
“Jadi, apa yang harus aku lakukan, Dok, aku mohon jangan pernah meminta aku untuk meninggalkan suamiku” desah Qiandra dengan wajah putus asa, setelah beberapa saat dia terdiam.
Dokter Freddy tersenyum samar saat mendengar Qiandra bertanya tentang keputusan yang harus diambil. Karena memang seperti inilah harapannya, Qiandra mau berpikir lebih tenang untuk menyelesaikan masalah mereka.
“Hal itu yang harus kita bicarakan, Feli, kami semua juga tidak menginginkan kamu kehilangan kebahagiaanmu, tapi kami juga tidak ingin nyawamu terancam. Apalagi setelah peristiwa ini, kami yakin orang orang Dean pasti akan berusaha lebih jauh mencari tahu alasan dari semua ini. Sayangnya, kita benar benar tidak tahu siapa yang akan kita hadapi, entah mereka benar ada atau tidak. Oleh karena itu, kita harus berhati hati dalam bertindak, apalagi sekarang kamu sedang mengandung penerus keluarga Zacharias” sahut dokter Freddy.
“Maksud dokter ada kemungkinan ada orang yang ingin mengambil keuntungan dari semua kejadian ini” tanya Qiandra dengan kening berkerut.
“Tidak menutup kemungkinan bukan, kita hanya menduga, bisa saja ada orang yang menggunakan kekuatan keluarga Zacharias untuk kepentingannya sendiri. Tapi, kita juga
tidak bisa menutup mata kalau memang tuduhan terbesar saat ini adalah pada
keluarga inti Zacaharias sendiri. Sebelum kita bisa mendapatkan bukti yang sangat akurat, kita tidak bisa sembarangan menuduh dan bertindak” ucap dokter Freddy berusaha membuka pola pikir Qiandra.
Ternyata kata kata dokter Freddy bisa diterima oleh Qiandra, wanita cantik itu terlihat sedikit mengganggukkan kepalanya. Kening Qiandra sedikit mengernyit, dan dia
sedikit tersentak saat merasakan genggaman tangannya menghangat. Ternyata Dika sedari tadi sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya pada jemari Qiandra.
“Kami akan selalu mendukung apapun keputusanmu, Dek, tapi kami tidak akan membiarkan kamu menyerahkan hidupmu dengan percuma. Apapun yang terjadi, aku tidak akan kehilangan kamu lagi, aku sungguh seperti diberi kesempatan untuk hidup kedua
kalinya saat mengetahui kamu masih hidup, Feli Sayang” ucap Dika sambil menggenggam erat jemari Qiandra.
“Memangnya Kakak mati selama ini” ucap Qiandra mencoba mencairkan suasana.
“Yah, aku hidup tapi aku seperti mayat hidup, Feli, hidupku hanya untuk mengabdi pada keluarga Daniel, membalaskan dendam dan terus tenggelam dalam kerinduan pada masa lalu hingga aku bertekad membangun mansion ini sama persis dengan semua yang ada di mansion kita dulu” sahut Dika dengan
__ADS_1
tatapan sendu pada sang adik.
“Kak, ....”desis Qiandra yang cukup terkejut mendengar ucapan Dika.
“Kakakmu ini bahkan mengumpulkan semua keturunan pekerja yang terbakar di dalam mansion ini dulu, Feli, dia berusaha membuat mansion ini benar benar seperti mansion kalian dulu” ucap Clayandra yang sejak tadi berdiam diri.
Clayandra sendiri sempat terkejut saat mengetahui bahwa para pekerja di mansion Dika itu adalah anak dari para pekerja yang dulu ikut terbakar. Sampai sebegitunya Dika ingin mengembalikan keadaan mansion itu, dan semua itu juga menjadi perhatian dokter
Freddy. Dokter itu sekarang memperhatikan Dika dengan seksama, dan dia baru menyadari kalau anak muda yang terlihat sangat tegar itu menyimpan trauma yang sangat dalam.
Namun, untuk saat ini, dokter Freddy tidak ingin menyampaikan hal itu. Dokter Freddy
hanya ingin fokus pada Qiandra dulu. Dalam hati dokter paruh baya itu berjanji akan berusaha memulihkan keadaan Dika. Dia tahu hanya satu orang yang bisa membantu Dika, yaitu Qiandra atau Felicia, yang memang terlihat sangat disayangi oleh Dika.
