PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
DUA RATUS EMPAT


__ADS_3

“Kak, ....” seru Qiandra saat melihat seorang laki laki yang masih menggunakan seragam


pelayan.  Qiandra hampir saja berlari karena merindukan sang kakak, untung saja Dean masih memegang tangannya.  Dean menahan Qiandra sambil menggelengkan kepalanya saat menatap wanita hamil itu.


“Ingat kandunganmu, Honey, Kak Dika tidak akan kemana mana” ucap Dean dengan lembut agar tidak membuat wanita hamil itu kesal.


Qiandra hanya bisa cengengesan, “Sorry, ....” ucapnya sambil mengangkat jarinya membantuk huruf V.  Dean hanya bisa menggelengkan kepala lemah, dia tahu kalau Qiandra wanita yang lincah, jadi harus berulang kali mengingatkannya bahwa ada kehidupan dalam rahimnya.


“Dean benar, Feli Sayang, biasakan dirimu, jangan selalu bergantung pada suamimu untuk sekedar mengingatkan dirimu” Dika yang melangkah mendekati keduanya turut menasehati Qiandra.


“Iya, iya, astaga apa harus sampai kalian berdua mengomeli aku” ringis Qiandra, namun tak urung hatinya merasa bahagia.  Perhatian dari kedua laki laki tampan itu, dia tahu merupakan bentuk kasih sayang mereka yang begitu besar untuknya.  Qiandra tidak


marah, dia malah beralih dan masuk dalam pelukan kakak laki laki yang memang sudah menunggu pelukannya.


Dika mengelus lembut pucuk kepala Qiandra, “Bagaimana khabarmu, hmmmm, apa kalian baik baik saja” ucap Dika dengan suara sangat lembut sambil mengecup pucuk kepala Qiandra.


“Kami baik baik dan sehat, Uncle” ucap Qiandra menirukan suara anak kecil.


Dika tersenyum mendengar jawaban Qiandra, “Ah, aku jadi tidak sabar menunggu keponakanku ini lahir, aku akan mengajaknya bermain bola” sahut Dika.


Qiandra segera mendongakkan kepala dan menatap sang kakak dengan tatapan sengit, “Siapa bilang dia laki laki, aku kan maunya perempuan” desisnya. Seraya melepaskan pelukan dari sang kakak.


“Hei, sekalipun dia perempuan aku akan tetap membawanya bermain bola, bukankah dulu kamu juga seperti itu” sahut Dika sambil terkekeh melihat wajah kesal adiknya itu.


“Iya, karena kakak selalu mengancam akan mengatakan pada daddy kalau aku masih belum berani tidur sendiri.  Bukankah itu bentuk kekejaman seorang kakak pada adiknya yang polos dan imut” sungut Qiandra.  Jawaban Qiandra otomatis membuat kedua laki laki yang menjadi idaman wanita itu tertawa bersama.  Wajah Qiandra yang merengut dan sikap manjanya malah membuat keduanya merasa bahagia.


Yah, mereka tahu kalau seumur hidupnya yang begitu berat, Qiandra harus bersikap mandiri dan harus bertahan sendiri menghadapi semua masalahnya.  Jadi, sekarang sikapa manja Qiandra ini benar


benar membuat Dean dan Dika merasa lega.  Mereka berharap wanita ini benar benar bisa mengandalkan mereka dan selalu bergantung pada mereka serta bisa berbagi dengan mereka sebagai sebuah keluarga.


“Duduklah, Honey” ucap Dean seraya kembali menuntun Qiandra untuk duduk di sebuah sofa mewah yang ada di ruangan itu.  Qiandra hanya mengikuti saja kemana suaminya menuntun dirinya.


“Jadi, bagaimana keadaannya sekarang” tanya Dika sambil mengambil tempat duduk juga dan menatap ke arah Dean.

__ADS_1


“Daddy sudah mengeluarkan semua orang yang pendahulunya terlibat dalam kasus itu, bagaimana, apa menurutmu semuanya memang sudah keluar” Dean bertanya balik pada Dika.


“Hmmmm, ....” Dika hanya menganggukkan kepala, “Jadi Yang Mulia juga sudah mengetahui keberadaanku” tanyanya lagi.


“Benar, sepertinya sejak di gerbang utama, karena begitu masuk kamar, Daddy langsung


meminta aku untuk menghadap.  Daddy


mengatakan kalau wajahmu mirip dengan ayahmu” sahut Dean.


Dika hanya tersenyum sendu, “Yang Mulia benar benar memiliki penglihatan yang tajam”


ucapnya.


