PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
DUA RATUS SEBELAS


__ADS_3

Qiandra yang memperhatikan semua cerita Dika, perlahan menggelengkan kepalanya, “Kak, jangan bilang kalau ......” Qiandra tidak mampu melanjutkan kata katanya.


“Tidak salah lagi, dan Daniel mengakuinya sendiri, kalau dialah yang menjadi dalang


kecelakaan yang merenggut nyawa Charles, dan lagi lagi hal itu karena cintanya yang begitu besar padamu” ucap Dika dengan perlahan.  Namun, bagi Qiandra dan Dean yang mendengar berita itu bagaikan petir yang begitu mengejutkan keduanya.


“Kak, ......” desis Qiandra kehilangan kata kata, semua yang dikatakan oleh Dika benar benar


membuatnya merasa shock.  Qiandra tidak


habis pikir bagaimana bisa karena cinta seseorang sanggup mengorbankan segalanya.  Cinta Daniel bagi Qiandra


bukanlah lagi sebuah cinta melainkan sebuah obsesi yang menakutkan.


“Kak, ini bukan masalah sepele, kamu tahu kan konsekuensi jika kasus ini diangkat” Dean


akhirnya angkat bicara.


“Yah, aku tahu, bahkan sangat tahu, karena itulah aku menyembunyikannya selama ini.  Tapi aku sudah belajar dari kasus yang kita


hadapi saat ini, menyimpan suatu kasus seperti menyembunyikan bom waktu yang


siap meledak kapan saja.  Aku tidak ingin


masalah ini meledak pada masa yang akan datang, oleh karena itu, aku mengatakannya


saat ini.  Aku tidak akan melarang ataupun menyuruhmu melakukan apapun padanya, semuanya adalah hakmu, Feli.  Hanya saja dalam setiap keputusanmu, tolong


pertimbangkan kalau nyawa kakakmu ini diselamatkan olehnya.  Jadi, apapun yang menimpanya, aku akan terus berusaha membantunya dengan sekuat tenagaku.  Aku rasa, Yang Mulia sangat tahu bagaimana posisiku, yang mungkin tidak jauh berbeda dengan asisten Vian dan dokter Albert.  Tapi, jika mereka hanya berhutang budi karena


orang tua Yang Mulia menyekolahkan mereka, maka aku berhutang segalanya pada Daniel, termasuk nyawaku” ucap Dika.


“Tapi, Kak .....” Qiandra semakin tidak tahu harus berkata apa saat mendengar ucapan kakaknya.

__ADS_1


“Selain itu, seperti yang aku katakan tadi, Daniel juga yang telah banyak membantu aku dalam memecahkan kasus Daddy, dan dia juga yang sudah membantu aku membalaskan dendam pada orang orang yang sudah membantai keluarga kita dengan sadis” lanjut Dika tanpa memperdulikan Qiandra yang sudah tak bisa berkata kata lagi.


“Jadi, apa kakak ingin Qiqi membebaskan laki laki itu begitu saja” ucap Dean dengan suara


sedikit ditekan karena dia sedang berusaha manahan emosinya.  Dean sangat tahu maksud kata kata Dika adalah agar Daniel mendapat ampun dari Qiandra.  Namun, Dean tidak akan membiarkan begitu saja, sudah cukup banyak pengampunan yang diberikan Dean pada Daniel.  Kasus ini akan membuat Dean dengan mudah kembali mencebloskan Daniel ke dalam penjara, dan tidak ada yang bisa mengeluarkannya.


Dika tersenyum simpul, dia sudah bisa mengira kalau Dean tidak akan membiarkan masalah ini begitu saja.  Karena itulah, Dika


sebenarnya ingin berbicara dengan Qiandra sendiri saja, agar pikiran wanita itu tidak dipengaruhi oleh sang suami.  “Jika dikatakan aku berharap, ya, aku sangat berharap, tapi aku menyerahkan semua keputusan kepada Qiandra, dan aku akan menerima apapun keputusannya” sahut Dika.


“Honey, .....” desis Dean sambil menatap wajah sang istri yang terlihat masih shock.  “Apa kamu baik baik saja” lanjutnya dengan


nada khawatir.


“Aku, aku baik baik saja, Love, aku hanya masih merasa terkejut dan sangat sulit untuk


percaya, jika bukan Kak Dika yang mengatakannya, maka aku tidak akan


“Aku mengatakan yang sebenarnya, semua yang aku ketahui, Feli, lalu apa keputusanmu” tanya Dika dengan tidak sabar.


