PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
DELAPAN PULUH SEMBILAN


__ADS_3

“Bagaimana situasinya” tanya seorang


laki-laki yang sedang duduk di kursi meja kerjanya yang mewah.  Tangannya sedang sibuk menandatangani dokumen dokumen yang seakan tidak pernah habis menumpuk di hadapannya.


“Semua aman dan terkendali, Tuan” sahut


laki-laki muda lainnya yang sedang berdiri sambil terus membuka dan mengambil


berkas yang sudah ditandatangani.


“Sudah hampir satu minggu, dan semua


terlihat begitu tenang tanpa gejolak apa-apa, apakah ini tidak aneh menurutmu, Vian.  Bahkan sejak kejadian hari itu, rasanya mustahil baj*ngan itu tidak melakukan apapun.  Kita semua tahu, bahwa dia tidak bisa


disentuh, jika terganggu maka dia tidak akan menunggu waktu lama untuk melakukan pembalasan” ucap laki-laki yang duduk itu sambil sekilas menatap laki-laki yang ternyata adalah asisten Vian.


“Anda benar, Tuan Dean, saya juga cukup


heran, kita hanya mendeteksi beberapa orang yang masih terus memantau kita, namun sejauh ini mereka hanya melihat dari jauh.  Saya sudah memerintahkan Alex untuk siaga


penuh, saya khawatir mereka sedang mencari waktu kita sedang lengah baru mereka


melakukan serangan” sahut asisten Vian.


“Tidak, tidak mungkin baj*ngan itu mau


menunggu, dia bukan type orang yang bisa bersabar untuk sebuah pembalasan, kamu


juga sangat tahu kan bagaimana dia?  Jika


dia mau bersabar menunggu, aku yakin ada seseorang yang mempengaruhinya” ucap Dean seraya meletakkan penanya di atas meja.


“Benar Tuan, memang bukan sifatnya mau


menunggu hanya untuk pembalasan, oleh sebab itu saya juga sedang melakukan


penyelidikan tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi” sahut asisten Vian.


“Dan bagaimana dengan iblis betina itu, apa


benar berita yang aku dengar beberapa hari yang lalu” tanya Dean lagi tanpa menyebut nama orang yang dimaksudkannya.


“Benar, Tuan, wanita itu pulang dengan


pakaian tidak layak pakai setelah beberapa jam berada di apartemen Daniel, pelayan khusus di mansion utama juga melihat ada banyak bekas luka dan lebam di tubuhnya.  Wanita itu bahkan masih mengurung diri di mansion hingga hari ini, setelah beberapa kali menjalani perawatan dan theraphy untuk pemulihan tubuh dan mentalnya” sahut asisten Vian lagi.


“Huh, tubuh busuk dan mental rusaknya itu


tidak akan pernah bisa pulih dengan cara apapun.  Vian, apakah hal itu menunjukkan adanya kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki baj*ngan itu kepadanya” tanya Dean lagi


dengan wajah sinis saat teringat pada ibu tirinya itu.


“Benar sekali, Tuan, dan lebih parah lagi,


menurut theraphis di mansion utama, wanita itu mengalami kekerasan se*sual” sahut asisten Vian.


“Hmmm, pasti itu penyebab laki-laki baj*ngan itu mau menunggu, ada sesuatu yang ditawarkan wanita ular itu selain tubuhnya itu, tentunya, berarti sekarang mereka sudah bergabung dan sedang merencanakan sesuatu” ucap Dean.  Presidir tampan itu membalik posisi kursi mewahnya hingga menghadap ke arah jendela besar yang ada dibelakangnya.


Dean menatap jauh ke tepian langit dimana


sang surya terlihat mulai lelah dan bergerak menuju ke peraduannya.  Laki-laki dengan mata elang itu terlihat mengernyitkan keningnya yang menunjukkan kalau dia sedang berpikir keras.


“Menurut saya juga begitu, Tuan, wanita itu


sudah bekerjasama dengan Daniel, namun kami masih berusaha mencari tahu kerjasama seperti apa yang mereka sedang rencanakan” asisten Vian menjawab Dean sambil membereskan meja kerja presidir tampan itu.


“Tidak ada lain tujuan dari rencana mereka


selain memisahkan aku dan Qiqi, jika untuk baj*ngan itu sudah pasti karena dia


menginginkan Qiqi menjadi miliknya, tapi iblis betina itu, apalagi yang diinginkannya sehingga dia ingin memisahkan aku dan Qiqi” desis Dean seolah bertanya pada dirinya sendiri.


