
Maafkan author ya, akhir akhir ini agak sulit buat upload cerita, bulan Desember ceria penuh aktivitas, ujian, tugas, kantor de el el .......
“Kamu, ....., oh astaga, mengapa kamu melakukan itu, kamu tahu kan sebesar apa bahayanya untukmu dan juga keluarga kita” seru Clayandra yang terkejut dengan penjelasan Chris. Memang dulu dia sudah meminta Chris jangan lagi mengungkit apalagi menyelidiki masalah itu. Selain
Clayandra tidak sanggup mengenang kembali peristiwa itu, dia juga merasa terancam jika menyentuh keluarga Zacharias.
Chris hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, laki laki paruh baya itu tahu kalau dia akan menerima omelan dari sang istri entah untuk berapa hari ke depan. “Tapi, kamu sudah berjanji akan memaafkan aku, Sayang” cicit Chris yang terlihat seperti
laki laki takut istri.
“Kamu, ...... oh, astaga, ya sudahlah, kita bahas ini lain kali lagi, sekarang lebih baik kita fokus pada Feli saja” ucap Clayandra dengan sedikit kesal. “Bagaimana Nak, apa kamu punya rencana untuk menghadapi suamimu” tanya Clayandra sambil menatap ke arah Qiandra.
“Entahlah, Tante, kalau sekarang ini aku berpikir apakah benar Dean tidak tahu apa apa, atau sebenarnya dia tahu tapi berpura pura tidak tahu. Karena yang aku tahu, Dean telah menyelidiki masa laluku, apa mungkin dia tidak mengetahui siapa aku sebenarnya”
ucap Qiandra dengan sedikit ragu.
Chris menghembuskan nafas sejenak, “Dia memang tidak tahu apa apa, semua cerita masa lalu itu mungkin saja dia mengetahuinya, tapi soal masa lalu itu berkaitan denganmu, dia tidak akan tahu” ucap Chris.
“Kenapa Paman begitu yakin” tanya Qiandra dengan kening berkerut.
“Karena semua identitasmu sudah kami hancurkan, jika dia mengetahui siapa kamu berarti diantara kami ada yang berkhianat. Hanya aku, Tantemu dan dokter Fred yang
mengetahui siapa dirimu. Bahkan ibu panti juga tidak tahu siapa kamu, kami merahasiakannya” sahut Chris yang disahuti Clayandra dengan anggukan kepalanya.
“Pantas saja aku tidak pernah bisa melacak kemungkinan terkecil sekalipun kalau kamu masih hidup, Feli, ternyata mereka benar benar menghilangkan semua jejakmu” desah Dika. Namun, dalam hati laki laki muda itu merasa cukup bahagia, karena kemampuan Chris dan Clayandra, Qiandra tetap selamat sampai saat ini.
Qiandra menatap Chris dengan intens, “Jadi, menurut Paman, apakah Dean juga mengetahui tentang tuduhan sebagai pengkhianat itu” tanya Qiandra dengan sedikit ragu.
“Jika memang hal itu diketahui oleh pihak kerajaan, aku rasa dia juga mengetahuinya dari sejarah keluarga yang pastinya telah diajarkan padanya” sahut Chris lagi.
Kening Qiandra dan Dika mengerut bersamaan mendengar jawaban Chris, “maksud Paman” Dika yang lebih dulu bertanya pada Chris.
Chris terdiam sesaat, “Seluruh sejarah kerajaan, khususnya hal hal yang penting dan tidak bisa dibuka untuk umum selalu dibuat
catatan khusus yang hanya bisa dibuka
oleh penerus saja. Mengingat Dean adalah penerus satu satunya, sudah bisa dipastikan dia mengetahui semua sejarah yang terjadi dalam keluarga kerajaan. Apalagi untuk peristiwa perubahan dari kerajaan ke pemerintahan seperti sekarang ini, sudah pasti ada penjelasan lengkap” jelas Chris panjang lebar.
“Tapi sepertinya Dean memang tidak tahu apa apa, buktinya dia juga mengatakan padaku kalau peralihan kekuasaan itu benar benar disepakati” sahut Qiandra.
__ADS_1
Semua mata menatap ke arah Qiandra, ada keraguan pada tatapan mereka masing masing. “Aku rasa memang sebaiknya kita berbicara dengan Dean secara langsung” Dika mencoba memberikan masukan.
“Apa boleh aku sendiri yang berbicara dengan Dean” tanya Qiandra membuat semua mata kembali menatap ke arahnya.
