PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
SERATUS TUJUH PULUH DELAPAN


__ADS_3

Qiandra merasakan seluruh tubuhnya remuk redam, dia perlahan membuka matanya dan menatap ke sekelilingnya.  Qiandra tertegun saat melihat Dika yang tertidur sambil duduk di sisinya.  Tangan laki laki itu masih  menggenggam tangan Qiandra dengan erat.


Tiba tiba Qiandra kembali merasakan pedih dan pahit saat mengingat kembali semua yang telah terjadi.  Air mata kembali mengalir dari sudut matanya, tangannya terulur mengelus perutnya, “Mommy tidak akan memisahkan kamu dari Daddymu, Sayang, Mommy tidak akan membiarkan kamu merasakan apa yang sudah Mommy alami selama hidup Mommy” bisik hati Qiandra.


Qiandra memang merasa cukup bahagia saat dia bisa menemukan kembali keluarga yang dikiranya telah tiada selama ini.  Namun, kenyataan pahit yang didengarnya hari ini membuat semua kebahagiaan itu hilang terhapus oleh kepedihan yang begitu dalam.  Qiandra juga menyadari bahwa dia akan dihadapkan pada dua pilihan, keluarga kandungnya atau suaminya sendiri.


Kepahitan yang sudah dirasakannya selama ini membuat Qiandra  mengambil keputusan dengan cepat.  Qiandra tidak ingin lagi perduli


pada hal lain, sejenak dia ingin bersikap egois dan memilih kebahagiaannya sendiri.  Qiandra sudah merasa sangat lelah menjalani kehidupannya yang penuh dengan air mata.


Isak Qiandra ternyata perlahan mengembalikan kesadaran Dika.  Laki laki itu menatap wajah Qiandra yang terlihat tenang walaupun masih pucat.  “Feli, maafkan Kakak, Kakak sungguh tidak ada maksud ingin merenggut kebahagiaanmu, Kakak hanya tidak ingin kehilangan kamu lagi” desis Dika dengan suara lembut.


Qiandra memalingkan wajahnya dan menatap ke arah Dika yang terlihat sangat kacau saat ini.  “Biarkan aku kembali pada suamiku, Kak, hanya itu kebahagiaanku” desis Qiandra dengan nada sedikit tajam.


“Feli, Kakak mohon pertimbangkan sekali lagi, Kakak sungguh tidak ingin kehilangan kamu lagi” desah Dika dengan penuh permohonan.


“Apa menurut Kakak, Dean akan sanggup membunuhku dengan darah dagingnya sekarang sedang ada di rahimku” tanya Qiandra dengan sedikit tajam.


“Dean mungkin tidak akan melakukan itu, tapi orang orang di sekitarnya, kita benar benar tidak tahu, Feli” ucap Dika masih berusaha membuat Qiandra mempertimbangkan kembali keputusannya.


“Aku tidak perduli, jika aku harus menemui ajalku dibawah perlindungan suamiku sendiri, itu jauh lebih baik daripada aku harus merasakan kehilangan lagi” ucap Qindra dengan sedikit sarkas.


“Nak, kami tahu semua yang sudah kamu lewati, kami juga sangat mengerti alasan dari keputusanmu saat ini, dan kami sama sekali tidak menyalahkan dirimu untuk itu.  Tapi


setidaknya pertimbangkan pula apa yang telah dijalani oleh Dika, kakakmu, yang hidup

__ADS_1


penuh ketakutan dan dendam dan bahkan sampai hari ini masih belum bisa membuka


hati untuk mencintai.  Pertimbangkan pula


pengorbanan Tantemu, yang bertahun tahun rela meninggalkan keluarganya demi menjaga kamu tetap aman.  Juga pertimbangkan keluarga Tantemu yang rela ditinggalkan dan membiarkan ibu mereka mengurus dirimu.  Semua itu karena mereka begitu mengasihi dirimu dan ingin menjagamu tetap selamat.  Apakah semua pengorbanan itu akan kamu sia siakan saat ini dengan memberikan nyawamu secara sukarela kepada bahaya” dokter Freddy berusaha memberikan masukan untuk Qiandra.


“Aku tidak meminta mereka melakukan semua itu jika aku tahu semuanya dari awal” desis Qiandra.


“Benar, kamu tidak memintanya, tapi sekalipun kamu tidak memintanya, mereka tetap melakukannya karena mereka begitu mengasihi dirimu.  Tidakkah kamu tahu kalau Tante Clay mu selalu menangis tersedu melihat perjalanan hidupmu, sementara dia hanya bisa berperan sebagai pelayanmu” tanya dokter Freddy lagi.


Qiandra seketika terdiam, dia baru menyadari kalau semua yang dikatakan oleh dokter Freddy itu benar adanya.  “Kamu menjalani hidupmu melewati semua penderitaan yang sangat berat, tetapi bukan berarti hidup keluarga kandungmu tidak mengalami kesulitan seperti dirimu.  Semua menjalani dalam porsinya masing masing, berusaha untuk melindungi dan saling menjaga dengan cara yang mungkin sulit diterima akal sehat.  Tapi, bukankah seperti itu harusnya sebuah


keluarga, bukankah kamu sangat merindukan keluarga kandungmu sendiri.  Tanpa kamu sadari selama ini kamu selalu hidup dalam kasih sayang Clayandra yang bahkan lebih mengutamakan kamu dari pada anak anaknya sendiri” masih dokter Freddy terus berbicara.