“Mungkin saja dia takut kehilangan posisinya sebagai ratu di mansion utama, Tuan” sahut asisten Vian lagi.


“Seharusnya dia kan tahu kalau suatu saat


aku pasti tetap akan menikah dan posisinya pasti akan bergeser, benar-benar aneh kalau dia berpikir aku tidak akan menikah seumur hidupku, atau….” Dean menghentikan kata-katanya saat sampai pada sebuah pemikiran yang dianggapnya gila.


“…..atau dia masih menginginkan untuk menjadi istri Anda, Tuan” sahut asisten Vian tanpa ragu melanjutkan kata-kata Dean.

__ADS_1


Dean berbalik dan menatap asisten Vian


dengan tatapan tak percaya, “Menurutmu, apa mungkin iblis itu punya pemikiran seperti itu” tanya Dean dengan sedikit ragu.


“Memang seperti itulah adanya, Tuan”


asisten Vian menegaskan kata-katanya tadi.


“Bagaimana kamu bisa yakin, kamu tahu kalau


itu keinginan terbodoh, tidak berakhlak dan ….. astaga” Dean menggelengkan kepalanya dengan kuat.


“Para pelayan sudah bisa mendengar kalau


dia mengatakan Anda adalah miliknya, Tuan, dan hanya dia yang bisa menjadi pendamping hidup Anda.  Para pelayan pribadinya tahu kalau wanita itu mungkin akan menjadi ratu secara permanen” sahut asisten Vian.


Dean menatap asisten Vian dengan pandangan


yang sulit dimengerti, “Astaga, Vian, bagaimana aku bisa jatuh cinta pada iblis itu dulu, karena sekarang aku baru menyadari selain jahat dan licik, iblis itu juga tidak waras.  Dan dia sama sekali tidak malu menunjukkan kegilaannya itu pada orang lain.  Hanya orang gila yang bisa berpikir menikahi anak tirinya sendiri, yah, walau aku tak pernah mengakuinya, dan lebih gila lagi menikahi laki-laki yang ibunya telah dibunuh dengan cara licik dan kejam olehnya sendiri.  Astaga, aku benar-benar tidak mengerti mengapa aku begitu buta pada waktu itu, seharusnya aku biarkan dia bersama baj*ngan itu dulu” ucap Dean sambil menggeleng.


Dean sungguh menyesali kecerobohannya di


masa lalu, masih terlihat jelas bagaimana Dean melindungi Risty dulu saat Daniel akan merebut wanita itu.  Dean terpedaya dengan semua kata-kata manis Risty, bahkan isak tangis wanita itu membuat Dean selalu berusaha melindungi Risty agar tidak disentuh oleh Daniel lagi.


Dan semua itu telah menjadi cikal bakal


permusuhan dan persaingan antara Dean dan Daniel.  Dua orang presidir tampan yang sama-sama cerdas dan berbakat ini, memang tidak pernah berhenti bersaing.  Hingga saat ini mereka kembali memperebutkan wanita yang sama, Qiandra.


“Tidak ada gunanya menyesali masa lalu,


saat itu kita semua masih sangat muda, saya sendiri tidak menyangka kalau wanita itu bisa menjadi segila ini.  Saya masih ingat, kalau tidak hanya Anda, bahkan kami berdua pun sangat kagum padanya, tidak hanya karena kecantikannya tapi juga kecerdasannya.  Siapa yang menyangka kalau semua itu dipakainya


untuk mendapatkan semua yang dia inginkan, dengan menghalalkan segala cara” ucap asisten Vian.


Asisten Vian sangat mengerti bagaimana


perasaan Dean saat ini.  Pasti laki-laki tampan itu merasa kalau dirinya sangat bodoh di masa lalu karena begitu mudah percaya pada kemunafikan seorang Risty.  Namun, asisten Vian juga sangat mengenal seorang Risty dengan segala kecerdasan dan kelebihannya.  Dan, asisten Vian sangat yakin siapa pun pasti akan terjebak dan tertipu dengan semua tampilan dari wanita ular itu.


Walaupun secara professional, asisten Vian


mengakui bahwa Risty adalah wanita hebat dan tangguh dalam menghadapi semua badai yang menghadangnya.  Namun, sangat disayangkan karena wanita itu telah memilih jalan yang salah dalam meraih impiannya.


