PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
LIMA PULUH LIMA


__ADS_3

Prang……prang…..prang


Pecahan kaca dan keramik berhamburan di lantai sebuah ruang kerja yang sangat mewah di kantor pusat PT.Mahardika.  Darah segar juga terlihat menetes dari tangan seorang laki-laki tampan yang wajahnya terlihat memerah dipenuhi dengan aura kemarahan.


“Dika, jelaskan, bagaimana bisa mereka tiba-tiba sudah menikah, bukankah kamu sendiri yang mengatakan kalau laki-laki baj*ngan itu juga sedang mencari Qiandra.  Lalu  bagaimana bisa mereka sekarang sudah menikah, jelaskan dan jangan coba menutupi  apapun dariku” seru laki-laki itu dengan suara menggelegar.


“Maafkan saya tuan Daniel, hanya sedikit informasi yang bisa saya dapatkan.  Menuut infoman kita, mereka mengetahui keberadaan nona Qiandra dari pemberitaan di sebuah saluran televisi.  Dan….” belum sempat asisten


Dika menyelesaikan kata-katanya, sebuah remote televisi dilemparkan padanya.


“Cari dan temukan di saluran mana ada pembritaan itu, jika kamu tidak menemukannya maka aku tidak akan mempercayai informasi itu” seru Daniel, masih dengan kemarahan yang menyala-nyala.  Laki-laki itu bahkan tidak memperdulikan tangannnya yang terluka dan meneteskan darah.


Walaupun cukup terkejut, asisten Dika segera menyalakan televisi dan membuka chanel yang memang diinformasikan oleh mata-matanya.  Dalam hati, asisten Dika juga cukup cemas,  karena dia sendiri belum sempat memastikan kebenaran informasi tersebut.  Asisten Dika berusaha mencari berita pada tanggal yang diberitahukan padanya.


Tampaknya keberuntungan masih memihak pada asisten Dika, karena ternyata informasi yang didapatkannya cukup akurat.  Berita kecelakaan yang menimpa Jossie memang  benar adanya, dan dalam pemberitaan tersebut terlihat Qiandra sedang mengawasi proses evakuasi.


Daniel melangkah mendekati layar televisi besar itu, asisten Dika segera menghentikan berita tersebut dan memperbesar tampilan wajah Qiandra.  Wajah Daniel seketika menjadi  sendu saat melihat wanita yang begitu di rindukannya itu.


“Qiandra, Qiandraku, astaga, kamu terlihat semakin dewasa dan semakin mempesona” Daniel membelai wajah Qiandra dengan hati sendu.  Namun, sesaat kemudian….


Prang…..


Layar televisi itu pecah berantakan terkena hantaman kuat penuh kemarahan seorang Daniel Putra Mahardika.  Suara ledakan dari televisi itu benar-benar mengejutkan asisten Dika, wajah asisten tampan itu memucat seketika.


“Seminggu yang lalu berita ini sudah tayang, lalu mengapa kamu tidak memberitahukan padaku” seru Daniel kembali dengan kemarahan yang besar.


“Maaf, Tuan, tapi saya sendiri baru mengetahuinya, mata-mata kita baru mendapatkan informasi setelah berita pernikahan….” kembali kata-kata asisten tampan itu terputus saat sebuah pot bunga melayang hampir mengenai wajahnya.


“Kenapa kalian selengah dan sebodoh itu, bukankah sudah kuperintahkan untuk mengawasi laki-laki baj*ngan itu selalu, bagaimana bisa kalian sampai tidak mengetahui kalau dia berangkat meninggalkan kota ini” seru Daniel lagi.  Presidir utama PT.Mahardika ini menghempaskan tubuhnya diatas kursi kekuasaannya.


“Keberangkatannya benar-benar dirahasiakan dan ditutupi, Tuan, bahkan sampai saat ini kami belum mengetahui kapan dia pergi menemui nona Qiandra.  Maafkan kelalaian kami, Tuan,  saya sungguh tidak mengetahui semua ini, hingga sesaat tadi” sahut asisten Dika dengan suara sedikit gemetar.


