PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
DUA RATUS SEPULUH


__ADS_3

Hai readers kesayangan othor,.....


Othor minta maaf yang sebesar besarnya karena sudah lama nggak update ya...


Ada kesibukan yang membuat othor benar benar kesulitan membagi waktu...


jadi, mhn maaf klo di novel ini othor sudah buat kalian harus menunggu lama untuk updatean terbaru dari othor....


Sekali lagi Othor minta maaf ya 🙏🙏🙏


...--------------++++++++--------------...


“Kenapa, hmmmmm, apa yang membuat air mata berhargamu ini hartus kembali mengalir, Honey” bisik Dean dengan lembut pada Qiandra saat wanita itu sudah bersandar dengan nyaman dalam pelukannya.  Sementara itu di belakang Dean, terlihat dokter Albert dan asisten Vian juga yang tampaknya segera menyusul laki laki itu.


Kedua laki laki di belakang Dean itu justru mengalihkan pandangannya kepada Dika yang masih berdiri di belakang Qiandra.  Selain asisten Vian dan dokter Albert, Dean juga memberikan tatapan penuh tanya pada


Dika, yang membuat laki laki itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.  Dika hanya bisa mengangkat bahunya seolah menyampaikan bahwa tidak ada masalah yang serius.  “Feli teringat masa kecilnya” ucap Dika singkat membuat ketiga laki laki tampan yang terlihat khawatir itu bisa bernafas lega.


“Benarkah, Honey” tanya Dean dengan wajah khawatir.


Qiandra sebenarnya cukup terkejut melihat kehadiran sang suami bersama kedua sahabatnya itu yang dalam waktu singkat langsung mengetahui keadaannya.  Namun, dia sadar kalau semua ruangan memang ada


terpasang CCTV, dan bagaimana sang suami bisa cepat mengetahui kalau dia menangis.  Tentu saja hal itu menunjukkan kalau Dean benar benar selalu memantau dirinya.  Hal itu membuat Qiandra benar benar merasa bahagia.


“Kak Dika benar, Love, aku hanya teringat masa kecilku” ucap Qiandra yang seketika membuat Dean bernafas lega.


“Hah, syukurlah kalau begitu, dan sekarang apa kamu ingin tetap aku temani, Honey” tanya Dean dengan lembut.


“Tidak, tidak, Love, selesaikan saja pekerjaanmu, aku akan mengobrol dengan Kak Dika dulu” ucap Qiandra.  Qiandra tahu sang suami pasti punya banyak kesibukan, jadi walaupun sebenarnya dia merasa sangat nyaman saat berada di dekat Dean, Qiandra tidak bersikap egois.

__ADS_1


“Kamu yakin” tanya Dean lagi dan dijawab Qiandra dengan anggukan kepala dengan tegas, “Baiklah, kalau begitu aku kembali ke ruang kerjaku dulu, jangan ragu untuk memanggil aku jika ada hal yang kamu perlukan, hmmmm” ucap Dean sambil mengecup lembut pucuk kepala sang istri.


“Pasti, Love, pergilah” ucap Qiandra seraya sedikit mendorong tubuh suaminya.  Dean pun akhirnya dengan berat hati melangkah


meninggalkan ruangan itu, diikuti oleh kedua sahabatnya.


Dika yang melihat betapa besar perhatian Dean pada sang adik turut merasa bahagia.  Saat Dean sudah meninggalkan ruangan itu dan Qiandra kembali tenang, Dika melangkah dan bersimpuh di depan Qiandra.  Dika meraih kedua jemari sang adik seraya menatap intens wajah wanita cantik itu.  “Feli,


ada hal penting yang harus aku bicarakan denganmu, aku harap kamu bisa dengan


tenang mendengarkan aku menceritakan semuanya terlebih dulu.  Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan hal ini saat kamu dalam keadaan hamil seperti ini, tapi aku juga ingin kamu tahu semuanya sebelum putusan dibacakan besok” ucap Dika dengan perlahan pada Qiandra.


Qiandra menatap sang kakak dan mengernyitkan keningnya, “Ada apa, Kak, apa ada masalah yang serius” tanya wanita itu yang mulai merasa resah saat melihat keseriusan di wajah kakaknya.


“Feli, kakak akan menceritakan semuanya, tapi kakak harap kamu benar benar bisa tenang mendengar semuanya sampai akhir” ucap Dika lagi.  Namun belum sempat Qiandra menjawab, Dean tiba tiba kembali masuk ke dalam ruangan itu, tapi kali ini laki laki tampan itu tidak diikuti oleh kedua


sahabatnya.