“Kak, maafkan Feli yang sudah bersikap egois tadi” ucap Qiandra dengan menundukkan wajahnya. Sekarang wanita cantik itu merasa sangat malu sekaligus merasa bersalah
pada kakaknya, Dika. Qiandra berpikir bahwa dirinyalah yang paling menderita, tapi sekarang dia sadar kalau Dika pun
merasakan hal yang sama.
Qiandra yakin Dika bahkan harus mengalami hal yang lebih berat dari dirinya. Karena Dika
menyaksikan sendiri semua kejadian tragis itu dan dia mengalami semua penderitaan itu sendiri. Qiandra sekarang mengerti mengapa sang kakak begitu membela Daniel.
Sangat wajar Dika begitu membela Daniel dan bisa memaafkan laki laki itu. Karena ternyata Daniellah yang telah menyelamatkan kakaknya. Bahkan keluarga Daniel pulalah yang selama ini melindungi Dika dan menutup semua identitasnya sehingga Dika tetap selamat. Daniel pula yang membantu Dika melakukan pembalasan dendam, dan semua itu dilakukan oleh Daniel tanpa pamrih.
__ADS_1
Daniel hanya ingin Dika menganggapnya sebagai saudara dan mau terus bersahabat dengannya. Daniel bahkan sanggup menyembunyikan hal besar tentang hubungan Qiandra dan Dika, hanya karena dia tidak mau Dika meninggalkan dirinya.
“Bukan salahmu, Feli Sayang, aku sangat memahaminya, justru akulah yang terlalu egois karena sempat tidak bisa menguasai diriku. Rasa takut kehilangan dirimu, membuatku kehilangan kontrol emosiku, maafkan aku ya” ucap Dika dengan penuh kelembutan seraya membelai rambut Qiandra.
Qiandra kembali terdiam mendengar kata kata Dika. Rasa bersalah kembali menerpa hatinya, Qiandra menyesali sikap egoisnya yang sudah mengabaikan perasaan sang
kakak. Saat itu Qiandra juga tersadar kalau dia pasti juga telah melukai hati Clayandra.
“Tante, Paman, maafkan Feli, ya, Feli sudah terlalu egois tadi” ucap Qiandra seraya menatap pasangan paruh baya itu dengan mata sendu.
Clayandra perlahan melepaskan pelukan Chris lalu melangkah mendekati Qiandra. Wanita paruh baya itu langsung memeluk Qiandra dengan erat, “Jangan pernah meminta maaf pada Tante, Nak, karena jika ada yang harus dipersalahkan maka kesalahan itu ada pada Tante. Tante yang sudah membiarkan semua kekacauan ini terjadi, Tante yang tidak bisa membuat keputusan terbaik untuk kita semua” ucap Clayandra dengan tersedu.
“Tidak, tidak, jangan berkata seperti itu, Tante sudah melakukan hal yang luar biasa. Feli
yakin, mommy akan sangat bangga pada Tante, Tante benar benar telah melaksanakan tugas Tante dengan luar biasa, aku dan Kak Dika berhutang budi sangat besar pada Tante dan keluarga” ucap Qiandra dengan setulus hati.
Kata kata Qiandra justru membuat Clayandra semakin terisak. Ingatan akan kakaknya, ibu Dika dan Qiandra, membuat hatinya kembali berduka. Chris segera meraih tubuh istrinya dan melepaskannya dari pelukan Qiandra, dia tidak ingin Clayandra semakin tenggelam dalam dukanya.
“Tenangkan dirimu, Sayang, kasihan Feli jika melihatmu berduka, maka dia juga akan ikut berduka. Dia pasti mengira kamu masih bersedih karena sikapnya tadi” bisik Chris
dengan lembut di telinga Clayandra, yang seketika membuat wanita paruh baya itu
berusaha menenangkan dirinya.
Clayandra mengangguk samar yang membuat Chris tahu kalau istrinya itu mendengar ucapannya. Chris juga bisa merasakan kalau guncangan di tubuh Clayandra karena isaknya kini sudah sedikit reda. Chris menghembuskan nafas lega, karena Clayandra sudah bisa menenangkan dirinya.
__ADS_1