
“Felicia hanya kelelahan, dan sepertinya ada hal yang begitu mengejutkan baginya dan mungkin sulit diterimanya” ucap dokter Freddy setelah memeriksa keadaan Qiandra.
“Apa dia baik baik saja” tanya Dean dengan suara sendu penuh kekhawatiran. Ada penyesalan sangat besar dalam hatinya karena membuat wanita yang sangat dicintainya itu terbaring tidak berdaya.
“Dia baik baik saja, biarkan dia istirahat, kalau ada masalah yang harus diselesaikan sebaiknya kalian selesaikan sendiri, jangan
melibatkan Qiandra dulu sebelum ada titik terang dari masalah itu. Ingat tidak semua yang terlihat dan kalian dengar sesuai dengan kenyataan. Jika kalian belum melihat bukti nyata, lebih baik jangan membuat keputusan yang akan kalian sesali seumur hidup. Apapun itu, itu adalah masa lalu, pertimbangkan pula Felicia dan bayi dalam kandungannya” ucap dokter Freddy sambil menatap Dika dan Dean secara bergantian.
“Sebaiknya kalian pergilah ke ruang kerja dan bicarakan semuanya dengan kepala dingin, aku yang akan menjaga Felicia disini” ucap Clayandra membuat semua mata menatap ke
arahnya.
“Aku sendiri yang akan menyelesaikan masalah ini dengan laki laki ini” desis Dika.
“Tidak, jika hanya kalian berdua sendiri, maka yang ada hanya emosi saja, sampai ada salah
satu dari kalian keluar tak bernyawa” seru Clayandra yang bisa melihat bagaimana Dika masih dikuasai oleh amarahnya.
“Itu lebih baik, aku bisa tenang jika salah satu diantara kami berdua musnah dari muka bumi ini” sarkas Dika lagi.
“lebih baik bagimu, tapi bagaimana dengan Feli, apa kamu pikir dia akan bahagia jika dia
harus kehilangan salah satu diantara kalian berdua, sudahlah, benar kata dokter Freddy, pertimbangkan Felicia dan anaknya dalam setiap keputusan kalian. Chris akan jadi penengah, agar kalian bisa berfikir dengan kepala dingin. Jika kalian tetap bersikeras maka jangan pernah berpikir kalian akan bertemu dengan Felicia lagi setelah ini, aku sebagai ibunya bisa membuat kalian dilarang untuk bertemu dengan putriku lagi” putus Clayandra yang tidak bisa dibantah oleh ketiga laki laki itu.
Akhirnya, Dika keluar dari ruangan itu yang diikuti oleh Chris dan Dean yang masih terlihat sangat berat meninggallkan Qiandra. Tatapan matanya mengungkapkan permohonan pada Clayandra agar dia tidak
harus meninggalkan Qiandra.
“Pergilah, Dean, selesaikan semua masalah ini, jangan khawatirkan Qiqi, aku sudah bersama dengannya jauh lebih lama dibanding dirimu. Jadi, jauh lebih pantas aku mengkhawatirkan Qiqi tinggal bersama
denganmu, dibanding kamu mengkhawatirkan Qiqi bersama denganku” ucap Clayandra tanpa belas kasihan.
__ADS_1
Tanpa mengetahui hasil pembicaraan Qiandra dan Dean, Clayandra sudah bisa menduga apa yang sudah kedua orang itu bicarakan. Saat melihat kondisi Qiandra yang kembali terbaring tidak sadarkan diri, membuat hati
Clayandra terasa sangat hancur. Dia tahu
pasti suatu berita yang sangat berat yang diterima Qiandra sehingga dia tidak
mampu menahan perasaan dalam hatinya.
Dean hanya bisa mendesah pasrah dan dengan berat hati dia berdiri dari sisi Qiandra dan melangkah menuju Chris yang sudah menunggunya di pintu kamar itu. Sebelum menutup pintu kamar, Dean kembali
menatap ke arah Qiandra, “maafkan aku, Honey, maafkan aku” desis Dean dengan
hati pedih.
Chris menepuk bahu Dean, lalu mengulurkan tangannya mempersilahkan Dean melangkah menuju ke ruang kerja Dika. Dean mengangguk sejenak ke arah Chris lalu melangkah dengan gontai menuju ke ruangan yang ditunjukkan oleh Chris.
Saat masuk ke ruangan itu, Dean melihat punggung Dika yang menatap foto keluarga mereka, termasuk foto gadis kecil yang persis sama denga foto gadis kecil di panti asuhan yang dikenal Dean sebagai Qiandra. Dean kembali menghembuskan nafas dengan berat, hatinya seperti ditimpa ribuan jarum yang membuat luka begitu perih.
“Apa kalian benar benar tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya” tanya Dean dengan suara sendu.
