PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
SERATUS SEMBILAN PULUH LIMA


__ADS_3

Satu bulan berlalu, namun Dika masih belum berhasil melakukan penyelidikannya.  Beberapa hal memang berhasil dikuak, namun kunci dari semua kasus itu masih belu berhasil dilacak oleh Dika.  Dika juga berhasil mengetahui kalau kedua sahabat Dean memang tidak terlibat apa apa.


“Jadi, kamu yakin mereka berdua tidak mengetahui apapun dan mereka maupun masa lalu mereka tidak terlibat dengan kasus ini” tanya Dean memastikan lagi melalui saluran rahasia saat berbicara dengan Dika.


“Sangat yakin, bahkan mereka dan keluarganya juga hampir dimusnahkan, masih untung Yang Mulia Walt Zacharias berhasil menyelamatkan mereka” sahut Dika dengan yakin.


“Daddy Walt?, jadi maksudmu daddy Walt mengetahui tentang semua ini” tanya Dean dengan penasaran.


“Sepertinya begitu, dan kemungkinan terbesar kunci dari semua masalah ini ada pada Yang Mulia Walt” sahut Dika yang kembali membuat Dean tercenung.


“Hmmm, aku memang sudah menduga kalau daddy mengetahui sesuatu, tapi selama ini aku juga tidak merasa perlu menanyakan hal tersebut padanya.  Hah, aku tidak menyangka kalau semua masalah ini akan berkaitan dengan orang yang sangat aku sayangi” desah Dean.  “Dan sekarang, daddy dalam keadaan seperti ini, entah apa yang harus


kita lakukan” ucapnya lagi dengan frustasi.


“Aku akan tetap berusaha, dan sepertinya mereka juga sedang mencari tahu untuk memusnahkan semua bukti itu.  Mereka cukup khawatir denganmu yang dianggap bisa membuka kembali semua kasus ini” ucap Dika lagi.


“Hah, aku sungguh tidak menyangka kalau Paman Jhon terlibat dengan semua ini” desah Dean.  Jhon adalah kepala pelayan yang sudah melayani keluarga kerajaan secara turun temurun.


“Sebenarnya dia tidak terlibat secara langsung, ayahnya, kepala pelayan terdahululah yang menjadi dalang semua kejadian ini.  Aturan kerajaan yang akan menghukum semua pengkhianat dan keluarganya, membuat mereka menjadi khawatir.  Oleh sebab itu, mereka berusaha memusnahkan semua bukti itu, entah apa yang ada dalam bukti itu” ucap Dika.


“Jadi, sampai sekarang benar benar hanya daddy yang menjadi kunci semua ini” desis Dean.


“Sepertinya begitu, mereka sendiri juga ragu dan berpikir kamu juga kemungkinan sudah


mengetahuinya.  Dan kehilangan Felicia


beberapa waktu lalu juga menjadi perhatian mereka, tapi lagi lagi mereka belum

__ADS_1


menemukan apapun.  Sepertinya memang


kemampuan mereka cukup terbatas dan mereka juga tidak berani menggunakan tim IT


kerajaan, karena sama seperti kita, mereka juga harus membatasi jumlah orang yang mengetahui hal ini” ucap Dika panjang lebar.


“Hah, seandainya hal ini tidak menyangkut Qiqi, aku juga tidak ingin mengungkitnya lagi” desah Dean.


“Maaf, tapi semua kebenaran harus diungkapkan, karena baik aku maupun Felicia tidak akan bisa menyandang nama keluarga kami sebelum semuanya jelas.  Mereka juga sudah melacak semua keluarga yang


sudah dimusnahkan, dan memang tidak ada satupun yang tersisa.  Uniknya lagi, semua keluarga itu, menurut mereka, bahkan tidak tahu kalau kerajaan yang mendalangi semua peristiwa tragis itu.  Oleh sebab itu, mereka benar benar ingin menutup semua kasus ini hingga benar benar hilang tidak berbekas” ucap Dika dengan sedikit emosi.


“Bukan kerajaan yang mendalangi, tapi perintah kerajaan yang disalah gunakan lah yang menjadi penyebab semua ini” ucap Dean memperbaiki kata kata Dika.  Dean sendiri sangat sulit menerima bahwa keluarganyalah yang menjadi penyebab kematian kedua orang tua Qiandra dan bahkan juga hampir merenggut nyawa wanita yang sangat dicintainya itu.


“Apapun itu, yang aku inginkan hanya membersihkan nama baik ayahku, seandainya memang benar tuduhan yang diberikan, maka aku sendiri yang akan menganggung hukuman yang seharusnya diberikan untuk keluargaku” ucap Dika.


“Entahlah, yang pasti sekarang aku akan melanjutkan penyelidikan ini, sebelum mereka berhasil lebih dulu.  Sekarang aku tutup dulu


panggilan ini, aku akan menghubungi lagi jika ada hal baru yang aku temukan” ucap Dika seraya menutup panggilan rahasia itu.


