PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
SERATUS DUA PULUH EMPAT


__ADS_3

Nun jauh di  sebuah kota yang sangat ramai, seorang laki laki muda yan memiliki ketampanan di atas rata rata terlihat sedang sibuk mengemas barang barangnya.  Wajahnya terlihat begitu tegang sekaligus


kesal, “Apa apaan Daniel, mengapa sampai bertindak senekat ini.  Pantas saja dia mengirimku sejauh ini, agar aku tidak menghalangi semua kegilaannya dan Risty.  Hah, entah bagaimana nasib Qiandra saat ini,


aku tak yakin Daniel hanya akan menatapnya tanpa menyentuhnya.  Haish, maafkan aku, Qi, aku lagi lagi gagal menjauhkan dirimu dari obsesi gila Daniel dan Risty” gumam laki laki itu dengan wajah kesal.


Tiba tiba phonselnya berbunyi, dia segera meraih benda pipih itu dan melihat siapa yang memanggilnya.  Sejenak keningnya berkerut saat melihat siapa yang memanggil dirinya,


dia segera mengangkat panggilan itu.


“Jangan bilang Tuan Daniel sudah tertangkap dan kamu meminta pertimbanganku untuk pembebasannya pengacara William” seru laki laki itu dengan kesal.


“Kapan Anda kembali, Tuan Dika, semua disini benar benar kacau” seru suara di seberang sana.


“Memang kamu kira aku bisa menyelesaikan semuanya dengan mudah, aku tidak punya kuasa sebesar itu.  Kamu tahu aku hanya seorang asisten, aku tidak punya hak untuk membuat keputusan apapun” sahut laki laki yang tidak lain adalah asisten Dika itu.


“Anda punya wewenang penuh sekarang, Tuan Dika, tolong cepatlah kembali, hanya Anda yang bisa menyelamatkan perusahaan ini dengan ribuan karyawan yang menyandarkan hidupnya disini” sahut pengacara William.


“Apa maksudmu, Will, kamu tahu batas kekuasaanku, semua veto hanya di tangan Tuan Daniel.  Kekuasaan dan semua keputusan yang dibuat adalah sesuai persetujuannya” sahut asisten Dika yang tidak mengerti dengan ucapan pengacara William.  Asisten Dika bahkan memanggil pengacara William tanpa embel embel lagi.


“Daniel sudah meninggalkan surat pengunduran diri, dan menyerahkan tampuk kepemimpinan PT.Mahardika padamu. Bahkan dia menyerahkan tiga puluh persen saham perusahan kepadamu, sehingga saat ini kepemilikan sahammu sama besar dengan saham Daniel” ucap pengacara William.


“Apa!!!” seru  asisten Dika benar benar terkejut, “Ta-tapi bagaimana bisa, lalu bagaimana reaksi dewan komisaris” seru asisten Dika masih tidak percaya.


“Dewan komisaris tidak bisa berbuat apa apa, dan mereka semua benar benar berharap padamu saat ini untuk menyelamatkan perusahaan dari keterpurukan” sahut pengacara William.


“Hah, kamu tahu masalahnya tidak akan semudah itu, Will, Daniel benar benar telah gila” desah asisten Dika.  Laki laki itu melangkah keluar dari kamar mewah itu, dia hanya manarik koper kecilnya saja.  Asisten Dika juga tidak perduli jika ada barang pribadinya yang tertinggal, karena hotel itu juga milik perusahaan.  Jadi, jika ada barang yang tertinggal, pihak hotel pasti akan langsung mengirimkan padanya.


“Entah bagaimana caranya, Tuan Dika, sekarang semuanya bergantung padamu.  Dan aku sangat percaya, kamu pasti bisa mengatasi semua ini, kamu sudah bertahun tahun berada di sisi tuan Daniel” sahut pengacara William.


“Semoga saja aku bisa memenuhi harapan kalian, Will, tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun.  Aku hanya akan berusaha demi seluruh karyawan yang menggantungkan harapannya pada PT.Mahardika.  Jika memikirkan Daniel, aku sungguh tidak ingin perduli dengan perusahaan, karena pemiliknya pun tidak perduli” desis asisten Dika dengan kesal.


