
Clayandra sejenak berdiri terpaku di hadapan sebuah rumah yang terlihat sederhana namun berkesan mewah serta begitu tenang. Perlahan airmata mengalir di sudut mata wanita paruh baya itu, ada rindu yang teramat dalam menyeruak dalam hatinya. Dua tahun, ya, dua tahun Clayandra terpaksa harus meninggalkan rumah itu hanya untuk terus mendampingi Qiandra.
“Mamah?” sebuah suara menyentak Clayandra dari lamunannya. Terlihat berdiri di hadapannya seorang gadis cantik dengan rambut ikal kecoklatan. Senyum bahagia menghiasi bibir gadis berkulit putih itu dan matanya berbinar terang saat melihat wanita paruh baya yang berdiri termangu di depan pintu rumah mereka.
“Zaneta, putriku” desis Clayandra saat melihat gadis cantik itu, dia merentangkan tangannya dan membuat si gadis yang dipanggilnya Zaneta segera berlari dan menghambur ke dalam pelukannya.
“Kenapa mamah cuma berdiri saja di depan pintu” tanya Zaneta dalam pelukan sang ibu.
“Mamah merindukan rumah ini, Sayang, dua tahun terasa sangat lama untuk mamah” desis Clayandra dengan perasaan bersalah menyeruak relung hatinya.
“Ish, jangan melow gitu donk mah, masa baru pulang sudah bercucuran air mata” ucap Zaneta berusaha mengusir suasana sendu itu.
“Hei, jangan mentang mentang kakak anak tertua lalu kakak akan memonopoli mamah untuk kakak sendiri, ingat disini juga ada kami” seru sebuah suara lagi di belakang ibu dan anak yang masih berpelukan itu.
Seorang gadis lain yang tidak kalah cantik menghampiri kedua wanita yang masih larut dalam rasa rindu itu. “Hei, kemarilah Delicia Sayang, astaga kamu tumbuh cepat sekali, Nak” seru Clayandra dengan mata yang kembali basah saat melihat putri keduanya yang sekarang sudah beranjak dewasa.
“Ish, Mamah, kaya Deli masih anak ABG saja, dibilang tumbuh segala” cicit gadis muda itu seraya ikut memeluk sang ibu.
“Yah, kalian semua benar benar tumbuh dengan luar biasa, Nak” ucap Clayandra yang sudah tenggelam diantara kedua tubuh putrinya, yang tingginya sudah melebihi dirinya. “Hey, tapi mana si bontot” lanjutnya lagi saat menyadari masih ada anaknya yang belum berkumpul.
“Salahkan Kak Zanet, Mah” seru Delicia sambil menatap sang kakak.
“Lho kok aku” tanya Zaneta dengan kening berkerut.
“Iyalah, salah kakak, kakak kan yang membuat semua masakan yang memenuhi meja makan” seru Delicia lagi.
“Yah, memang aku sich, kan buat menyambut kedatangan mamah, lalu apa hubungannya dengan si bontot” tanya Zaneta masih dengan sedikit kebingungan.
“Ish, macam kakak lupa aja gimana Abel kalau ketemu makanan, heran aku dengan anak yang satu itu, makan sebanyak apapun kok bisa ya dia nggak gendut” cerocos Delicia yang memang terkenal sebagai paling cerewet.
Zaneta hanya bisa garuk garuk tengkuknya yang tidak gatal, yah, dia memang melupakan hobby si bontot itu yang memang tidak akan bergerak dari meja makan kalau ada banyak hidangan menggiurkan. Beruntung dia memiliki ayah dan juga kakak kakak yang semuanya chef luar biasa.
Suami Clayandra, Chris, memang memutuskan untuk memulai usahanya dengan membuka sebuah restoran kecil bermodalkan gajinya selama menjadi kepala pelayan di keluarga Hamilton. Namun, berkat keahliannya dan kemampuannya, Chris mampu membawa restorannya menjadi besar dan bahkan sudah memiliki beberapa cabang.
