
“Yah, aku telah mengatakan pada Yang Mulia bahwa kamulah yang telah mendukung kaum pemerintah untuk menggeser keluarga kerajaan dari pemerintahan” sahut Lee dengan tawa penuh kemenangan.
“Lee!!!, kenapa kamu bisa menyebarkan fitnah sekejam itu, kamu tahu aku tidak pernah melakukan hal itu” seru Kenrich, sungguh sulit baginya untuk percaya kalau Lee tega menyebarkan fitnah sekeji itu.
“Maka belalah dirimu di neraka” seru Lee seraya melepaskan sebuah tembakan yang tepat mengenai dada Kenrich Hamilton.
“Daddyyyyyy …...” seru Queensha seraya menangkap tubuh sang suami yang limbung dan keduanya langsung ambruk di lantai.
Clayandra yang melihat hal itu ingin segera berdiri dan membantu sang kakak dan kakak iparnya. Namun, sebuah tangan yang sangat kokoh menekan bahunya dengan kuat, “Jangan bergerak, kamu tidak akan bisa berbuat apa apa” desis sebuah suara di belakang punggung Clayandra.
Betapa terkejutnya Clayandra saat menyadari bahwa saat ini dia tidak sedang sendirian. Dia merasa seluruh tubuhnya tiba tiba bergetar hebat, rasa takut menyerang dirinya. Namun, Clayandra tetap memberanikan diri untuk menoleh ke belakang, dia ingin mengetahui siapa orang yang bersamanya saat ini. “Kepala pelayan, apa yang kamu lakukan disini” desis Clayandra saat mengetahui siapa orang yang ada di belakangnya.
“Sama seperti dirimu, aku juga terjebak di sini” sahut sang kepala pelayan.
“Chris, jangan bercanda, sudahlah, aku tidak ada niat melayanimu saat ini, aku hanya ingin menyelamatkan kakak dan kakak iparku” desis Clayandra. Clayandra memang sering berdebat dengan sang kepala Pelayan yang bernama Chris itu.
Clayandra tahu kalau Chris menyukai dirinya, bahkan laki laki tampan itu sudah berulang kali menyatakan perasaannya pada Clayandra. Namun, Clayandra masih belum berniat untuk terikat dengan siapa pun, walaupun tidak bisa dipungkiri kalau dia juga menyukai laki laki tampan itu.
“Diamlah, Clay, aku sedang tidak bercanda, memangnya apa yang bisa kamu perbuat jika kamu ke sana. Apa kamu seorang super hero yang kebal terhadap peluru, sadarlah, jika kamu kesana sama saja kamu mengantarkan nyawamu” desis Chris dengan tegas kepada Clayandra. Tangannya tetap merengkuh bahu wanita itu, namun matanya tetap memandang dengan awas ke depan dan ke sekelilingnya.
“Tapi, aku tidak bisa berdiam diri begitu saja, Chris” desis Clayandra yang merasa semakin ketakutan saat mendengar suara tembakan yang bersahut sahutan.
“Kita harus bisa menyelamatkan Tuan Muda dan Nona Muda, ayo, kita cari jalan agar bisa masuk ke dalam dan menyelamatkan mereka berdua” ucap Chris seraya menarik tangan Clayandra dengan posisi masih menunduk.
Clayandra terkejut mendengar kata kata Chris, “Astaga, bagaimana aku bisa lupa pada Dika dan Feli, ayo Chris cepatlah, mereka berdua pasti sangat ketakutan” desis Clayandra. Clayandra ingin segera berlari masuk ke dalam mansion, namun lagi lagi dia di tahan oleh Chris. “Apalagi, Chris” desisnya dengan kesal.
“Clay, apa kamu tidak sadar kalau bahaya masih mengincar kita, ku mohon tenang lah, kita harus berhati hati agar bisa lolos dari pengawasan mereka” desis Chris dengan suara tegas dan tidak ingin dibantah oleh Clayandra. Chris tahu kalau wanita yang sangat dicintainya itu pasti sedang panik. Karena itu dia harus berkata kata dengan tegas agar Clayandra bisa tenang dan menyadari bahaya yang mengintai mereka.