Semua orang tahu kekejaman Daniel, laki-laki muda ini tidak akan mengampuni kesalahan siapapun.  Dan hukuman yang diberikannya juga bukan hukuman biasa, tak jarang orang-orang yang tidak sesuai dengan keinginannya dan berusaha menentangnya akan dibinasakannya dengan tangan dingin.

__ADS_1


Dan asisten Dika adalah satu-satunya orang yang selalu berada di sisi Daniel selain Qiandra.  Jika Qiandra selalu berada di sisi Daniel dalam urusan perusahaan, maka asisten Dika adalah orang yang selalu mendampingi Daniel dalam berbagai keadaan, termasuk menghukum orang-orang yang tidak disukai Daniel.


Daniel mendesah dengan berat, kemarahan dalam dirinya begitu besar, namun tak mampu mengalahkan rasa sakit yang seolah menusuk jantungnya saat ini.  Laki-laki tampan itu menatap jauh keluar jendela kantornya, “Keluar, dan segera cari informasi sedetail mungkin” desisnya dengan tajam.


Seandainya itu orang lain, Daniel pasti akan menembak kepalanya saat ini juga.  Namun, Daniel juga masih bisa menguasai dirinya, sang presidir ini sangat menyadari kalau asisten Dika adalah satu-satunya orang yang selalu ada di sisinya.


Daniel tidak ingin kehilangan orang terbaiknya, walaupun kemarahan begitu besar dalam dirinya.  Selama asisten Dika bekerja untuknya, ini adalah kelalaian sang asisten yang pertama kali.  Dan Daniel berusaha menerima hal itu, karena dia sangat menyadari, hanya asisten Dika yang dapat membantu dirinya.


Untuk saat ini, Daniel berusaha menenangkan hatinya, walaupun terasa sangat menyakitkan.  “Qiandra, mengapa rasa sakit ini jauh lebih  sakit daripada saat aku kehilangan Risty dulu.  Sebegitu besar rasa cintaku padamu, aku bersedia menunggumu selama bertahun-tahun, namun, inikah akhir dari semuanya” bisik hati Daniel, tanpa sadar air mata mengalir dipipinya.


Daniel tersadar saat satu tetes air mata jatuh di punggung tangannya, dia menatap tetes air itu dengan tatapan penuh kemarahan.  “Tidak Qiandra, aku tidak akan membiarkan ini  menjadi akhir dari semua penantianku.  Aku akan merebutmu, pernikahan tidak akan menghalangiku untuk membawamu kembali ke dalam pelukanku.  Kamu milikku, Qiandra, hanya milikku, laki-laki itu boleh saja merasa senang saat ini, tapi jangan harap ini akan berlangsung lama” desis Daniel dengan tangan  mengepal erat.


Daniel menatap wajah cantik seorang wanita yang terpampang didinding ruangannya dalam ukuran yang sangat besar.  Foto Qiandra yang sedang tersenyum memang sengaja dipasang dalam ukuran yang sangat besar. Dengan cara itu Daniel bisa mengatasi rasa rindunya yng begitu besar pada wanita itu.


“Aku akan merebutmu kembali, Qiandra, bagaimanapun caranya, kamu hanya milikku.  Statusmu tidak akan pernah bisa menghalangi langkahku, seperti dulu pun begitu” ucap Daniel dengan wajah dingin dan kejam.  Bibirnya tersenyum, namun bagi orang yang  mengenalnya, mereka tahu senyuman itu mengandung ancaman yang mengerikan.


“Dika, masuk” perintah itu keluar dari mulut Daniel, matanya memancarkan kekejaman yang membuat siapapun akan bergidik melihatnya.


Asisten Dika masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah masih pias, dan semakin pias saat dia melihat senyuman Daniel.  Asisten Dika bergidik ngeri saat melihat raut wajah atasannya itu, dia sadar pasti sebuah rencana besar dan kejam sedang dipersiapkan oleh Daniel.


