur hanya karena Anda memperistri wanita pembawa sial ini” ucap mama Reni
tersenyum mendengar kata kata mama Reni, jika dulu itu begitu melukai hatinya. Sebaliknya sekarang, hal itu justru seperti sebuah lelucon untuknya.
Dean kembali merengkuh pinggang sang istri, bahkan dengan lembut dia mengecup kening
Qiandra. “Istriku bukan wanita pembawa
sial, tapi orang orang yang hadir di hidupnya dulu lah yang justru membawa sial baginya. Anda bisa menjadi saksi jika dalam hidupku dan kelurgaku, istriku adalah wanita yang menjadi bintang keberuntungan kami” ucap Dean dengan wajah bahagia menatap pada sang istri dengan penuh cinta.
Tapi bukan mama Reni namanya jika bisa langsung berdiam diri, “Saya sudah memperingatkan Anda, semoga Anda tidak akan menyesalinya nanti” ucapnya lagi.
“Yang saya sesali hanyalah satu hal, yaitu istri saya harus pernah merasakan getirnya hidup
__ADS_1
karena kehadiran orang orang pembawa sial dalam hidupnya di masa lalu. Seandainya dia bertemu saya lebih dulu, akan saya pastikan istri saya tidak akan pernah menderita” ucap Dean dengan nada tajam membuat mama Reni terkejut dengan wajah sedikit pias.
Papa Jhon yang melihat situasi semakin tidak baik segera mendorong sang istri agar menjauh dari hadapan sang raja dan ratu. Papa Jhon sendiri hanya bersalaman dengan Dean dan Qiandra tanpa mengucapkan satu
kata pun. Karena sejujurnya, papa Jhon baru
menyadari kalau Qiandra lah yang sudah membuat Daniel bersedia menanggung
hidup mereka.
Setelah semua acara itu, akhirnya Qiandra dan Dean meninggalkan ballroom karena Qiandra sudah terlihat cukup lelah. Mereka berdua langsung menuju kamar utama untuk membersihkan diri, karena sudah waktunya bagi Qiandra untuk memberikan ASI untuk baby Jo. Saat keduanya sudah bersih barulah perawat membawa baby Jo dan
menyerahkannya pada Qiandra.
“Love, tolong ceritakan apa yang terjadi pada mereka” tanya Qiandra pada akhirnya setelah
baby Jo kembali terlelap.
“Maksudmu tentang keluarga Charles” tanya Dean yang dijawab Qiandra dengan anggukan kepala.
Dean menghela nafas sebentar, “Aku akan menceritakan padamu, tapi ku harap kamu mau berjanji untuk tidak lagi ikut campur dalam masalah mereka. Biarkan mereka sendiri yang menyelesaikannya, hubunganmu dan mereka sudah berakhir, baik dengan keluarga Charles apalagi dengan laki laki itu” ucap Dean dengan tegas.
“Tentu Love, aku memang sudah tidak ingin lagi terlibat dengan mereka. Bagiku, asalkan kehidupan mereka terjamin itu sudah cukup, karena walau bagaimana pun mereka kehilangan Kak Charles karena aku” sahut Qiandra.
“Yah, hal itu tidak bisa dipungkiri, tapi penyebab masalah sebenarnya adalah laki laki itu, jadi mulai sekarang segala sesuatu yang menyangkut keluarga itu sudah menjadi
tanggung jawabnya, anggap saja dia sebagai pengganti Charles, jadi tugas dan tanggung jawabmu dengan mereka sudah selesai” tegas Dean.
Qiandra hanya bisa mengangguk menyetujui permintaan sang suami. Walaupun sebenarnya dalam hatinya, Qiandra tidak ingin melupakan keluarga mertuanya itu. Tapi, Qiandra juga sadar kalau Dean benar benar tidak ingin dirinya disakiti lagi. Karena tampaknya keluarga mertuanya itu masih saja pada perilaku lama mereka yang selalu menganggap Qiandra sebagai wanita pembawa sial.
__ADS_1
Selain itu, keberadaan Daniel yang memang jelas jelas masih menyimpan rasa cinta yang besar untuk Qiandra, juga menjadi alasan bagi Dean melarang sang istri. Qiandra sangat memahami hal itu, sehingga Qiandra menerima permintaan Dean untuk tidak lagi mengurusi masalah keluarga mertuanya itu.