PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
LIMA PULUH


__ADS_3

“Dok, Anda tidak harus terus menerus berada disini, saya sungguh tidak ingin karier dan pekerjaan Anda terganggu hanya karena Anda merawat saya.  Saya sudah bisa perlahan merawat diri sendiri, jadi dokter tidak perlu khawatir lagi” Jossie berkata dengan serius kepada dokter Jimmy.


Sungguh, Jossie merasa sangat bersalah jika membuat dokter muda itu harus terus menerus merawat dirinya.  Sudah satu minggu, dokter Jimmy berada di rumah Qiandra, tugasnya  benar-benar hanya merawat Jossie.


“Hmm, apa kamu benar-benar tidak menginginkan aku terus merawatmu, Nona” dokter Jimmy balik bertanya pada Jossie.


“Bu-bukan begitu, Dok, kehadiranmu sungguh sangat membantu saya, saya bisa pulih secepat ini semuanya karena perawatan dari Anda, saya sungguh berterima kasih pada Anda, tapi saya benar-benar tidak ingin membebani Anda terlalu lama.  Saya sudah merepotkan banyak orang, saya tidak ingin merepotkan Anda juga” sahut Jossie, dia sungguh terkejut dengan pertanyaan dokter Jimmy.


“Apa aku terlihat kerepotan merawat Anda, Nona” kembali dokter Jimmy bertanya pada Jossie.


“Mak-maksud saya, repot karena Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda” sahut Jossie dengan terbata.


“Hey, apa menurut Anda, aku disini sedang berlibur, Nona, bukankah aku sedang bekerja” mata dokter Jimmy menatap intens wajah cantik wanita yang memang telah mencuri hatinya itu.


“Bu-bukan begitu maksud saya, Dok, saya hanya….” Jossie belum sempat menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba dokter Jimmy berdiri dan bersimpuh di hadapan kursi roda Jossie.


“Nona, katakan sejujurnya, apa Anda benar-benar tidak ingin saya terus merawat Anda, tidak perlu membuat alasan apapun, jika Anda merasa terganggu dengan kehadiran saya, saya akan undur diri” dokter Jimmy menatap bola mata indah Jossie, membuat wanita itu menjadi salah tingkah.


“Bu-bukan begitu, Dok, saya….” Jossie kembali tidak sempat menyelesaikan kata-katanya.


“Baiklah, Nona Jossie, saya mengerti, maafkan saya yang terlalu memaksakan diri merawat Nona, hingga membuat Nona merasa terganggu” ucap dokter Jimmy, lalu dia menatap ke arah taman mawar milik Qiandra.


“Dok….” Jossie tercekat mendengar ucapan dokter Jimmy.


“Saya akan undur diri Nona, namun satu hal yang saya ingin Anda ketahui, Nona, aku melakukan semua ini bukan semata-mata karena tugas dan tanggung jawab, tapi saya merawat Anda dengan hati” lanjut dokter Jimmy lagi.


Jossie tertegun mendengar ucapan dokter Jimmy, “Apa maksud Anda, Dok” tanyanya dengan kening berkerut.


“Saya menyukai Anda sejak pertama bertemu saat Anda bahkan dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan semakin hari rasa suka itu tumbuh menjadi rasa yang berbeda.  Maafkan saya, tapi saya harus mengatakan ini sebelum saya pergi” dokter Jimmy menghela nafas  sebentar, lalu dia berbalik menatap ke arah Jossie, “Saya mencintai Anda, Nona Jossie, terima kasih telah mengijinkan saya merawat Anda, saya mohon undur diri” lalu dokter muda itu berbalik dan melangkah meninggalkan Jossie.

__ADS_1


Jossie menatap punggung dokter muda itu dengan mata berkaca-kaca, “Apa aku pantas mendapatkan cintamu, dok” Jossie berkata dengan suara sendu, namun terdengar jelas oleh dokter Jimmy.


Dokter Jimmy menghentikan langkahnya, dia berbalik dan menatap Jossie dengan kening berkerut, “Apa maksud Anda, Nona Jossie” tanyanya.


