PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
TIGA PULUH EMPAT


__ADS_3

“Nona Andra, tolonglah, aku sudah lelah menghadapi Tuan Jeff dan Tuan Kenric ini, mereka seperti bermuka batu dan tidak bertelinga saat berhadapan denganku, apapun yang aku katakan tidak mereka perdulikan” keluh seorang wanita yang terlihat cantik dengan tubuh mungilnya.


“Jossie, lalu kamu mau aku bagaimana, aku sendiri sudah tidak bisa menemukan cara lagi untuk mengusir keduanya.  Kamu pikir aku tidak malu, harus melihat mereka berdua beradu argument bahkan hampir beradu otot setiap kali berada di hadapanku” wanita cantik lainnya yang memang terlihat jauh lebih cantik dan lebih elegan, menjawab keluhan sekertarisnya itu.


“Nona Andra harus segera memilih satu pria untuk menjadi kekasih Nona, agar para pengejar cinta Nona ini bisa menjauh” sahut Jossie yang memang sudah sangat lelah menghadapi begitu banyak penggemar bos cantiknya ini.


Qiandra hanya tersenyum mendengar ide sekertarisnya itu, ya, wanita cantik dan elegan yang menjadi bos Jossie adalah Qiandra.  Namun, dia memperkenalkan dirinya sebagai  Andra kepada penduduk kota itu juga kepada semua rekan bisnisnya.  Qiandra bukannya tidak tahu kalau banyak koleganya adalah para lelaki yang begitu berharap untuk bisa sekedar duduk bersama satu meja dengan Qiandra.


Qiandra menghembuskan nafasnya berat, “Mereka hanya belum mengetahui siapa aku sebenarnya, Joss, jika mereka tahu, aku yakin mereka akan mundur dengan teratur” sahut Qiandra dengan senyum getirnya.


 “Haish, Nona pikir mereka akan mundur kalau mereka mengetahui kalau Nona seorang janda, aku tidak percaya mereka akan mundur, malah sebaliknya kurasa antrian akan bertambah  panjang, bukankah ada pepatah yang mengatakan kalau janda itu jauh lebih  menggoda, Nona” sahut Jossie dengan santainya.


Qiandra hanya tersenyum, dia menundukkan kepalanya menatap berkas-berkas yang ada di hadapannya.  Jossie menutup mulutnya saat menyadari kata-katanya yang bisa  menyebabkan bosnya itu tersinggung.


“Ma-maafkan saya, Nona” ucapnya dengan terbata.


“Hmmm, tidak apa-apa, Joss, sudahlah, ayo kita selesaikan semua ini agar kita bisa cepat pulang, aku sungguh merindukan kebun bungaku” sahut Qiandra.


“Nona, kalau boleh aku tahu mengapa Nona menutupi status Nona sebagai seorang janda, kurasa itu bukanlah hal yang memalukan, lagi pula Nona menjadi janda karena suami Nona meninggal dunia kan” tanya Jossie sedikit


berani.


Qiandra mengangkat kepalanya dan menatap Jossie dengan intens, “Ma-maaf kalau saya lancang, Nona” sahut Jossie dengan sedikit gugup.

__ADS_1


Qiandra menghembuskan nafasnya berat, lalu dia bersandar ke kursinya, “Tidak masalah, Joss, di kota ini selain ibu, hanya kamu yang aku percayai, aku tidak ingin mereka mengetahuinya, karena aku tidak ingin mereka


berusaha mencari tahu, aku tidak ingin masa lalu yang telah aku tinggalkan kembali menghantui diriku” sahutnya.


Qiandra menatap jauh keluar jendela kacanya, “Masa lalu yang membuatku harus berlari  sejauh ini” desisnya dalam hati.


“Nona, sampai kapan Anda akan menyembunyikan semua itu, bukankah suatu saat kelak Anda pasti harus mengungkapkannya” ucap Jossie sambil berjalan ke sampan Qiandra dan berdiri didekat wanita itu.


“Entahlah, Jos, mungkin sampai aku mendengar khabar kalau mereka telah memiliki pasangan, dan menikah dan hidup bahagia” sahut Qiandra dengan tatapan jauh kedepan.


“Apakah Nona berpikir mereka bisa melupakan Nona jika mereka telah menikah, jangan-jangan mereka malah meninggalkan istrinya dan mengejar Nona lagi” sahut Jossie.  Jossie  mengetahui siapa yang dimaksud oleh bos cantiknya ini, dua orang laki-laki luar biasa yang hanya dikenal Jossie lewat pemberitaan di layar televisi dan media sosial.


Daniel Putra Mahardika  dan Dean Walt Zacharias, dua pria mempesona yang bahkan hanya dengan melihatnya di layar kaca saja sudah bisa membuat Jossie panas dingin.  Dua pria yang terus bersaing dalam berbagai hal, mulai dari bisnis hingga popularitas.  Dua pria yang hingga saat ini belum pernah mengumumkan satu wanita pun sebagai pendamping mereka.


Namun, para wanita yang berani melakukan hal itu, pasti akan berakhir dengan sangat memalukan.  Karena tak jarang, kedua pria itu membantah dengan lantang para wanita itu dan mempermalukan para wanita itu dengan kata-kata bahkan perlakuan yang kasar, jika para wanita itu bersikeras.  Sayangnya, sikap keduanya tidak membuat para wanita itu jera, bahkan swemakin panjang saja antrian penggemar kedua pria tampan, mapan dan sempurna  itu.


Awalnya, Jossie hampir tidak percaya kalau bos cantiknya ini berlari menjauhi kedua pria yang menjadi idola di seluruh dunia ini.  Namun, saat ibu Qiandra menceritakan kepadanya, barulah Jossie percaya.  Ditambah lagi, pada kenyataannya kedua pria itu, hingga saat ini belum pernah mengumumkan kalau mereka mempunyai kekasih apalagi istri.