Qiandra menghembuskan nafas berat, “Beri aku waktu, Kak, aku harus merundingkannya


dengan suamiku, karena apapun itu semua kejadian ini masih berkaitan erat dengan masa laluku.  Sekarang aku sudah memiliki suami dan juga status baruku sekarang tidak bisa begitu saja aku abaikan, Kak, jadi aku mohon beri aku waktu terlebih dulu Kak” sahut Qiandra yang seketika membuat Dean merasa bangga dan bersyukur memiliki istri seperti wanita itu.


Dika tersenyum pada sang adik, “Tentu saja, Feli, kamu punya waktu sebanyak yang kamu perlukan, aku tidak akan mendesakmu” ucapnya.  “Aku hanya merasa lega karena sudah mengatakannya padamu, apapun keputusanmu aku harap itu benar benar adalah keputusan terbaik untuk semua.  Aku percaya, kamu dan Yang Mulia pasti akan


membuat keputusan yang bijaksana” lanjut Dika lagi.


“Terima kasih, Kak, dan terima kasih juga karena sudah memberitahukan semua ini untukku” sahut Qiandra.


“Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu, ku harap kamu hadir saat pembacaan putusan sidang besok” ucap Dika seraya berdiri dan sedikit membungkukkan badannya pada


Dean.  Qiandra sendiri segera berdiri dan

__ADS_1


memeluk sang kakak dengan penuh kasih membuat kehangatan mengalir di hati Dika.


“Sering seringlah mengunjungi aku disini, Kak, kita telah kehilangan banyak waktu yang harus kita tebus kembali” ucap wanita hamil itu.


“Pasti, Feli Sayang, Kakak akan usahakan sesering mungkin untuk mengunjungimu” ucap Dika sambil mengecup lembut pucuk kepala sang adik dengan penuh kasih.  Saat Qiandra melepaskan pelukannya pada Dika,


Dean segera menarik wanita itu kembali ke sisinya, membuat Dika tersenyum melihat tingkah sang raja yang ternyata masih sangat posesif.


Dika akhirnya meninggalkan ruangan itu setelah kembali sedikit menunduk pada Dean.  “Semoga saja kamu mau mengampuni Daniel, Feli, karena bagiku jika harus memilih diantara kalian berdua adalah hal yang


mustahil” desis Dika dalam hati saat dia sudah duduk di dalam mobil mewah yang


sesaat kemudia perlahan melaju meninggalkan istana mewah itu.


Sementara itu, didalam kamar utama, terlihat sepasang suami istri dalam posisi yang cukup mesra, namun keduanya tampak sama sama terdiam dan tenggelam dalam pikiran


masing masing.  Qindra berbaring di


pangkuan sang suami, sementara Dean membelai lembut rambut panjang wanita yang saangat dicintainya itu.


“Bolehkah aku mendengar pendapatmu, Love” tanya Qiandra pada akhirnya memecah kesunyian yang tercipta dalam kamar mewah itu.


“Apakah ini tentang laki laki itu” tanya Dean sebelum menjawab permintaan sang suami.


Qiandra hanya menganggukkan kepalanya sebagai bentuk jawaban atas pertanyaan sang suami.  “Kamu sangat tahu bagaimana perasaanku terhadapnya, Honey, aku membencinya, dan itu tidak akan aku sembunyikan darimu.  Aku sangat yakin kamu akan sangat mengerti maksudku” sahut Dean.


Qiandra tersenyum, tentu saja dia sangat mengerti seberapa besar sang suami membenci Daniel.  Hal itu adalah hal yang wajar, bagi laki laki manapun, tentu saja akan bersikap seperti Dean.  Qiandra juga tidak menyalahkan sang suami, dia tahu semua itu karena Dean sangat mencintai dirinya.  “Aku tidak bertanya bagaimana perasaanmu


padanya, Love, aku bertanya pertimbanganmu terhadap kasus yang sedang ku hadapi, bukan tentang orang yang bermasalah itu” ucapnya dengan lembut.


“Maksudmu” tanya Dean.


“Aku yakin kamu cukup bijaksana untuk memisahkan antara kebencianmu dan kasus yang sedang kuhadapi ini.  Aku memerlukan pendapatmu, Love, sebagai suamiku dan ayah dari anak anakku kelak.  Karena apapun keputusan kita sekarang, pasti akan ada konsekuensi yang akan kita hadapi di masa yang akan datang” ucap Qiandra.

__ADS_1


__ADS_2