“Yah, kami semua memohon padamu, tolong selamatkan perusahaan.  Biarlah Tuan Daniel


menyelesaikan masalahnya sendiri dan menanggung akibat dari semua perbuatannya.  Tapi semua kariyawan di


PT.Mahardika sama sekali tidak bersalah, tidak mungkin kita membiarkan mereka


menanggung kesalahan dan kegilaan Tuan Daniel” ucap pengacara William.


“Itu juga yang aku pikirkan saat ini, Will, bagaimanapun ada ribuan nyawa yang menggantungkan hidupnya pada PT.Mahardika.  Jika aku pergi begitu saja, aku tidak akan sanggup melihat mereka semua harus menahan lapar karena kehilangan


pekerjaannya” sahut asisten Dika dengan berat hati.


“Jadi kapan Tuan Dika akan kembali” tanya pengacara William lagi.


“Aku sedang dalam perjalanan menuju bandara saat ini, jet perusahaan sudah disiapkan, jadi dalam enam jam aku sudah ada di sana” sahut asisten Dika.


“Baiklah, kami menunggumu, Tuan Dika, semoga perjalanamu menyenangkan” ucap pengacara William.

__ADS_1


“Terima kasih, Will, dan tolong handle apapun yang bisa kamu lakukan sementara aku di perjalanan” sahut asisten Dika seraya menutup panggilan teleponnya.


Asisten Dika mendesah sesaat, asisten Dika memang sudah lama merasa jenuh dengan semua kegilaan Daniel terutama yang berhubungan dengan Qiandra.  Asisten Dika telah berusaha menjauhkan wanita itu dari jangkauan Daniel, tapi ternyata itu tidak


berlangsung lama.  Dean yang berhasil


menemukan Qiandra dan mempersunting Qiandra membuat kegilaan Daniel kembali


lagi.


Asisten Dika mengira Daniel sudah bisa menerima kenyataan bahwa Qiandra sudah menjadi istri Dean.  Asisten Dika bahkan tidak pernah mendengar Daniel menyinggung masalah Qiandra selama beberapa hari terakhir.  Tepatnya setelah undangan pesta perkenalan Qiandra beredar.


“Ternyata dia sedang mempersiapkan semua ini, pantas saja dia jarang memanggil dan menemui aku.  Daniel memang bersikap aneh beberapa hari terakhir, dan aku salah karena


tidak memperdulikan hal itu.  Daniel memang sengaja menumpuk semua pekerjaan padaku, sehingga aku bahkan tidak sempat


memikirkan perubahannya” desis asisten Dika dalam hati.


Mobil yang membawa asisten tampan itu telah tiba di samping sebuah jet mewah milik PT.Mahardika yang memang sudah biasa dipakai oleh asisten Dika saat melakukan perjalan bisnisnya.  Laki laki tampan itu segera memasang kacamata hitam saat akan turun dari mobil mewah yang membawanya.  Beberapa orang bodyguard sudah bersiap dan membuka pintu mobil untuknya.


Sebagai orang nomor dua di PT. Mahardika, asisten Dika memang memiliki semua akses dan pelayanan yang sama dengan Daniel.  Sebegitu besar kepercayaan Daniel padanya,


sehingga tidak ada rahasia perusahaan sekecil apapun yang tidak diketahui oleh


asisten Dika.


Jika memikirkan dirinya sendiri dan tidak mau pusing, asisten Dika bisa saja langsung keluar dari PT. Mahardika.  Toh, dia sudah punya segalanya, kekayaannya sudah cukup untuk menghidupi dirinya untuk seumur hidupnya.  Gaji asisten Dika selama bertahun tahun mendampingi Daniel tidak pernah tersentuh olehnya.


Tidak hanya Daniel, kepercayaan luar biasa juga didapatkan asisten Dika dari kedua orang tua Daniel.  Kedua orang tua itu memang telah lama memilih hidup di villa kecil dan mewah yang jauh dari keramaian.  Mereka bahkan memutuskan hubungan dengan dunia luar, hanya sarana komunikasi sederhana yang mereka pakai sekedar mengetahui kabar anak tunggalnya.


