PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
SERATUS LIMA PULUH TIGA


__ADS_3

Clayandra dan Chris masuk ke dalam kamar tamu yang terletak tidak jauh dari ruang praktek tempat Felicia di rawat.  Clayandra bergegas ingin masuk langsung ke dalam kamar mandi, namun Chris menarik tangannya dan langsung mendekap tubuh wanita itu.  Clayandra awalnya memberontak, namun pelukan hangat Chris akhirnya meluluhkan hatinya yang sangat rapuh saat itu.


Clayandra tersedu dalam pelukan hangat Chris, tangannya tanpa sadar memeluk erat tubuh laki laki tampan itu.  Chris tidak berkata kata, dia hanya memeluk erat tubuh Clayandra seraya mengelus punggung wanita itu yang bergetar karena tangisannya.


“Apa yang harus aku lakukan, Chris” desis Clayandra diantara isak tangisnya dalam pelukan Chris.


“Tenanglah, tetap tenang, kita hadapi semua ini bersama” bisik Chris dengan lembut di telinga Clayandra.  Chris sangat tahu bagaimana terguncangnya mental wanita muda ini setelah melihat semua peristiwa yang terjadi malam ini.


Kehilangan orang yang sangat kita kasihi, tentunya bukanlah hal yang mudah.  Apalagi saat kehilangan itu terjadi melalui suatu kejadian yang sangat tragis bahkan di depan mata kepala kita sendiri.  Lebih parahnya lagi, kita hanya bisa melihat tanpa bisa berbuat apa apa untuk menyelamatkan orang yang kita kasihi.  Chris tahu itu teramat sangat berat untuk dihadapi oleh seorang wanita seperti Clayandra.


Clayandra adalah adik kandung Queensha, istri dari Kenrich Hamilton.  Clayandra dan Queensha adalah putri dari seorang yang cukup terpandang dan termasuk konglomerat di kota mereka.  Karena itu, mereka berdua sudah biasa hidup dalam kemewahan bahkan sejak mereka lahir.  Namun, saat Clayandra menginjak sekolah menengah atas, mereka berdua harus kehilangan orang tuanya dalam sebuah kecelakaan pesawat.


Sejak saat itu, Clayandra hidup bersama dengan kakaknya, Queensha, yang memang sudah menikah dengan Kenrich Hamilton.  Disini pun Clayandra tetap hidup dalam kemewahan, namun kehilangan kedua orang tuanya membuat Clayandra banyak belajar.  Sehingga dia tidak lagi terlalu membiasakan diri dalam kehidupan berfoya foya.  Bahkan setelah menyelesaikan studynya, Clayandra memilih untuk mengasuh kedua keponakannya sebelum mulai bekerja pada salah satu perusahaan yang dipimpin oleh Kenrich.


Semua itu dilakukan oleh Clayandra, tidak hanya karena dia begitu menyayangi kedua keponakannya itu.  Tapi juga karena dia sangat berterima kasih pada sang kakak dan kakak iparnya yang selalu ada di sampingnya menggantikan kedua orang tuanya.  Bagi Clayandra, bisa melihat keluarga kecil sang kakak bahagia, sudah merupakan kepuasan tersendiri dalam dirinya.


Karena itulah, kejadian tragis yang menimpa keluarga kakaknya malam ini menjadi pukulan terberat bagi Clayandra.  Jika boleh memilih, Clayandra bersedia menukar nyawanya sendiri demi keselamatan keluarga kecil sang kakak.  Namun, Clayandra justru harus berada pada posisi sebagai penonton kejadian tragis itu tanpa bisa berbuat apa apa.


“Jangan pernah menyesali semua yang sudah terjadi, Clay” Chris melepaskan pelukannya pada tubuh Clayandra.  Tapi dia menempelkan keningnya di kening wanita itu seraya menghapus air mata di wajah Clayandra.


