
Dika tidak pernah mengeluh dan tidak pernah menuntut apapun dari keluarga Daniel. Bahkan dia tidak pernah perduli pada berapapun gaji yang diberikan padanya. Daniel memang menggaji dirinya bahkan sejak Dika mulai mengikuti Daniel. Dan jumlah gaji Dika semakin besar saat dia resmi menjadi asisten pribadi Daniel.
Penghasilan ini semakin bertambah lagi dengan penghasilan Dika sendiri dari perusahaan yang diberikan Daddy Putra kepadanya.
Dika memang tidak pernah mengambil uang hasil jerih payahnya selama bertahun tahun. Dia tidak ada niat untuk menyimpan asset atau hal lainnya untuk masa depannya. Dika hanya terus menenggelamkan dirinya dalam berbagai kesibukan pekerjaannya. Kalaupun dia punya pulau, mansion dan beberapa apartemen, itu semua diberikan kepadanya oleh daddy Putra sebagai hadiah atas dedikasinya yang luar biasa pada keluarga Mahardika.
Hingga suatu hari, saat Dika sedang bersantai di belakang mansion mewah keluarga Mahardika. "Daniel, aku ingin bicara denganmu tentang masa laluku" ucap Dika dengan suara tegas.
Daniel hanya melirik ke arah Dika, dia sudah menduga pasti ada sesuatu yang penting jika Dika tiba tiba mau menemaninya bersantai. Karena Daniel sangat hapal kalau asisten sekaligus sahabatnya ini sudah seperti robot pekerja saja. "Hmmm, apa kamu sudah menyelidikinya" tanya Daniel pada Dika.
"Belum, aku ingin meminta ijin padamu dulu, sebelum aku memulai penyelidikan" ucap Dika. Bukan tidak bisa membuat keputusan tanpa bantuan Daniel, tapi begitulah cara Dika menghargai Daniel. Dia selalu membicarakan rencananya pada Daniel.
Daniel lalu berdiri, "Tunggu sebentar disini" ucap Daniel, lalu dia melangkah masuk ke dalam mansion.
Dika mengernyitkan keningnya, "Mengapa Daniel menyuruhku menunggu, padahal aku hanya meminta ijin untuk memulai penyelidikan tentang keluargaku" desis Dika dalam hati. Namun, dia tidak membantah perintah Daniel, Dika tetap duduk santai menunggu Daniel.
Beberapa saat kemudian, Daniel datang dengan membawa setumpuk berkas dalam tangannya. Lalu dia menyerahkan berkas itu kepada Dika, Dika segera menerima berkas itu dengan kening berkerut. "Kamu baca dan pelajari semuanya, itu semua hasil penyelidikan Daddy. Aku sendiri belum mempelajarinya, karena aku memang tidak ingin mencampuri urusan masa lalumu kecuali jika kamu menginginkannya. Pelajari saja dulu, jika ada hal yang ingin kamu ketahui atau kamu tanyakan, kamu bisa tanyakan padaku. Aku siap membantumu, Bro, jangan pernah tinggalkan aku dalam penyelesaian masalahmu" ucap Daniel.
"Daddy sudah menyelidikinya?" tanya Dika yang cukup terkejut dengan setumpuk berkas di tangannya.
"Betul sekali, Daddy begitu menyayangimu, dia sangat tidak terima atas perlakuan orang orang itu pada keluargamu. Daddy sudah lama ingin membalas kekejaman mereka, tapi aku selalu menolaknya, aku tidak mau mengungkit masalah ini sebelum kamu sendiri menginginkannya dan siap menghadapinya" sahut Daniel.
Hati Dika benar benar merasa terharu atas kepeduliaan dan penghargaan keluarga Mahardika pada dirinya. Tidak pernah disangkanya sang daddy yang terlihat tidak perduli pada masa lalunya itu, ternyata telah menyelidiki semuanya untuknya. Dan Daniel, Dika benar benar bersyukur pernah mengenal laki laki itu. Daniel benar benar menghargai dirinya dengan tidak mengungkit masalah keluarganya dan bahkan tidak membuka hasil penyelidikan itu tanpa seijin Dika.
