PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
SERATUS LIMA PULUH LIMA


__ADS_3

“Felicia mengalami cidera di bagian kepala yang membuatnya kehilangan ingatannya. Menurut yang pernah aku pelajari amnesia yang dialami Felicia sangat berpeluang menjadi amnesia permanen karena peristiwa yang dialami olehnya tadi malam adalah peristiwa yang tidak ingin diingatnya lagi. Sayangnya, jika dia ingin melupakan peristiwa semalam maka dia juga harus melupakan semua yang pernah dia alami seumur hidupnya hingga saat ini. Dan dari apa yang sudah diceritakan oleh Chris kepadaku tadi malam, aku berfikir amnesia ini jauh lebih baik untuk Felicia dari pada dia harus terus menerus mengingat tentang peristiwa tragis pada keluarganya. Karena jika dia tidak bisa menerima kejadian semalam dan terus menerus mengingatnya, bisa jadi hal itu akan mengganggu kejiwaannya” ucap dokter Freddy dengan panjang lebar.


Clayandra hanya terdiam mendengar penjelasan dokter Freddy, dia masih berusaha mencerna kata kata dari dokter itu.  “Usianya yang masih sangat belia, namun sudah mengalami kejadian seperti ini, tentu akan sangat mempengaruhi pisikis Felicia.  Dan aku benar benar mengkhawatirkan perkembangan kejiwaannya.  Belum lagi musuh keluarganya, yang aku yakin akan berusaha terus melacak keberadaan kalian berdua, dan itu akan sangat berbahaya untuknya” lanjut dokter Freddy lagi.


Clayandra masih terdiam, namun setelah beberapa saat dia bisa memahami apa yang diinginkan oleh dokter Freddy.  “Lalu apa yang harus aku lakukan, Dok” desis Clayandra dengan hati pilu memikirkan nasib keponakannya itu.  Clayandra bisa mengerti maksud dokter Freddy, karena dia sendiri pun merasa sangat sulit melupakan kejadian menyakitkan itu, apalagi bagi Felicia kecil.


“Kita harus melepaskan Felicia kecil dari masa lalunya, termasuk orang orang terdekatnya” ucap dokter Freddy dengan perlahan namun seperti suara guntur di telinga Clayandra.


“Apa, jadi maksud dokter aku harus berpisah dengan Felicia” seru Clayandra merasa tidak terima dengan kata kata dokter Freddy.


“Bukan berpisah, Honey, tapi kita berdua harus bisa hadir sebagai sosok yang berbeda di hadapan Nona Muda” ucap Chris dengan lembut namun membuat kening Clayandra berkerut dalam.  “Kita akan tetap bersama dengan Felicia, tapi bukan sebagai tante Clay dan Paman Chris lagi, tapi sebagai orang yang baru dengan nama yang baru pula yang tidak akan merangsang otak Felicia untuk kembali mengingat masa lalunya” lanjut Chris lagi.


“Ta tapi bagaimana caranya” tanya Clayandra dengan mata penuh tanya menatap Chris.


“Kami sudah membuat rencana, tapi semuanya tergantung pada keputusanmu, Honey, sekali lagi semua ini kami lakukan semata untuk kebaikanmu dan Felicia” jawab Chris lagi.


“Katakan padaku” pinta Clayandra walaupun ada rasa berat dalam hatinya, tapi jika hal itu untuk kebaikan Felicia, apapun akan Clayandra lakukan.


Chris menatap ke arah dokter Freddy dan mengangguk samar.  Dokter Freddy lalu berdiri dari tempat duduknya di meja kerja lalu melangkah ke arah Clayandra dan Chris.  Kemudian dokter itu duduk di sofa yang terletak tepat berhadapan dengan Clayandra dan Chris.