“Dok, janganlah Anda melihat keberadaanku saat ini, karena ini semua bisa aku dapatkan karena belas kasih Nona Andra, aku hanyalah seorang wanita miskin dan yatim piatu, tidak ada sesuatu apapun yang bisa aku banggakan” desah Jossie dengan airmata yang mulai mengalir dipipinya.


Jossie bukannya tidak tahu kalau dokter Jimmy menaruh hati padanya, dan tak bisa dipungkiri kalau hatinya pun terpaut pada ketampanan dan ketulusan serta kelembutan dokter itu saat merawat dirinya.  Namun, Jossie tidak berani berharap banyak, dia menyadari siapa dirinya.  Karena itu, dia tidak ingin membiarkan hatinya semakin tenggelam dalam harapan semu yang  semakin hari akan semakin menyakitkan baginya.


“Nona, apa Anda pikir saya tidak mengetahui semuanya, saya sudah mengetahui siapa Anda, bahkan semua hobby ekstrim Anda, tapi semua itu tidak pernah sedikitpun merubah rasa yang ada di hati saya” dokter Jimmy kembali melangkah mendekati Jossie.  “Si, bolehkah aku memanggilmu begitu, aku sayang kamu, tak perduli bagaimanapun latar belakangmu” ucap dokter Jimmy, dia kembali bersimpuh di hadapan Jossie.


Jossie menatap bola mata dokter tampan itu, dia berusaha mencari kebohongan disana, namun dia tidak menemukannya.  “Dok, tapi kita sangat jauh berbeda” ucapnya dengan tersendat.


Dokter Jimmy menghapus airmata yang mengalir di pipi wanita itu, “Si, jangan memikirkan perbedaan atau hal lainnya, aku hanya ingin tahu bagaimana hatimu padaku, adakah kamu merasakan hal yang sama denganku” tanyanya, dia meraih jemari Jossie dan menggenggamnya dengan erat.


“Dok, aku….” Jossie merasa bingung harus berkata apa, di satu sisi dia memang merasakan hal yang sama dengan dokter Jimmy.  Namun, di sisi lain, Jossie merasa sangat tidak pantas berdampingan dengan dokter tampan itu.


“Si, aku tidak ingin mendengar alasan-alasan anehmu, aku mencintai kamu, apakah kamu juga mencintai aku, jawablah dengan jujur” ucap dokter Jimmy, dia mengangkat wajah Jossie yang terus menunduk, sehingga mata


Jossie tidak tahu harus berkata apa, mata dokter Jimmy memancarkan ketulusan dan cinta yang begitu besar.  Jossie menatap mata itu, dan perlahan kepalanya menggangguk, “Tapi, Dok..”


“Tidak perlu mengungkapkan alasan apapun, bagiku asal kamu mencintaiku itu sudah lebih dari cukup, masalah yang lain akan kita hadapi  bersama-sama” dokter Jimmy mengelus pipi Jossie dengan lembut dan penuh kasih.


“Tapi, Dok….” Jossie masih merasa berat, dia benar-benar merasa tak pantas untuk dokter Jimmy.


“Si, bisakah kamu tidak memanggilku dengan sebutan itu  lagi, walau bagaimanapun sekarang kamu kekasih aku” ucap dokter Jimmy dengan mata sendu menatap wajah wanita yang begitu dikaguminya itu.


“A-aku….” Jossie benar-benar merasa serba salah, mukanya merah padam menahan rasa malu.  Dokter Jimmy kembali mengangkat dagu Jossie, dan memberikan senyum terbaik untuk wanita itu.


“Panggillah aku dengan sesuatu yang khusus hanya kamu saja memanggilku begitu” ucap dokter Jimmy.

__ADS_1


“Emmm, bolehkah aku memanggilmu kak, Kak Immy, apakah boleh” tanya Jossie dengan ragu-ragu.


“Apapun itu, asalkan dari kamu, tentu saja boleh, Si, dan akupun akan memanggilmu seperti itu untuk seterusnya” dokter Jimmy mengecup lembut jemari Jossie, “Terima kasih karena mau menerima cintaku, Si”lanjutnya lagi dengan lembut.