Chris menganggkat wajah Clayandra yang tertunduk dengan jarinya, “Tugas kita sekarang adalah menjaga Nona Felicia agar bisa tetap selamat, kita tidak tahu apa yang terjadi pada Tuan Muda, tapi yang pasti sekarang Nona Felicia, satu satunya penerus keluarga Hamilton, harus bisa kita selamatkan.  Untuk itu, kamu harus benar benar kuat dan tenang, kamu satu satunya yang Nona Feli miliki, jika kamu rapuh maka dia akan semakin hancur.  Bisa kamu bayangkan, jika kamu saja begitu sulit menghadapi semua ini, apalagi anak sekecil Feli.  Jadi aku mohon, tolong tegarlah, sesulit apapun yang akan kita hadapi” ucap Chris dengan lembut.


Clyandra menatap wajah Chris diantara bulir air mata yang masih mengalir di pipinya.  “Chris, apakah kamu mau menemaniku, aku, aku …..” kata kata Clayandra terputus saat bibirnya langsung disambar oleh Chris.  Chris mencium lembut bibir wanita itu, ciuman yang awalnya sekilas berubah menjadi lebih lama saat Clayandra yang awalnya terkejut, kemudian membalas ciuman Chris.


Cukup lama keduanya terlibat dalam pertukaran saliva yang begitu hangat tanpa hawa nafsu, namun lebih pada keinginan untuk saling berbagi perasaan di hati masing masing.  “Aku akan selalu bersamamu Clay, dan ijinkan aku untuk memiliki dirimu seutuhnya, hiduplah bersama denganku dan mari kita jalani semua ini bersama sama” ucap Chris setelah ciuman mereka terlepas.


“Tapi aku tidak memiliki apa apa sekarang, Chris, dan aku tidak punya siapa siapa, apa kamu benar benar serius dengan kata katamu itu” cicit Clayandra.  Saat ini, Clayandra merasa rendah diri di hadapan Chris, dia menyadari bahwa dia telah kehilangan segalanya.


“Jangan menghinaku, Nona Clay, jika kamu berpikir aku mencintaimu karena statusmu dan semua yang kamu miliki di keluarga itu, maka sama saja kamu menganggap aku laki laki matre yang hanya menginginkan harta” ucap Chris dengan suara sedikit merajuk.


“Bu bukan seperti itu, Chris, sungguh bukan begitu maksud …..” kembali kata kata Clayandra terputus saat bibirnya sudah dilumat lagi oleh Chris, sehingga keduanya kembali tenggelam dalam ciuman penuh rasa sayang itu.

__ADS_1


“Jangan memikirkan hal hal yang tidak berguna, percayalah, cintaku kepadamu tulus bukan karena alasan apapun, tapi karena aku sungguh sungguh mencintai kamu.  Dan saat ini, kita berdua harus benar benar fokus pada Nona Felicia, kita harus memikirkan bagaimana caranya menjauhkan Nona Feli dari semua kekacauan ini” ucap Chris dengan lembut sambil mencubit hidung mungil Clayandra.


“Terima kasih, Chris” ucap Clayandra dengan tulus.


“Sekarang maukah kamu menjawab permintaanku, Nona Clayandra, maukah kamu menjadi istriku” tanya Chris membuat Clayandra terbelalak.  Bagaimana bisa laki laki ini langsung memintanya menjadi istri, bukankah seharusnya dia meminta Clayandra menjadi kekasihnya dulu.


“Buatku, selama ini kamu sudah menjadi kekasihku, jadi sekarang aku meminta kesediaanmu menjadi istriku” lanjut Chris membuat Clayandra terdiam.  “Ayolah, Nona, beri laki laki tampan ini sebuah kepastian” rengek Chris lagi membuat Clayandra tersipu malu dan mengangguk.


“Terima kasih, Nona Clay, sekarang pergilah membersihkan dirimu, semoga pakaian yang diberikan pelayan tadi cocok untukmu” ucap Chris seraya mendorong tubuh Clayandra dengan lembut menuju kamar mandi.  “Atau kamu mau aku mandikan” tanyanya lagi dengan alis terangkat.


“Ishh, mesum” seru Clayandra seraya berlari ke dalam kamar mandi.  Chris hanya tertawa melihat tingkah Clayandra yang terlihat sangat menggemaskan baginya.


