PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
LIMA PULUH ENAM


__ADS_3

Di sebuah mansion yang sangat megah bahkan terlihat lebih mirip sebuah istana, seorang wanita terlihat berdiri dengan wajah geram.  Wanita cantik dengan tubuh dibalut pakaian  mewah dari merk terkenal, menatap jauh keluar jendela besar yang ada dihadapannya.


Dalam kamar mewah yang hanya ditempati olehnya sendiri, wanita itu seolah seperti ratu atas semua kemewahan yang ada di  sekitarnya.  Namun, saat ini wanita itu  terlihat penuh dengan kemarahan, beberapa kali dia menghela nafas berat seolah berusaha menenangkan diri.


“Dimana kamu, tua bangka, mengapa teleponku tidak pernah diangkat, apa sebegitu sibuknya dirimu mengurus pernikahan itu, hingga kamu tidak punya waktu bahkan hanya untuk  mengangkat telephonku.  Awas saja nanti,


kamu harus bersujud memohon pengampunanku, beraninya kamu menyembunyikan hal sebesar ini dariku” bisik wanita itu dalam hati.


Wanita itu mengangkat tangannya, lalu seorang pelayan segera melangkah mendekatinya, “Ya, Nyonya” ucap pelayan itu dengan wajah  tertunduk.  Tidak ada satu pelayanpun berani menatap langsung wajah sang nyonya mansion megah ini.  Karena sang nyonya tidak akan segan memecat pelayan manapun yang berani mengangkat kepala dihadapannya.


“Hubungi Tuan Besar lagi” ucap wanita itu dengan suara dingin, membuat si pelayan segera mengambil phonsel sang nyonya dan menghubungi Tuan Besar sesuai yang diperintahkan padanya.


Beberapa saat, terdengar nada sambung namun masih belum ada yang mengangkat telephone itu.  Hingga pada dering terakhir terdengar sahutan di seberang, “Ya, hallo” sapa suara di seberang.


Sang nyonya segera merebut phonsel itu dari pelayannya, “Dad, dimana kamu sekarang, mengapa kamu tidak memberitahukan perjalananmu kepadaku” seru nyonya rumah itu dengan kesal, matanya melirik tajam pada


pelayannya membuat pelayan itu segera melangkah keluar dari kamarnya dan  meninggalkan sang nyonya.


“Hei, tumben kamu ingin tahu perjalananku, Risty, biasanya juga kamu tidak pernah perduli, dan bukankah kamu justru merasa senang jika aku bepergian, lalu mengapa tiba-tiba kamu ingin tahu kemana dan dimana aku sekarang” sahut suara di seberang tanpa menjawab pertanyaan dari sang nyonya yang ternyata adalah Risty Alexandra, istri dari Walt Zacharias, ibu tiri dari Dean Walt Zacharias.


“Jangan banyak bicara, Dad, jawab saja pertanyaanku, dimana kamu sekarang” sahut Risty dengan ketus.


“Aku rasa bukan hal yang penting bagimu, dimanapun aku sekarang, lagipula aku merasa tidak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaanmu, sudahlah, aku lelah, bukankah katamu aku ini hanya si tua bangka, jadi sekarang karena aku seorang tua bangka maka aku harus berisitrahat secepatnya” sahut suara yang tak lain dari Walt Zacharias, lalu laki-laki paruh baya itu segera menutup panggilan telepon itu.


“Dad, daddy…..” seruan Risty sama sekali tidak berarti, karena panggilan itu sudah terputus.  Dengan kesal, Risty melemparkan phonsel mahalnya dengan sembarangan, membuat benda pipih dengan harga fantastis itu hancur berkeping-keping.  Tangannya mengepal dengan kemarahan yang meledak-ledak.

__ADS_1


“Kamu sudah berani bersekongkol dengan anakmu rupanya, apa kalian pikir aku akan membiarkan pernikahan ini.  Hah, jangan harap kamu bisa bahagia, Dean, kamu hanya boleh bahagia jika hidup di sisiku.  Kalian berdua, ayah dan anak, harus bersujud di hadapanku dan menyerahkan semua yang kalian miliki kepadaku.  Aku tidak akan membiarkan ada wanita lain diantara kita, hanya aku, hanya aku saja sang ratu kalian” desis Risty dengan kesal.


Wanita itu kembali menatap keluar jendela kamar mewahnya, hatinya benar-benar bergemuruh menahan amarah yang meledak-ledak.  Wajah dingin dan memerah itu benar-benar menunjukkan sebesar apa kemarahan seorang Risty Alexandra saat ini.  Seandainya bukan Walt Zacharias dan Dean yang  menyebabkan kemarahannya, maka saat ini juga dia akan menghancurkan orang yang  membuatnya semurka ini.