“Aku adalah salah satu donatur tetap di sebuah panti asuhan yang ada di daerah pinggiran kota.  Aku mengusulkan pada Chris untuk menempatkan Felicia di panti asuhan itu, namun dia akan ditempatkan sebagai putri angkat ibu panti di sana.  Aku akan mengatakan pada ibu panti bahwa Felicia adalah korban kecelakaan dengan kematian kedua orang tuanya.  Jadi, aku juga akan meminta ibu panti untuk tidak menanyakan masa lalu Felicia, ibu panti harus bersikap seolah Felicia memang sudah lama berada di panti, tapi dia hilang beberapa hari karena kecelakaan yang membuatnya kehilangan ingatannya.  Kita juga harus mengganti namanya, agar orang tidak mudah melacak keberadaannya” jelas dokter Freddy panjang lebar.


“Lalu bagaimana aku bisa tetap bersama dengannya” tanya Clayandra dengan hati gamang dan ragu.  Ini berat baginya kalau harus berpisah dengan Felicia, tapi jika itu memang harus dilakukan demi kebaikan Felicia, Clayandra rela melakukannya.


“Kita akan menjadi pelayan lepas di panti asuhan itu, honey, jadi kamu bisa tetap bersama dengan Felicia tapi juga tidak boleh terlalu dekat agar tidak ada orang yang curiga” kali ini Chris yang menjawab pertanyaan Clayandra.


“Sampai berapa lama” tanya Clayandra lagi.


“Sampai batas waktu yang tidak bisa kita tentukan, jika memang amnesia Felicia permanen, maka mungkin sebaiknya untuk selamanya.  Tapi jika dia bisa mengingat lebih cepat maka kita akan menyesuaikan dengan keadaannya nanti” sahut dokter Freddy.

__ADS_1


“Mengapa dia tidak menjadi anak asuh Anda saja, Dok” tanya Clayandra lagi.


“Dokter Chris adalah salah satu dokter terbaik di kota ini, dan kehidupannya akan selalu dipantau orang lain.  Jika mereka melihat keberadaan Felicia di tengah tengah keluarga ini, maka nyawa Felicia akan terancam, bahkan tidak hanya Felicia, seluruh keluarga ini juga akan terancam” sahut Chris yang tidak ingin Clayandra salah sangka dengan keluarga dokter Freddy.


“Lenny sangat menginginkan gadis kecil itu, Clay, dia sudah jatuh cinta saat pertama kali melihat wajah Felicia.  Tapi aku juga harus mempertimbangkan hal yang dikatakan Chris tadi, jadi kurasa rencana awal tadi adalah yang terbaik untuk Felicia.  Panti asuhan itu ada di pinggiran kota, jarang diperhatikan orang, sehingga keberadaan Felicia akan cukup aman di sana” dokter Freddy melanjutkan lagi.


“Baiklah, aku akan memikirkan semua ini, tapi sekarang apa boleh aku bertemu dengan Feli” tanya Clayandra lagi, semua rencana yang didengarnya ini benar benar membuat otak dan hatinya lelah.  Saat ini dia hanya ingin memeluk gadis kecilnya itu, mengurai sebagian kerinduan yang tiba tiba terasa begitu besar pada kakaknya.


“Maafkan aku, Clay, tapi sebaiknya kamu tidak muncul dulu di hadapan Felicia, kami merencanakan kamu akan muncul nanti saat di panti asuhan saja.  Sehingga Felicia benar benar hanya mengingatmu sebagai pengurus panti saja” ucap dokter Freddy lagi.


“Chris ….” desis Clayandra seolah meminta pertimbangan dari Chris.  Yah, saat ini tidak ada siapa pun yang bisa menjadi tempatnya berbagi selain Chris.


Chris hanya mengangguk dan membelai bahu Clayandra dengan lembut, “Sementara ini, kita hanya punya pilihan ini, Honey, kamu tetap bisa melihat Felicia dari luar kamarnya dan saat dia tidur.  Nanti setelah dia di panti kamu bisa memeluknya lagi, karena dokter Freddy telah mengatur kamu menjadi pengasuh Feli di sana nanti” ucapnya dengan lembut.


Clayandra hanya bisa terdiam, dia sungguh tidak tahu apakah ini keputusan yang tepat.  Yang Clayandra pikirkan hanyalah keselamatan Felicia, dia tidak perduli dengan hal lainnya.  Bagi Clayandra, saat itu, Felicia adalah segalanya, karena hanya gadis kecil itulah keluarganya satu satunya yang tersisa.  Jadi, apapun akan Cayandra lakukan, asal tetap bersama Felicia dan gadis itu tetap bisa selamat.


