PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
DUA RATUS TUJUH BELAS


__ADS_3

“Dokter kandungan dan aku merekomendasi untuk operasi cesar, ini jauh lebih aman untuk


Qiandra.  Hal inipun tidak boleh disampaikan padanya, agar tidak memicu traumanya. Kami akan memberikan bius total untuknya, tanpa dia sadari.  Tugasmu mengalihkan perhatiannya, dan buat dia masuk dalam alam bawah sadar dengan pikiran bahagia


dan harapan terbaik” ucap dokter Albert.


Dean sempat terpaku mendengar penjelasan dokter Albert.  Walaupun resiko ini memang sudah mereka prediksi jauh jauh hari, namun


saat menghadapinya secara langsung, tetap saja hal itu menjadi berat.  Namun, Dean tidak punya banyak waktu untuk berpikir, dia hanya mengangguk, “Lakukan yang terbaik, apapun yang terjadi selamatkan Qiqiku” ucapnya penuh harap pada sang sahabat.


“Ingat, jangan pernah berhenti berbicara dengannya, agar dia tidak tersesat dan memilih berada dalam alam bawah sadarnya, trauma yang pernah dia alami benar benar harus kita waspadai” ucap dokter Albert sebelum akhirnya melangkah meninggalkan Dean yang terpaku seorang diri.


Dean tercenung mendengar kata kata sahabatnya itu, sesaat dia menarik nafas panjang, dan berusaha menetralkan perasaannya, “Charles, ku harap kamu tidak merebut dia lagi, biarkan Qiqi merasakan bahagia bersama denganku” desisnya.  Baru kali ini Dean berucap untuk Charles,


kecemburuannya pada bayang laki laki itu membuatnya segan bahkan sekedar menyebut namanya.


Namun, kata kata dokter Albert menyadarkan Dean kalau sang istri pernah punya masa lalu yang sangat bahagia bersama laki laki lain.  Laki laki yang saat ini sudah berbeda alam namun masih melekat di hati sang istri.  Dean sendiri masih belum begitu percaya diri kalau Qiandra akan memilih dirinya, jika wanita itu


dihadapkan pada dua pilihan.  Dean sendiri bisa menyaksikan besarnya cinta wanita itu pada almarhum suaminya.


Setelah merasa dirinya cukup tenang, barulah Dean kembali masuk ke dalam ruang operasi.  Dean langsung bergegas menghampiri Qiandra dan kembali menggenggam tangan wanita itu.  “Honey, maafkan aku terlalu lama meninggalkan dirimu, ini semua terasa begitu meneggangkan bagiku, hingga pencernaanku juga terasa terganggu” ucapnya dengan wajah sendu.


Semua petugas medis yang ada dalam ruangan itu segera bergegas bergerak dan melaksanakan tugas masing masing, saat dokter Albert memberikan kode pada mereka.  Dean terus bebrbicara kepada Qiandra, sementara Qiandra sendiri merasa dirinya tiba tiba sangat lelah dan mengantuk.  Qiandra ingin membalas kata kata Dean, namun bibirnya tidak mampu digerakkannya.  Qiandra masih bisa mendengar Dean yang terus berbicara padanya dan mengingatkannya tentang semua kenangan indah yang mereka lalui bersama.


Namun, tiba tiba Qiandra tercekat saat melihat seorang laki laki berdiri di samping Dean dengan senyum teduh yang begitu dirindukannya.  “Kak Charles, .....” desis Qiandra dengan air mata perlahan mengalir


dipipinya.

__ADS_1


Charles tersenyum pada Qiandra, dia sedang menggendong seorang bayi di tangannya.  “Qi, sudah saatnya aku kembali menyerahkan


bayi ini untukmu, sekarang kamu sudah mampu menjaga dan melindunginya.  Selama ini, aku sengaja mengambilnya darimu,


karena aku tidak ingin menambah bebanmu dalam menjalani hari harimu.  Tapi sekarang, sudah saatnya kamu kembali bersama dengannya.  Terima kasih untuk semua keputusanmu, semua itu membuat langkahku terasa semakin ringan.  Jalani hari harimu dengan bahagia, nikmati semuanya, dia teramat sangat mencintaimu” ucap Charles sambil menatap ke arah Dean.


Terlihat jelas di mata Qiandra kalau Dean sedang menangis, bahu laki laki itu bahkan terguncang hebat.  Bibir Dean terus menerus


memanggil nama Qiandra, rasa takut kehilangan terlihat jelas di wajah laki laki


itu.  Qiandra tersenyum dan menganggukkan


kepala pada Charles, “Kak Charles benar, aku bisa merasakan cintanya, terima kasih sudah menjaga putra kita Kak, selanjutnya aku akan menjaganya.  Doakan kami agar bisa menjaga dan mendidik dia menjadi anak kebanggaan” ucap Qiandra pada Charles.