Untunglah Clayandra bisa ditenangkan, sehingga Chris bisa membawa wanita itu dengan tetap mengendap ngendap. Mereka tidak tahu lagi apa yang terjadi pada Kenrich dan Queensha saat ini. Keduanya hanya fokus pada Tuan Muda dan Nona Muda yang saat ini masih berada dalam mansion. Suara tembakan masih terdengar dari arah halaman mansion mewah itu diiringi suara teriakan yang begitu memilukan.
Clayandra bisa mendengar teriakan sang kakak, Queensha, yang sepertinya berhasil ditangkap oleh orang orang Lee. Clayandra berusaha mengeraskan hatinya mendengar teriakan memilukan dari sang kakak, untuk saat ini dia harus benar benar fokus untuk menemukan Dika dan Felicia. Sungguh, teriakan dan tangisan pilu sang kakak, masih terus menghantui hati dan pikiran Clayandra, bahkan hingga berpuluh puluh tahun setelah kejadian itu berlalu.
__ADS_1
Kekacauan di luar mansion, membuat semua fokus terarah ke halaman saja. Hal ini tentu saja memudahkan Clayandra dan Christ untuk bergerak di dalam mansion mewah itu. Walaupun mereka masih harus berhati hati, takut ada anggota pasukan Lee yang menerobos masuk dan menemukan keberadaan mereka.
“Clay, aku rasa mereka berdua di sembunyikan oleh Tuan Kenrich di ruang rahasia, tapi mereka harus dikeluarkan dari sana. Aku takut kalau Lee semakin brutal dan melakukan hal hal gila lainnya” desis Chris pada Clayandra yang hanya dijawab Clayandra dengan anggukan kepala.
Mereka berdua berlari sambil tetap mengendap ngendap menuju ke lantai dua mansion mewah itu. Sayangnya, saat mereka tiba di sana, Clayandra dan Chris menemukan ruang rahasia itu sudah terbuka dan kosong. Clayandra merasa lututnya menjadi goyah saat tidak menemukan kedua keponakannya di dalam ruang rahasia itu.
“Clay, kuatkan dirimu, ayo kita berpencar untuk mencari keduanya, aku yakin mereka masih ada dalam mansion ini” bisik Chris seraya meremas bahu Clayandra dengan sedikit keras untuk menguatkan wanita itu. Clayandra tidak bisa berpikir lagi, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya dan kemudian perlahan menyusuri sekitarnya.
“Felii …..” jerit Clayandra saat melihat sosok mungil bersimbah darah di belakang pintu dekat tangga. Teriakan Clayandra mengejutkan Chris yang saat itu ingin mengejar Dika yang terlihat berlari menyusul ibunya.
Chris berada dalam dilema antara mengejar Dika atau menyelamatkan Felicia dan Clayandra. Akhirnya, Chris memutuskan menyelamatkan Felicia dan Clayandra yang sudah ada di depan matanya. Sementara untuk Dika, Chris hanya berharap Tuan Mudanya itu bisa selamat dan tidak tertangkap oleh orang orang Lee.
Chris segera meraih tubuh Felicia kecil, “Ikuti aku, Clay, jangan sampai tertinggal” desisnya pada Clayandra.
“Tapi, tapi bagaimana dengan Dika” seru Clayandra saat menyadari mereka belum menemukan sang Tuan Muda keluarga Kenrich Hamilton itu.
“Maaf, Clay, saat ini sepertinya kita harus memilih salah satu, atau harus kehilangan keduanya dan kita berdua juga” sahut Chris seraya terus melangkah menuju bagian belakang mansion mewah itu. Chris berjalan dengan setengah berlari karena melihat darah yang terus mengalir dari kepala Felicia kecil.
