PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
DELAPAN PULUH SATU


__ADS_3

Asisten Vian yang semula ingin menjenguk Qiandra membatalkan niatnya, setelah dia hampir dihajar oleh dokter Albert.  Dalam hal ilmu bela diri sebenarnya kemampuan


asisten Vian tidak kalah jika dibandingkan dengan kemampuan dokter Albert.  Namun, diantara mereka bertiga, asisten Vian adalah yang paling muda, disamping itu, dokter Albert pula yang dulu memperkenalkannya pada Dean.


Karena itulah, walaupun dalam keseharian terlihat kalau asisten Vian lebih berwibawa dari dokter Albert dan bahkan sering menarik


dokter Albert jika kadar usilnya sudah diluar batas.  Namun, dalam saat-saat tertentu, asisten Vian tetap menghormati dokter Albert yang sudah dianggapnya sebagai kakak keduanya setelah Dean.


Dan saat ini, asisten Vian benar-benar merasa bersalah dan merasa bertanggung jawab terhadap semua kejadian yang menimpa Qiandra hari ini.  Walaupun Dean sama sekali tidak menyalahkan dirinya, namun asisten Vian tetap merasa semua ini karena kelalaiannya.


Para pengawal yang diperintahkannya menjaga Qiandra terlambat  tiba di lokasi butik karena asisten Vian terlambat mengirimkan lokasi Qiandra.  Dia hanya sempat meminta mereka bersiap-siap, namun saat tiba di perusahaan dan melihat  bahwa para peserta rapat telah siap, asisten Vian lupa mengirimkan lokasi Qiandra.   Asisten Vian baru mengirimkan lokasi Qiandra saat rapat sudah hampir berakhir.


Karena itulah mereka tiba hampir bersamaan di butik Qiandra sesaat setelah mendengar laporan petugas keamaanan.  Karena jarak antara butik dan perusahaan Dean memang lebih dekat jika dibandingkan dengan jarak antara butik dan markas tempat orang-orang asisten Vian bersiap.


Sayangnya, kehadiran mereka sudah hampir terlambat, karena Qiandra sudah sempat jatuh ke tangan Daniel.  Hal tersebut tidak hanya membuat Dean meradang, tapi juga asisten


Vian.  Hatinya terasa sangat marah saat


melihat wanita yang sangat dihormatinya itu terkulai tak berdaya dalam pelukan laki-laki lain.


Untungnya saat itu asisten Vian cukup bisa mengontrol emosinya, sehingga dia tidak langsung menyerang Daniel.  Walaupun asisten Dika sempat dihajar hingga babak belur karena berusaha menghalangi mereka.  Asisten Vian mengusir mereka karena dia tidak ingin lepas kontrol jika terlalu lama melihat Daniel dan asisten Dika.


Jika menuruti kata hatinya dan kemarahannya, asisten Vian ingin menghajar Daniel hingga babak belur dan bahkan mengakhiri nyawa laki-laki itu.  Namun, dia sadar jika hal itu sampai terjadi, maka akan ada banyak masalah yang muncul kemudian, terutama dalam hal kredibilitas Dean.  Karena itulah, asisten Vian lebih memilih melepaskan Daniel dan asisten Dika.


Memang jika dibandingkan diantara Dean dan dokter Albert, asisten Vian adalah yang paling sabar dan paling bisa berpikir rasional dalam


saat-saat kritis.  Tidak bisa dipungkiri, kalau asisten Vian memang sangat sering menyelamatkan baik Dean maupun dokter


Albert dari berbagai masalah saat mereka masih sekolah.  Dan hal itulah yang membuat daddy Walt merasa aman melepaskan Dean kemanapun, jika ada asisten Vian bersama dengan Dean.


Asisten Vian memilih meninggalkan rumah sakit mewah itu dan kembali ke perusahaan untuk mengatur pengamanan yang lebih ketat untuk Qiandra.  Asisten Vian mengikuti perintah Dean untuk menjadikan keamanan Qiandra sebagi prioritas utamanya.  Asisten Vian tidak ingin kejadian hari ini sampai terulang kembali pada sang Nyonya Muda.


Setelah tiba di kantor pusat PT. Zacharias, asisten Vian langsung menekan interkom dn memanggil seseorang untuk masuk ke


ruangannya.  Tidak berselang lama, pintu


ruangan asisten Vian diketuk dari luar, “Masuk” seru asisten Vian.