Charles tersenyum, lalu dia mengecup kening Qiandra dengan lembut, “Selamat tinggal,


Qiandra tersenyum menatap kepergian Charles, “Selamat jalan, Kak, bahagialah selalu di alammu” ucapnya.  Sesaat kemudian bayang Charles menghilang dari hadapan Qiandra, dan Qiandra merasakan semuanya tiba tiba menjadi gelap.


“Qi, Qi, ku mohon Honey, bukalah matamu, lihatlah, putra kita merindukan dirimu, kami menunggumu, Honey, tolong buka matamu” seruan itu terus berulang ulang menerpa telinga Qiandra.  Membangunkan jiwanya yang terasa sangat damai, tangisan bayi yang begitu nyaring seolah menarik kesadaran


wanita itu sehingga seketika membuka matanya.


“Qi, oh, Ya Tuhan, Albert, ......” seruan kepanikan itu memenuhi ruang tempat Qiandra terbaring saat ini.  Qiandra segera


meraih genggaman tangan laki laki yang terlihat sangat panik itu.


“Love, Love, tenanglah, aku disini” ucap Qiandra berusaha menenangkan Dean.

__ADS_1


“Honey, Honey, oh syukurlah, kamu sudah sadar, kamu benar benar membuat jantungku hampir berhenti berdetak” seru Dean.  Saat itu juga beberapa tim medis segera memeriksa keadaan Qiandra.


“Welcome back, Mom, lihatlah putramu, sepertinya dia lebih tenang dibandingkan dengan daddynya” ucap dokter Albert yang terkekeh melihat kepanikan sang sahabat.  Dokter Albert tidak memperdulikan tatapan


membunuh dari sang raja, dia malah dengan santai mengambil bayi dari box bayi dan menyerahkannya ke tangan Qiandra.


“Terima kasih, Kak” ucap Qiandra seraya meraih bayi mungil itu ke dalam dekapannya, “Love, putra kita” ucapnya dengan air mata yang kembali mengalir di pipinya.


“Ya, putra kita, Honey, terima kasih karena sudah berjuang untuk membawanya lahir ke dunia ini” ucap Dean yang tak kalah bahagia dengan sang istri.  Mereka berdua begitu terpesona dengan ketampanan sang putra mahkota yang sedang terlelap dengan begitu tenang.  Mereka bahkan tidak menyadari saat seluruh keluarga sudah berada dalam ruangan itu.


“Selamat, Feli sayang, akhirnya aku bisa menjadi uncle juga” suara Dika akhirnya menyadarkan kedua insan yang sedang diliputi kebahagiaan itu.


“Eh, Kakak, terima kasih Kak, oh astaga, kalian semua ada disini” seru Qiandra saat menyadari kalau seluruh keluarganya sudah berkumpul di ruangan itu, termasuk daddy Walt.


“Selamat Nak, atas kelahiran putramu, dan terima kasih, sudah memberikan penerus untuk Zacharias” ucap daddy Walt.


“Terima kasih, Dad, suatu kebahagiaan dan kebanggan bagiku bisa memberikan penerus bagi kerajaan ini” ucap Qiandra.  Setelah itu,


semua orang bergantian mengucapkan selamat pada Qiandra dan Dean, walaupun


keadaan sang raja itu terlihat jauh lebih acak acakan daripada sang ibu yang baru melahirkan.  Namun tidak ada yang berani berkomentar, semua orang bisa memaklumi bahkan kagum dengan ketulusan dan cinta sang raja yang begitu besar pada ratunya itu.


Dean sendiri baru bisa bernafas lega saat Qiandra sudah membuka matanya.  Kepanikan Dean mencapai puncak saat mendengar bibir sang istri menyebut nama almarhum suaminya.  Saat itu Dean menyadari kalau Charles sedang menemui Qiandra,  Dean benar benar berharap sang istri tidak memilih meninggalkan dirinya.  Karena dalam pikiran Dean, pastilah Charles


berusaha membujuk Qiandra untuk mengikuti dirinya.


Karena itu, saat Qiandra sudah membuka matanya, Dean benar benar merasa bahagia.  Karena hal itu membuktikan bahwa Qiandra

__ADS_1


benar benar telah memilih untuk hidup bersama dengannya.  Dean tidak pernah tahu kalau Charles justru selalu meminta Qiandra untuk bertahan dan merasakan bahagianya di dunia ini.


__ADS_2