Clayandra dan Chris menyimpan semua rahasia tentang Felicia selama berpuluh tahun.  Beberapa kali Felicia menceritakan kalau dia mempunyai mimpi yang aneh.  Dan setiap mimpi itu adalah tentang malam tragis yang pernah dilalui Felicia.  Dan Clayandra bisa melihat bagaimana Felicia selalu gemetar dan ketakutan saat dia menceritakan mimpinya itu.


Karena itulah, Clayandra dan Chris yang berunding dengan dokter Freddy memutuskan untuk menutup semua kisah masa lalu mereka.  Mereka akan membiarkan Felicia menjalani hidup barunya tanpa trauma pada masa lalunya yang tragis.


Flasback off


Dika tertegun mendengar penjelasan Bik Sum atau Clayandra yang saat ini sedang mengambil gelas minum dan meminum minuman yang tersedia di atas meja.  “Tante Clay, jangan bilang kalau Felicia itu adalah …..” Dika tidak berani meneruskan kata katanya.  Entah mengapa hatinya terlalu takut untuk berharap pada sesuatu yang selama ini dianggapnya hanyalah harapan semu.


“Qiandra, yah, Felicia adalah Qiandra, huruf awalnya sengaja aku ambil dari nama ibumu yang digabung dengan namaku” sahut tante Clay dengan wajah bahagia.  “Aku telah membesarkannya dengan baik, namun berbagai kejadian buruk menimpa dirinya dan membuatnya selalu mengalami trauma.  Mulai dari kehilangan Charles yang saat itu benar benar aku harapkan akan membuat Feli bahagia, hingga peristiwa pelecehan yang dilakukan oleh Daniel, ….” tante Clay belum menyelesaikan kata katanya karena Dika sudah mengangkat tangannya.


“Astaga, ya ampun, Tante, bagaimana bisa aku mencelakai adikku sendiri, aku, aku tidak akan berani berhadapan dengannya, Tante, aku tahu Qiandra sangat membenciku karena peristiwa itu.  Tidak, tidak, dia tidak hanya membenciku tapi dia juga takut melihatku” seru Dika dengan frustasi.  Presidir PT.Mahardika itu bahkan menjambak rambutnya dan berulang kali memukul tempat duduknya seolah melampiaskan semua rasa sesal di hatinya.


Sangat jelas diingatan Dika bagaimana dia mengikuti semua skenario yang dibuat oleh Daniel.  Dan Dika juga jelas mengingat kalau Daniel berjanji tidak akan menyakiti Qiandra, janji yang pada akhirnya ternyata diingkari oleh laki laki itu.  Dan hal itu adalah hal yang begitu disesali oleh Dika, bahkan jauh sebelum dia tahu kalau Qiandra adalah adik kandungnya.

__ADS_1


“Kenapa aku begitu bodoh, aku tidak pernah memperhatikan tentang dirimu yang selalu berada di sisi Qiandra, Tante, aku sama sekali tidak pernah mencari fotomu.  Ah, seandainya saat anak buahku melakukan penyelidikan mereka memberikan fotomu, pastilah semua ini tidak akan terjadi” sesal Dika semakin menjadi jadi.


“Jangan menyalahkan dirimu, Nak, aku memang selalu bersembunyi dan disembunyikan oleh Chris dan dokter Freddy, mereka tidak pernah mengijinkan aku untuk tampil di depan kamera bersama dengan Qiandra.  Kalaupun aku tertangkap kamera, maka aku juga akan berusaha untuk menyembunyikan wajahku dengan alasan tidak percaya diri jika harus berdampingan dengan Qiandra.  Semua itu kami lakukan agar identitasku dan Qiandra tidak diketahui oleh khalayak.  Kami masih takut dan menghindari orang orang yang telah melakukan kekejian itu akan melukai Qiandra lagi” ucap Tante Clay.


