PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
SERATUS DELAPAN PULUH


__ADS_3

“Sekarang kalian sudah bisa saling memaafkan itu berarti kalian sudah bisa saling mengerti posisi kalian masing masing.  Aku harap, sekarang kalian bisa duduk bersama sama dan mencari jalan keluar untuk masalah yang kalian hadapi.  Percayalah, kekuatan keluarga adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi setiap masalah” ucap dokter Freddy.


Dokter Freddy memang merasa sangat bahagia saat keempat orang dalam ruangan itu larut dalam suasana mengharu baru.  Setelah ketegangan yang sempat terjadi tadi,


ternyata setelah dijembatani, mereka bisa dengan sadar menekan ego masing masing.  Karena memang tidak ada masalah yang bisa diselesaikan jika hanya mengemukakan ego pribadi masing masing.


Keempat orang itu tersenyum pada dokter Freddy, “Terima kasih sahabat” ucap Chris seraya menjabat tangan dokter Freddy dengan erat.


“Jangan lupa urusan putra putri kita” ucap dokter Freddydengan seringai lucu di wajahnya.


“Oh astaga, Fredd, kamu tahu aku tidak akan memaksakan kemauan gilamu itu pada kedua putriku” sahut Chris dengan suara sedkit kesal.


“Hei, apa salahnya menjadi besanku, kamu bisa lihat kalau putraku sangat hebat, kamu tidak akan menyesal memiliki menantu seperti putraku” sahut dokter Freddy.


“Hah, bukan masalah aku yang mau atau tidak, tapi kemauan kedua putriku.  Aku tidak akan memaksa mereka melakukan hal yang tidak mereka sukai” seru Chris.


“Tapi kamu kan bisa mempromokan anakku pada mereka, yah sedikit mengarahkan mereka lah”ucap dokter Freddy tak mau kalah.


“Tapi, .....” belum sempat Chris menyahut, Clayandra sudah memotong ucapannya.


“Jangan khawatir Dok, jika memang jodoh, tanpa perlu kita atur, mereka pasti akan bersatu” ucap Clayandra.


“Ha, itu baru betul, Nyonya Chris memang selalu pandai merangkai kata kata” ucap dokter Freddy sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Apa masih ada yang harus kamu selesaikan, Fredd?” sarkas Chris dengan suara kesal karena mendengar pujian dan melihat sikap dokter Freddy pada Clayandra.


“Astaga, Chris, kamu masih saja posesif pada Nyonya ini” kekeh dokter Freddy yang sangat hapal dengan sikap sahabatnya itu.  “Ya, sudah kalau begitu aku permisi dulu.  Pesanku, selesaikanlah semuanya dengan kepala dan hati yang tenang.  Tidak semua yang terlihat benar seperti kelihatannya, mungkin saja ada hal yang luput dari perhatian kita” lanjutnya lagi dengan bijak.


Setelah itu dokter Freddy beranjak dari tempat duduknya, “Dan kamu, Nak, selalu ingat ada kehidupan yang saat ini sangat bergantung

__ADS_1


padamu, jadi berusahalah untuk tetap tenang dalam menghadapi setiap masalah” ucap dokter paruh baya itu kepada Qiandra.


“Tentu, Dok, terima kasih banyak, dan mohon maafkan kata kataku yang sedikit kasar tadi” sahut Qiandra dengan tulus.


“Tidak masalah, Nak, semua juga mengerti jika dalam posisi sepertimu, akan sangat sulit untuk menerima kenyataan yang ada.  Tapi ingatlah selalu, bahwa apapun nanti yang


kalian berhasil ketahui, jangan pernah menjadikan itu penghalang untuk meraih


bahagia.  Masa lalu adalah masa lalu, cukup diselesaikan agar tidak menjadi beban di masa depan, selanjutnya biarkan itu menjadi sejarah.  Lanjutkan jalani kehidupan dan beri kebahagiaan untuk orang orang yang kita sayangi” ucap dokter Freddy lagi.


Mereka semua menggangguk mendengar saran dan kata kata bijak dari dokter Freddy.  Setelah itu, sang dokter pun segera pamit undur diri dan meninggalkan mereka berempat di dalam ruangan itu.  Dokter Freddy memang tidak ingin ikut campur dengan semua keputusan yang mereka buat.  Karena menurut dokter Freddy, hal itu benar


benar menjadi keputusan keluarga mereka saja.


Setelah dokter Freddy meninggalkan kamar Qiandra, keempat orang yang ada dalam ruangan sempat hening beberapa saat.  Hingga akhirnya Qiandra memecah keheningan itu, “Jadi, Kakak membuat kamar ini sama persis seperti kamarku dulu?” tanya


Qiandra pada Dika.


“Foto?” tanya Qiandra dengan kening berkerut.