Chris membawa mereka memasuki sebuah pintu rahasia dan terus berlari melewati lorong yang gelap gulita itu. Beberapa kali Clayandra tersandung, namun dia tidak mau bersuara, dia segera bangkit dan terus mengikuti Chris. Tangannya bahkan memegang kemeja Chris agar dia tidak sampai tertinggal jauh. Chris bukannya tidak menyadari kalau Clayandra beberapa kali terjatuh, namun dia tidak bisa menolong wanita itu karena tangannya memegang erat Felicia kecil.
Hingga akhirnya mereka bertiga tiba di ujung lorong rahasia yang gelap itu. Chris membuka sebuah terpal yang ditutup dengan semak belukar, dan terlihatlah sebuah mobil kecil tersembunyi disitu. Chris membuka mobil itu dan menyuruh Clayandra masuk terlebih dahulu di kursi penumpang. Setelah itu dia meletakkan Felicia di pangkuan Clayandra.
Chris juga melepas kemejanya yang sudah berlumuran darah lalu menyerahkannya pada Clayandra. “Tahan lukanya dengan ini, agar darahnya tidak semakin banyak keluar” ucapnya pada Clayandra. Dan tanpa menunggu jawaban Clayandra, Chris segera beralih ke kursi kemudi dan mulai menghidupkan mobil itu.
Tepat di saat mobil itu bergerak menjauhi mansion mewah keluarga Hamilton, sebuah ledakan besar terdengar memecah keheningan malam. Clayandra sampai terpekik saking terkejutnya mendengar suara ledakan itu. Sementara Chris berusaha mengontrol dirinya, walaupun tangannya terlihat bergetar menggenggam setir mobil kecil itu.
Mereka terus melaju meninggalkan mansion mewah itu yang sekarang terlihat tenggelam dalam lautan api. Clayandra hanya bisa terus menerus menangis sambil menahan kemeja Chris yang digunakan untuk menahan luka Felicia.
Mobil kecil itu terus melaju melewati jalan kecil dan berbatu di tengah hutan yang ada di belakang mansion. Mereka memang tidak bisa melewati jalan utama, karena Chris sangat yakin kalau orang orang masih berkeliaran di sekitar mansion dan jalan utama menuju mansion.
Chris tidak membawa mobil itu menuju ke rumah sakit, melainkan menuju ke komplek perumahan mewah lainnya. “Chris, kemana kamu membawa kami, kenapa tidak ke rumah sakit” tanya Clayandra.
__ADS_1
“Semua rumah sakit pasti sudah di bawah pengawasan mereka, aku membawamu ke tempat seorang dokter yang juga sahabatku” sahut Chris.
Tidak berselang lama mereka memasuki sebuah rumah mewah, Chris hanya membuka sedikit pintu mobil. Dan saat penjaga rumah itu melihat Chris, maka dia segera membuka pagar dan mempersilahkan Chris untuk masuk. Chris memarkirkan mobilnya dengan sembarangan, lalu berlari ke samping pintu tempat Clayandra berada.
Chris segera meraih tubuh Felicia dan membawanya berlari masuk ke dalam rumah mewah itu. “Fred …... dimana kamu” serunya saat sudah berada dalam rumah mewah itu. Tidak berselang lama Clayandra mendengar derap langkah turun dari lantai dua rumah mewah itu.
“Chris, apa apaan kamu, …..” seru seorang laki laki yang disusul dengan munculnya seorang laki laki muda bersama dengan sorang wanita muda di belakangnya. “Astaga, bawa dia ke ruang praktek” seru laki laki muda itu tanpa banyak bertanya pada Chris lagi saat dia melihat Chris yang menggendong tubuh Felicia.
“Baby, siapkan infus dan cek golongan darahnya” seru laki laki itu pada wanita yang mengekor di belakangnya. Dan tanpa banyak bicara wanita itu segera melakukan apa yang diperintahkan oleh si laki laki muda ini.
Sementara laki laki muda itu mengarahkan Chris untuk meletakkan tubuh Felicia diatas tempat tidur pasien yang ada di ruang prakteknya. Dia juga segera memeriksa denyut nadi dan detak jantung Felicia, “Kondisinya sangat lemah, Chris tolong kamu siapkan air hangat dan kain bersih, ambil di lemari sana” ucapnya sambil menunjuk sebuah lemari di pojok ruangan itu.