Dan kini, Chris sudah menyerahkan beberapa restorannya kepada kedua putrinya yang ternyata mewarisi bakat sang ayah. Sementara, Chris sendiri lebih senang mengelola sebuah restoran yang lebih kecil, dan, yah, restoran yang dikelola oleh Chris akan selalu berkembang menjadi restoran besar yang akan langsung diserahkannya kepada anak anaknya.
Tidak jarang Zaneta dan Delicia mengajukan protes pada sang ayah, karena mereka juga ingin mencoba mengelola dan merintis sebuah restoran mulai dari bawah. Namun, Chris mengatakan kalau tantangan terberat justru mempertahankan sebuah restoran itu bisa tetap eksis. Pada akhirnya, kedua gadis cantik itu hanya bisa mengalah pada kemauan sang ayah.
Sementara si bontot, Abellard, atau sering dipanggil Abel, lebih senang berbisnis, dan sampai sekarang masih melanjutkan pendidikannya di program magister. Sepertinya darah Clayandra lebih kuat pada diri si bungsu ini, dia mewarisi bakat sang kakek, ayah Clayandra yang juga seorang pebisnis.
Jadi, jika ada dugaan kalau Clayandra bekerja pada Qiandra karena kekurangan uang, maka pastilah hal itu salah besar. Karena, suami dan anak anak Clayandra sudah hidup sangat mapan dari restoran yang sudah mereka kelola.
__ADS_1
“Hei, sampai kapan kalian hanya akan berdiri di depan pintu” seru Chris saat melihat ketiga wanita yang sangat dicintainya itu masih asyik berbincang. Ketiga wanita beda usia itu serentak menatap kepada sang ayah, “Ayo, masuk, Sayang” lanjut Chris seraya meraih pinggang sang istri dan menggandengnya untuk masuk dalam rumah.
“Ish, papah, mentang mentang mamah di rumah, kami langsung dilupakan” cicit Delicia, namun tak urung dia dan Zaneta segera melangkah mengikuti langkah kedua orang tua mereka.
Mereka melangkah langsung menuju ke ruang makan, dan disana, Clayandra hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat putra bungsunya yang masih asyik makan. “Astaga, Abel, bisa bisanya kamu makan duluan tanpa menunggu mamah” seru Delicia.
Abellard mengangkat wajahnya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat wanita paruh baya yang berdiri sambil tersenyum di hadapannya. Abellard segera meletakkan peralatan makannya, lalu berdiri dan berjalan dengan setengah berlari ke arah Clayandra. Laki laki muda nan tampan itu langsung memeluk Clayandra dengan penuh suka cita.
“Mamah, ah, maafkan aku yang tidak menyambut kedatangan mamah, salahkan mereka yang sudah membuat semua hidangan ini dan menyebabkan aku kalap. Sebenarnya tadi aku cuma ingin mencicipi untuk menguji rasa semua masakan ini lalu …..” Abellard belum sempat menyelesaikan kata katanya.
“Lalu apa, lalu kamu khilaf dan makan duluan begitu” seru Delicia.
“Nah, itu kak Del tahu” cicit Abellard membuat Delicia berdecak kesal.
“Sudah, sudah, apa kalian akan terus berdebat, mamah juga lapar lho” ucap Clayandra menghentikan perdebatan putra putrinya itu. Seketika Abellard dan Delicia terdiam, namun wajah mereka tetap saja memberikan kode pertengkaran.
Akhirnya, mereka semua menikmati hidangan yang tersedia di atas meja makan itu. Mereka makan dengan penuh canda dan tawa, membuat Clayandra yang sering kali diterpa rasa bersalah karena meninggalkan keluarganya, cukup terhibur.
Ketiga putra dan putrinya seolah tidak membiarkan sang ibu sedikit pun bersedih. Mereka selalu bercerita dan bercanda dengan melemparkan joke joke yang membuat Clayandra tertawa dan melupakan kesedihannya. Hingga akhirnya kebersamaan itu harus berakhir, saat ketiga putra dan putri Clayandra harus kembali pada rutinitas mereka.
Mereka memang jarang berkumpul, karena kesibukan masing masing. Namun, saat mendengar sang ibu akan pulang, mereka serempak meninggalkan semua kesibukannya dan pulang ke rumah demi menyambut kedatangan ibunya. Mereka sudah biasa dengan kehadiran Clayandra yang hanya sebentar, jadi mereka akan memanfaatkan waktu itu dengan sebaik baiknya bersama sang ibu.
