
Karena terjebak di luar mansion, akhirnya Clayandra memutuskan untuk melihat apa yang terjadi dan berusaha mengenali orang orang yang datang ke mansion kakaknya itu. Terlihat ada puluhan orang yang datang dengan lima mobil jeep dan sudah mengepung mansion keluarga Hamilton. Clayandra sama sekali tidak bisa mengenali siapa orang orang tersebut, hingga sebuah suara mengejutkan Clayandra.
“Kenrich, keluar kamu, jangan bersembunyi seperti pengecut!!!!!” seru sebuah suara yang sangat dikenali oleh Clayandra dan membuat wanita muda tercekat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Mata Clayandra menyipit, berusaha memastikan sosok laki laki yang berdiri dengan gagahnya diantara gerombolan pasukan bersenjata itu. Sementara dari arah mansion, para bodyguard keluarga Hamilton juga sudah bersiaga disana dan mulai menempatkan diri menjaga pintu masuk mansion mewah itu.
“Hah, apa kamu hanya berani bersembunyi di belakang tikus tikusmu ini, KAKAK ku yang tersayang” seru laki laki itu lagi. Panggilan kakak ini membuat Clayandra semakin yakin dengan identitas laki laki yang berseru di depan mansion keluarga Hamilton.
“Lee, tapi, tapi mengapa …...” desis Clayandra masih tidak percaya kalau laki laki yang selama ini begitu ramah dan sangat penurut pada kakaknya, Kenrich Hamilton, itu bisa menjadi seperti saat ini. Rasa penasaran membuat Clayandra kembali menundukkan tubuhnya, dia berusaha mempertajam pendengarannya sambil tetap waspada terhadap para pasukan yang di bawa Lee.
Tidak berapa lama pintu utama mansion mewah itu terbuka dari dalam, dan Clayandra sangat terkejut saat melihat siapa yang berdiri di pintu itu. “Kakak ipar …..” desisnya, ada rasa khawatir terselip dihatinya saat melihat Kenrich Hamilton keluar dari pintu utama. Walaupun saat ini sang kakak ipar dilindungi oleh puluhan bodyguard terbaik keluarga Hamilton.
“Lee, ada apa ini, mengapa kamu datang dengan membawa pasukan bersenjata lengkap seperti ini” tanya Kenrich Hamilton.
“Tidak perlu banyak bertanya, hari ini aku akan mengakhiri semua kesombonganmu tanpa bekas” sahut Lee dengan suara keras yang terdengar sangat angkuh.
“Apa maksudmu, Lee, kita bersaudara, mengapa harus seperti ini. Kita bisa membicarakan jika ada hal yang tidak memuaskan bagimu, tidak perlu saling menyerang dan saling memusuhi. Kita hanya berdua bersaudara, mengapa harus berada di arah berlawanan” ucap Kenrich masih dengan suara tenang.
“Ha ha ha, bersaudara katamu, tapi apa yang kamu lakukan selama ini kepadaku, hah, apa kamu memperlakukan aku seperti saudara, NO, kamu memperlakukan aku sebagai budakmu bahkan lebih rendah lagi dari budak” seru Lee dengan amarah yang terdengar jelas dalam suaranya.
“Budak? Pada bagian mana aku memperlakukan kamu sebagai budakku, Lee” tanya Kenrich dengan sabar.
“Jangan berpura pura bodoh, Kenrich, lihatlah semua harta yang kamu miliki, semua perusahaan, semua asset, yah, semuanya yang kamu buat atas namamu sendiri. Lalu mana bagianku, mana yang menjadi milikku, apa karena aku hanya saudara tirimu lalu kamu tidak memberikan hak untukku. Ingat kita berdua punya kedudukan yang sama sebagai pewaris Hamilton” seru Lee dengan suara bergetar penuh amarah.