“Lakukan, atur semuanya sebaik mungkin, jangan sampai ada celah dan cacat.  Aku hanya ingin Qiandra kembali padaku, apapun dan bagaimanapun caranya” ucap Daniel dengan perlahan namun penuh penekanan.


Asisten Dika hanya mampu menarik nafas berat, dia sangat memahami apa yang diinginkan oleh Daniel.  “Baik Tuan” sahut asisten Dika, lalu membungkukkan badannya dan keluar dari ruangan Daniel.


Qiandra adalah wanita luar biasa di mata asisten Dika, dan laki-laki muda ini sungguh merasa tidak mampu jika harus menyakiti Qiandra lagi.  Asisten Dika sudah melihat bagaimana tegarnya Qiandra menjalani kehidupannya, dan asisten Dika sangat mengagumi Qiandra.


Apa yang sudah dirancangnya dulu, dan membuat Qiandra benar-benar terluka bahkan memutuskan untuk menghilang, hingga saat ini masih menjadi penyesalan bagi asisten Dika.  Qiandra tidak pernah membalas perbuatannya, wanita itu terus menerus menanggung  semuanya sendirian.


Saat Qiandra pergi dan menghilang, asisten Dika adalah satu-satunya orang yang mensyukuri hal itu.  Karena asisten Dika tidak ingin melihat Qiandra menderita lagi, asisten  Dika sangat mengetahui kalau Daniel tidak akan membiarkan Qiandra bahagia.  Wanita itu hanya boleh bahagia jika berada disisi Daniel.


Karena itu, asisten Dika tidak pernah sungguh-sungguh mencari Qiandra, dia bahkan berusaha menutupi jejak Qiandra.  Asisten Dika sungguh berharap wanita itu akan bisa memulai hidup barunya dan memiliki kebahagiaannya sendiri.  Dua tahun berlalu, dan asisten Dika merasa  cukup puas karena tidak ada siapapun yang bisa menemukan Qiandra.


Hingga hari ini, berita penikahan seorang Dean Walt Zacharias, yang disiarkan disemua saluran pemberitaan, benar-benar membuat asisten Dika terkejut.  Dalam hati, dia merutuki kebodohan Dean yang harus mengumumkan pernikahannya seperti ini, sehingga Daniel mengetahui hal tersebut.

__ADS_1


Namun, asisten Dika juga menyadari, tidak mungkin Qiandra bisa bersembunyi selamanya.  Kecerdasan dan kecantikan serta kesempurnaan wanita itu, membuatnya sulit untuk bersembunyi.  Asisten Dika sendiri telah


mendengar desas desus diantara para sekertaris dan asisten lain tentang keberadaan Qiandra.


Walaupun, berita yang sampai padanya menyebutkan nama yang berbeda, namun, asisten Dika sangat yakin kalau itu adalah Qiandra.  Asisten Dika sama sekali tidak berniat  menyelidikinya, bahkan dia sendiri berusaha menyembunyikan hal tersebut dari  Daniel.


Asisten Dika sangat mengagumi Qiandra, dan dia sungguh tidak ingin wanita itu harus disakiti lagi.  Namun sekarang, asisten Dika dihadapkan pada keputusan yang berat.  Perintah Daniel sangat dipahami oleh asisten


Dika, dan dia sangat menyadari kalau itu akan melukai Qiandra, lagi dan lagi.


Dalam hati asisten Dika merasa khawatir, jika Qiandra harus menghadapi rasa sakit hati lagi, wanita itu tidak akan bisa bertahan.  Saat kehilangan suaminya dulu, Qiandra perlu waktu bertahun-tahun untuk memulihkan hatinya.  Dan asisten Dika juga mengetahui, kalau Qiandra bahkan beberapa kali ingin mengakhiri hidupnya.


Asisten Dika menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya, laki-laki muda ini menghembuskan nafasnya dengan berat.  Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, dia tidak mungkin menolak perintah Daniel.  Namun, asisten Dika juga tidak mampu menyakiti Qiandra lagi, dia merasa telah terlalu banyak membuat wanita itu menderita.