“Iya, aku berhasil melacak foto foto kita yang disimpan Daddy dalam bentuk digital.  Foto foto itulah yang menjadi patokanku membangun mansion ini selain ingatanku sendiri” sahut Dika.


Qiandra mengangguk mengerti dengan penjelasan sang kakak, “Dulu rasanya kamar ini teramat sangat besar, hingga aku sering ketakutan sendiri saat berada di dalamnya” kekeh Qiandra kembali meneganng masa lalunya yang sekarang seolah terbuka lebar diingatannya.


“Yah, aku tidak akan lupa pada gadis kecil yang sering menggedor pintu kamarku hanya karena ingin ikut tidur di kamarku tanpa


diketahui oleh Mommy dan Daddy” kekeh Dika juga yang teringat kalau Feli kecil


selalu ketakutan tidur sendiri di kamarnya.

__ADS_1


“Iya, tapi setiap kali aku terbangun, aku sudah berada di kamar ini sendiri, pasti kakak yang memindahkan aku” sahut Qiandra.


“Tentu saja bukan, Feli Sayang, aku pun tidak tahu kapan kamu dipindahkan” sahut Dika yang tidak mau dituduh demikian oleh Qiandra.


“Daddymu atau Pamanmu inilah yang selalu mengangkat kamu, Feli” ucap Clayandra dengan seulas senyum di bibirnya.  Hati wanita paruh baya itu tiba tiba terasa hangat saat mengingat kembali masa lalu mereka.


“Jadi mereka tahu aku selalu tidur di kamar Kak Dika?” tanya Feli dengan kening berkerut, karena dulu dia selalu berfikir kalau orang tuanya tidak tahu kelakuannya itu.


“Tentu saja mereka tahu, Sayang” kekeh Clayandra yang melihat wajah heran Qiandra.


“Tapi mereka tidak pernah memarahiku atau menegurku” Qiandra masih merasa heran.


Clayandra tersenyum sambil membelai wajah Qiandra dengan lembut, “Suatu saat kamu akan mengetahui alasannya dengan sendirinya, Nak, saat kamu berhadapan dengan anak  anakmu kelak” ucap wanita paruh baya itu. Mendengar kata anak, tanpa sadar Qiandra mengelus lembut perut ratanya, hatinya tiba tiba menjadi sendu.


“Kita akan mencari jalan keluar terbaik, Nak, Tante pun tidak ingin memisahkan dirimu dengan ayah dari anakmu.  Tante yakin ada sesuatu yang masih belum kita ketahui dengan jelas dari kisah masa lalu kita.  Jika itu sudah jelas, makanya segalanya akan menjadi mudah” ucap Clayandra yang mengerti pada perubahan sikap Qiandra.


Clayandra tahu kalau keponakannya itu pasti sedang merindukan suaminya.  Clayandra adalah seorang yang sangat mengetahui bagaimana Dean selalu memperlakukan Qiandra seperti seorang ratu.  Qiandra memang dicintai dengan cara yang luar biasa oleh Dean, dan itu terlihat jelas oleh Clayandra.


“Tante, apakah masih ada jalan untukku jika semua itu benar benar sebuah kenyataan” desis Qiandra yang didengar dengan jelas oleh Dika yang duduk disampingnya.


“Jangan suka menyiksa dan membebani pikiranmu denga andai andai, adik kecil, lebih baik tunggu ada bukti nyata, baru memikirkan apa yang akan dilakukan” ucap Dika sambil mengacak rambut Qiandra dengan penuh kasih.


“Ish, aku kan harus mempersiapkan juga, sekali pun iu hanya praduga, dan apa kata kakak tadi, adik kecil, hei Kak Dika apa tidak tahu atau sengaja pura pura lupa kalau wanita yang kamu sebut adik kecil ini sudah


mengandung seorang bayi” seru Qiandra dengan wajah merengut mendengar kata kata


sang kakak.


Melihat sikap dan wajah Qiandra serta kata katanya yang kesal, semua orang di dalam ruangan itu justru tersenyum bahagia.  Dika bahkan terkekeh kecil saat melihat sang

__ADS_1


adik kesal padanya, membuat Qiandra semakin kesal.  Qiandra memukul dada Dika yang berhadapan dengannya, “Jangan menertawai aku, Kakak pikir aku sedang melucu, aku sedang kesal” sungutnya lagi.


Bukannya mencegah pukulan Qiandra yang sama sekali tidak terasa sakit itu, Dika malah semakin tertawa bahagia.  Dia merasa benar benar telah menemukan adik kecilnya yang memang sangat manja padanya.  Hal itu benar benar membuat laki laki tampan itu merasa sangat bahagia, Felicia kecilnya telah kembali padanya.


__ADS_2