PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
EMPAT PULUH ENAM


__ADS_3

Dean dan Vian sering berkunjung ke kantor sang papah, karena mereka memang sedang dalam tahap belajar.  Mereka berdua sangat senang berkonsultasi dengan papah Walt yang memang sudah sangat ahli dalam mengelola sebuah perusahaan.  Dan pada saat itulah, Risty terus berusaha mendekati Dean, dengan berbagai cara, agar laki-laki tampan itu tertarik padanya.


Hingga akhirnya, Dean pun luluh dengan sikap dan perhatian yang diberikan oleh Risty, keduanya mulai menjalin hubungan yang cukup serius.  Namun, saat papah Walt  mengetahui hal itu, dia merasa kecewa, dan dia berusaha memisahkan Risty dan Dean.  Entah apa yang menjadi alasan papah Walt, namun dia selalu memperingatkan Dean agar jangan sampai terjebak dengan pesona seorang Risty.


Namun, kata-kata daan peringatan papah Walt, tidak diperdulikan oleh Dean, pesona dan kecantikan seorang Risty benar-benar  membuatnya lupa daratan.  Walaupun begitu, Dean tetap menjaga batasan hubungannya dengan Risty, dia tidak pernah mau menyentuh wanita itu secara berlebihan, walaupun Risty sudah seringkali menyerahkan diri untuknya.


Hingga suatu ketika, Dean, dokter Albert dan Vian melihat Risty sedang bertengkar hebat dengan seorang pria tampan.  Pria itu terus menerus memaksa Risty untuk mengikutinya dan masuk ke dalam mobil mewah milik pria itu.  Namun, Risty terus menerus menolaknya, pria itu tidak berputus asa, dia tetap membujuk dan memohon agar Risty mau pergi  dengannya.


“Beb, ayolah, aku harus bicara denganmu, ada apa sebenarnya, mengapa kamu selalu menghindari aku” ucap pria itu pada Risty.  Vian dan Albert yang pada awalnya ingin segera membantu Risty, ditahan oleh Dean, Dean ingin mengetahui ada hubungan apa Risty dengan pria itu.


“Daniel, sudah kubilang hubungan kita berakhir, dan aku tidak ingin lagi melihatmu.  Pergilah, dan jangan ganggu kehidupanku lagi” sahut Risty dengan tegas.


“Tidak, Beb, kamu tidak bisa memutuskan hubungan kita begitu saja, kamu harus memberi aku penjelasan, apa salahku, jika memang aku berbuat salah, tolong maafkan aku, dan aku janji tidak akan mengulanginya lagi” ucap pria itu dengan suara memohon.


“Maaf Daniel, tidak ada masalah apapun, yang pasti aku sudah tidak bisa lagi menjalani hubungan ini bersamamu, aku telah menemukan cinta sejatiku” sahut Risty.


“Bohong, cinta sejatimu adalah aku dan hanya aku, tidak ada yang lain selain diriku” seru laki-laki itu penuh kemarahan.


“Terserah kamu mau bilang apa, Daniel, yang pasti mulai saat ini kuharap kamu tidak mengganggu aku lagi, permisi” ucap Risty lalu melangkah meninggalkan laki-laki itu.  Namun, tiba-tiba laki-laki itu menarik tangan Risty hingga membuat wanita cantik itu hampir saja  terjatuh.


Dean dengan sigap menangkap tubuh Risty yang hampir saja terjatuh tepat dihadapannya, “Ris, apa kamu baik-baik saja” tanya Dean dengan penuh kekhawatiran.


“Oh, Sayang, untunglah kamu ada disini, tolong selamatkan aku dari laki-laki ini” ucap Risty dengan air mata mengalir di pipinya.

__ADS_1


“Risty, ikut aku, kita harus bicara” ucap laki-laki itu, dia kembali menarik tangan Risty yang masih dipegangnya.


“Maaf, Tuan, saya tidak mengenal Anda, tapi satu hal yang harus Anda tahu, Risty kekasihku, dan aku tidak akan membiarkan Anda  menyakitinya, apalagi dihadapan aku” ucap Dean dengan suara berat.


“Kekasih katamu, berapa lama kamu mengenal Risty, dia sudah bertahun-tahun menjadi kekasihku” sarkas laki-laki itu.


“Saya tidak perduli seberapa lama Anda dan Risty telah berhubungan, namun satu hal yang pasti saat ini Risty sudah menjadi kekasihku,  dan aku yang akan menjaganya, jadi, saya harap mulai saat ini Anda jangan pernah lagi mengganggu Risty” ahut Dean masih dengan suara berat.


“Kamu pikir siapa kamu, hah, beraninya kamu memerintahkan aku seperti itu” sarkas Daniel dengan penuh kemarahan dan sakit hati.


“Tuan, silahkan keluar dari kantor ini, atau aku harus memanggil petugas keamanan untuk mengusir Tuan” ucap Dean masih berusaha  menahan emosinya.


“Cuih, aku tidak perduli, ayo Ris, kita harus bicara” sarkas Daniel, lalu dia kembali menyentak tangan Risty.


Para petugas keamanan itu segera memegang tangan Daniel, “Lepaskan tangan kalian” desis Daniel, “Baik, kali ini aku akan keluar, tapi ingat, suatu saat nanti kita pasti akan bertemu lagi” sarkas Daniel dengan penuh kemarahan.  Sesaat dia menatap kearah Risty yang bergelayut manja di lengan Dean, ada luka yang teramat dalam dirasakan oleh laki-laki muda itu.