Clayandra membersihkan diri dengan cepat, walaupun godaan air hangat yang menyegarkan tubuhnya, begitu besar untuk membuatnya berlama lama membersihkan tubuhnya.  Namun, Clayandra teringat pada Felicia yang sudah cukup lama ditinggalkannya dengan laki laki asing tadi.


Setelah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Clayandra keluar dari kamar mandi dan melihat Chris sedang menghubungi seseorang.  Saat Chris melihat Clayandra sudah keluar, dia segera mengakhiri panggilan teleponnya, “Apa kamu sudah selesai, Honey” tanya Chris dengan suara lembut.


Clayandra terkejut mendengar panggilan yang diberikan oleh Chris padanya, padahal baru saja mereka berdua menjadi resmi menjalin hubungan.  “Hei, apa kamu lupa aku sering memanggilmu seperti itu, kamu saja yang selalu mengabaikan aku” kekeh Chris saat melihat wajah terkejut Clayandra.


“Hei, hati hati air liurmu menetes, Nona, tenang saja semua yang kamu lihat ini hanya menjadi milikmu, dan kamu bisa menikmatinya kapan pun kamu mau” seru Chris dengan menaik turunkan kedua alisnya saat melihat Clayandra yang terpesona dengannya.


Kata kata Chris membuat wajah Clayandra seketika bersemu merah, dan bibirnya mengerucut dengan lucu.  “Haish, siapa juga yang terpesona, dasar mesum” desis Clayandra seraya memalingkan wajahnya dan berusaha menormalkan irama jantungnya.


“Ha ha ha, ya sudah, sekarang ayo kita melihat keadaan Nona Feli” ucap Chris seraya meraih tangan Clayandra dan menuntunnya meninggalkan kamar tamu itu.  Mereka berdua segera melangkah beriringan dengan bergandengan tangan menuju ke ruang praktek dimana Felicia dirawat.


Saat mereka memasuki ruang praktek, terlihat laki laki muda tadi sedang memeriksa keadaan Felicia yang terlihat jauh lebih baik sekarang.  Sementara itu, wanita muda tadi juga terlihat sedang sibuk membersihkan semua peralatan yang sudah digunakan.  “Kalian sudah selesai, ku kira akan memakan waktu lebih lama lagi” ucap laki laki itu dengan senyum smirk di wajah tampannya.


“Dad, …..” desis si wanita seolah memperingatkan laki laki muda itu.


“Ha ha ha, tenanglah baby, kamu seperti tidak tahu Chris saja” ucap laki laki itu yang seketika membuat kening Clayandra berkerut berusaha memahami kata kata laki laki itu.  Chris yang melihat reaksi Clayandra segera mendekati laki laki muda itu dan menonjok bahunya dengan keras.


“Jangan asal bicara kamu” seru Chris yang merasa khawatir kalau Clayandra salah mengartikan candaan sahabatnya itu.  Namun, hal itu justru membuat laki laki itu semakin tertawa lebar.

__ADS_1


“Hei hei, ada apa ini, bagaimana bisa kamu panik hanya karena joke receh” kekeh laki laki itu.


“Dad, sudahlah ….” seru si wanita lalu dia melangkah mendekati Clayandra, “Selamat bertemu Nona ….” sapanya seraya mengulurkan tangan pada Clayandra.


Clayandra segera menyambut uluran tangan wanita itu, “Clayandra, panggil saja aku Clay, dan Anda ….” tanya Clayandra balik pada wanita itu.


“Perkenalkan aku Lenny, aku istri dari dokter Freddy, sahabat Chris, senang bertemu denganmu Nona Clay” ucap wanita itu memperkenalkan diri.


“Oh, senang bertemu dengan Anda juga, Nyonya, dan Anda bisa memanggiku Clay saja” ucap Clayandra dengan sopan.


“Baiklah, Clay, kurasa tugasku disini sudah selesai, aku permisi dulu ingin melihat keadaan anak anak diatas” ucap Lenny dengan senyum manis di wajahnya, “Dad, aku ke atas dulu ya” lanjutnya saat berada di dekat laki laki yang baru Clayandra ketahu bernama dokter Freddy.