Kedua orang tua itu sangat percaya pada asisten Dika, mereka yakin laki laki muda itu akan menjaga putra mereka dengan nyawanya.  Dan memang seperti itulah asisten Dika, dia bersedia menukar nyawanya dengan Daniel jika memang itu harus dilakukan untuk menyelamatkan Daniel.  Namun, kegilaan Daniel saat mengenal Qiandra benar benar membuat asisten Dika pusing tujuh keliling.


Dan saat mendengar kalau Daniel menyerahkan perusahaan besar padanya sekaligus membagi saham hingga sama besar, asisten Dika semakin sadar bahawa Daniel tidak ada niat untuk mengelola perusahaan lagi.  Masalah Daniel kali ini tidak akan bisa ditutupi lagi oleh asisten Dika.  Daniel benar benar gila dengan muncul diatas panggung pelaminan dan membawa Qiandra


pergi dari sana.


Semua kejadian itu sudah dilihat oleh semua orang di seluruh dunia, termasuk penembakan yang menyebabkan Walt Zacharias terluka parah.  Kesalahan Daniel benar benar tidak bisa di tolong lagi.  Asisten Dika sudah terbiasa menyelamatkan Daniel dari berbagai masalah hukum bersama dengan Pengacara William.


Tapi kali ini asisten Dika tahu, bukanlah perkara yang mudah untuk menyelamatkan Daniel.  Keluarga Zacharias adalah keluarga terpandang dan kaya raya dengan kekuasaan yang lebih besar dari keluarga Mahardika.  Mereka tidak akan melepaskan Daniel begitu saja, hanya tinggal menunggu waktu saja.  Saat mereka bisa menemukan Daniel, maka berakhirlah sudah semuanya.


Asisten Dika bahkan merasa cukup beruntung jika mereka tidak menyerang perusahaan juga, memikirkan hal itu, asisten Dika segera mengambil phonselnya.  “Will, siapa saja yang sudah mengetahui tentang surat penyerahan Daniel” tanya asisten Dika langsung saat pengacara William menerima panggilan teleponnya.


“Sampai saat ini hanya saya dan dewan komisaris” sahut pengacara William dengan kening berkerut.


“Baik, sembunyikan itu jangan sampai diketahui oleh public.  Persiapkan surat palsu yang membuktikan penyerahan saham sudah dilakukan sebelum pesta pernikahan Dean


dulu.  Sementara penyerahan tampuk


kepemimpinan, buat itu seolah dilakukan dengan kesepakatan dewan komisaris.  Sampaikan semua ini secara langsung pada

__ADS_1


mereka, jangan sampai bocor” perintah asisten Dika pada pengacara William.


“Baik, Tuan Dika” sahut pengacara William.


“Sebentar lagi aku terbang, kuharap semuanya sudah selesai saat aku mendarat nanti.  Persiapkan juga konfrensi pers, aku harus segera melepaskan nama Daniel dari perusahaan agar Zacharias tidak mengotak atik kita.  Menghadapi masalah yang ada saja sudah akan sangat sulit, apalagi jika mereka menambah masalah lagi” ucap asisten Dika mengemukakan alasannya pada pengacara


William.


“Baik, Tuan Dika” sahut pengacara William.  Asisten Dika langsung menutup panggilan


telepon secara sepihak dengan pengacara William.


“Hah, hanya bisa berharap saja, demi semua yang menggantungkan hidupnya di PT. Mahardika.  Semoga saja Zacharias tidak punya waktu untuk mengurus dan menekan


perusahaan, kekuatan mereka sangat besar” keluh asisten Dika dalam hati saat jet perusahaan itu sudah mulai mengudara.


Asisten Dika membuka laptop yang sudah ada dalam pesawat itu dan mulai menyusun strategi dengan berbagai rencana kerja untuk beberapa hari ke depan.  Rasa lelah sama sekali tidak dirasakannya saat ini.  Padahal asisten Dika baru saja selesai menghadiri pertemuan dengan dewan direksi di salah satu anak perusahaan, bahkan masih ada beberapa agenda yang belum selesai.


