PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
SERATUS LIMA PULUH EMPAT


__ADS_3

Clayandra menundukkan kepalanya saat berhadapan dengan Chris.  Entah mengapa sekarang dia merasa sangat tidak percaya diri pada penampilannya.  Padahal biasanya, Clayandra bersikap acuh dan tampil apa adanya di hadapan Chris.  Tapi saat ini, dia bahkan malu walau hanya untuk mengangkat kepalanya, karena Clayandra merasa penampilannya sangatlah tidak baik.


“Hei, ada apa, Honey, mengapa kamu menundukkan kepalamu begitu” sapa suara lembut Chris semakin membuat jantung Clayandra berdegup kencang.  Chris bahkan mengangkat dagu wanita cantik itu dengan kedua jarinya lalu menatap lekat wajah cantik alami Clayandra.


“A aku aku malu Chris” desis Clayandra.


“Malu?, malu kenapa, hmmm” tanya Chris yang bahkan harus menahan wajah Clayandra dengan kedua tangannya agar wanita itu tidak kembali menundukkan kepalanya.


“Ishh, lihatlah penampilanku ini, lagi pula mengapa kamu harus menunggu aku di depan kamar seperti ini” seru Clayandra dengan wajah yang merona.


“Hei, memang kenapa dengan penampilan kamu, Honey, kamu tetap cantik bagaimana pun penampilanmu.  Dan tentang menunggumu, memangnya aku harus menunggumu dimana, jangan bilang kamu ingin aku menunggumu dalam kamar.  Karena jika kamu menginginkan itu, maka aku dengan senang hati akan melakukannya, hmmm” bisik Chris di telinga gadis itu.


Clayandra mengayunkan tangannya dan memukul dada Chris yang berada tepat di depan wajahnya.  Namun, saat dia ingin memukul Chris lagi, laki laki itu menahan tangannya membuat Clayandra seketika mendongak dan wajahnya bertemu langsung dengan wajah Chris.


Tanpa menyia nyiakan kesempatan, Chris langsung menyambar bibir kenyal Clayandra dengan lembut, “Morning kiss, Honey” bisiknya dengan suara bariton yang begitu seksi di telinga Clayandra, membuat wajah wanita itu kembali memerah seperti tomat masak.


“Dasar mesum” seru Clayandra yang merasa sangat terkejut dengan perlakuan Chris yang begitu manis.


“Apa kamu menginginkan yang lebih mesum lagi, Honey” bisik Chris lagi yang sontak membuat Clayandra berseru dengan keras.


“Chris ….” seru Clayandra dengan wajah merengut kesal namun terlihat semakin menggemaskan di mata Chris.


Chris hanya tertawa renyah melihat sikap wanita yang sangat dicintainya itu.  Dia bahkan meraih tubuh Clayandra dan membawa wanita itu masuk dalam pelukannya.  “Tetaplah bahagia seperti ini, jangan pernah terlarut dalam duka, aku janji akan selalu menghiasi hari hari mu dengan tawa dan kebahagiaan” ucap Chris.


Clayandra yang pada awalnya memberontak mendapat pelukan dari sang kekasih, akhirnya membalas pelukan hangat dari Chris.  Apalagi saat dia mendengar kata kata manis yang diucapkan laki laki itu.  Clayandra bahkan semakin mengeratkan pelukannya saat dia menyadari bahwa Chris adalah satu satunya orang yang bisa menjadi sandaran baginya saat ini.


Rasa takut kehilangan Chris tiba tiba merasuk dalam hati Clayandra, “Berjanjilah, ku mohon berjanjilah, kamu tidak akan pernah meninggalkan aku dan Feli” desis Clayandra dengan suara berat menahan isak tangisnya.


“Aku berjanji, Honey, aku tidak akan meninggalkan kalian, mulai sekarang kalian adalah prioritas utama dalam hidupku” ucap Chris bersungguh sungguh.


Clayandra menatap wajah Chris dan berusaha mencari kebohongan atau keragu raguan di mata laki laki itu.  Namun, dia sama sekali tidak menemukannya, Clayandra hanya melihat kesungguhan dan ketulusan yang terpancar di bola mata laki laki itu.  “Terima kasih” gumam Clayandra seraya kembali menenggelamkan dirinya dalam pelukan hangat sang kekasih.