“Mah, berapa lama mamah akan tinggal” Zaneta pada akhirnya buka suara mewakili kedua adiknya. Mereka perlu tahu seberapa lama sang ibu bisa bersama mereka agar mereka bisa mengatur waktu mereka.
“Jadi, benar Dika sang presidir PT. Mahardika sekarang ini adalah kakak Kak Qiandra” tanya Delicia. Zaneta, Delicia bahkan Abellard sudah mengetahui tentang masa lalu Qiandra. Hal itu sengaja diberitahukan oleh Chris agar mereka bisa memahami kenapa ibunya harus tetap bersama dengan Qiandra.
Mereka juga tahu kalau nama asli Qiandra adalah Felicia. Namun, mereka sudah terbiasa menyebutnya Qiandra, karena memang mereka tumbuh bersama saat kecil. Dan mereka sudah terbiasa memanggil Felicia dengan nama Qiandra.
“Benar, Sayang, Dika atau Andika Kenrich Hamilton, yang sekarang menjadi presidir PT.Mahardika, ternyata adalah kakak kandung Felicia” sahut Clayandra.
“Kalau begitu, mamah sudah bisa melepaskan Kak Qiandra kan, dia sudah punya suami dan juga kakak yang pasti akan bisa membahagiakan dirinya” si bungsu Abellard ikut bicara.
“Seharusnya begitu, Sayang” sahut Clayandra.
“Apa masalahnya sekarang” tanya Zaneta yang sudah menduga pasti ada masalah sehingga sang ibu belum bisa memutuskan untuk langsung kembali bersama mereka.
Clayandra menarik nafas berat, lalu menatap ke arah Chris seolah meminta laki laki itu menjelaskan keadaannya. “Dika maupun mamah kalian tidak bisa memberitahukan kebenaran hubungan Qiandra dan Dika hingga saat ini. Pertama karena Qiandra saat ini masih dalam tahap pemulihan, dan kedua ada hal yang jauh lebih berat yang mungkin akan membuat Qiandra kembali terluka” Chris mewakili Clayandra menjelaskan pada ketiga anaknya.
“Hal yang lebih berat?, apa itu” tanya Zaneta lagi.
“Sepertinya, kakek Dean, Yang Mulia Zacharias adalah orang yang mendukung perbuatan kejam Lee di malam tragis itu” sahut Chris dengan mata sedikit bersinar memancarkan kemarahan. Jawaban Chris membuat ketiga anaknya menganga tidak percaya.
__ADS_1
“A apa, tidak, itu tidak mungkin, Pah, aku tidak percaya” seru Delicia.
“Apa ada bukti dari semua itu” tanya Abellard berpikir lebih logis, walaupun dia juga sangat terkejut dengan penjelasan sang ayah.
“Itulah masalahnya, sampai saat ini kita tidak bisa menemukan bukti apapun, karena memang bukanlah hal yang mudah untuk bisa menembus rahasia keluarga kerajaan” sahut Chris lagi.
“Lalu bagaimana bisa muncul tuduhan sekejam itu” seru Delicia yang merasa tidak terima. Delicia dan saudara saudaranya sudah mengetahui beratnya perjalanan hidup seorang Qiandra. Lalu, apakah mereka bisa menerima begitu saja jika wanita yang mereka anggap sudah bahagia itu kembali terluka oleh kenyataan masa lalu.
“Papah dan mamah saksi hidup saat mendengar Lee mengatakan bahwa Yang Mulia lah yang telah mendukung dan memerintahkan dirinya untuk melakukan hal itu” sahut Chris, ada nada getir dalam suaranya.
“Atas dasar apa keluarga kerajaan sampai melakukan hal sekejam itu” tanya Abellard.
“Pamanmu dituduh sebagai pengkhianat yang berkomplot untuk membubarkan kerajaan pada masa itu” sahut Chris lagi.
