PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
DUA RATUS


__ADS_3

Saat melihat Qiandra sudah tidak ada di tempat tidur, Dean segera menoleh ke arah


balkon.  Benar saja, wanita yang sangat


dikasihinya itu terlihat sedang berdiri di balkon.  Dean segera menghampiri wanita itu, dia melingkarkan tangannya di pinggang sang istri dan membelai lembut perut Qiandra


yang mulai membuncit.  “Apa yang kamu


pikirkan, Honey, hmmmm” tanya Dean seraya meletakkan kepalanya di ceruk leher sang istri.


Qiandra sedikit tersentak saat merasakan sentuhan di pinggangnya, namun dia segera tersenyum bahkan mengeratkan pelukan itu saat mengetahui pemilik tangan itu.  Qiandra bahkan tanpa ragu menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami, “Aku tidak memikirkan apapun, Love, aku hanya menikmati pemandangan yang sangat indah ini.  Darimana kamu, Love” sahut Qiandra diakhiri dengan pertanyaan pada sang suami.


Dean semakin mengeratkan pelukannya seraya mencium dengan rakus aroma tubuh sang istri yang selalu mampu memberi ketenangan untuknya.  “Hmmm, aku baru saja mengunjungi Daddy” sahut Dean.


“Oh, astaga, Love, mengapa kamu tidak membangunkan aku agar kita berdua bisa  menyambut kedatangan daddy.  Aku jadi merasa menjadi menantu yang tidak


berbakti, bagaimana aku tidak menyambut kedatangan  mertuaku sendiri malah enak enakan tidur” rungut Qiandra dengan bibir merengut kesal.


“Hei, hei, apa kamu lupa, Honey, sudah berapa kali aku ingatkan jangan membuat wajah seperti itu, atau aku akan membuat bibirmu bengkak dan kamu tidak akan bisa bangun”


desis Dean yang memang selalu gemas melihat wajah cantik sang istri saat dia


kesal.


“Haishhh, mengapa kamu selalu begitu” Qiandra kembali merengut kesal karena sang suami tidak pernah serius menanggapi kekesalannya.


“Jadi aku harus bagaimana, Honey, wajah kamu terlalu menggemaskan jika memberengut seperti itu, jadi jangan salahkan aku” sahut Dean seraya mengecup pipi sang istri dengan penuh kasih.  Qiandra hanya bisa mendesah pasrah dengan ucapan sang suami yang memang selalu membuat hatinya berbunga.


“Bagaimana keadaan daddy, Love” tanya wanita itu berusaha mengalihkan pembicaraan sang suami.

__ADS_1


Dean tersenyum seraya menenggelamkan wajahnya di ceruk leher wanita cantik itu.  Dean sengaja menikmati aroma tubuh wanita itu yang selalu mampu memberinya ketenangan.  “Daddy baik baik saja, Honey, dia hanya perlu beristirahat lebih banyak” ucapnya masih dengan wajah menempel di ceruk leher Qiandra.


“Hentikan, Love” desis Qiandra yang merasa geli dengan diiringi perasaan lain yang membuatnya sedikit gelisah.


“Kenapa, hmmmm” bisik Dean dengan suara yang sangat seksi di telinga Qiandra, bahkan tangan laki laki itu sudah mulai merayap dari pinggang menuju ke bagian atas tubuh


Qiandra.


“Dean, ahhhhh” ******* pun lolos dari bibir Qiandra dan membuat Dean bersorak girang, dengan gerakan cepat laki laki itu sudah mengangkat tubuh seksi sang istri dan


membawanya kembali masuk ke dalam kamar untuk menuntaskan keinginan yang sudah tak mampu dibendung lagi.


Sementara suasana panas memenuhi kamar Dean dan Qiandra, suasana mencekam justru memenuhi ruangan rapat dimana seorang laki laki yang terlihat sedikit kurus namun tetap tampan menatap para direktur di perusahaan itu dengan tatapan tajam.  “Sekarang katakan bagaimana kalian bisa begitu lalai, kalian tahu akibat dari kelalaian kalian, perusahaan bisa merugi ratusan juta dolar” serunya dengan wajah sangar.