“Ehmmm, apakah pelukan itu cukup memberikan energi untuk kalian berdua” sebuah suara mengejutkan sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta itu.  Clayandra yang terkejut segera melepaskan pelukannya dari tubuh Chris, berbeda dengan Chris yang malah mendesah kasar karena ada yang merusak suasana romantis itu.


“Tidak bisakah kamu berdiam diri saja, atau jika kamu iri mengapa kamu tidak masuk kamarmu sana dan bawa perawat cantikmu itu” gerutu Chris.  Namun, tak urung dia juga melepaskan pelukannya di tubuh Clayandra, tapi tangannya beralih menggenggam jemari gadis itu.


“Hah, aku bukan anak kemaren sore yang baru merasakan jatuh cinta di usia lanjut, aku sudah melewati semua itu dan bahkan sudah merasakan yang jauh lebih nikmat dari itu, dan kamu bisa melihat buktinya” seru dokter Freddy sambil menatap ke arah dua orang anak kecil yang melangkah mendekati mereka bersama dengan sang nyonya rumah.


Clayandra hanya tertunduk dengan wajah memerah karena merasa malu pada tuan rumah saat kedapatan bermesraan seperti itu.  Namun, Lenny istri dokter Freddy mendekati wanita muda itu dengan senyum hangat.  Lalu Lenny meraih tangan Clayandra, “Ayo, kita sarapan dulu, jangan perdulikan mereka berdua, mereka itu sudah terbiasa seperti itu.  Dulu aku juga merasa heran dengan kelakuan mereka, tapi percayalah, mereka berdua adalah sahabat sejati” ucap wanita cantik itu.

__ADS_1


Clayandra hanya tersipu malu, namun dia menahan tangan Lenny, “Maafkan saya, Nyonya,  bukan saya lancang menolak tawaran Anda, tapi saat ini saya ingin menjenguk keponakan saya dulu” ucap Clayandra dengan ramah.


Jawaban Clayandra membuat Lenny, dokter Freddy dan Chris saling berpandangan, lalu dokter Freddy memberikan kode pada Chris.  Chris yang memahami maksud dokter Freddy segera mendekati Clayandra, “Honey, sebaiknya kita makan dulu ya, tidak enak menolak tawaran tuan rumah, lagi pula mereka sudah menunggumu bangun sedari tadi hanya untuk sarapan bersama” bisik Chris pada Clayandra.


“Hah, benarkah, astaga mengapa kamu membiarkan mereka menungguku, Chris, harusnya kamu biarkan saja mereka sarapan duluan” desis Clayandra yang merasa tidak enak hati.


“Aku sudah mengatakannya, tapi Lenny bilang kalau dia sangat ingin sarapan bersamamu” sahut Chris dengan sedikit bumbu kebohongan.


“Ah, baiklah kalau begitu, aku akan sarapan dulu, tapi apa Feli baik baik saja Chris” tanya Clayandra yang merasa sangat khawatir dengan kondisi keponakannya itu.


Chris tersenyum lembut pada wanita itu, “Nona Muda baik baik saja, Honey, dia sedang istirahat sekarang, jadi sementara dia istirahat kamu bisa sarapan dulu” ucap Chris lagi.


“Istirahat ?, maksudmu Feli sudah sadar, lalu bagai …...” pertanyaan Clayandra belum sempat terjawab karena Chris sudah meletakkan jari di bibir wanita itu.


“Shttt, kita sarapan dulu ya, lihat mereka sudah menunggu” ucap Chris seraya memberikan kode pada keluarga dokter Freddy yang sudah menunggu di meja makan.


Akhirnya Clayandra terpaksa mengalah dan menahan semua rasa penasaran dan banyak pertanyaan dalam hatinya.  Dia juga merasa tidak enak hati membiarkan tuan rumah yang sudah begitu baik pada mereka itu terlalu lama menunggunya hanya untuk sarapan pagi.  Clayandra lalu mengikuti langkah Chris yang menuntunnya menuju meja makan.


“Maafkan saya yang sudah membuat kalian menunggu” ucap Clayandra dengan sopan setelah dia duduk di kursi yang sudah di tarik oleh Chris.


“Jangan sungkan, Clay, anggap saja rumahmu sendiri” ucap Lenny dengan lembut pada Clayandra.