Seorang laki-laki dengan tubuh tegap dan garis wajah tegas dan dingin, melangkah masuk ke dalam ruangan asisten Vian.  “Selamat siang, Tuan” sapa laki-laki itu sambil membungkukkan badannya.


“Alex, kamu sudah mendengar kan apa yang terjadi hari ini terhadap Nyonya Muda” tanya asisten Vian tanpa basa basi.


“Ya, Tuan, maafkan keterlambatan kami, anak-anak sudah berusaha secepat mungkin menuju lokasi” ucap Alex, sambil kembali membungkuk


lagi.


“Bukan salah kalian, aku yang salah karena terlambat mengirimkan lokasi untuk kalian” sahut asisten Vian.  Asisten Vian bukan tipe orang yang suka melemparkan kesalahan pada orang lain.  Bagi asisten tampan ini, jika itu memang kesalahannya maka dia akan


mengakuinya dan bertanggung jawab atas akibat perbuatannya.  Walaupun sebenarnya sangat mudah baginya untuk menyalahkan para bawahannya, tapi asisten Vian tidak mau melakukan hal itu.


Laki-laki yang dipanggil asisten Vian dengan nama Alex adalah pemimpin tim keamanan pribadi Dean.  Laki-laki ini bertanggung jawab penuh atas keselamatan Dean, dan sekarang dia juga bertanggung jawab atas keselamatan Qiandra.  Namun, Alex tidak bisa selalu bersama dengan Dean, karena Dean tidak suka jika harus selalu diikuti oleh bodyguard.


Hanya asisten Vian yang hampir selalu berada disamping Dean kemana dan dimana pun presidir tampan itu.  Oleh karena itu, segala informasi yang berkaitan dengan keselamatan Dean selalu melalui asisten Vian.  Selain itu,


seluruh urusan keamanan memang sudah diserahkan sepenuhnya oleh Dean pada

__ADS_1


asisten Vian.  Sehingga, seluruh pasukan hanya akan taat pada perintah Dean dan asisten Vian saja.  Bahkan, dokter Albert sekalipun tidak bisa memerintahkan mereka, jika itu berkaitan dengan keselamatan Dean.


“Sekarang, kita harus memperketat keamanan untuk Nyonya Muda, aku yakin kamu sudah sangat mengenal watak Daniel.  Kejadian hari ini pasti tidak akan dibiarkannya begitu saja, aku sangat yakin laki-laki itu pasti akan melakukan pembalasan.  Jadi, sekarang pikirkan cara untuk melindungi Nyonya Muda juga Tuan Dean, tentunya tanpa harus membuat mereka merasa terganggu.  Karena Nyonya Muda akan merasa ketakutan dan panik jika kita menempatkan banyak bodyguard


disekitar dirinya” lanjut asisten Vian lagi.


“Baiklah, saya akan menempatkan sepuluh bodyguard bayangan terbaik di sekitar Nyonya Muda, lalu bagaimana dengan Tuan Dean, sementara ini sudah ada lima bodyguard bayangan seperti biasanya, apakah masih perlu ditambah lagi” ucap Alex.


“Untuk Nyonya Muda, kurasa sepuluh bodyguard terbaik sudah cukup, tapi jika ada hal yang mencurigakan, mereka harus segera


menyelesaikannya tanpa menarik perhatian Nyonya Muda, atau buat seperti masalah yang tidak ada kaitannya dengan dirinya.  Nyonya Muda harus dihindari dari berbagai kekacauan yang dapat memancing kepanikannya, jadi pengamanan atas dirinya harus benar-benar dalam operasi senyap” ucap asisten Vian.  Asisten Vian tetap tidak mau membuka rahasia keadaan Qiandra, walaupun itu kepada pemimpin keamanannya sendiri.  Asisten Vian tetap memegang teguh rahasia itu, sampai Dean sendiri yang memutuskan siapa saja yang boleh mengetahui keadaan Qiandra.


