PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
DUA RATUS DELAPAN BELAS


__ADS_3

Tawa dan canda selalu memenuhi dan menghiasi istana kerajaan Zacharias yang telah lama ditutupi awan gelap.  Kebahagiaan


memenuhi setiap sudut istana, nama sang bayi selalu menjadi pembicaraan semua


orang dalam istana megah itu.


Jorrell Kenneth D Zacharias yang berarti lelaki yang bijaksana, bersemangat, cerdas, bahagia dan pemimpin yang bijaksana atau dikenal dengan baby Jo.  Apapun yang terjadi pada bayi itu akan selalu menjadi bahan senyuman semua orang di istana.


Sejak hari kelahiran baby Jo, hingga bayi ini berumur satu bulan, hadiah tak hentinya mengalir ke dalam istana.  Sebagian besar hadiah itu bahkan belum dibuka sama sekali, dan semua hadiah itu disusun dengan rapi dalam sebuah ruangan yang cukup besar.  Ruangan yang memang sudah disiapkan untuk menampung semua hadiah untuk sang bayi.


Tidak seperti bayi kerajaan lainnya yang segera dipisah ruangannya dari ruang utama, baby Jo masih tetap berada di ruang utama.  Kedua orang tuanya masih keberatan


memisahkan bayi mungil yang terlihat sangat tampan itu dari mereka.  Terlebih Qiandra yang sudah pernah merasakan kehilangan anaknya, tentu saja tidak akan mau berpisah dari bayi tampan itu.


Sang raja sendiri tidak merasa keberatan dengan keinginan sang permaisuri, karena bagi Dean apapun yang menjadi kebahagiaan sang istri akan menjadi prioritas utamanya.  Jangankan hanya tidur dengan bayi kecil yang memang sedang lucu lucunya itu, menyerahkan seluruh hartanya pun Dean rela, jika itu bisa jadi kebahagiaan Qiandra.


Satu bulan setelah kelahiran baby Jo, sang raja memerintahkan istana untuk


mempersiapkan pesta penyambutan sekaligus perkenalan sang putra mahkota.  Kesibukan di istana pun semakin bertambah,


bahkan seluruh mansion yang ada di sekeliling istana telah terisi penuh oleh


keluarga kerajaan.  Tamu yang datang ke


istana setiap hari seperti tidak ada habisnya.


Hingga sang raja memutuskan untuk membatasi jumlah tamu yang berkunjung

__ADS_1


setiap harinya.  “Love, mengapa kamu


membatasi tamu yang bisa berkunjung” tanya Qiandra yang sedikit heran dengan


keputusan sang suami.


“Aku tidak perduli pada mereka, Honey, yang terpenting adalah kesehatan kalian berdua.  Kamu terlihat cukup kelelahan menghadapi para tamu itu, apalagi baby Jo” sahut Dean sambil membelai pipi gembul bayi mungil di pangkuan sang istri.


“Baby Jo kan tidak bertemu mereka secara langsung, aku sendiri juga tidak mengijinkan semua tamu menyentuhnya, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan” ucap Qiandra.  Baby Jo memang ditempatkan di sebuah ruangan dengan dinding kaca yang tembus pandang.  Sehingga setiap tamu yang berkunjung hanya bisa melihat bayi mungil itu dari balik dinding kaca.


“Tapi kamu kan harus menemui mereka terus, Honey, tentu kamu lelah, belum lagi mata para bapak bapak itu, yang membuat aku ingin segera mengusir mereka” geram Dean.


“Eh, bukannya kamu tidak menemui mereka, bagaimana kamu bisa melihat mata mereka” tanya Qiandra.


“Honey, apa kamu lupa kalau seluruh ruangan di istana ini sudah dilengkapi dengan CCTV, jadi meskipun aku tidak disampingmu, aku tetap dapat mengawasimu” sahut Dean seraya duduk di samping sang istri.


“Sekarang kamu bersiaplah, Honey, para tamu undangan sudah memenuhi ballroom, sebentar lagi acara akan dimulai” ucap Dean seraya mengecup kening sang istri.  Memang malam ini adalah malam pesta besar yang sudah direncanakan Dean.  Dean sengaja mempercepat acara pesta ini karena dia sudah gerah dengan tamu yang seperti tidak ada habisnya datang ke istana.