“Panggil saja aku Kakak, kurasa umur kita tidak terpaut jauh” ucap Lenny lagi.


“Baik, Kak” sahut Clayandra.  Lalu mereka menikmati sarapan pagi itu dengan santai diselingi cerita cerita lucu kedua buah hati dokter Freddy dan Lenny.  Clayandra berusaha menelan makanan itu walau terasa sangat hambar di lidahnya.  Namun, wanita ini juga tidak mau mengecewakan tuan rumah yang sudah begitu baik padanya.


Hingga sarapan selesai, Clayandra masih berusaha menahan diri menunggu hingga Lenny membawa kedua anaknya untuk bersiap siap.   Setelah Lenny pergi, Clayandra juga segera berdiri ingin langsung melihat keadaan Felicia.  Namun, lagi lagi Chris menahannya dengan menggenggam tangannya, “Chris ….” seru Clayandra sambil menatap Chris dengan kesal.


“Nona Clayandra, sebaiknya kita bicara dulu di ruang kerjaku, ada beberapa hal yang harus kita bahas terkait kondisi Nona Felicia” ucap dokter Freddy yang tiba tiba bicara dengan serius dan suara berat.  Clayandra sedikit terkejut mendengar perubahan suara dokter Freddy, namun dia mengabaikannya.  Clayandra hanya fokus pada ucapan dokter Freddy tentang keadaan Felicia.


“Ada apa, Dok, ada apa dengan keponakanku” desis Clayandra yang masih berusaha menenangkan dirinya.


“Honey, lebih baik kamu dengarkan dulu penjelasan dokter Freddy, walau bagaimana pun kamu satu satunya orang yang bisa membuat keputusan terkait masa depan Nona Muda” ucap Chris dengan lembut namun terasa begitu menyakitkan bagi Clayandra.


“Chris …..” desis Clayandra yang semakin merasa khawatir.  Chris hanya tersenyum lembut, lalu menuntun Clayandra ke sebuah ruangan yang lain, dimana dokter Freddy sudah lebih dulu masuk ke dalam ruangan itu.


Clayandra akhirnya mengikuti langkah Chris dengan berat hati, dan saat Chris membawanya duduk di sofa yang ada di ruang kerja dokter Freddy, Clayandra menolaknya.  “Sebenarnya ada apa ini” desis Clayandra yang sudah tidak mampu lagi menahan rasa khawatirnya.


“Duduklah dulu, Nona” ucap dokter Freddy, membuat Clayandra mau tidak mau kembali mengikuti kemauan sang dokter itu.

__ADS_1


Dokter Freddy menghela nafas sebentar sebelum dia mulai berbicara dengan Clayandra, “Sebenarnya keadaan Nona Felicia saat ini sudah baik baik saja dan cukup stabil.  Transfusi juga sudah kita lakukan, hingga sekarang Nona Felicia bisa beristirahat dengan baik” ucapnya membuka pembicaraan sambil menatap Clayandra.


“Lalu mengapa kalian melarang aku untuk menemui Feli, jika keadaannya baik baik saja” tanya Clayandra dengan tidak sabar.


“Kami tidak melarangmu, Nona Clay, kami hanya ingin kamu mengetahui keadaan Nona Felicia saat ini.  Secara fisik, Nona Felicia memang sudah baik baik saja, hanya saja masalah utamanya sekarang adalah Nona Felicia kehilangan ingatannya” ucap dokter Freddy.


“Ke kehilangan ingatan?, ma maksud Anda Dok, tolong diperjelas, Dok” ucap Clayandra dengan terbata bata saking terkejutnya dia mendengar kata kata dokter Freddy.


“Aku masih belum melakukan observasi secara menyeluruh, namun, saat dia membuka mata tadi malam, Nona Felicia benar benar tidak tahu siapa dirinya dan bagaimana semua kejadian semalam.  Aku dan istriku sudah berusaha sedikit mengingatkannya, namun dia benar benar lupa, termasuk pada nama dan asal usulnya” ucap dokter Freddy yang membuat tubuh Clayandra yang semula tegang menjadi luruh seketika.


Chris yang ada di samping Clayandra segera menopang tubuh wanita itu dan menyandarkannya di dadanya.  “La lalu, seberapa parah keadaannya, dok” desis Clayandra setelah sedikit tenang.