Suara lembut dan teduh dokter paruh baya itu benar benar masuk ke dalam hati Qiandra yang sedang bimbang.  Qiandra tiba tiba tersedu sendiri, “Aku tahu, aku tahu, Dok, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan suamiku dan membiarkan anakku tidak mengenal ayahnya sendiri.  Aku tidak bisa membiarkan anakku mengalami penderitaan seperti yang aku alami” desis Qiandra dengan hati pilu.


baginya, tapi tidak berarti kalau orang lain tidak mengalami penderitaan yang sama bukan.


Dokter Freddy menghela nafas sesaat, sedikit perasaan lega menyeruak dalam hatinya saat mendengar jawaban Qiandra.  “Tidak ada yang memintamu meninggalkan suamimu, Feli, kami semua baru menceritakan semua yang telah terjadi.  Termasuk dugaan siapa yang berada dibelakang Lee, kami ungkapkan agar kamu mengerti kekhawatiran kami” ucapnya kemudian.


“Tapi jika semua itu benar bukankah itu berarti aku tidak punya pilihan lain selain meninggalkan suamiku” tanya Qiandra lagi.


“Tidak, Feli, kita belum membuat keputusan apapun, karena kita semua juga belum bisa memastikan kalau ucapan Lee itu benar atau tidak.  Selama ini kita hanya berusaha menghindar, dan Dika yang telah melakukan penyelidikan pun selalu menemui jalan buntu


dengan dinding tebal yang tidak bisa ditembus saat itu berhubungan dengan

__ADS_1


keluarga suamimu.  Kamu sendiri pasti


sangat tahu kekuatan mereka bukan?” tanya dokter Freddy lagi.


Clayandra, Chris dan Dika yang ada di dalam ruangan itu semua hanya berdiam diri.  Mereka memang sudah diminta dokter Freddy untuk menahan diri dan membiarkan dokter Freddy yang berbicara dengan Qiandra.  Karena jika mereka bertiga yang berbicara mereka akan sangat mudah terbawa emosi.


Sementara dokter Freddy bisa bersikap lebih netral, karena tidak terlibat secara emosional dengan keluarga itu.  Bisa dikatakan dokter Freddy bisa menjadi penengah yang baik untuk mereka semua.  Selain dia tidak terlibat hubungan darah, dokter Freddy juga mengetahui semua sejarah keluarga itu.


Oleh sebab itu, Clayandra, Chris dan Dika menyetujui rencana dokter Freddy itu.  Ternyata rencana mereka bisa berjalan dengan lancar, karena terbukti Qiandra bisa menerima masukan dari dokter Freddy.  Tidak hanya dokter Freddy yang merasa lega, tetapi mereka bertiga juga merasa lega saat


mendengar jawaban Qiandra.


Qiandra kembali terdiam sesaat mendengar penjelasan dokter Freddy.  Walaupun masih belu terlalu lama mengenaal Dean, tapi sedikit banyak Qiandra cukup tahu kekuatan dan kekuasaan suaminya itu.  Qiandra tidak bisa memungkiri kalau apa yang dikatakan oleh dokter Freddy itu benar adanya.


Keluarga Dean sebagai keluarga kerajaan yang masih menjunjung tinggi adat istiadat keluarga kerajaan sampai saat ini.  Sangat mustahil jika dikatakan mereka kehilangan semua kekuatan dan kekuasaan mereka.  Sebagai orang awam sekalipun, Qiandra bisa memastikan kalau keluarga Dean pasti punya kekuasaan yang besar.


Jika sekarang semua itu tidak terlihat nyata, tapi Qiandra yakin dibelakang suaminya ada dukungan yang sangat besar.  Qiandra bisa melihat bagaimana Dean bisa menyelesaikan semua masalahnya dengan sangat mudah.  Hal itu menunjukkan kalau Dean benar benar memiliki kekuasaan yang tidak bisa dianggap remeh.


Kekuasaan itu tentu saja tidak hanya melekat pada diri Dean sendiri.  Pasti ada pihak lain yang juga melatar belakangi semua kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki Dean.  Sayangnya, sampai saat ini, Qiandra memang


belum mengetahui terlalu banyak, karena dia memang masih baru masuk dalam keluarga Dean.


Qiandra hanya mengenal asisten Vian dan dokter Albert sebagai sahabat sekaligus tangan kanan Dean.  Diluar itu, Qiandra sama sekali belum mengetahui terlalu banyak.  Bahkan keluarga Dean sendiri baru beberapa


orang yang dikenal oleh Qiandra.

__ADS_1


“Jadi, apa yang harus aku lakukan, Dok, aku mohon jangan pernah meminta aku untuk meninggalkan suamiku” desah Qiandra dengan wajah putus asa, setelah beberapa saat dia terdiam.


__ADS_2