“Semoga kamu bisa selamat kali ini, aku sungguh berharap kamu bisa lepas dari bencana kali ini” bisik hati asisten Dika.   Laki-laki muda itu termenung sendirian, mulai memikirkan bagaimana caranya dia bisa melaksanakan perintah Daniel namun juga menyelematkan Qiandra.  Tidak hanya Qiandra, tetapi juga Dean yang merupakan sumber kebahagiaan Qiandra saat ini.


"Apa aku harus mengkhianati Daniel kali ini, hah, tapi dialah yang telah menyelamatkan hidupku.  Tapi bagaimana caranya aku melaksanakan perintah Daniel kali ini, seandainya orang lain tentu bukanlah hal yang sulit, apalagi hanya menghabisi seorang Dean, tapi bukankah itu akan sangat melukai Qiandra.  Aku yakin dia tidak akan bisa bertahan lagi jika harus kehilangan untuk yang kedua kalinya" asisten Dika benar-benar berada dalam posisi yang sulit.


Di satu sisi, laki-laki muda itu sangat ingin menyelamatkan Qiandra, namun di sisi lain dia juga tidak mampu mengkhianati Daniel.  Daniel adalah atasan sekaligus sahabat asisten Dika yang mau menerima asisten Dika saat laki-laki itu berada dalam keadaan sangat terpuruk.


Masih jelas dalam ingatan asisten Dika, peristiwa yang terjadi lima belas tahun yang lalu.  Saat itu, asisten Dika yang masih berumur sepuluh tahun harus berlari menyelamatkan diri dari orang-orang yang telah membunuh kedua orang tuanya.  Orang-orang yang tak lain adalah suruhan pamannya sendiri yang ingin merebut perusahaan orang tua asisten Dika.


Saat sedang berlari, asisten Dika hampir saja di tabrak oleh orang tua Daniel yang saat itu sedang mengendarai mobil bersama dengan Daniel.  Ayah Daniel membentak asisten Dika karena tidak berhati-hati.  Namun seorang anak berumur sekitar dua belas tahun tiba-tiba keluar dari mobil itu dan menolong asisten Dika.


Anak itu bahkan menawarkan asisten Dika untuk ikut dengannya, karena dia tidak punya saudara di rumahnya.  Asisten Dika yang memang sedang kebingungan akhirnya menerima tawaran anak laki-laki yang tak lain adalah Daniel.


Sejak saat itu, asisten Dika telah berjanji untuk mengabdikan dirinya pada Daniel.  Mereka berdua juga sudah berhasil membalas dendam pada pamannya, walaupun perusahaan ayahnya sudah bangkrut.  Ayah Daniel menawarkan pada asisten Dika untuk membangun kembali perusahaan ayahnya, tapi asisten Dika menolaknya, dia hanya ingin mengikuti Daniel saja.


Selama puluhan tahun berada di sisi Daniel, asisten Dika sangat mengetahui bagaimana sifat laki-laki itu.  Sebagai seorang anak tunggal dari seorang pengusaha kaya raya, Daniel memang terkenal sangat royal dan lebih senang menikmati hidup.  Hingga Daniel bertemu dengan Risty, laki-laki itu begitu memuja Risty, namun berakhir dengan


pengkhianatan wanita itu.


Daniel sempat terpuruk, namun dia bisa bangkit kembali dengan niat untuk membalas dendam pada Dean.  Namun, niat Daniel untuk balas dendam pupus saat Daniel bertemu dengan Qiandra yang saat itu berstatus sebagai istri dari salah satu kolega ayah Daniel.

__ADS_1


Dan sekarang, dendam lama itu kembali  berkobar dan tidak mungkin bisa dipadamkan lagi.  Kemarahan Daniel terhadap Dean benar-benar sudah mendarah daging, bahkan kematian Dean mungkin tidak akan cukup untuk Daniel.


__ADS_2