"Aku ingin bertemu Daddy dulu" ucap Dika seraya berdiri, namun, Daniel juga segera berdiri.
"Aku akan menemanimu, jangan coba meninggalkan aku dalam hal penyelesaian masa lalumu, Dika, ini perintah dan aku akan sangat marah dan kecewa jika kamu melakukannnya sendiri" ucap Daniel yang bahkan sudah lebih dulu melangkah menuju ke ruang kerja daddy Putra.
Dika hanya tersenyum sendu, ada rasa haru dalam hatinya saat mendengar kepeduliaan Daniel pada dirinya. Dika mengira kalau Daniel tidak perduli pada masa lalunya, tapi ternyata Daniel hanya menunggu Dika merasa siap saja. Semua itu dilakukan Daniel karena dia begitu menghargai Dika sebagai sahabatnya.
Mereka berdua mengetuk pintu ruang kerja Daddy Putra, saat mendengar perintah untuk masuk barulah mereka berdua masuk. Daddy Putra sedikit mengerutkan kening melihat kedua pemuda tampan itu masuk ke dalam ruangannya. Sangat jarang mereka berdua datang bersamaan dan secara khusus menemui Daddy Putra. Daddy Putra hanya terbiasa bertemu dan berbicara dengan Dika saja, sementara Daniel masih suka bersenang senang di luaran sana.
Daddy Putra juga tahu kalau Daniel sering berbuat onar di luaran sana dan membuat kekacauan. Tapi tidak pernah sampai turut campur tangan menyelesaikan masalah Daniel. Semua masalah Daniel, semua kekacauan yang dibuat Daniel, semuanya bisa diselesaikan dengan baik oleh Dika. Oleh sebab itu, Daddy Putra sangat percaya pada Dika sebagai pendamping Daniel.
__ADS_1
Dan jika saat ini, Daniel dan Dika sama sama datang ke ruang kerjanya, Daddy Putra yakin pasti ada yang penting yang akan dibicarakan oleh kedua pemuda itu. "Duduklah" ucap Daddy Putra saat keduanya sudah masuk ke dalam ruang kerjanya. Daddy Putra juga sudah berdiri dan langsung bergabung dengan kedua pemuda itu di sofa tamu yang ada di ruang kerja sang daddy.
Daddy Putra menatap kedua pemuda itu, Dika dengan penampilan rapi dan professional, sementara Daniel dengan penampilan santai walaupun tetap stylish. Daddy Putra menghembuskan nafas pelan, dia sungguh berharap Daniel bisa segera menyesuaikan gaya hidupnya dan berhenti dari kebiasaannya bersenang senang. Daddy Putra sudah sangat ingin melepaskan perusahaannya pada putra tunggalnya itu.
Sebenarnya, bisa saja Daddy Putra melepaskan perusahaannya dan mempercayakan pada Dika. Tapi, walau bagaimana pun, dia menyadari kalau Dika bukanlah darah dagingnya. Jadi, sangat tidak mungkin dia melepaskan perusahaan begitu saja pada Dika.
Sementara Daniel, masih terlalu asyik dengan kehidupan bebasnya termasuk kehidupan asmaranya yang dinilai Daddy Putra sangat bebas. Beberapa kali sebenarnya Daddy Putra meminta agar Daniel segera menikahi Risty, tapi selalu saja mendapat penolakan dari Risty. Hal ini menyebabkan Daddy Putra jadi merasa tidak respeck pada Risty.
Soalnya, menurut Daddy Putra, mana ada wanita baik baik yang mau hidup layaknya suami istri tapi tidak mau menikah.
Daddy Putra mendesah sesaat sebelum mulai membuka percakapan dengan kedua pemuda tampan di hadapannya itu. "Ada apa, mengapa kalian berdua datang bersamaan" tanya sang daddy to the point.
"Dika ingin kembali menguak masa lalunya, Dad, aku sudah memberikan berkas hasil penyelidikan Daddy pada Dika, tapi dia belum membacanya sudah mau langsung menghadap Daddy" Daniel yang menjawab pertanyaan Daddy Putra.
Seketika wajah Daddy Putra bersemangat mendengar ucapan Daniel, "Benarkah itu Dika, jadi sekarang kamu sudah siap" tanya Daddy Putra pada Dika yang masih berdiam diri.
