PLEASE, LOVE ME, JANDA

PLEASE, LOVE ME, JANDA
DUA RATUS DUA PULUH


__ADS_3

“Laki laki itu telah menemukan keluarga Charles beberapa bulan yang lalu.  Bukanlah hal yang sulit baginya untuk melacak


keberadaan mereka, apalagi adik Charles yang memang berprofesi sebagai wanita


malam.  Hal itu semakin memudahkan untuk menemukan keberadaan keluarga mereka” Dean mulai menceritakan kepada Qiandra.


“Apa, wanita malam, ta tapi bagaimana mungkin, bukankah mama Reni dan Papa Jhon sangat membenci pekerjaan itu.  Aku ingat jelas saat mereka mengusir aku ketika kamu mengantar aku dulu” seru Qiandra yang


cukup terkejut dengan awal cerita Dean.


“Kesulitan ekonomi sepertinya membuat mereka tidak punya pilihan lain” sahut Dean.


“Tidak, dulu mereka juga kesulitan, tapi mereka begitu keras mengingatkan agar aku tidak sampai mencari uang dengan cara menjual diri.  Oleh sebab itu mereka sampai mengusir aku saat mereka menduga kalau aku sudah menjual diri saat itu” Qiandra masih berusaha membantah.


“Astaga, Honey, kenapa kamu tetap berpikiran seperti itu, tidak kah kamu tahu bahwa semua itu mereka lakukan agar mereka bisa menemukan kesalahan sehingga mereka bisa mengusirmu” ucap Dean sambil geleng geleng kepala.


“Mengusirku, itu lebih tidak mungkin lagi, Love, karena aku yang menjadi tulang punggung mereka” ucap Qiandra.


“Mansion itu dibuat Charles atas namamu, sama seperti aku membuat mansion kita dulu atas namamu.  Mansion itulah yang menjadi


incaran mereka, dengan mengusirmu, maka mereka bisa segera menguasai mansion itu dan menjual mansion itu” ucap Dean.


“Tapi, aku yang menjual mansion itu” bantah Qiandra.


“Hal itu karena laki laki itu berhasil menarik kembali mansion itu dan mengembalikannya padamu dan berakhir dengan kamu menjualnya untukku” ucap Dean dengan sedikit mengulum senyum.

__ADS_1


“Ishhh, jangan dilanjutkan lagi, aku benar benar tidak tahu kalau kamu yang membelinya, semuanya atas akal akalan Mang Ijal yang tidak ingin rumah itu hilang begitu saja” kekeh Qiandra membela diri.


Dean hanya bis terkekeh melihat wajah cantik sang istri bersemu merah karena malu.  “Kamu semakin cantik dengan wajah bersemu seperti ini, Honey” ucapnya dengan nada menggoda.


“Hentikan Love, lanjutkan ceritamu” seru Qiandra yang sangat tahu tujuan sang suami.


“Ha ha ha, kamu selalu tahu apa yang aku inginkan, Honey” pecahlah tawa sang raja saat melihat wajah sang istri yang tiba tiba menjadi sangar.  “Baiklah, baiklah, aku akan melanjutkan ceritaku tadi” lanjunya lagi saat melihat mata sang istri yang melotot ke arahnya.


Daniel menemukan Fani dengan cara membooking wanita itu, dan dengan mudahnya Daniel berhasil mengetahui semua kehidupan mereka.  Lalu Daniel mendatangi rumah keluarga Charles itu, yang ternyata ada di perumahan kumuh di sudut kota.


Keluarga Charles cukup terkejut saat melihat kedatangan Daniel dengan salah satu mobil mewahnya, yang tentu saja menjadi pusat perhatian warga di sekitar tempat itu.  Namun, dengan sombongnya Fani mengatakan kalau Daniel adalah calon suaminya kepada warga sekitar.  Sementara Daniel sendiri tidak banyak bicara karena dia sebenarnya sangat tidak perduli dengan semua itu.


Seperti yang dikatakannya, Daniel hanya ingin memenuhi permintaan Qiandra yang memang sudah menjadi sebuah perintah untuknya.  Kedatangan Daniel dan pengacaranya akhirnya disambut oleh kedua orang tua Charles dengan perasaan bahagia karena mereka menyangka apa yang dikatakan Fani benar adanya.  Ditambah lagi, Fani yang begitu menempel dengan Daniel, benar benar seperti sepasang kekasih.