Bagi asisten Vian sendiri, bukanlah hal baru melihat wanita yang sanggup menyerahkan hidupnya untuk meraih status dan tempat yang lebih baik bagi hidupnya.  Tapi apa yang dilakukan Risty, dengan merebut Walt Zacharias dengan menjebak laki-laki paruh baya itu dan menyebabkan kematian dari istri laki-laki itu, dan yang tak lain adalah ayah dari tunangannya sendiri, adalah hal tak bermoral yang tidak mungkin bisa ditolerir.


Vian, Risty sudah benar-benar menggila dengan impian yang sudah diluar batas kewajaran.  Tapi, walau bagaimana pun, asisten Vian tidak mau Dean terus menyalahkan dirinya atas kesalahan di masa lalu itu.


“Kamu benar, Vian, iblis itu memang sangat


pandai dalam menipu semua orang, tidak hanya kita, tapi juga seluruh keluarga Zacharias.  Kurasa sekaranglah saatnya kita harus membebaskan seluruh keluargaku dari cengkraman iblis betina ini” ucap Dean dengan sedikit mengeraskan suaranya.


Asisten Vian cukup terkejut mendengar suara


Dean yang sedikit mengeras, “Maaf, Tuan, saya rasa kita harus berhati-hati jika ingin menyingkirkannya, karena saat ini satu-satunya senjata kita adalah Nyonya Muda, tapi saya rasa Anda sendiri menyadari bagaimana keadaan Nyonya Muda” ucap asisten Vian dengan hati-hati.


“Qiqi sudah jauh lebih baik sekarang,


perubahannya terlihat sangat signifikan.  Dia bahkan sudah bisa mulai melakukan aktifitasnya dalam mengisi butiknya, kamu tahu kan itu” sahut Dean.


Asisten Vian mengganggukkan kepalanya,


“Anda benar, Tuan, memang Nyonya Muda sekarang sudah terlihat sangat segar dan


ceria, tapi saya rasa kita harus membicarakan hal ini dengan Albert, karena kalau masalah seperti ini, dia pasti jauh lebih tahu.  Kita hanya melihat tampilan luar dari Nyonya Muda, tapi kita tidak tahu apa dia memang benar-benar sudah cukup sehat atau hanya berusaha membuat Anda tidak mengkhawatirkan dirinya” ucap asisten Vian dengan hati-hati agar tidak membuat Dean merasa tersinggung.


Sejenak Dean menatap asisten Vian dengan


tajam, seandainya orang lain yang berbicara seperti itu, Dean akan memarahinya.  Karena kata-kata asisten Vian sama saja mengatakan kalau Dean mungkin saja salah menilai keadaan istrinya.


Tapi Dean tahu kalau asisten Vian tidak


mungkin punya maksud seperti itu.  Apapun


yang diucapkan asisten Vian, Dean tahu kalau itu semata-mata untuk kebaikan dirinya dan Qiandra.  Akhirnya, Dean hanya menghembuskan nafasnya dengan sedikit keras membuang kekesalan dalam dadanya.


“Bagaimana dengan persiapan pesta


perkenalan Qiqi, sampai mana sudah prosesnya berjalan” tanya Dean mengalihkan


pembicaraan.

__ADS_1


“Semuanya sudah dipersiapkan dengan matang, hanya tinggal menentukan tanggal saja, karena masih mempertimbangkan kondisi


Nyonya Muda” sahut asisten Vian mengikuti arah pembicaraan sang presidir itu.  Asisten Vian tahu, kalau Dean pasti merasa tersinggung dengan kata-katanya tadi.


“Kalau begitu laksanakan saja, kita bisa


sama-sama menjaga Qiqi, aku tidak akan membiarkan iblis betina itu menyakiti


Qiqiku” ucap Dean dengan tegas.


“Maafkan saya Tuan, ada satu hal lagi yang


sedikit mengganggu pikiran saya saat ini” ucap asisten Vian kembali dengan berhati-hati agar tidak menyebabkan kemarahan sang presidir itu.


“Ada apa lagi, Vian” tanya Dean sambil menatap asisten Vian dengan tatapan penuh tanya.