“Aku yang berterima kasih padamu, Kak, karena Kak Immy mau mencintai wanita seperti aku” jawab Jossie dengan tulus.


“Si, aku mohon, jangan lagi merasa dirimu tak pantas, kamu yang terbaik untukku, aku rela mengejarmu hingga kemari, masihkah kamu merasa tak pantas” dokter Jimmy berbicara dengan sendu.


“Kak Immy….” Jossie menatap mata sendu dokter tampan itu.


“Aku mencintaimu, Si, dan bagiku tidak ada yang buruk dari masa lalumu.  Semua itu terjadi bukan karena kamu yang menginginkannya, bukan, tapi semua itu sudah menjadi garis  takdir yang membawamu kepadaku” dokter Jimmy terus berusaha meyakinkan Jossie dan menumbuhkan rasa percaya diri wanita itu.


“Itu memang tidak mudah, Kak, bertahun-tahun aku berada di bawah bayang-bayang Nona Andra, dan setiap orang yang aku temui, tak pernah sekalipun melirikku.  Pesona Nona Andra memang luar biasa, akupun selalu terkagum-kagum padanya” sahut Jossie dengan sendu.


“Kamu benar, Si, pesona Nona Andra memang tak bisa dipungkiri mampu menjadi magnet yang luar biasa bagi kami kaum lelaki, aku pun mengaguminya.  Namun, aku hanya kagum  padanya, tapi padamu, aku cinta kamu, Si, dan itu jauh lebih besar dari rasa kagumku pada Nona Andra” sahut dokter Jimmy.


“Apakah ketertarikanmu padaku berawal dari rasa kagummu pada Nona Andra, Kak” tanya Jossie.


“Aku tidak akan berbohong, Si, terserah kamu percaya atau tidak” sahut dokter Jimmy, dia menatap mata Jossie yang terlihat tegang menanti jawabannya.  “Saat kamu masuk ke rumah sakit, aku bahkan tidak tahu kalau kamu bersama dengan Nona Andra, aku langsung  jatuh cinta padamu pada pandangan pertama, bahkan sebelum aku sempat bertemu Nona Andra” lanjut dokter Jimmy lagi.


Mata Jossie membulat mendengar pengakuan dokter tampan itu, “Benarkah…” tanyanya dengan ragu.


“Aku sudah bilang terserah kamu percaya atau tidak, Si, kamu tahu saat mereka datang, aku justru merasa khawatir” sahut dokter Jimmy lagi.


“Khawatir?, tapi kenapa” tanya Jossie.


“Karena ada dokter Albert dan Tuan Dean, mereka adalah orang-orang hebat, aku khawatir mereka tidak mempercayaiku untuk merawatmu,  padahal aku sangat berharap sekali bisa merawatmu” ucap dokter Jimmy dengan senyum sendu.  “Aku kan masih dokter  muda, Si, sementara dokter Albert adalah dokter senior dengan keahlian yang tidak meragukan lagi.  Jadi, kupikir mereka tidak akan mempercayai perawatanmu padaku, tapi syukurlah, dokter Albert benar-benar menghargai keberadaan kami dokter muda.  Beliau hanya mengawasi saja saat aku  merawatmu” kenang dokter Albert.


“Ya, aku benar-benar bersyukur bisa bertemu dengan nona Andra, sehingga aku juga bisa mengenal orang-orang hebat lainnya di sekeliling nona Andra.  Aku berharap, nona Andra bisa segera menemukan kebahagiaanya, dia sudah cukup banyak menderita” Jossie  menatap ke taman mawar Qiandra.

__ADS_1


“Menderita?, setahuku, nona Andra adalah wanita karier yang sangat sukses, dengan segala prestasi dan pesonanya, bagaimana bisa kamu mengatakan dia menderita, Si” tanya dokter Jimmy.


“Hmm, seperti itulah bagi orang-orang di luar sana, tapi kami semua yang ada di rumah ini, mengetahui bagaimana beratnya kehidupan nona Andra” sahut Jossie.


__ADS_2