Risty sangat mencintai dan mengagumi Dean, dia sangat bahagia saat dirinya berhasil menjadi kekasih Dean.  Bahkan dia rela membuang Daniel yang sudah cukup lama menjadi kekasihnya, karena saat itu Daniel hanyalah seorang pemuda yang lebih suka berkelana.  Baginya Daniel bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan Dean, pewaris tunggal tahta Zacharias.


Namun, Risty cukup khawatir saat melihat sikap Dean terhadapnya, walaupun laki-laki itu telah resmi menjadi kekasihnya.  Dean tak pernah sekalipun mengijinkan Risty memasuki area pribadinya, dan Dean sangat teguh dengan prinsip hidupnya.   Dean selalu menjaga batasan hubungan keduanya, sehingga Risty merasa dia hanya diperlakukan sebagai seorang teman saja bagi laki-laki itu.


Dean tidak pernah sekalipun menyentuh Risty secara berlebihan, selain hanya kecupan di kening saja.  Walaupun Risty telah berulang kali menggodanya dan memberikan sinyal agar Dean mau menyentuhnya lebih jauh.  Namun laki-laki itu tetap tidak perduli, tidak jarang Dean malah membuka jasnya dan menutupi pakaian Risty  jika dianggapnya terlalu terbuka, padahal mereka hanya berdua saja.  Dan pada  akhirnya, Risty perlahan mulai menyadari kalau Dean tidak sepenuhnya mencintai dirinya, Dean hanya mengaguminya.


Hal inilah yang membuat kekhawatiran Risty semakin besar, terlebih saat dia mendengar kalau ibu Dean merasa keberatan dengan hubungan mereka.  Risty semakin panik, dia  berusaha merayu Dean agar mau membawanya ke mansion mewah itu, untuk berkenalan  dengan keluarga Dean.  Risty ingin mencari celah kelemahan Dean melalui keluarganya, karena Risty yakin keluarga Dean pasti tidak akan menolak wanita sempurna seperti dirinya.


Dan karena didesak terus menerus akhirnya Dean mengalah dan mau membawa Risty masuk ke dalam mansionnya.  Risty sangat tahu kalau ibu Dean keberatan akan hal itu, bahkan wanita itu terang-terangan menolak keinginan Risty untuk tinggal di mansion itu.  Menurutnya, sangat tidak wajar seorang wanita yang belum terikat oleh apapun tinggal dalam satu atap dengan pria lain.


Risty masih berusaha tetap sabar, namun kesabarannya sampai pada titik puncaknya, saat ibu Dean menolak mengadakan pesta mewah untuk pernikahannya dan Dean.  Karena menurut ibu Dean, tradisi keluarga mereka adalah mengadakan pernikahan dengan sakral, bukan dengan pesta mewah.  Risty sangat tahu kalau itu hanya alasan dari ibu Dean, karena memang wanita ini tidak  menyukai Risty, hanya saja dia tidak ingin mengatakannya secara terang-terangan.


Saat itulah Risty menyadari, bahwa sampai kapanpun, segala putusan di dalam keluarga besar Zacharias, semuanya harus atas pertimbangan ibu Dean, sebagai nyonya besar keluarga itu.  Oleh sebab itu, Risty mengambil sebuah keputusan besar, untuk mengambil alih kekuasaan tersebut dari ibu Dean.


Risty berusaha mendekati Walt Zacharias, hingga pada satu waktu, dia berhasil menjebak Walt Zacharias untuk naik ke atas tempat  tidurnya.  Dan, dengan mudah dia memancing ibu Dean untuk menyaksikan semua itu, hingga wanita itu langsung terkena serangan jantung.


Walt Zacharias sangat marah pada Risty, namun sebuah ancaman Risty, membuat laki-laki paruh baya yang begitu mencintai istrinya itu, tak berdaya.  Walt Zacharias akhirnya  memutuskan untuk membiarkan Risty mengambil alih posisi ibu Dean, bahkan  keputusan ini dibuat dihadapan jenazah ibu Dean.


Risty sangat puas saat itu, dia langsung mengambil alih semua kekuasaan ibu Dean di mansion mewah itu.  Dalam hati kecilnya, sesungguhnya Risty sangat sedih saat melihat  tatapan kebencian dari Dean.  Dan memang  sejak saat itu, Risty tidak pernah bertemu Dean, bahkan sekalipun Dean tidak pernah menginjakkan kakinya di mansion mewah itu.


Risty mengacuhkan hal itu, dan berusaha fokus pada keingginannya untuk menguasai segala harta kekayaan keluarga Zacharias.  Dia sudah merancang untuk melenyapkan daddy Walt, namun hal itu masih belum dilaksanakannya.  Risty sangat yakin kalau dia bisa merayu Dean lagi jika daddy Walt sudah tiada, apalagi jika semua saham sudah atas namanya, Dean pasti tidak bisa menolaknya.