Dika menghembuskan nafas berat, tapi dia sudah terlanjur mengatakan akan bercerita


pada sang adik.  Dika sebenarnya tidak


ingin Dean ikut mendengar, dia khawatir adik iparnya itu tidak bisa menguasai emosinya.  “Maafkan aku, tapi sejujurnya aku khawatir Yang Mulia tidak bisa menahan diri karena ini ada kaitannya dengan Daniel” ucap Dika dengan perlahan.


Wajah Dean seketika menjadi serius dan sedikit memerah, namun terlihat kalau laki laki itu sedang berusaha menguasai dirinya.  Qiandra meremas jemari suaminya dan tersenyum menatap wajah laki laki tampan itu, dengan matanya Qiandra berusaha meminta pengertian Dean.


“Ada apa lagi dengannya, aku sudah memenuhi semua permintaan kakak terkait dia” ucap Dean dengan suara dingin namun tegas.


Dika menghela nafas sesaat, “Atas nama Daniel, aku mengucapkan terima kasih atas kebaikan hati Yang Mulia, tapi masalah yang akan kuceritakan kali ini sangat erat kaitannya dengan masa lalu Feli” ucapnya beberapa saat kemudian.

__ADS_1


“Hmmmm, ceritakanlah” ucap Dean.


“Sebelumnya, aku ingin kalian tahu, bahwa Daniel telah banyak membantu dalam memberikan bukti bukti untuk membantu proses hukum daddy.  Aku sendiri sudah hampir pasrah dengan semua tuduhan yang memberatkan daddy, namun Daniel bisa melihat beberapa celah yang bisa membuktikan kalau daddy tidak bersalah.  Bukan aku mengatakan kalau Yang Mulia tidak membantu, tapi aku justru sangat berterima kasih karena Anda tidak melibatkan diri, sehingga kasus ini bisa berjalan dengan sangat adil” ucap Dika.


Dean dan Qiandra hanya berdiam diri mendengar penjelasan Dika, mereka masih menunggu inti dari pembicaraan laki laki itu.  “Aku sendiri sebenarnya telah berulang kali menolak bantuannya, tapi dia tetap memaksa.  Aku tidak ingin semakin banyak berhutang budi padanya, tapi apa daya aku memang membutuhkan bantuannya” lanjut Dika lagi.


“Tidak masalah, aku juga minta maaf karena tidak bisa membantu lebih jauh, aku sendiri memang ingin semuanya benar benar terbuka tanpa ada yang harus ditutupi lagi, agar tidak ada beban lagi di masa yang akan datang.  Harapanku, semua masalah ini cukup sampai disini saja, dan tidak lagi diwariskan ke generasi yang akan datang.  Jika harus menjadi sejarah kelam, maka biarlah dia menjadi sejarah kelam agar tidak pernah terulang lagi” sahut Dean dengan aura tenang penuh wibawa.


Dika mengangguk samar, dalam hati dia sangat membenarkan kata kata Dean. Karena sesungguhnya Dika juga tidak ingin ada


hal yang tersembunyi lagi, sekalipun akibatnya dia harus menanggung jika


terbukti ayah mereka bersalah.


“Apakah hanya itu masalah laki laki itu yang hendak Kak Dika sampaikan” tanya Dean langsung pada intinya.


Dika kembali menghembuskan nafas besar, “Sebenarnya, bukan hanya itu, ada hal lain yang menyangkut Charles juga” ucapnya dengan berat hati.


“Kak Charles?” tanya Qiandra yang sedikit terkejut mendengar Dika menyebut nama almarhum suaminya itu.  Dean menggenggam tangan Qiandra dengan sedikit lebih erat seolah mengingatkan wanita itu akan keberadaan dirinya.


Qiandra menoleh ke arah suaminya dan menatap laki laki itu dengan tatapan penuh


permohonan.  Tanpa diucapkan pun, Dean


mengerti kalau Qiandra memohon pengertiannya.  Akhirnya dengan berat hati dia mengangguk, “Katakanlah” ucapnya kepada Dika.


“ini menyangkut kasus kematian Charles” ucap Dika memmulai ceritanya.  Kemudian Dika menceritakan semua yang diketahui sejak dia mulai mengetahui kalau Qiandra adalah adiknya.  Namun, Dika belum mengatakan hubungan antara ceritanya itu dengan Charles dan Daniel.


Qiandra yang memperhatikan semua cerita Dika, perlahan menggelengkan kepalanya, “Kak, jangan bilang kalau ......” Qiandra tidak mampu melanjutkan kata katanya.

__ADS_1


“Tidak salah lagi, dan Daniel mengakuinya sendiri, kalau dialah yang menjadi dalang


kecelakaan yang merenggut nyawa Charles, dan lagi lagi hal itu karena cintanya yang begitu besar padamu” ucap Dika dengan perlahan.  Namun, bagi Qiandra dan Dean yang mendengar berita itui bagaikan petir yang begitu mengejutkan keduanya.


__ADS_2