
Dean dan Qiandra menatap layar besar yang ada di hadapan mereka, keduanya sedang menantikan putusan yang akan dibacakan untuk kasus orang tua mereka. Walaupun mereka tahu, apapun yang menjadi hasilnya, pasti salah satu diantara mereka akan merasa lega, dan yang lain akan merasa bersalah. Sekalipun demikian, mereka tetap menunggu putusan itu dengan antusias.
Dean sebagai seorang raja sama sekali tidak mau ikut campur dalam pengusutan masalah orang tua mereka. Dean benar benar
menginginkan agar kebenaran yang sesungguhnya terungkap sehingga tidak ada lagi beban di masa yang akan datang. Dean
sudah siap dengan resiko apapun, seperti juga semua yang sudah dia lakukan terhadap beberapa kasus yang sudah di putuskan.
Sementara Qiandra terlihat sangat tegang, wanita cantik itu sebenarnya sangat ingin hadir di ruang sidang dan mendampingi sang kakak. Tapi, Dean tidak mengijinkan, karena status mereka saat ini akan sangat
berbahaya bagi mereka jika hadir tanpa penjagaan yang ketat. Sementara, jika Dean mengerahkan penjagaan ketat, tentunya akan membuat ruang sidang itu tidak lagi terasa aman untuk semua orang.
Demi mengikuti keinginan sang suami, akhirnya Qiandra mengalah, dan Dean menghiburnya dengan menyiapkan siaran langsung untuk sang istri. Sehingga walaupun Qiandra tidak berada di ruang sidang tapi, dia masih bisa mengikuti sidang tersebut. Dean sendiri, tetap setia mendampingi sang istri, bahkan genggaman tangan tidak pernah lepas dari tangan sang istri.
Saat para hakim telah memasuki ruang sidang, Qiandra terlihat semakin tegang. Sedangkan Dean sama sekali tidak
memperdulikan keadaan di ruang sidang, fokusnya hanya tertuju pada sang istri. Dean yang melihat kalau Qiandra terlihat sangat tegang, meremas dengan lembut tangan sang istri, “Honey, kamu sudah berjanji, jadi kumohon tenangkan dirimu, ingat kehidupan dalam rahimmu. Aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padanya, jadi jika kamu ingin terus mengikuti persidangan ini, maka ku mohon tenangkan dirimu” ucapnya penuh ketegasan namun tetap lembut.
Qiandra menatap mata sang suami yang sedang memperhatikan dirinya dengan intens. Qiandra tahu sang suami tidak main main dengan kata katanya, karena memang sejak awal Dean sebenarnya tidak memberikan ijin. Namun, karena Qiandra terus menerus meminta, akhirnya Dean pun menjadi luluh dan memberikan ijin, tentunya
dengan berbagai syarat, dan salah satunya adalah Qiandra bisa menenangkan diri saat pembacaan putusan.
__ADS_1
Qiandra menarik nafas dengan perlahan, lalu berusaha memberika senyum lembut pada sang suami, “Maafkan aku, Love, terima kasih sudah mengingatkan aku” ucapnya dengan rasa bersalah. Qiandra tidak merasa kesal
pada sang suami, tapi dia berusaha menenangkan dirinya.
“Baiklah, sekarang kita akan ikuti persidangan ini, tapi kamu harus benar benar bisa
menenangkan diri, okey” ucap Dean dan dijawab Qiandra dengan menganggukkan
kepalanya. Setelah itu keduanya kembali
fokus pada layar besar di hadapan mereka, walaupun Dean masih terus mengutamakan fokusnya pada Qiandra.
“Setelah mempertimbangkan berbagai hasil penyelidikan, maka kami bersama dengan tim
bersalah dan pihak yang telah menyebabkan tragedi ini harus bertanggung jawab atas semua kerugian yang telah dialami oleh pihak keluarga sesuai dengan tuntutan pihak keluarga. Selain itu, pengadilan juga menyatakan bahwa nama keluarga Hamilton dengan ini dinyatakan bersih dari segala bentuk tuduhan pengkhianatan dan meminta pihak kerajaan untuk segera melakukan tanggung jawab atas segala kerugian yang telah dialami oleh keluarga Hamilton” ucap hakim utama yang diakhiri dengan ketukan palu.