__ADS_1


Hingga saat ini Walt Zacharias belum memasukkan Risty dalam daftar ahli warisnya, apalagi menjadikan Risty sebagai salah satu pemilik saham di PT.Zacharias.  Risty telah berusaha membujuk bahkan mengancam, namun laki-laki tua itu sama sekali tidak bergeming.  Karena itulah, sampai saat ini Risty belum melakukan rencananya melenyapkan daddy Walt.


Semua ini membuat Risty merasa sangat kesal, namun, wanita cantik ini tetap berusaha bersabar.  Setidaknya saat ini, Risty telah menjadi penguasa mansion mewah ini, tak  satupun penghuni mansion ini bahkan sanak saudara Zacharias berani menentang dirinya.


Semua yang diperintahkan dan diputuskan oleh Risty, menjadi hal yang wajib dan harus dilaksanakan di dalam mansion itu.  Tidak satu orang pun berani menentang keinginannya, bahkan Walt Zacharias sekalipun.  Laki-laki paruh baya itu malah lebih sering mengurung diri di kamar pribadinya, atau melakukan perjalanan keluar kota.


Risty tidak perduli pada sikap Walt Zacharias, dia bahkan merasa senang karena tidak harus melayani laki-laki tua itu.  Karena sejujurnya, Risty merasa jijik dengan laki-laki tua itu, dia terpaksa menjebak Walt Zacharias hanya untuk mencapai ambisinya.


Bahkan sejak mereka menikah, Risty dan Walt Zacharias tidak pernah tinggal dalam satu kamar apalagi satu tempat tidur.  Risty yang merasa jijik dengan suaminya itu, merasa sangat bersyukur, karena tidak pernah sekalipun Walt Zacharias memintanya untuk melayani laki-laki itu.


Sayangnya, Risty tidak menyadari kalau Walt Zacharias tidak ingin berhubungan badan dengannya, semua itu karena laki-laki itu tidak  menginginkan Risty sampai mengandung.  Walt Zacharias tidak mau berada dalam dilema harus membagi warisannya dengan anak Risty.


Walt Zacharias sempat khawatir dulu setelah berhubungan dengan Risty, wanita itu akan hamil.  Namun, Walt Zacharias cukup bahagia karena setelah beberapa bulan, Risty tidak menunjukkan gejala kehamilan.


Hingga saat ini, kurang lebih tiga tahun sejak pernikahan mereka berdua, mereka tidak pernah sekalipun melakukan hubungan intim.  Jangankan berhubungan intim, bahkan untuk  saling menyapa saja mereka sangat jarang.  Mereka baru saling menyapa saat berada di forum keluarga, dan mereka memang tidak pernah muncul di muka umum, hanya di hadapan keluarga saja.


Baik Risty maupun Walt Zacharias merasa malu dengan pernikahan mereka, namun mereka tetap mempertahankan pernikahan ini dengan alasan masing-masing.  Dan keduanya  sama-sama tidak memperdulikan pasangannya, tidak hanya keperluan tetapi juga keberadaan pasangannya.


Karena itulah, Risty sama sekali tidak mengetahui kalau Walt Zacharias pergi menyusul Dean.  Dia begitu terkejut saat melihat pemberitaan tentang pernikahan Dean, dan dia melihat Walt Zacharias hadir mendampingi Dean.


Risty sungguh tidak menyangka kalau Dean akan menikah, karena dia tidak pernah mendengar Dean dekat dengan satu wanita pun.  Lalu bagaimana mungkin, Dean bisa tiba-tiba menikah bahkan di tempat yang sangat jauh.  Siapa wanita yang sanggup menaklukkan seorang Dean Walt Zacharias, membuat Risty terus bertanya-tanya.


Wanita cantik itu semakin tidak mengerti, saat Dean dengan bangga mengakui status wanita itu sebagai seorang janda.  Bagaimana mungkin seorang Dean Walt Zacharias bisa menikahi seorang janda.  Sementara di luar sana ada begitu banyak perawan yang mengharapkan cinta seorang Dean.


Ada begitu banyak pertanyaan yang bermunculan di dalam kepala Risty.  Dia bahkan tidak mengenal wanita yang menjadi istri Dean, wanita itu bukan seorang public figure.  Karena Risty sudah berusaha melacak tentang siapa Qiandra Zwetta Aldrich melalui internet namun dia tidak menemukan apapun  juga.  Lalu bagaimana, mengapa, dan dimana Dean bisa mengenal wanita itu, bahkan memutuskan menikahi wanita itu.

__ADS_1


“Jika ini hanya cinta sepihak, maka yakinlah, akan sangat mudah bagiku menghancurkannya, bahkan semudah membalikkan telapak tangan saja” desis Risty.  “Aku akan menghancurkan pernikahan kalian, dan mengusir wanita itu, jangan pernah bermimpi untuk menjadi nyonya Dean Walt Zacharias, posisi itu hanya boleh aku yang mengisinya, hanya aku” desisnya lagi dengan mengepalkan tangannya.


__ADS_2