Semua direktur yang ada dalam ruangan itu beserta beberapa staf ahli menundukkan kepala mereka tanpa mampu menatap wajah sang presidir.  Mereka sungguh tidak menyangka kalau laki laki itu akan kembali secepat ini, mereka berpikir jika sang Tuan Muda itu masih akan lama baru bisa bebas


dari kasus hukum yang menjeratnya.


dariku, karena kalian tahu sendiri tindakan apa yang bisa aku lakukan pada


pengkhianat” ancam Daniel seraya berdiri dan meninggalkan ruangan itu diikuti oleh asisten William.


Didalam ruang kerjanya, Daniel tampak terdiam hingga asisten William membuka suara dan mengembalikan kesadaran laki laki tampan itu.  “Maafkan saya, Tuan, hari ini masih ada beberapa jadual kegiatan Anda,


saat makan siang nanti Anda dijadualkan bertemu dengan investor asal Korea yang


ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan kita, setelah itu .....” kata kata asisten William terputus saat Daniel mengangkat tangannya.


“Sampai kapan Dika mengambil cuti” ucapnya tanpa menghiraukan rentetan jadual kerja yang sangat padat.

__ADS_1


“Maafkan saya, Tuan, sejak kepergian Tuan Dika hingga saat ini belum ada informasi apapun, bahkan keberadaan Tuan Dika juga tidak saya ketahui” sahut asisten William yang memang tidak tahu apa apa mengenai alasan menghilangnya Dika.


Daniel kembali terdiam, “Apa mungkin Dika sudah menemukan benang merah yang menyelimuti misteri pembantaian keluarganya.  Apa dia sudah mengetahui dalang dibalik semua kekejian yang dilakukan oleh paman tirinya itu” bisik hati Daniel.


Sama seperti asisten William, Daniel juga tidak tahu apa apa mengenai menghilangnya Dika kali ini.  Daniel hanya begitu terkejut saat


asisten William yang masih merangkap sebagai pengacara perusahaan Mahardika


menyampaikan pencabutan tuntutan atas dirinya.  Lebih mengejutkan lagi karena pencabutan itu dilakukan oleh Dean


langsung.


Daniel sungguh tidak mengerti apa yang sudah dilakukan oleh Dika hingga Dean bisa mencabut tuntutannya.  Tapi Daniel sangat yakin kalau semua ini ada kaitannya dengan masa lalu Dika dan juga Qiandra.  Ah, mengingat nama wanita itu, tak urung hati


Daniel seperti teriris sembilu.


Daniel memang sudah berjanji tidak akan mengganggu Qiandra lagi, dan dia memang akan melaksanakan janji itu, Daniel tidak akan melanggarnya. Namun, Daniel juga tidak bisa melarang hatinya yang terus menyimpan nama Qiandra sebagai satu satunya wanita yang bertahta di hatinya.  Senyum getir terulas di wajah tampan yang memag terlihat sedikit tirus itu.


Selama dirinya terkurung, Daniel memang telah merenungi semuanya, dan dia sangat menyadari kalau dia memang bersalah.  Karena itu, Daniel sebenarnya tidak ingin melakukan pembelaan atas kesalahannya.  Tapi siapa sangka, justru Dean sendiri yang


mencabut gugatannya dan bahkan melepaskan Daniel dan memberinya kesempatan untuk kembali ke PT.Mahardika.


Daniel tahu, bahkan sangat tahu kalau semua ini tidak lepas dari campur tangan dari mantan asistennya, Dika.  Tapi yang membuat Daniel penasaran apa yang sudah dikatakan atau dilakukan oleh Dika, hingga


seorang Dean mau mendengarkannya dan melaksanakan semua keinginan mantan


asistennya itu.  Daniel juga merasa kalau


ada campur tangan Qiandra dalam masalah pencabutan tuntutan Dean.

__ADS_1


Beberapa kali Daniel menarik nafas berat, masalah perusahaan yang bertumpuk tidak akan membuat pikirannya sekusut ini. Tapi misteri menghilangnya Dika benar benar


membuat Daniel bertanya tanya tapi dia tidak tahu harus bertanya pada siapa.  “Semoga segala sesuatunya berjalan dengan baik” bisik hati Daniel lagi.  Setelah itu, Daniel meraih tumpukan map yang memenuhi meja kerjanya dan mulai menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah menumpuk sepeninggal Dika.


__ADS_2