"Aku akan mempelajari semua yang telah Daddy selidiki, dan aku mengucapkan terima kasih banyak atas kepedulian Daddy" sahut Dika tanpa menjawab pertanyaan Daddy Putra.
"Ah, bukan masalah besar, Dika, aku yang justru meminta maaf kepadamu karena sudah menyelidik semuanya tanpa meminta persetujuanmu. Kamu tahu kan kalau dia itu selalu melarang Daddy mencari tahu tentang masa lalumu, bahkan sejak kamu masuk mobil saat itu" sahut Daddy Putra sambil mengarahkan tatapannya pada Daniel.
"Terima kasih banyak atas semua kepedulian kalian, Dad, Daniel, aku berhutang nyawa dan berhutang budi yang bahkan tidak akan bisa ku bayar sekalipun aku menyerahkan nyawaku pada kalian. Aku sangat menyadari, tanpa uluran tangan kalian, mungkin saat ini aku sudah lenyap dari muka bumi ini" sahut Dika dengan sendu.
"Heh, jangan mellow seperti itu, Bro, kamu tahu kami semua tidak mengharapkan apapun darimu" sahut Daniel yang tidak tahan melihat wajah sendu sahabatnya itu.
"Daniel benar, Dika, kamu sudah seperti anakku sendiri. Jangan pernah memperhitungkan semua yang kami lakukan padamu dan berpikir itu sebagai utang budi atau utang nyawa. Kami melakukan semuanya dengan tulus tanpa mengharapkan balasan apapun darimu, cukup kamu bahagia menjadi bagian dari keluarga ini, Dika" sahut Daddy Putra.
"Aku selalu bangga dan bahagia menjadi bagian keluarga ini, Dad" sahut Dika.
"Tapi kamu tidak mau menyematkan nama Mahardika di namamu" keluh Daddy Putra.
"Dad ....." Daniel segera melayangkan mata melotot sebagai bentuk protes terhadap ucapan sang ayah. Daniel tahu kalau Dika sangat menghargai mereka, tapi bukan berarti dia bersedia menghapus jejak keluarganya dalam darahnya. Dika hanya belum ingin menampilkan siapa dirinya, dia selalu mengatakan ada saatnya untuk itu.
"Maafkan aku, Dad, tapi Daddy sangat tahu apa jawabanku dan apa alasanku" sahut Dika bijaksana agar tidak menyinggung perasaan Daddy Putra.
__ADS_1
"Aku hanya bercanda, Dika, aku juga tidak akan memaksamu, itu hakmu sepenuhnya. Dan aku juga bangga karena kamu tetap menghargai keluargamu dengan tetap mempertahankan nama ayahmu dengan tidak menggantikannya dengan nama keluarga ini" ucap Daddy Putra.
"Bercanda yang tidak lucu" sarkas Daniel, membuat sang ayah tersenyum. Daddy Putra tahu bagaimana Daniel menyayangi Dika seperti adiknya sendiri, dia selalu melindungi Dika jika ada orang yang merudung Dika. Walau pada kenyataannya, Dika lah yang banyak melindungi dirinya dari berbagai akibat masalah dan kekacauan yang dibuatnya.
"Baiklah, sekarang apa rencanamu, Dika" tanya Daddy Putra pada anak angkatnya itu.
"Aku akan mempelajari semua berkas hasil penyelidikan Daddy, setelah itu, baru aku membuat keputusan. Aku harus mengetahui dengan jelas alasan Lee melakukan kekejaman ini, aku tidak ingin ada yang tidak bersalah terkena dampak pembalasanku" sahut Dika dengan wajah memerah menahan amarah saat dia menyebutkan nama Lee.
"Jadi kamu merencanakan pembalasan" tanya Daddy Putra lagi.
"Semuanya akan kubalas, Dad, sesuai janjiku, tapi aku harus memastikan bahwa setiap orang yang terlibat mendapatkan pembalasan yang setimpal, dan darah harus dibalas dengan darah" desis Dika dengan aura gelap mengelilingi wajahnya.