“Benteng kerajaan terlalu tebal dan tinggi, jujur hingga saat ini kami tidak bisa menembus perlindungan data kalian” kali ini Chris yang menjawab pertanyaan Dean.
Dean menghembuskan nafas berat sejenak, “Ini adalah rahasia kerajaan, seharusnya aku
tidak boleh membeberkannya kepada siapapun, akan tetapi karena ini menyakngkut
Qiandra yang telah diangkat Daddy sebagai Ratu menggantikan Ibunda Ratu yang
terdahulu, maka aku memutuskan untuk membuat pengecualian” ucap Dean.
“Qiqi sudah diangkat menjadi Ratu?” tanya Chris dengan terkejut. “tapi aku sama sekali tidak pernah mendengar beritanya” desisnya lagi.
__ADS_1
“Saat pesta perkenalan kemaren, seharusnya surat keputusan pengangkatan sekaligus penobatan kami dibacakan, namun karena kekacauan yang diperbuat bajingan itu, semuanya gagal dilakukan. Tapi secara hukum, sama seperti diriku yang sudah resmi menggantikan takhta Daddy Walt, demikian juga Qiqi, sudah resmi menjadi Ratu” sahut Dean.
“Aku tidak perduli dengan semua itu, kamu tahu kami sama sekali tidak menginginkan gelar itu” desis Dika.
“Baiklah, aku mengerti akan hal itu” sahut Dean dengan suara pasrah. “Aku akan menceritakan semuanya, tanpa ada yang aku tutupi, semua yang aku ketahui saat itu, saat aku berusia sepuluh tahun. Karena sejak saat itu, semua kisah ini sudah ditutup rapat, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Kejadian itu berawal dari keinginan beberapa pihak untuk menggantikan sistem pemerintahan dari kerajaan ke pemerintahan yang dipimpin oleh presiden. Banyak peristiwa yang terjadi, termasuk pro dan kontra di antara berbagai kalangan baik di luar maupun di dalam istana. Sebenarnya, kami tidak bermasalah jika sistem itu diubah dan didiskusikan dengan cara baik baik, tapi entah bagaimana tiba tiba saja terjadi kekacauan, hingga keluarga kami, Kakekku almarhum. King Zach, nenek, Daddy dan Mommy termasuk diriku sebagai pewaris tunggal beberapa kali hampir dibantai. Kami bisa selamat karena masih ada beberapa pihak yang masih setia dan terus mendukung kami. Hingga akhirnya, kakek yang awalnya terus mengalah akhirnya meradang saat salah satu kejadian berhasil melukai nenek dan membuatnya terluka parah. Kakek
memutuskan untuk melakukan perlawanan demi melindungi keluarganya, terutama
diriku yang masih sangat muda” Dean bercerita dengan panjang lebar.
“Saat itulah, kakek mengerahkan semua kekuatan yang dimiliki untuk melawan semua pengacau dan pengkhianat yang sudah terbukti berusaha mencelakakan kami. Kakek hanya memerintahkan untuk menangkap dan
menghukum para pengkhianat itu, namun entah apa yang terjadi, kami sangat terkejut saat menerima laporan bahwa semua pengkhianat telah dimusnahkan. Kakek sangat menyesali hal tersebut, kakek ingin mengusut apa yang sebenarnya terjadi bersama dengan Daddy, tapi kekacauan
yang terjadi ditambah keadaan nenek yang semakin drop, membuat kakek tidak
melanjutkan pengusutannya” lanjut Dean lagi.
Dika mengepalkan tangannya menahan amarahnya, “Jadi , benar kalian yang menjadi penyebab tragedi di keluarga kami saat itu” desisnya dengan amarah yang begitu besar.
“Aku tidak bisa mengatakan kalau itu bukan kami, karena aku juga mendengar nama Hamilton sebagai keluarga terakhir yang dianggap sebagai pengkhianat. Walaupun sebenarnya kami sama sekali tidak
menginginkan kekejaman seperti itu terjadi, hanya penangkapan dan hukuman yang
diingikan Kakek, bukan pembunuhan apalagi pemusnahan seluruh keluarga” sahut Dean.
“Bajingannnnn” seru Dika seraya meloncat menyerang Dean, Dean sendiri sama sekali tidak berusaha melindungi dirinya. Tapi Chris
ternyata juga bertindak dengan cepat, laki laki paruh baya dengan tubuh tinggi tegap itu segera memeluk Dika dan berusaha menenangkannya.
“Andika, tenangkan dirimu, memukul dan menghajar Dean tidak akan menyelesaikan masalah apapun, ingat Feli” seru Chris yang berjuang mati matian menahan Dika. Sementara Dean sama sekali tidak bergeming, seolah dia siap untuk menerima setiap pukulan dari Dika.
__ADS_1