“Berkhianat untuk membubarkan kerajaan?” tanya Zaneta dengan kening berkerut, “Tapi setahuku, masa pemerintahan yang sekarang diberlakukan berdasarkan kesepakatan, bukan?. Jadi, bagaimana bisa ada kisah pengkhianatan” tanyanya lagi.
“Kamu benar, Zanet, karena itulah, semua ini harus dibuktikan. Dan pembuktian itu tidak akan bisa dilakukan kalau bukan oleh keluarga kerajaan itu sendiri” sahut Chris lagi.
“Maksud Papah, oleh Dean, suami kak Qiandra” tanya Delicia yang di jawab dengan anggukan kepala sang ayah. “Oh. Astaga, apa itu masuk akal menurut kalian, seorang suami menyelidiki keluarganya sendiri demi membela istrinya, apa itu mungkin” tanya Delicia lagi.
“Jangan katakan kalau Papah dan Mamah akan membiarkan hal itu terjadi sebagai ujian untuk kekuatan cinta keduanya. Memangnya ada cinta sekuat itu” ucap Zaneta yang memang begitu sulit untuk mempercayai cinta.
“Dan membiarkan Kak Qiandra kembali terancam trauma lagi” desis Abellard menambahkan ucapan Zaneta.
“Sama sekali kita tidak ada keinginan seperti itu, Sayang” sahut Clayandra seraya menggelengkan kepalanya pelan. Anak anaknya benar benar bisa memahami masalah yang akan dihadapi Qiandra.
“Jika Qiandra tidak melalui semua itu, maka misteri kejadian berpuluh tahun silam tidak akan bisa dibuka” kali ini Chris juga ikut berbicara.
“Memangnya tidak bisa ya membiarkan Kak Qiandra benar benar melupakan masa lalu itu, dan menikmati kehidupannya sekarang” tanya Abellard.
“Sekarang Papah tanya padamu, jika kamu kehilangan salah satu dari kedua saudaramu ini dan kamu menduga mereka telah mati, lalu tiba tiba kamu bertemu dengan mereka dalam keadaan mereka tidak mengenal dirimu, maka apa yang akan kamu lakukan” tanya Chris kepada Abellard.
Mendengar pertanyaan ayahnya, Abellard seketika langsung bungkam. Siapapun itu pasti tahu jawabannya, karena tidak mungkin kita membiarkan saudara kita satu satunya tidak mengenali diri kita. Sebisa mungkin, kita pasti akan berusaha agar dia bisa mengenal kita lagi, kan?.
Zaneta, Delicia dan Abellard akhirnya memahami apa yang menjadi kekhawatiran kedua orang tuanya. “Hah, mengapa Kak Qiandra harus selalu dihadapkan pada semua masalah ini” desis Delicia akhirnya. Sebagai saudara, dia juga merasa sedih terhadap nasib yang harus dialami saudara sepupunya itu.
“Semoga saja ini masalah terakhir yang harus dihadapinya, sebab mau tidak mau, cepat atau lambat, masalah ini tetap harus dihadapi oleh Qiandra. Masa lalu yang masih abu abu harus diperjelas sekaligus dibuktikan mana yang benar dan mana yang salah” ucap Chris lagi.
“Tapi, bukankah keluarga Lee sudah tidak ada lagi, lalu untuk apa pembuktian itu, apakah itu tidak akan membuat dendam yang berkepanjangan” tanya Abellard.
“Keluarga Lee memang sudah dimusnahkan, dan semua itu tidak lain dari pembalasan dendam Dika. Dan, benar, jika ada pembuktian, maka tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan dendam yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, perlu pembuktian mana yang benar dan mana yang salah, dan apa alasan dibalik semua itu” ucap Chris lagi menjawab pertanyaan putranya itu.
__ADS_1
Mereka semua akhirnya terdiam, mereka tidak bisa lagi menolak atau membantah perkataan ayahnya. Namun, mereka tetap sulit menerima kenyataan kalau Qiandra lagi lagi harus menghadapi ujian. Dan kali ini, mereka semua tahu, akan menjadi ujian tersulit, tidak hanya bagi Qiandra saja. Ujian kali ini juga akan menjadi ujian untuk Dean Walt Zacharias juga.