Alex mendengarkan perintah asisten Vian dengan seksama, sejenak keningnya mengernyit mendengar pesan dari asisten Vian.  Namun, sesaat kemudian dia mengangguk, menunjukkan kalau dia mengerti keinginan asisten Vian.  Alex tidak berani menanyakan alasan perintah asisten Vian, karena dia sudah biasa menerima perintah seperti itu.  Yang menjadi tugasnya hanya melaksanakan perintah saja, apapun alasan dari perintah itu, itu bukan urusannya.


“Lalu bagimana dengan Tuan Dean” tanya Alex lagi pada asisten Vian.


“Untuk Tuan Dean, jika dia sendiri, maka pengamanan lakukan seperti biasa, tapi jika dia bersama dengan Nyonya Muda maka aturan yang sama juga berlaku seperti saat kalian menjaga Nyonya Muda.  Hanya saja, kamu harus menambah lima orang lagi bodyguard untuk Tuan Dean, dan kalian harus selalu memonitor dimana Tuan berada, agar jika ada bentrokan, kalian bisa segera mengirimkan bantuan” sahut asisten Vian dengan tegas.


“Baik, Tuan, akan saya laksanakan” sahut Alex seraya membungkukkan badannya.


“Alex, apa kamu sudah mengetahui siapa dibelakang Daniel” tanya asisten Vian.


“Ada informasi yang sudah saya dapatkan, tapi masih belum akurat, Tuan, karena itu saya masih belum melaporkannya, mereka sangat pandai menutupinya” sahut Alex.


“Apa informasi yang kamu dapatkan” tanya asisten Vian dengan rasa penasaran.


“Mafia, Tuan, dan sepertinya.....” Alex menghela nafas sejenak dan terlihat ragu untuk melanjutkan kata-katanya.


“Sepertinya apa, jangan tutupi apapun, Alex” desis asisten Vian yang merasa tidak sabar dengan informasi yang disampaikan oleh Alex.


“Katakan saja” ucap asisten Vian dengan tegas, matanya menatap Alex dengan tajam, membuat Alex menjadi sedikit gelisah.


“Daniel adalah...... pimpinan dari mafia ini” ucap Alex dengan perlahan.


“What!!!, bagaimana bisa kamu menyembunyikan informasi sepenting ini, kamu tahu ini berarti nyawa Nyonya Muda dan Tuan Dean benar-benar dalam bahaya, karena mereka telah berurusan langsung dengan


Daniel”  seru asisten Vian, dia memukul meja kerjanya dengan keras seraya berdiri dan menatap Alex dengan intens.


“Maafkan saya, Tuan, informasi ini baru saja saya dapatkan tadi sebelum Anda memanggil saya, dan saya benar-benar belum sempat


mengkonfirmasi kebenarannya” sahut Alex, dia cukup terkejut melihat reaksi asisten Vian.  Alex memang tidak pernah mau memberikan informasi yang belum terbukti kebenaran dan keakuratannya.  Dia tidak mau memberikan informasi hanya berdasarkan dugaan saja.


Asisten Vian mendesah kasar, dia kembali duduk dan berusaha menenangkan dirinya.  Apa yang disampaikan oleh Alex sangat mengejutkan dirinya, selama ini asisten Vian


menduga kalau Daniel didukung oleh sekelompok mafia.  Asisten Vian tidak menduga kalau seorang Daniel justru pemimpin dari kelompok mafia itu.


“Alex, tahukah kamu kalau Daniel tergila-gila dan bahkan terobsesi dengan Nyonya Muda, dia sanggup melakukan apapun untuk memiliki


Nyonya Muda, termasuk kejadian hari ini.  Jika benar Daniel adalah pemimpin mafia itu, maka hal itu berarti nyawa Tuan Dean dan Nyonya Muda benar-benar dalam bahaya besar.  Sekarang juga, perintahkan orang-orang kita


untuk segera melindungi mereka berdua, jangan lengah sedikitpun” ucap asisten


Vian.


Rasa khawatir benar-benar tidak bisa disembunyikan dari wajah tampan asisten Vian.  Namun, seperti biasa, dia berusaha tetap tenang agar bisa berpikir jernih dan membuat

__ADS_1


keputusan yang tepat.  Alex sendiri segera menghubungi anak buahnya dan memerintahkan mereka untuk lansung menuju


rumah sakit untuk melindungi Dean dan Qiandra.


“Bagaimana dengan Resti” tanya asisten Vian pada Alex setelah dilihatnya Alex telah selesai memberikan perintah pada anak buahnya.