Dean menarik nafas berat seraya menimang phonselnya, sebelum akhirnya dia mematikan phonsel yang sudah terlihat tua itu, dan menyembunyikannya dalam tempat tersembunyi di laci meja kerjanya.  Hingga saat ini, hanya dua orang yang mengetahui nomor phonsel tersebut, ayahnya, Walt Zacharias dan sekarang Dika.


Dalam hati Dean merasa sedikit lega karena ternyata kedua sahabatnya tidak terlibat dalam masalah itu.  Namun, dia sendiri untuk


sementara waktu belum berniat memberitahukan hal itu kepada asisten Vian maupun dokter Albert.  Dean tidak ingin terlalu banyak orang yang mengetahui masalah itu, baginya apapun hasil akhir


penyelidikan Dika akan berujung pada aib keluarga Dika sendiri atau keluarga kerajaan.

__ADS_1


Dean keluar dari ruang kerjanya dan disambut oleh kedua sahabatnya yang menatap dirinya dengan penuh tanya.  Tidak biasanya sang


presidir itu mengunci ruang kerjanya dan bahkan tidak membiarkan kedua sahabatnya itu masuk.  Karena memang sejak dulu, tidak ada rahasia apapun yang mereka sembunyikan.  Semua masalah yang menyangkut salah satu diantara ketiganya, akan selalu mereka selesaikan bersama sama.


“Masuklah” ucap Dean kepada kedua sahabatnya, lalu kembali masuk ke dalam ruang kerjanya dan diikuti oleh dokter Albert dan asisten Dika.


“Aku sangat penasaran dengan masalah apa yang kamu hadapi saat ini, terus terang aku merasa kecewa karena kamu sepertinya menyembunyikan sesuatu dari kami, seolah kami ini tidak bisa dipercaya” ucap dokter Albert bahkan sebelum dia mengambil tempat duduk.


“Aku memang merahasiakan sesuatu dari kalian berdua, dan semua ini berkaitan dengan masa lalu istriku.  Aku mohon maaf, aku tidak bisa memberitahukan kalian terlebih dulu karena memang atas permintaan Dika.  Jadi, sama sekali bukan karena aku tidak mempercayai kalian, karena ini tidak hanya menyangkut diriku tapi juga menyangkut privasi keluarga Qiqi.  Aku harap kalian bisa memaklumi hal ini, mungkin jika semuanya sudah bisa diselesaikan, aku akan meminta ijin pada Dika untuk menceritakan semuanya pada kalian.  Kalau Qiqi sebenarnya tidak


merasa keberatan, tapi Dika merasa belum mengijinkan” ucap Dean  panjang lebar berharap kedua sahabatnya bisa mengerti.


Dokter Albert dan asisten Vian hanya saling menatap sesaat sebelum akhirnya sama sama mengangkat bahu dengan pasrah.  “Baiklah, kami akan tetap menunggu, kami harap semua ini bukan karena kamu tidak mempercayai kami sebagai sahabatmu.  Karena jika demikian, kamu tahu betapa kecewanya kami” ucap dokter Albert.


Sementara asisten Vian sama sekali tidak bersuara, laki laki tampan itu malah mengeluarkan berkas berkas yang dibawanya dan menyerahkannya pada Dean.  “Semuanya sudah saya verifikasi, Tuan, hanya tinggal tanda tangan Anda saja.  Beberapa klien tidak ingin menyelesaikan kontrak tanpa kehadiran Anda, jadi saya harus memastikan dulu kapan Anda bisa kembali ke kantor” ucapnya tanpa perduli pada pembahasaan antara Dean dan dokter Albert.


Dean mengambil semua berkas yang diserahkan oleh asisten Vian dan menyerahkan berkas lain yang sudah dia tanda tangani.  “Aku harus menghubungi Bu Sum dan suaminya dulu, jika mereka bisa menemani Qiqi, aku bisa berangkat ke kantor” sahut Dean.


“Aku bisa menjaga Qiqi” ucap dokter Albert.


“Tentu saja kamu harus selalu ada disini dan menjaga Qiqi, tapi aku tidak bisa membiarkan kamu terus menerus berdiam di dalam kamar sendirian dengan istriku” desis Dean yang


membuat kedua sahabatnya itu tersenyum.


Sebenarnya dokter Albert mengajukan dirinya hanya ingin melihat reaksi dan jawaban Dean.  Setelah mendengar jawaban Dean yang memang tidak pernah bisa membiarkan sang istri bersama laki laki lain, dokter Albert


merasa lega.  Ditambah lagi Dean mengatakan bahwa dia juga tetap menginginkan dokter Albert menjaga Qiandra,

__ADS_1


membuat keduanya merasa cukup lega.  Karena hal itu berarti Dean masih mempercayai mereka berdua.


__ADS_2