Daniel melangkah meninggalkan lobby kantor pusat PT. Zacharias dengan langkah yang lesu, ada sakit, luka dan pedih dalam dadanya.  Wanita yang sudah bertahun-tahuin berada disisinya, tiba-tiba berpaling pada laki-laki lain.  Sangat sulit bagi Daniel untuk menerima kenyataan itu, karena dia begitu mempercayai Risty yang selama ini selalu bersama  dengannya.


Sejak saat itulah, dendam dan permusuhan diantara Daniel dan Dean mulai terjadi.  Dean yang memang sedang merintis perusahaannya selalu bersaing dengan Daniel yang juga sedang menjalankan perusahaan ayahnya.  Namun, Daniel tidak terlalu fokus pada perusahaan, dia lebih suka berpetualang untuk  membuang semua luka dan sakit hatinya.


Hubungan Dean dan Risty semakin hari semakin dekat, hingga Dean memutuskan memperkenalkan Risty pada keluarga besar Zacharias, walaupun sang papah tidak menyetujuinya.  Dan Risty memang sangat cerdas dan pandai mengambil hati keluarga besar Zacharias, sehingga semua orang akhirnya bisa menerima Risty dan menyetujui hubungan keduanya.


Karena sudah mendapat restu dari keluarga besarnya, maka Dean pun bersepakat untuk segera meningkatkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.  Dan Risty menyetujui hal itu, sehingga dibuatlah kesepakatan untuk menentukan waktu lamaran untuk Risty.  Sementara menunggu waktu lamaran, Risty benar-benar bebas berada di mansion utama keluarga Zacharias.

__ADS_1


Hanya mamah Dean yang bisa membuat Risty bungkam, wanita paruh baya itu memang belum menerima kehadiran Risty dengan sepenuhnya.  Tapi mamah Dean juga tidak bisa memaksakan kehendaknya pada putranya, dia juga tidak ingin Dean bersedih karena dia tidak merestui hubungan mereka.


Beberapa kali Risty dan mamah Dean terlibat perselisihan kecil, dan mamah Dean selalu berhasil mematahkan keinginan Risty yang  menurutnya terlalu berlebihan.  Mulai dari persiapan acara lamaran sampai pada konsep pernikahan.  Risty menginginkan semua yang serba glamour dan mewah, tapi keluarga Zacharias telah memegang teguh prinsip bahwa sebuah pernikahan itu sakral dan bukan untuk bermegah-megahan.


Belum lagi penolakan mamah Dean, saat Risty beberapa kali ingin tidur di mansion itu, dengan berbagai alasan.  Bahkan Risty rela tidur di kamar tamu, asalkan bisa tinggal di mansion itu.  Namun, selalu ditolak oleh mamah Dean, wanita paruh baya itu sangat tidak setuju jika Risty dan Dean tinggal dalam satu atap saat keduanya belum resmi menjadi suami istri.


Dean yang memang telah dididik dengan sopan santun dan adat istiadat keluarganya, sangat menghargai keputusan mamahnya.  Sehingga Dean juga selalu menolak untuk tidur bersama dengan Risty, bahkan di apartemen miliknya, dia tidak pernah mengijinkan Risty masuk sampai ke kamar tidurnya.


Entah apa yang terjadi, hingga suatu hari Dean menerima khabar kalau mamahnya terkena serangan jantung.  Dan serangan jantung kali ini benar-benar berakibat fatal hingga  merenggut nyawa mamah Dean.  Dean, Albert  dan Vian yang mendengar hal itu, segera kembali ke mansion utama, mereka bertiga sangat terkejut, karena setahu mereka mamah Dean sudah lama tidak pernah lagi mengeluhkan kondisi jantungnya.


Dean bersama kedua sahabatnya datang ke mansion utama, dan melihat tubuh mamahnya sudah terbujur kaku.  Namun, hal yang lebih mengejutkan bagi ketiga sahabat itu saat melihat Risty duduk disamping papah Walt, yang terlihat sangat terpukul.  Wajah laki-laki paruh baya itu, terlihat sangat berduka dan penuh dengan rasa bersalah.


Sementara Risty yang duduk disamping laki-laki paruh baya itu, terus merangkul laki-laki itu dan membelai punggungnya, seolah memberikan ketenangan pada papah Walt.  Dean, mendekati Risty dan menyapa kekasihnya itu, “Sayang, terima kasih sudah menjaga papah, pergilah beristirahat, aku yang akan mendampingi papah” ucap Dean dengan lembut.


“Dad…..” ucap Risty dengan manja pada papah Walt, membuat kening Dean, Albert dan Vian seketika berkerut.  Tidak pernah sebelumnya, Risty memanggil papah Walt dengan sebutan seperti itu.


“Biarkan Risty tetap disini, Dean” ucap papah Walt dengan suara yang sangat berat, namun seperti petir yang menggelegar di telinga Dean.


“Pah, aku yang akan mendampingi Papah disini, Risty masih belum resmi menjadi bagian keluarga ini, jadi dia masih belum berhak berada di sisi Papah, untuk menghadapi semua tamu yang akan datang melayat” ucap Dean


mengingatkan papah Walt tentang adat istiadat dalam keluarga mereka.


“Maaf Dean, kurasa aku jauh lebih berhak mendampingi calon suamiku ini saat ini, dan kamu sebagai calon anakku, kuharap bisa menghormati statusku sekarang” ucap Risty dengan tegas membuat semua keluarga yang

__ADS_1


berkumpul saat itu terkejut bukan main.


__ADS_2