“Mereka sudah ku balas dengan sepantasnya, Tante, Lee dan seluruh keluarganya sudah aku lenyapkan” ucap Dika dengan suara dingin yang membuat Tante Clay bergidik.


“A apa maksudmu, Nak” tanya Tante Clay yang masih berusaha menolak percaya pada kata kata Dika.


Dika berdiri dan melangkah menuju jendela yang ada di ruangan mewah itu.  Jendela itu menghadap langsung ke arah taman yang dibuat sama persis dengan taman dan gazebo tempat Dika bersembunyi dulu.  Dika menghembuskan nafas berat, tatapannya menerawang mengingat seorang anak laki laki kecil yang harus berusaha menyelamatkan nyawanya sendiri.  “Yah, mereka semua sudah aku bunuh, sama seperti mereka telah membunuh semua keluargaku dan pekerja di mansion kita dulu” ucapnya menegaskan pernyataannya tadi.


“Astaga, Nak, mengapa kamu melakukan hal itu” seru Tante Clay yang tidak menyangka anak kecil berhati lembut yang selalu diasuhnya itu berubah menjadi begitu kejam.


“Aku harus melakukan itu demi membalaskan sakit hati kedua orang tuaku, ayahku yang disiksa dan ibuku yang diseret dengan paksa.  Selain itu, jika aku tidak memusnahkan mereka maka akulah yang akan mereka musnahkan.  Bukankah tante sendiri yang bilang bahwa tante pun sampai sekarang masih ketakutan.  Dan aku tidak mau menjalani hidupku dengan rasa takut seperti itu” ucap Dika masih dengan suara dingin, sangat jauh berbeda dengan suaranya tadi yang penuh kehangatan.


“Hah, baiklah, aku akan berusaha untuk mengerti, Nak” ucap Tante Clay yang berusaha memamahmi alasan Dika melakukan pembalasan dengan brutal.  “Berarti sekarang Qiandra sudah aman, tapi mengapa kamu sampai saat ini tidak pernah menyematkan nama keluargamu, Nak” tanya Tante Clay lagi.


“Pelaku yang menyebabkan peristiwa tragis itu memang sudah aku musnahkan, Tante, tapi siapa orang berkuasa yang ada di belakang mereka, aku sama sekali tidak tahu.  Hingga saat ini hal itu masih menjadi misteri bagiku, semua celah informasi selalu berujung pada tembok tebal yang benar benar tidak bisa aku tembus” desah Dika.


“Apa maksudmu, Nak” tanya Tante Clay dengan kening berkerut.


“Lee tidak akan mampu memiliki pasukan bayaran seperti yang di bawanya pada malam itu.  Dan otak seorang Lee tidak akan mampu untuk memikirkan dan merencanakan semua itu.  Aku yakin ada orang kaya raya dan berkuasa yang berdiri di belakang Lee, sehingga dia mampu melakukan hal itu” sahut Dika lagi.


“Yang Mulia …..” desis Tante Clay membuat Dika segera membalikkan badannya dan menghadap ke arah Tante Clay.


“Ada apa, Tante, apa Tante mengingat sesuatu, tolong katakan padaku, Tante, apapun itu agar aku bisa mengetahui siapa dalang dibalik semua bencana yang menimpa keluarga kita” tanya Dika dengan rasa penasaran yang begitu besar.


“Aku ingat pembicaraan antara daddymu dan Lee waktu itu, saat daddymu mengatakan bahwa Lee tidak akan selamat dari Yang Mulia, tapi Lee mengatakan bahwa Yang Mulia lah yang memerintahkan dirinya karena daddymu dianggap berkhianat” ucap Tante Clay yang seketika membuat wajah Dika menegang.


“Yang Mulia siapa Tante, berkhianat apa” tanya Dika dengan rasa penasaran sekaligus ketegangan melingkupi dirinya.  Ada kekhawatiran yang tiba tiba merasuk dalam hatinya mendengar kata kata Tante Clay.  Namun, Dika berusaha menepis dan menolak hal itu, dan masih berharap bahwa hal yang di khawatirkannya tidak menjadi kenyataan.

__ADS_1


__ADS_2