“Lee, apa maksudmu menanyakan semua itu, bukankah aku sudah membawamu untuk duduk bersama dan membagi semua asset warisan itu, bahkan aku juga memberikan padamu kesempatan untuk memilih asset dan perusahaan mana yang kamu inginkan. Walaupun sebenarnya memang semua itu diwariskan Daddy untukku. Tapi, lihatlah sekarang, bukankah kamu sendiri yang membuat semua perusahaan itu ambruk dan gulung tikar” sahut Kenrich.
“Bullshit, jangan terus menerus membodohiku, aku tahu kamu sengaja memanipulasi data perusahaan dan asset yang tidak bernilai itu, sehingga aku melihatnya begitu bernilai, dan kamu sengaja membuat yang sebenarnya bernilai menjadi tidak bernilai sehingga aku tidak memilihnya. Dan sekarang terbukti, bahwa semua yang aku pilih dengan sangat mudah bangkrut dan tidak bernilai lagi” seru Lee.
Kenrich menarik nafas dengan berat mendengar tuduhan dari adik tirinya sendiri, Lee Hamilton. Kenrich sangat tahu alasan ayahnya tidak memberikan apa apa kepada Lee adalah karena Lee dianggap tidak punya kemampuan dan tidak bisa bertanggung jawab atas apapun yang diserahkan padanya. Lee sama sekali tidak mewarisi watak seorang Hamilton yang berjiwa pembisnis besar.
Lee Hamilton, adalah adik tiri Kenrich Hamilton. Lee lahir dari seorang wanita yang telah berhasil menjebak Hamilton dalam suatu pesta. Dan setelah dilakukan test DNA, ternyata terbukti Lee memang anak Hamilton. Oleh sebab itu, Hamilton tetap mengakui Lee sebagai anaknya. Lee hanya diberikan asset sebagai warisan dari ayahnya, dan tidak mendapatkan satu perusahaan pun.
Lee terkenal sebagai anak yang royal dan sangat boros, dia terjebak pada berbagai pergaulan bebas pada masa mudanya. Sehingga berulang kali, Kenrich harus menyelesaikan masalah Lee baik dengan petugas kepolisian maupun dengan preman preman di dunia malam. Terkadang Kenrich dan ayahnya berpikir, apa Lee benar benar anak Hamilton, karena sikapnya yang benar benar tidak mencerminkan sifat sang ayah.
Hingga pada suatu hari sang ayah, Hamilton, meninggal dunia dan memberikan wasiat tentang pembagian harta warisannya. Saat itu Lee sangat marah karena ayahnya hanya memberikan beberapa properti untuknya, sementara semua perusahaan diberikan pada Kenrich. Namun, sebagai seorang kakak, Kenrich tidak ingin ada permusuhan diantara keduanya.
__ADS_1
Oleh sebab itu, Kenrich memberikan penawaran dan mempersilahkan Lee untuk memilih perusahaan dan properti mana saja yang dia inginkan. Bahkan saat Lee memilih beberapa perusahaan yang cukup bonafit dan sangat sehat, Kenrich tetap merelakannya. Sampai sampai pengacara yang memegang wasiat sang ayah mengajukan protes pada Kenrich.
Tapi Kenrich tetap teguh pada penderiannya untuk memberikan semua yang diinginkan oleh Lee. Bagi Kenrich, dia lebih memilih kehilangan harta daripada harus kehilangan saudara satu satunya itu. Kenrich tetap berharap Lee bisa berubah, tapi sayangnya, kekhawatiran sang ayah menjadi kenyataan.
Tidak sampai satu tahun, semua perusahaan yang dipegang oleh Lee mengalami kebangkrutan dan gulung tikar. Sebenarnya Kenrich sudah berusaha menyelamatkan semua perusahaan itu, namun, Lee terus menerus melakukan kesalahan dalam berbagai tender. Hingga pada akhirnya, Kenrich tidak mampu lagi menolong perusahaan Lee.
Setelah mengalami kebangkrutan, Lee datang kepada Kenrich dan memohon agar Kenrich membantunya melunasi utang piutangnya. Dengan mengatakan bahwa nyawanya yang akan menjadi taruhan jika semua utangnya tidak dilunasi, Lee berhasil membujuk Kenrich. Kenrich pun bersedia melunasi semua utang piutang Lee, dan bahkan dia bersedia mempekerjakan Lee di perusahaannya, tentunya dengan jabatan yang tinggi.