“Qiandra, mengapa pesonamu begitu sangat kuat, hingga dua orang raja bisnis itu harus terus bersaing untuk mendapatkan dirimu.  Tapi memang kamu wanita luar biasa dengan


kecantikan alami dari luar maupun pribadimu.  Aku sendiri mengagumi Qiandra, dan selalu merasa berkewajiban untuk


melindungi dirinya.  Apa aku jatuh cinta juga pada wanita itu, ah entahlah, aku tidak merasa ingin memiliki Qiandra.  Aku hanya merasa harus melindunginya, hmmm, mungkin ini hanya karena rasa simpatiku padanya saja” desah asisten Dika.


Asisten Dika memandang ke arah luar jendela pesawat, melihat ke gumpalan gumpalan awan putih.  Disana dia seperti melihat bayangan wajah Qiandra saat tersenyum, saat tertawa, saat marah bahkan saat menangis.  Entah mengapa tiba tiba asisten Dika teringat pada seorang gadis kecil berambut ikal kecoklatan yang selalu mengekor seorang anak laki laki lain yang lebih besar.


Asisten Dika sadar kalau laki laki kecil itu adalah dirinya, dan gadis kecil itu, asisten Dika sangat tahu siapa dia.  “Felicia, dimana kamu sekarang, apakah kamu masih hidup.  Hah, para bajingan itu, mengapa aku tidak pernah bisa menemukan jejakmu di markas mereka dulu.  Apa mereka menculikmu atau menjual dirimu” desah asisten Dika dalam pilu.


Tanpa sadar air mata mengalir di pipi laki laki tampan itu, rasa rindu yang begitu besar saat ini dia rasakan.  Selama ini, asisten Dika memang tidak pernah mau terlarut dalam ingatan masa lalunya itu.  Asisten Dika selalu tenggelam dalam berbagai kesibukan mengurus Daniel dan perusahaan.  Dia memang tampak seperti robot yang tidak punya hati dan perasaan, dia hanya tahu bekerja dan melaksanakan perintah Daniel.


Padahal semua itu dilakukannya untuk membuang rasa sepi yang selalu membawa mimpi buruk dalam setiap tidurnya.  Rasa trauma akibat kehilangan yang begitu


berat membuat seorang asisten Dika tidak berani untuk memulai memiliki seorang


wanita dalam hidupnya.  Terlebih saat dia


melihat kegilaan Daniel saat bersama Risty dan Qiandra.


Asisten Dika sudah cukup kehilangan kedua orang tuanya tepat di depan matanya.  Dan bahkan dia kehilangan adik satu satunya yang juga tiba tiba menghilang saat musibah itu menimpa kedua orang tuanya.  Peristiwa


itu benar benar menorehkan luka yang dalam pada diri seorang asisten Dika, hingga membuat laki laki tampan itu mengalami trauma yang begitu besar.


Tidak ada yang tahu trauma yang dialami oleh asisten Dika, bahkan Daniel pun tidak.  Daniel hanya menduga asisten Dika memang belum berniat untuk memiliki seorang wanita dalam hidupnya.  Berulang kali Daniel menyuruh asisten Dika untuk mencari pasangan hidup, namun hanya di jawab asisten Dika dengan dua kata, “Siap Tuan” dan tidak pernah terlaksana hingga sekarang.


Satu satunya wanita yang berhasil menarik perhatian seorang asisten Dika hanyalah Qiandra.  Namun, ketertarikan itu juga bukan untuk memiliki tapi lebih untuk melindungi wanita itu.  Dan hal yang sangat disesali


asisten Dika adalah saat dia membantu Daniel menjebak Qiandra.


Kemarahan di mata Qiandra pada dirinya benar benar membuat asisten Dika semakin merasa bersalah.  Semua cara yang dilakukannya untuk meminta maaf pada wanita itu sama sekali tidak membuat wanita itu tersenyum padanya.  Hingga akhirnya Qiandra memutuskan untuk menghilang, dan asisten Dika sangat mengetahui semua itu.

__ADS_1


Asisten Dika bahkan sangat tahu dimana Qiandra bersembunyi selama dua tahun itu.  Namun, sebagai bentuk permohonan maafnya pada Qiandra, dia tidak memberitahukan hal itu pada Daniel.  Asisten Dika sendiri tidak tahu mengapa dia berusaha mencari tahu keberadaan Qiandra.  Tapi saat tahu wanita itu baik baik saja, asisten Dika barulah merasa lega.


__ADS_2