“Daddy sepertinya sangat mengenal beliau, namun Daddy tetap tidak mau memberikan info apapun” ucap Dean, karena dia yakin Dika ingin mendengar hal itu darinya.


“Hmmmm, lalu bagaimana selanjutnya” tanya Dika lagi.


“Aku sudah mengatakan kalau aku akan menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum, semua pihak boleh terlibat, pihak kerajaan, pemerintah dan juga pihak keluarga


benar terungkap dan keadilan bisa ditegakkan.  Daddy sempat memintaku untuk berpikir lagi, tapi aku rasa kita tidak punya pilihan lain kan, jadi aku tetap pada keputusanku” sahut Dean.


“Hmmm, lalu bagaimana dengan bukti buktinya” tanya Dika lagi.


“Semua bukti menurut Daddy ada dan lengkap di sebuah ruang rahasia.  Daddy meminta aku untuk mempelajari semuanya


terlebih dulu, apa kamu ingin melihatnya” tanya Dean pada Dika.


“Apa semua bukti itu akan di buka nanti” tanya Dika lagi.


“Yah, semua akan dibuka dan bisa dipelajari oleh semua pihak, karena kasus ini sudah sangat lama maka kejelian dari semua pihak akan sangat menentukan nantinya” sahut Dean.


“Jika begitu, aku tidak akan berlaku curang dengan mempelajari lebih dulu, aku akan menunggu seperti pihak yang lain, jadi aku akan mempelajari bersama sama dengan pihak lainnya nanti” sahut Dika.

__ADS_1


Dean tersenyum mendengar jawaban kakak iparnya, sejujurnya Dean pun merasa sedikit keberatan kalau Dika ingin membuka berkas itu lebih dulu.  Namun, Dean juga tidak bisa menolak jika kakak iparnya menginginkan hal


itu.  Saat mendengar jawaban Dika, Dean


benar benar merasa lega.


“Baiklah jika itu keinginanmu, aku juga menyetujuinya” sahut Dean pada akhirnya.


“Lalu, kapan semua itu akan dilaksanakan” tanya Dika lagi.


“Semuanya akan dimumkan secara terbuka setelah acara penobatan aku dan Qiqi, Daddy benar benar tidak ingin ikut campur.  Beliau


mengatakan kalau tugas beliau sudah selesai untuk menjaga rahasia ini, dan saat


penobatan diriku maka semuanya diserahkan sepenuhnya pada keputusanku.  Oleh sebab itu, Daddy mengeluarkan semua pihak yang terhubung dan terlibat dari istana” sahut Dean lagi.


“Baiklah, jadi  aku rasa sekarang juga aku harus keluar dari istana” ucap Dika.


“Daddy memang memintamu untuk meninggalkan istana, tapi bukan karena masalah ini, karena nanti kamu harus berdiri mendampingi Qiqi, sebagai keluarganya saat acara penobatan” sahut Dean lagi.


“Apakah Yang Mulia benar benar yakin memberikan restu pada Feli untuk menjadi Ratu” tanya Dika.


“Daddy tidak pernah mempermasalahkan tentang masa lalu, bagi beliau, jika aku sudah merasa yakin, maka beliau pun akan menyetujui semua keputusanku.  Sama seperti Daddy dulu yang memutuskan siapa


yang layak menyandang status Ratu” sahut Dean lagi.  Jawaban Dean membuat Dika dan Qiandra seketika teringat pada Resti, wanita yang cukup lama menjadi istri Raja namun


tidak pernah diangkat menjadi ratu.


“Baiklah, jika memang sudah diputuskan, semoga saja adik kecilku yang manja ini bisa mengemban tugas dan tanggung jawab yang besar itu” ucap Dika sambil melirik Qiandra.


“Hei, siapa yang kakak bilang adik kecil, aku sudah sedewasa ini bahkan tidak lama lagi akan menjadi seorang mommy, bagaimana kakak bisa menyebut aku adik kecil” seru


Qiandra yang lagi lagi merasa kesal dengan candaan sang kakak.

__ADS_1


“Ha ha ha, sudah aku katakan, sampai kapan pun kamu tetaplah adik kecilku” Dika justru tertawa melihat wajah kesal adik kesayangannya itu, membuat Qiandra semakin kesal bahkan ingin melempari sang kakak.  Dean hanya bisa tersenyum melihat tingkah kedua kakak beradik itu, Dean benar benar merasa bahagia melihat istrinya bisa bersikap seperti itu.


__ADS_2