Mereka semua mendesah, “Sayang, bukan kami tidak setuju dengan keinginanmu, tapi untuk membiarkan kamu keluar dari mansion ini, apalagi saat ini kita tidak tahu sejauh mana orang orang disekeliling Dean mengetahui sejarahmu” Clayandra akhirnya memutuskan untuk berbicara setelah mereka semua terdiam selama beberapa saat.
“Dika, apakah tidak masalah kalau kita mengundang Dean untuk datang kesini sendirian” tanya Chris yang membuat wajah Dika sejenak berubah.
“Paman, tempat ini benar benar aku sembunyikan dari dunia luar. Bahkan Daniel sekalipun tidak mengetahui keberadaan mansion ini, jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan, aku berharap tempat ini bisa menjadi tempat persembunyian kita yang paling aman” sahut Dika dengan wajah yang sedikit rumit.
“Tapi Dean bukan orang lain, Kak, dia suamiku” desis Qiandra yang merasa tidak terima mendengar kata kata Dika yang seolah menyiratkan kalau Dean masih orang lain baginya.
Chris, Clayandra dan Dika mendesah bersamaan, mereka sangat mengerti kalau Qiandra sangat mempercayai sang suami. Namun, bukannya mereka tidak percaya pada
Dean, namun mereka tidak yakin apa Dean benar benar bisa menyimpan semua
informasi ini hanya untuk dirinya saja.
“Kak, ijinkan aku yang berbicara dengan Dean, jika kakak tidak mengijinkan Dean kemari maka ijinkan aku untuk menemui dia di luar
mansion ini” ucap Qiandra dengan wajah penuh permohonan pada Dika.
“Tidak, Feli, Kakak tidak akan mengijinkan kamu keluar dari mansion ini sebelum semuanya jelas. Tolong mengertilah rasa takut kehilangan kakak ini, Feli, kakak tidak
“Tapi, Kak .....” Qiandra tidak sempat menyelesaikan kata katanya karena dipotong oleh Clayandra.
“Kalau kalian terus seperti ini maka tidak akan ada jalan keluarnya, Feli memang harus berbicara dengan Dean, tapi kita juga tidak bisa membiarkan Feli keluar dari mansion
ini. Aku rasa jalan satu satunya hanya
mengundang Dean untuk datang kesini, entah bagaimana caranya agar dia bisa datang tanpa diketahui oleh siapa pun termasuk kedua sahabatnya” ucap Clayandra.
“Tapi dia bisa saja membawa pelacak di tubuhnya atau kamera
mini atau .....” Dika benar benar sulit membiarkan Dean masuk dalam mansionnya.
Clayandra kembali memotong kata kata Dika, “Feli yang akan
menegaskan padanya, jika dia tetap memberitahukan orang lain dan tidak memenuhi
__ADS_1
keinginan Feli, aku rasa Feli tahu bagaimana sikap suaminya ini. Maafkan aku, Sayang, dalam hal ini kita benar
benar berada dalam posisi tidak tahu apa apa dan harus waspada terhadap siapa
pun. Oleh sebab itu, ketegasan dan
kepercayaan Dean sejak awal kepadamu dan masalah ini harus benar benar
teruji. Karena bagaimana pun, jika benar
semua dugaan kita selama ini, pada akhirnya Dean sendirilah yang harus membuat
pilihan” ucap Clayandra dengan tegas.
Qiandra menatap Clayandra dengan tatapan kagum, sekaligus
gundah. Qiandra kagum terhadap pemikiran
Clayandra, dan dia pun membenarkan apa yang dikatakan oleh Clayandra. Namun, Qiandra tiba tiba merasa khawatir
dalam hatinya terhadap sikap dan keputusan sang suami. Entah mengapa, Qiandra baru menyadari kalau
dia sama sekali tidak yakin apakah Dean benar benar akan memenuhi keinginannya.
Dika mendesah berat, “Baiklah, aku setuju dengan saran,
Tante, Feli, kamu boleh menghubungi Dean dan yakinkan dia untuk bisa datang
kesini tanpa embel embel peralatan canggih dan tanpa sepengetahuan siapapun
termasuk kedua sahabatnya. Harusnya jika
dia percaya padamu, itu bukanlah hal yang sulit untuknya” ucapnya dengan pasrah.
Qiandra menatap ketiga orang itu dengan sedikit ragu, “Nyawa
kita semua menjadi taruhannya, Feli, jika benar masih ada orang yang tidak
menginginkan kita di sekitar Dean dan Dean tidak bisa memenuhi permintaanmu,
__ADS_1
maka kita hanya bisa bersiap menerima akhir dari keluarga kita” ucap Chris yang
mengandung ancaman.