“Sampai saat ini, wanita itu sama sekali tidak


membuat rencana apapun untuk sebuah pesta perkenalan yang seharusnya menjadi


wewenangnya,Tuan.  Saya hanya berpikir


wanita ini telah mempersiapkan suatu rencana besar yang akan dijalankannya saat acara ini digelar” ucap asisten Vian.


“Kamu benar, Vian, iblis itu pasti sedang


merencanakan sesuatu untuk menghancurkan pernikahan ini.  Kamu harus segera mencari tahu apa rencananya, jangan sampai kita terjebak dalam acara kita sendiri” Dean


membenarkan perkataan asisten Vian.  Dean


baru menyadari kalau memang hal yang sedikit aneh karena sampai saat ini Risty terlihat belum melakukan gerakan apapun untuk menyerang Dean.


Asisten Vian menghela nafasnya sesaat, dia


tahu kalau Dean pasti akan menyruhnya untuk menyelidiki hal tersebut.  “Kami sudah berusaha mencari tahu, Tuan, tapi sepertinya semua rencana masih tersimpan dalam pikiran wanita itu sendiri.  Karena tidak ada satu orangpun yang tahu kalau dia sedang menyusun suatu rencana.  Sampai saat ini yang kita tahu hanyalah wanita itu begitu marah saat mengetahui Anda telah menikah dan yang terakhir adalah kemungkinan


persekutuannya dengan Daniel.  Itupun kami


masih belum mengetahui apa rencananya, bahkan dari informasi yang bisa kami


kumpulkan, asisten Dika sekalipun tidak mengetahui apa-apa.  Jadi, ada kemungkinan Daniel juga tidak tahu apa yang sedang direncanakan wanita itu” ucap asisten Vian dengan panjang lebar.


Dean terdiam mendengar penjelasan asisten


Vian yang cukup panjang, Dean tahu kalau asisten Vian sudah menyelidiki semuanya.  “Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang, apa kamu punya rencana” tanya Dean pada asisten Vian.


“Tidak ada lain yang bisa kita lakukan


selain mempersiapkan Nyonya Muda untuk berhadapan dengannya.  Karena itu kita harus benar-benar memastikan kalau Nyonya Muda sudah cukup kuat dalam menghadapi semua yang mungkin akan dilakukan wanita ini, bahkan yang terburuk sekalipun” sahut asisten Vian.


“Terburuk, hal terburuk apa yang bisa


menjatuhkan Qiqiku, dia wanita sempurna” desis Dean merasa tidak terima dengan


kata-kata asisten Vian.


“Maaf sebelumnya Tuan, status dan masa lalu


Nyonya Muda termasuk hubungannya dengan Daniel dan apa yang sudah terjadi di masa lalu.  Semua itu sangat mungkin dibuka dan dijadikan senjata oleh wanita iblis itu.  Saya rasa, Anda sendiri tahu bagaimana pandainya


wanita itu mengubah pola pikir orang lain dengan kata-kata manis dan berbisanya


itu” ucap asisten Vian.


Dean kembali terdiam mendengarkan kata-kata


asisten Vian.  Semua yang diucapkan oleh


asisten sekaligus sahabatnya itu memang benar adanya.  Risty bisa mengubah hal yang seharusnya biasa-biasa saja menjadi luar biasa, dan sebaliknya, hanya dengan menggunakan


kemampuannya dalam merangkai kat-kata.


Dean sangat mengenal kemampuan wanita itu


dalam memutarbalikkan fakta agar berjalan sesuai keinginannya.  Hal ini sudah terbukti, saat Risty dengan begitu mudah masuk dalam keluarga Zacharias.  Wanita itu bahkan bisa mengubah hal yang seharusnya tabu menjadi biasa dan bisa diterima dengan alasan-alasan yang masuk akal.


Sebenarnya Dean dan asisten Vian cukup yakin


kalau Qiandra punya kemampuan yang tidak kalah dibanding dengan Risty.  Mereka juga tahu kalau Qiandra juga sangat pandai bermain kata-kata, dan bahkan Nyonya Muda ini sangat pandai memanfaatkan kata-kata orang lain menjadi kekuatan bahkan sumber inspirasi baginya.

__ADS_1


Namun, trauma yang sedang dialami oleh


Qiandra, membuat Dean dan asisten Vian merasa cukup khawatir.  Karena trauma Qiandra berasal dari masa lalunya, dan mereka berdua sangat yakin, kalau Risty pasti akan menyerang masa lalu Qiandra.


__ADS_2