“Kejadian hari ini sepertinya sudah sampai padanya, Tuan, dan menurut orang dalam, setelah mendengar berita itu, dia sedang mengurung diri dalam kamarnya.  Bahkan pelayan pun semuanya diperintahkan untuk menunggu di luar kamar utama” ucap Alex lagi.


“Hah, dia pasti sedang menyusun rencana untuk mempermalukan Nyonya Muda dihadapan seluruh keluarga besar Tuan Dean.  Wanita iblis itu pasti akan melakukan segala


cara untuk menjatuhkan siapapun yang menjadi pendamping Tuan Dean.  Tetap awasi semua gerak geriknya, jangan terkecoh dengan tipu muslihatnya” ucap asisten Vian dengan tegas.


Asisten Vian dan Alex sangat menghormati Dean dan Qiandra serta seluruh keluarga besar Dean.  Tapi terhadap Resti, mereka sama sekali tidak menaruh hormat, bagi mereka Resti tidak jauh beda dengan wanita murahan lainnya yang sanggup menghalalkan segala cara hanya untuk meraih keinginannya.


Bahkan di tengah berbagai acara resmi, asisten Vian juga dokter Albert sama sekali tidak menaruh hormat pada Resti, itupun kalau mereka bertemu.  Karena seperti juga Dean,


asisten Vian dan dokter Albert selalu menghindar jika mengetahui Resti akan


hadir dalam suatu acara.  Berbeda dengan


Alex, walaupun dia tidak menaruh hormat pada Resti, tapi jika di forum dia tetap bersikap profesional dan menghormati wanita itu sebagai istri dari daddy Walt.


“Baik, Tuan, orang dalam kita selalu memberikan laporan yang akurat bakan dilengkapi dengan rekaman  CCTV, jika ada kejadian yang di luar kebiasaan” sahut Alex lagi.


“Jadi, dia masih melakukan kebiasaan lamanya itu” tanya asisten Vian lagi.


“Benar, Tuan, liburan dan berbelanja, sudah menjadi rutinitasnya” sahut Alex lagi.


“Dan laki-laki” tanya asisten Vian tanpa ragu namun dengan nada sinis.


“Tidak ada yang serius, dia memang suka bergonta ganti pasangan, terutama berondong baru, jadi tidak ada yang terikat secara khusus


dengannya” sahut Alex lagi.


“Dasar wanita menjijikkan, secantik apapun jika moral dan etikanya seperti itu, diberi pun aku tidak akan mau menikah dengannya” ucap


asisten Vian dengan sedikit bergidik.


“Eh memang Tuan ada rencana ingin menikah” tanya Alex yang membuatnya mendapatkan lemparan pena dari asisten Vian.


“Kamu kira aku sudah belok, hah, ya jelaslah aku ingin menikah, tapi aku akan menikah jika Tuan Dean sudah benar-benar bahagia dan


aman, paling tidak sudah memiliki keturunan” sahut asisten Vian.


“Dengan wanita kan Tuan akan menikah” tanya Alex dengan wajah polosnya.


Mata asisten Vian membesar dan menatap Alex dengan tajam, Alex hanya tersenyum tipis.  Alex tahu kalau asisten Vian sangat normal, namun kesetiaannya pada Dean membuat laki-laki itu selalu menghindar menjalin hubungan dengan wanita.  Karena itulah Alex berani menggoda asisten Vian karena memang mereka sudah seperti sahabat, walaupun Alex tetap menghormati asisten Vian sebagai atasannya.


“Kamu tahu kan jalan keluar dari ruangan ini, atau kamu perlu dikeluarkan melalui jalan pintas” desis asisten Vian melihat wajah Alex


yang sumringah karena berhasil menggodanya.


“Ah, baiklah, Tuan, saya permisi dulu” sahut Alex masih dengan senyum mengembang di bibirnya, lalu dia melangkah menuju pintu, “Kalau setengah wanita, setidaknya temukan yang sempurn ya Tuan” ucapnya lagi saat


akan menutup pintu ruangan asisten Vian.

__ADS_1


“Alexxxx!!!!!” seru asisten Vian yang masih sempat terdengar oleh Alex sebelum dia menutup rapat pintu ruangan asisten Vian.


__ADS_2