Qiandra tertawa mendengar kata-kata sekertarisnya itu, “Sebenarnya aku saja meragukan kalau saat ini mereka masih mengingat aku, Jos, melihat begitu banyaknya wanita yang memuja mereka, aku tak percaya kalau tidak ada satupun dari para wanita itu yang mampu memnggoyahkan hati mereka” sahut Qiandra.


“Lalu, mengapa Nona masih tidak mau membuka identitas Nona” tanya Jossie lagi.


“Aku hanya tidak mau berspekulasi, Jos, aku sudah bersusah payah menjauh dari mereka, dan membangun kehidupan yang baru di kota kecil ini.  Aku tidak ingin mengacaukan apa  yang sudah aku perjuangkan selama dua tahun ini” sahut Qiandra.

__ADS_1


Selama dua tahun, Qiandra telah pergi meninggalkan kota metropolitan dimana dia dibesarkan dan menjalani kehidupannya yang berat.  Dua tahun pula Qiandra mengubur masa lalunya dan memulai kehidupannya yang baru.  Hingga saat ini, Qiandra berhasil dengan dunia bisnisnya sendiri, dan Qiandra cukup puas dengan hasil yang sudah dicapainya itu.


Qiandra merambah dunia fashion, kecantikan, olah raga dan beberapa tempat wisata.  Beberapa salon, butik, fitness center serta hotel-hotel kecil, dikelola oleh Qiandra dibawah  naungan CV. Chaenqi yang sekarang berubah menjadi PT.Chaenqi.  Semua usaha ini sepenuhnya dikelola oleh Qiandra di dalam kota kecil itu namun dengan pelayanan dan fasilitas kelas dunia.


Qiandra punya peluang besar untuk merambah ke dunia nasional bahkan internasional.  Namun, dengan alasan yang sama, Qiandra tidak pernah mau membuka cabang usahanya di luar kota kecil itu.  Hal ini juga yang menyebabkan kota kecil itu semakin ramai dikunjungi orang.  Karena selain pemandangan yang begitu indah dan tenang, berbagai  fasilitas kelas dunia juga tersedia di kota itu.


Jossie hanya bisa menarik nafas berat, dia sungguh tidak mengerti dengan pemikiran bos cantiknya ini.  Padahal jika dia mau memilih salah satu dari kedua pria itu, Jossie sangat yakin Qiandra tidak perlu bersusah payah seperti saat ini.  Kedua pria supert tajir itu pasti akan memanjakan Qiandra dengan semua fasilitas kemewahan.


Tapi, Jossie juga tahu, kalau bos cantiknya ini, tidak terlalu suka bergaya glamour.  Wanita  cantik yang selalu tampil sempurna ini, selalu tampil dengan gaya sederhana.  Walaupun barang-barang yang dikenakannya adalah barang-barang brended, tapi selalu terkesan elegan saat Qiandra yang mengenakannya.


Jossie sendiri seringkali harus meminta pertimbangan Qiandra untuk memadu madankan fashion yang akan dikenakannya.  Dan hal ini juga yang membuat Jossie semakin kagum dengan bos cantiknya ini, Qiandra tidak pernah menolak untuk membantu penampilan siapapun jika ada yang memintanya.  Namun, Qiandra juga tidak pernah mengkritik penampilan orang lain,  sejelek atau senorak apapun itu.


Bagi Jossie, Qiandra memang wanita luar biasa yang sempurna.  semakin jauh dia mengenal bos cantiknya ini, semakin Jossie mengerti mengapa dua pria tampan dan mapan yang  menjadi idola itu jatuh cinta pada bos cantiknya ini.  Jossie menyadari jika bosnya ini tidak hanya cantik di luar saja, tetapi juga cantik dari dalam hatinya.


“Ah, sudahlah, Joss, aku sudah lelah, ayo kita pulang, aku sungguh tak sabar ingin mengurus kebun bungaku” ucap Qiandra setelah keduanya  cukup lama terdiam dan tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


“Tapi bagaimana dengan berkas-bekas ini” tanya Jossie saat melihat berkas-berkas yang masih menumpuk di meja Qiandra.


“Biarkan saja, nanti hari Senin kita hadapi lagi, ayo, apa kamu belum ingin menikmati akhir pekanmu” tanya Qiandra.


“Ish, memangnya aku mau ngapain di akhir pekan, paling juga disuruh ibu belajar memasak lagi” sahut Jossie.  Jossie memang tinggal bersama dengan Qiandra dan dia juga memanggil Bik Sum dengan sebutan ibu.


Jossie seorang wanita cantik berusia 23 tahun, sama seperti Qiandra, Jossie juga anak yatim piatu, dia hampir saja tidak berhasil  menyelesaikan studynya saat kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan  kapal nelayan.  Jossie hampir putus asa,  namun saat itu dia bertemu dengan Qiandra, wanita yang baru dikenalnya dan menawarkan pekerjaan untuk menjadi pelayan di rumahnya.

__ADS_1


Ya, Jossie adalah pelayan pertama yang direkrut Qiandra untuk membantu Bik Sum di rumah barunya.  Namun, setelah Qiandra mengetahui kisah hidup Jossie, dia mendorong  Jossie untuk menyelesaikan studynya dan akhirnya, Qiandra menarik Jossie untuk  menjadi sekertarisnya.  hal itu bukan karena Qiandra kasihan pada Jossie, namun karena Jossie memang mampu mengimbangi pola kerja dan pemikiran Qiandra.


__ADS_2