“Baiklah, Beb, aku akan segera menyusul, tidurlah lebih dulu, love you” ucap dokter Freddy seraya mencium kening sang isri dengan penuh kasih.  Clayandra yang melihat hal itu tanpa sadar kembali meneteskan air mata, dia teringat kemesraan sang kakak dan kakak iparnya.


Dokter Freddy dan Lenny yang melihat Clayandra kembali terisak hanya bisa mengerutkan kening,  Namun, mereka berdua tidak berkata apapun, hingga Lenny berlalu meninggalkan ruangan itu.  Sementara Chris, segera meraih tubuh Clayandra dan memeluknya berusaha menenangkan wanita itu.


“Duduklah, ku rasa kita punya banyak waktu sebelum Nona kecil ini sadar” ucap dokter Freddy seraya mempersilahkan Clayandra dan Chris untuk duduk di kursi tamu.  Chris segera menuntun Clayandra ke kursi itu, lalu mereka berdua duduk berdampingan di sana.


“Maaf jika aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi jika kalian keberatan aku juga tidak akan memaksa” ucap dokter Freddy membuka percakapan mereka.  Clayandra menatap ke arah Chris seolah meminta laki laki itu untuk menceritakan pada dokter Freddy.


Chris yang memahami keinginan Clayandra, akhirnya mulai menceritakan semua kejadian yang terjadi malam itu secara garis besarnya saja.  Dan saat Chris bercerita Clayandra yang teramat lelah jiwa dan raganya merasa tidak mampu lagi menahan kantuknya.  Hingga sebelum Chris selesai bercerita, wanita itu sudah terlelap dengan bersandar di bahu Chris.


Dokter Freddy memberi isyarat agar Chris membawa tubuh Clayandra kembali ke kamar tamu yang langsung disetujui oleh Chris.  Chris mengangkat dan menggendong Clayandra serta membawanya kembali ke kamar tamu.  Disana, Chris membaringkan tubuh Clayandra diatas kasur besar yang ada di ruang mewah itu, kemudian dia menyelimuti Clayandra hingga sebatas leher.


Chris juga mengatur suhu ruangan agar terasa nyaman bagi Clayandra.  Setelah itu dia mengecup lembut kening Clayandra, “Selamat tidur, Honey, lupakan semua yang sudah terjadi dan biarlah itu hanya menjadi mimpi buruk saat kamu terbangun nanti” bisiknya dengan lembut.


Chris sempat terdiam selama beberapa saat menatap wajah Clayandra.  “Aku harus bisa menyelamatkan kalian berdua, bagaimana pun caranya” desis laki laki tampan itu dalam hatinya.  Kemudia dia melangkah perlahan agar tidak mengeluarkan suara yang bisa membangunkan Clayandra.  Chris membuka pintu kamar itu, dan sebelum dia meninggalkan Clayandra, Chris berbalik sesaat memastikan wanita cantik itu masih terlelap.


Entah berapa lama waktu telah berlalu, hingga Clayandra pada akhirnya membuka matanya.  Hal pertama yang dirasakan oleh wanita cantik itu adalah rasa sakit di sekujur tubuhnya.  Dan saat ingatannya kembali, maka rasa sakit itu mulai menjalar lagi mengisi relung hatinya.  Dan tanpa sadar air mata kembali membasahi pipi wanita itu.


Namun, hal itu tidak berlangsung lama, saat Clayandra teringat pada Felicia kecil.  Dia segera bangun dan saat melihat matahari sudah bersinar, Clayandra bergegas membersihkan dirinya.  Clayandra keluar dari kamar mandi dan melihat beberapa pasang pakaian sudah diletakkan di atas tempat tidur.  Clayandra hanya memilih dengan sembarangan saja, karena dia sama sekali tidak perduli dengan penampilannya saat ini.

__ADS_1


Sayangnya, saat Clayandra keluar dari kamar itu, dia tertegun melihat Chris sudah menunggunya dan menatap dirinya dengan intens.  Barulah Clayandra sadar, kalau penampilannya saat ini sangat acak acakan, dan sekarang laki laki yang telah menjadi kekasihnya itu sudah melihat dirinya dalam keadaan seperti ini.


__ADS_2