Namun, betapa terkejutnya mereka saat Daniel menjelaskan tujuan kedatangannya saat itu.  Lebih terkejut lagi saat mereka mengetahui kalau Daniel adalah orang yang telah menghabisi nyawa Charles.  Papa Jhon hampir saja menghajar Daniel, kalau tidak segera dilerai oleh pengacara dan beberapa bodyguard Daniel.


menanggung seluruh biaya hidup keluarga Charles.


Papa Jhon pada awalnya menolak tegas semua tawaran Daniel.  Bagi papa Jhon apapun yang dilakukan Daniel, tidak bisa menggantikan posisi Charles.  Oleh sebab itu, papa Jhon mengatakan kalau dia akan menuntut Daniel ke maja hijau dengan hukuman mati.


Namun, mama Reni dan Fani justru menolak keinginan papa Jhon.  Mereka lebih tergiur dengan tawaran kehidupan mewah yang diberikan oleh Daniel.  Lebih gila lagi, Fani bahkan mengajukan tuntutan agar Daniel menikahi dirinya.


Hal itu cukup mengejutkan tidak hanya Daniel dan papa Jhon tapi juga mama Reni.  Walaupun pada akhirnya mama Reni sangat


mendukung keinginan Fani.  Karena menurut mama Reni dan Fani, karena kematian Charles lah yang menjadi penyebab Fani sampai jadi wanita malam.  Oleh sebab itu, Daniel juga harus bertanggung jawab untuk itu.

__ADS_1


Mendengar semua permintaan mama Reni dan Fani, ternyata Daniel tidak menolak sama sekali.  Walaupun dia dengan jelas mengatakan bahwa dia tidak akan melakukan hubungan suami istri dengan wanita seperti Fani.  Mama reni dan Fani tidak perduli, bagi mereka status dan kekayaan Daniel sudah lebih dari cukup.


“Jadi, Daniel bersedia menikah dengan Fani” tanya Qiandra dengan mata membulat.


“Tidak ada pilihan lain, mereka tidak mengajukan tuntutan lain selain menikahi adik Charles itu” sahut Dean.


Qiandra menarik nafas berat, sejujurnya ada rasa iba terselip di hatinya pada Daniel.  Namun, tidak mungkin Qiandra mengatakannya pada Dean, sementara Qiandra tahu bagaimana bencinya Dean pada Daniel.  Ada sedikit rasa menyesal di hati Qiandra telah mengajukan permintaan itu pada Daniel, dia merasa seolah dirinya menjbeak Daniel.


“Jangan pernah merasa bersalah dan menyesal untuk laki laki itu, Honey, apapun yang terjadi itu semua adalah konsekuensi yang harus di tanggungnya” ucap Dean menyadarkan lamunan Qiandra.  Dean sangat memahami hati sang istri, oleh sebab itu dia bisa menebak bagaimana perasaan Qiandra


saat itu.


“Kamu benar, Love, itu adalah konsekuensi yang harus diterima dan dijalani olehnya, semoga saja ada jalan terbaik untuk mereka.  Setidaknya, mereka semua sudah saling mengetahui dan bisa bertanggung jawab dan menuntut pertanggung jawaban pada orang yang benar” sahut Qiandra pada akhirnya.


Yah, memang seperti itulah seharusnya, setiap yang kita lakukan bukankah harus kita


pertanggung jawabkan.  Tidak hanya


melempar keslahan dan tanggung jawab kepada orang lain saja.  Tetapi dengan berani mengakui kesalahan kita, memohon maaf dan tentu saja bertanggung jawab atas kesalahan kita.  Karena apapun yang kita perbuat, akan selalu ada resiko di masa yang akan datang, entah itu baik ataupun buruk.


Akhirnya, sampai disini dulu ya all, dunia khayalan versi author.  Mohon maafkan segala kesalah baik dalam kata terutama keterlambatan author dalam update bab baru di novel ini.  Novel ini dibuat pas saat author baru melanjutkan pendidikan, sehingga banyak tugas ditambah kerjaan kantor membuat author benar benar ketetaran.


Anyway, terima kasih banyak buat kamu semua yang tetap setia mendukung author dengan terus mengikuti cerita PLMJ.  Semoga endingnya cukup memenuhi harapan para readers kesayangan author.


Next novel mungkin masih lama, author mesti menyelesaikan study dulu, biar nggak ketetaran lagi.  Sekali lagi, terima kasih banyak ya buat semua koment, vote dan like yang sudah diberikan.  Semoga kita bisa secepatnya bertemu di novel

__ADS_1


novel author selanjutnya, DAHHHHHHHH, SEE YOU NEKT TIME.


.......T.......A.......M.......A.......T.......


__ADS_2