Daniel menatap Dika dengan seringainya, dia memang sudah merasa sangat gatal ingin membalas kekejaman orang orang yang sudah menghancurkan kehidupan seorang Andika Kenrich Hamilton. Mereka semua tahu bahwa sejak kejadian itu, tidak ada pemberitaan sama sekali tentang kejadian yang menimpa keluarga Dika. Apalagi hukuman bagi para pelaku kejahatan yang sampai sekarang masih bisa hidup bersenang senang.
"Aku akan berdiri disampingmu, Bro" ucap Daniel dengan senyum tulus kepada sang sahabat.
"Lakukanlah apapun yang ingin kamu lakukan, Dika, kamu boleh memakai semua sumber daya yang ada di Mahardika. Pesan Daddy hanya satu, be smart, bermain pintar, jangan sampai kamu hancur hanya karena pembalasan dendam ini. Masa depanmu masih panjang, kamu pewaris dan penerus satu satunya dari keluargamu" ucap Daddy Putra memberi nasehat.
"Terima kasih, Dad, aku akan mengingat pesan Daddy" Dika sangat paham apa yang dimakasud oleh sang Daddy. Dika juga tidak mau semua yang telah dirintisnya saat ini hilang percuma hanya karena balas dendamnya. Dan Dika sebenarnya juga sudah berjanji tidak akan menggunakan sumber daya Mahardika untuk kepentingannya.
Dika tidak ingin memanfaatkan kebaikan hati Daddy Putra dan juga Daniel untuk membalaskan dendamnya. Dika ingin melakukannya dengan kekuatan yang ada padanya saat ini, dia sungguh tidak ingin melibatkan nama besar Mahardika.
Walaupun nyatanya saat ini saja dia sedang menggenggam berkas hasil penyelidikan Daddy Putra, yang artinya secara tidak langsung dia sudah menggunakan sumberdaya Mahardika.
Dika terpekur menghadapi semua berkas yang terhampar dihadapannya, dia baru mengetahui kalau ternyata Lee hanyalah seorang anak yang dipungut oleh kakeknya. Namun, ternyata Lee selalu merasa iri dengan ayah Dika, Kenrich Hamilton yang sejak lahir sudah makan dengan sendok emas. Keluarga Hamilton yang merupakan keluarga bangsawan secara turun temurun dan selalu hidup bergelimang harta.
Rasa iri Lee sepertinya semakin besar saat sang ayah tidak menyematkan nama keluarga pada nama Lee. Dan saat ayah angkatnya itu meninggal, orang tua itu menyerahkan sebagian besar assetnya pada putra tunggalnya, ayah Dika. Walaupun kakek Dika tetap memberikan satu perusahaan dan beberapa asset lainnya atas nama Lee.
Lee merasa tidak puas dengan pembagian yang dianggapnya tidak adil itu. Rasa iri membuatnya menjadi serakah dan ingin mendapatkan semua yang dimiliki oleh ayah Dika. Lee menjadi musang yang berbulu domba untuk mencari kesempatan menghancurkan keluarga Kenrich Hamilton.
Hingga pada akhirnya, dia berhasil melaksanakan niatnya yaitu pada hari naas yang sangat kelam bagi Dika. Lee berhasil memusnahkan seluruh keluarga Kenrich Hamilton, lalu dengan bangganya dia menyematkan nama Hamilton di belakang namanya, agar dia bisa menguasai semua asset keluarga Hamilton.
Dan hingga saat ini, Lee Hamilton memang menjadi penguasa atas seluruh harta keluarga Hamilton. Bahkan semua perusahaan milik keluarga Hamilton sudah menjadi milik Lee. Tidak ada yang bisa membantah bahwa memang hanyalah dia yang berhak sejak keluarga Kenrich Hamilton menghilang bagai di telan bumi.
__ADS_1
Satu hal yang mengusik perhatian Dika, yaitu salah satu hasil penyelidikan yang menyebutkan ada campur tangan pihak penguasa dalam kasus ini. Oleh sebab itu, kejahatan Lee tidak pernah diungkap dan disebarkan. Ada kekuasaan yang sangat besar yang bisa meredam semua pemberitaan tentang musibah yang menimpa keluarga Dika.