Dika bersama dengan Bu Sum dan keluarganya yang hadir dalam ruang sidang itu serta merta bersujud syukur atas hasil putusan pengadilan yang baru saja dibacakan. Dika bahkan tidak mampu menahan air mata haru di wajahnya, beban yang selama puluhan tahun ditanggung olehnya, sekarang sudah terasa lepas. Dika bisa dengan bangga menyematkan nama keluarga di belakang namanya tanpa merasa ragu dan khawatir.
Sementara Qiandra, tenggelam dalam pelukan sang suami, wanita cantik itu merasa sangat bahagia, namun tetap berusaha bersikap tenang. Tetesan air mata kebahagiaan di wajah cantiknya tak mampu untuk dibendung olehnya. “Selamat, Honey, daddymu pasti sudah tenang di alam sana” ucap Dean sambil terus memeluk tubuh sang istri.
Sebagai raja, Dean sebenarnya sudah mengetahui hasil dari persidangan itu. Namun, Dean tidak memberitahukannya pada
__ADS_1
Qiandra, dia ingin memberikan kebahagiaan yang seutuhnya untuk Qiandra. Karena
alasan itu pulalah Dean mengijinkan Qiandra untuk menyaksikan siaran langsung itu, jika saja hasilnya adalah sebaliknya, Dean tidak tahu harus berbuat apa.
Qiandra melepaskan pelukannya dengan perlahan saat dia mendengar suara Dika dari layar besar di hadapan mereka. “Saya bersyukur sekali karena hari ini semua kebenaran sudah terbuka. Saya juga ingin mengklarifikasi pemberitaan yang mengatakan bahwa saya malu memakai nama keluarga saya selama ini, sebenarnya tidaklah demikian. Semua itu saya lakukan karena saya sama sekali tidak tahu apa yang terjadi, mengapa dan siapa penyebab semua itu. Kejadian tragis itu terjadi di depan mata saya, saya harus kehilangan seluruh keluarga
saya dalam waktu sekejap mata. Hal itu
membuat saya benar benar harus waspada terhadap nyawa saya sendiri. Saat ini saya juga berterima kasih kepada Daniel Putra Mahardika dan seluruh keluarga besar Mahardika yang sudah melindungi sekaligus membesarkan saya serta mendukung saya hingga saat ini. Saya tidak akan ada dan berdiri disini tanpa uluran tangan mereka” ucap Dika dengan wajah sendu.
“Lalu apa benar sang ratu adalah saudara kandung anda, Tuan” tanya salah satu wartawan.
“Benar sekali, Qiandra Zwetta Aldrich adalah adik kandung saya satu satunya, Felicia Kenrich Hamilton. Kami terpisah selama puluhan tahun, berteman dan bekerjasama selama beberapa tahun tanpa saling mengenal satu dengan yang lain. Kami baru tahu satu sama lain juga karena bantuan Daniel yang telah melakukan test DNA
sehingga mengetahui bahwa kami berdua ternyata bersaudara kandung” ucap Dika.
“Lalu apa tuntutan anda kepada pihak kerajaan, dalam hal ini termasuk pada sang Raja yang juga suami adik anda sendiri” tanya wartawan lain lagi.
“Tidak ada yang akan saya tuntut, bukan karena sang Raja adalah suami Felicia, tapi karena semua yang ada saat ini tidak tahu menahu dengan semua peristiwa masa lalu ini. Saya bahkan sangat berterima kasih kepada pihak kerajaan karena sudah berkenan membiarkan kasus ini kembali terangkat, sehingga kebenaran bisa dibuktikan. Saya tahu bukan hal yang mudah bagi Yang Mulia untuk memilih mengangkat kasus ini, kalian sendiri tentu tahu bagaimana resikonya. Tapi beliau dengan besar hati sudah membiarkan semua ini berjalan bahkan
tanpa campur tangan intervensi dari pihak kerajaan dalam berbagai keputusan. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya” sahut Dika.
__ADS_1
“Jadi, anda benar benar tidak akan menuntut apapun dari pihak kerajaan” tanya wartawan lain lagi.
“Tidak, bagi saya kebenaran ini terungkap itu sudah lebih dari cukup, almarhum daddy dan mommy pun saya yakin sudah cukup puas, karena nama baik mereka tetap menjadi kebanggaan anak cucunya” sahut Dika sebelum mengakhiri wawancara tersebut.