Sementara wanita muda tadi sudah datang kembali dengan menbawa semua perlengkapan yang diminta oleh laki laki muda itu. “Tolong pasang infusnya Beb, lalu setelah itu periksa golongan darahnya, kemudian cek langsung stok darah kita” ucap laki laki muda itu yang segera dilaksanakan oleh si wanita tadi.
Kedua orang itu bekerja dengan sigap, jika si wanita melaksanakan perintah laki laki muda itu. Sedangkan si laki laki muda itu dengan cekatan membersihkan luka Felicia, rambut Felicia yang panjang bahkan harus dipotong dan sedikit digundul agar lukanya bisa dibersihkan. Setelah itu, laki laki muda tadi segera menjahit dan mengobati luka Felicia dengan sangat cekatan.
“Chris, cari pakaian bersih untuk kalian, tanyakan saja pada pelayan di belakang” ucap laki laki itu lagi memberikan perintah pada Chris, yang segera dilaksanakan oleh Chris dengan berlalu meninggalkan kamar itu.
Sementara Clayandra hanya bisa terduduk lemas di dekat pintu ruang praktek itu. Dia sungguh sungguh tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Otaknya terasa benar benar kosong dan seluruh tubuhnya terasa sangat lemas. Namun, Clayandra tetap berusaha mempertahankan kesdarannya dengan terus memperhatikan kondisi Felicia.
“Nona, bisakah Anda membantu saya mengganti baju anak ini, tolong buka semua pakaiannya, aku harus memeriksa seluruh tubuhnya untuk memastikan tidak ada luka yang lain” ucap laki laki itu kepada Clayandra.
Clayandra tersentak mendengar perintah laki laki itu, namun tak urung dia segera bergegas mendekati Felicia. Dia berusaha membuka pakaian gadis kecil itu, namun dia mengalami kesulitan karena rasa takutnya pada luka Felicia. Laki laki muda tadi langsung menyerahkan sebuah gunting pada Felicia, “Potong saja pakaiannya, nanti kita ganti dengan yang bersih” ucap laki laki itu yang segera dituruti oleh Clayandra.
Laki laki itu juga menyerahkan sebuah tempat yang berisi air hangat dan handuk kecil kepada Clayandra, setelah Clayandra berhasil membuka seluruh pakaian Felicia. Clayandra mengambil wadah itu, dan mulai membersihkan tubuh kecil Felicia. Sementara membersihkan tubuh Felicia, air mata Clayandra terus bercucuran tanpa bisa dicegah.
Laki laki muda itu sama sekali tidak berkomentar melihat sikap Clayandra. Dia hanya fokus pada seluruh bagian tubuh Felicia, memastikan tidak ada luka lain selain di kepala gadis kecil itu. Kemudian dia menyerahkan sebuah salep pada Clayandra, “Oleskan itu pada bagian tubuh yang memar” ucapnya pada Clayandra.
Tidak berapa lama wanita muda tadi datang dengan membawa dua kantong darah, “Untungnya kita punya dua kantong yang cocok, semoga ini cukup untuk dia bertahan dulu” ucap wanita itu. Lalu dengan cekatan wanita itu melakukan transfusi darah untuk Felicia kecil.
Saat Chris datang membawa setumpuk pakaian, laki laki muda itu menyuruh si wanita untuk memasang pakaian Felicia. “Dan kalian berdua, segera bersihkan diri kalian dan ganti pakaian kalian di kamar tamu” ucapnya pada Chris dan Clayandra.
__ADS_1
Clayandra ingin menolak meninggalkan Felicia, namun Chris berhasil membujuknya untuk segera membersihkan diri. Karena jika mereka tetap kotor maka mereka tidak bisa mendekati Felicia takutnya akan membawa kuman ke tubuh Felicia yang memang sedang rentan. Akhirnya, Clayandra bersedia dan bergegas menuju ke ruang tamu untuk membersihkan diri.