“Untuk saat ini, hanya itu yang bisa aku sampaikan, aku masih belum bisa melakukan pemeriksaan lebih jauh.  Dan untuk kasus amnesia seperti yang dialami oleh Nona Felicia sangat tidak bisa diprediksi.  Bisa saja dia kehilangan ingatannya untuk sementara, beberapa bulan atau tahun, dan bahkan bisa selamanya jika tidak ada hal yang bisa memicu dirinya untuk mengingat kembali” sahut dokter Freddy yang kembali membuat dada Clayandra terasa sesak.


Namun, Clayandra berusaha untuk menguatkan hati, dekapan hangat dari Chris juga memberinya sedikit kekuatan.  “Aku akan menemuinya, siapa tahu itu bisa membuatnya kembali mengingat lagi” desis Qiandra dengan suara lemah.


“Honey, apa kamu yakin” tanya Chris dengan suara sendu.


“Walau bagaimana pun, aku harus menemuinya, Chris, entah Feli mengingatku atau tidak” ucap Clayandra perlahan berusaha berdiri.


“Nona Clayandra, apakah Anda yakin akan menemui Felicia dan membuat ingatannya kembali” tanya dokter Freddy dengan suara berat membuat Clayandra kembali terkejut.


“A apa maksud Anda, Dok” tanya Clayandra dengan kening mengernyit.  Sungguh, tidak ada hal lain yang ingin Clayandra lakukan saat ini selain berlari dan memeluk tubuh keponakan kecilnya itu.  Keponakan yang saat ini menjadi satu satunya keluarga yang dia miliki.


“Honey, maksud dokter Freddy adalah apa kamu yakin akan membiarkan Nona Muda mengingat kembali tentang keluarganya dan bahkan kejadian tragis semalam yang bahkan untuk kita berdua saja terasa sangat berat” ucap Chris dengan nada rendah.  Chris tidak ingin Clayandra menjadi emosi dan berpikir pendek sehingga membuat keputusan yang salah.


“Chris …..” desis Clayandra dengan tatapan penuh tanya pada sang kekasih.


“Duduklah dulu, Nona Clayandra, mari kita bicarakan semuanya dengan tenang.  Aku hanya tidak ingin Anda merasa menyesal di kemudian hari” kembali dokter Freddy berbicara dan membuat Clayandra tertegun lagi.  Namun, tak urung Clayandra mengikuti kata kata dokter Freddy dan kembali duduk.


"Tolong, jelaskan semuanya, Dok, jangan menyembunyikan apapun dariku” ucap Clayandra dengan suara lemah.


“Nona Clayandra, …" baru saja dokter Freddy mulai berbicara sudah di potong oleh Clayandra.


“Panggil saja aku Clay” potong Clayandra yang merasa agak tidak nyaman terus dipanggil Nona oleh dokter Freddy.


“Baiklah, Clay, bisakah kamu tenang dulu, aku akan menjelaskan semuanya padamu.  Tapi ku mohon jangan potong penjelasanku, agar kamu bisa mengerti maksudku” ucap dokter Freddy yang dijawab Clayandra dengan anggukan kepala.  Sementara tangan wanita itu digenggam Chris dengan erat seolah memberi kekuatan bagi Clayandra.


“Felicia mengalami cidera di bagian kepala yang membuatnya kehilangan ingatannya.  Menurut yang pernah aku pelajari amnesia yang dialami Felicia sangat berpeluang menjadi amnesia permanen karena peristiwa yang dialami olehnya tadi malam adalah peristiwa yang tidak ingin diingatnya lagi.  Sayangnya, jika dia ingin melupakan peristiwa semalam maka dia juga harus melupakan semua yang pernah dia alami seumur hidupnya hingga saat ini.  Dan dari apa yang sudah diceritakan oleh Chris kepadaku tadi malam, aku berfikir amnesia ini jauh lebih baik untuk Felicia dari pada dia harus terus menerus mengingat tentang peristiwa tragis pada keluarganya.  Karena jika dia tidak bisa menerima kejadian semalam dan terus menerus mengingatnya, bisa jadi hal itu akan mengganggu kejiwaannya” ucap dokter Freddy dengan panjang lebar.

__ADS_1


__ADS_2