Qiandra hanya bisa tersenyum dan menatap sang suami yang sudah kembali asyik dengan wajah baby Jo.  “Baiklah, Yang Mulia, sekarang biarkan kami berdiri agar aku bisa menyerahkan baby Jo pada perawatnya untuk dipersiapkan” ucap Qiandra.  Dean mengangkat wajahnya yang bertemu tatap


langsung dengan wajah sang istri.


“Hah, kenapa selalu berat bagiku jika harus berpisah dengan kalian berdua” keluh Dean seraya berdiri dengan wajah sendu.  Qiandra terkekeh mendengar kata kata sang suami.


“Kita hanya berpisah sebentar, Love, jangan menggerutu seperti itu” ucap Qiandra seraya berdiri dan menekan bel khusus untuk memanggil perawat yang bertugas mengusrus baby Jo.  Tidak berapa lama kemudian, pintu ruangan itu diketuk dan di luar ruangan sudah berdiri empat orang perawat menunggu baby Jo.


Qiandra segera menyerahkan baby Jo kepada para perawat itu, sementara dia sendiri melangkah menuju ruangan lain yang ada di dekat kamar mereka.  Di ruangan khusus seperti ruang salon kecantikan mewah itu, sudah menunggu tim MUA yang memang selalu bertugas untuk mendandani sang ratu.  Saat Qiandra datang, mereka segar menuntun wanita cantik itu dan mulai melaksanakan tugas mereka.

__ADS_1


Sementara, sang raja sendiri dibantu juga oleh tim khusus untuk mempersiapkan dirinya.  Disitu juga hadir dokter Albert dan tentunya asisten Vian.  “Vian, apa semuanya benar benar sudah aman, jangan sampai kejadian buruk di masa lalu terjadi lagi” ucap Dean.


“Semua sudah disiapkan dan dipastikan aman, Yang Mulia” ucap asisten Vian.


“Ingat, keselamatan baby Jo menjadi tanggung jawab kalian berdua, pastikan


semua perawat yang berada di dekat kamar baby Jo benar benar bisa dipercaya” lanjut Dean lagi sambil menatap dokter Albert.


“Mereka semua yang terbaik dan paling profesional dengan kesetiaan yang tidak perlu diragukan lagi” sahut dokter Albert dengan yakin.


Dean hanya diam tanpa menganggapi jawabab dokter Albert, “Pastikan tidak ada satupun penyusup yang masuk di luar tamu undangan” ucapnya lagi.


“Maaf, Yang Mulia, tapi Daniel beserta keluarga Charles sepertinya ingin ikut hadir dan bertemu dengan Yang Mulia Ratu, apakah diijinkan” tanya asisten Vian denga ragu ragu.


Dean sedikit terkejut mendengar pemberitahuan dari asisten sekaligus


sahabatnya itu, “Untuk apa mereka datang” tanya Dean dengan kening berkerut.


“Entahlah, Yang Mulia, mungkin ini sebagai bentuk pertanggung jawaban Daniel terhadap tuntutan Yang Mulia Ratu, selebihnya saya tidak bisa menduga duga” sahut asisten Vian dengan jujur.


“Dimana mereka sekarang” tanya Dean.


“Mereka sementara saya tempatkan di ruang tunggu VVIP, menunggu keputusan Anda Yang Mulia” sahut asisten Vian.


“Aku akan menemui mereka terlebih dulu, baru aku memutuskan apa mereka bisa


bertemu Ratu atau tidak” ucap Dean.  Tidak heran jika Dean siap pasang badan untuk sang istri, karena Dean juga sangat tahu bagaimana kejahatan keluarga Charles di masa lalu kepada Qiandra.  Dean tidak ingin mereka melukai hati sang istri lagi, walau hanya dengan kata kata saja.

__ADS_1


“Baiklah, Yang Mulia, jika begitu saya akan mempersiapkan segala sesuatunya” sahut asisten Vian.  Setelah itu, mereka bergegas menuju ke ruang tunggu VVIP dimana Daniel dan keluarga Charles sudah menunggu.  Tanpa basa basi Dean langsung menanyakan tujuan kedatangan mereka, dan sedikit memberikan ancaman agar mereka tidak membuat kekacauan.  Setelah itu barulah Dean melangkah menuju ke lorong utama, karena dia diberitahukan bahwa Qiandra sudah siap.


__ADS_2