Namun sayangnya, semua itu tidak membuat seorang Lee Hamilton merasa bersyukur atau berterima kasih kepada saudara tirinya itu. Dia hanya berusaha untuk tetap bersikap sangat manis pada Kenrich dan anak istri kakaknya itu. Namun dalam hati, Lee dipenuhi dengan iri dengki dan kebencian yang semakin hari semakin membesar. Lee berusaha mencari titik kelemahan sang kakak, agar dia bisa menghancurkan kakaknya itu.
Lee bahkan pernah berusaha merayu Queensha, kakak iparnya sendiri. Karena dia melihat Kenrich begitu menyayangi Queensha sehingga dia berpikir kalau berhasil merebut Queensha maka Kenrich akan hancur. Namun, usahanya lagi lagi gagal, karena Queensha sangat menyayangi suami dan anak anaknya.
Sayangnya, penolakan dan kesetiaan Queensha ini, justru membuat seorang Lee Hamilton semakin tergila gila pada kakak iparnya itu. Dia tidak pernah menerima penolakan dari seorang wanita, bahkan wanita lah yang selalu memohon padanya. Penolakan kakak iparnya membuat seorang Lee semakin terobsesi untuk memiliki Queensha.
Dan semua itu semakin menambah besar rasa iri dan kebencian seorang Lee Hamilto kepada seoran Kenrich. Oleh sebab itu, dia berusaha mencari sekutu untuk menghancurkan kakaknya. Dan sepertinya dia berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya, terbukti saat ini dia berhasil membawa pasukan bersenjata yang tentunya dimiliki oleh orang yang sangat berpengaruh.
“Lee, baiklah, jika memang itu yang kamu inginkan, sekarang pun aku akan menyerahkan properti dan perusahaan mana saja yang ingin kamu miliki. Sungguh, bagiku akan jauh lebih baik kehilangan semua itu, dari pada aku harus bermusuhan denganmu. Ambil saja semua yang kamu mau, aku akan menyerahkannya padamu” sahut Kenrich lagi.
Kenrich sudah sangat lelah dengan sikap sang adik tirinya itu. Kenrich hanya berpikir akan keluar dari semua warisan itu dan perlahan mulai membangun dan merintis usaha yang baru. Usaha yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri. Karena warisan hanya akan selalu memiliki buntut masalah yang panjang apalagi jika berurusan dengan Lee yang tidak akan pernah puas.
“Ha ha ha, hentikan kata kata manismu itu, dan sekarang aku bertanya kepadamu, apa benar kamu akan menyerahkan apapun yang aku ingini darimu” tanya Lee dengan seringai licik menghias wajahnya.
“Aku mengatakan yang sebenarnya Lee, demi persaudaraan kita, aku merelakan semua warisan itu untuk mu” sahut Kenrich tanpa keraguan sedikit pun.
“Apa kamu juga akan menyerahkan Queensha padaku, jika aku menginginkannya” tanya Lee lagi masih dengan wajah penuh seringai.
“Jaga bicaramu, Lee, Queensha kakak iparmu, dan dia bukanlah harta warisan yang bisa diserahkan kepada siapa pun. Dia wanita yang sangat berharga dan tidak ternilai harganya, aku tidak rela kamu menyamakan dia dengan harta apa pun” seru Kenrich dengan rahang mengeras.
Kenrich bisa merelakan apa saja harta dan benda termasuk semua perusahaanya. Tapi dia tidak akan mengijinkan keluarga kecilnya disentuh sedikit pun. Anak dan istrinya adalah harta yang tidak ternilai harganya bagi seorang Kenrich Hamilton.
“Bagaimana jika dia tidak ingin bersama denganmu lagi” tanya Lee membuat Kenrich terkesima. Muncul berbagai praduga dalam hati laki laki yang menjadi ayah Dika dan Felicia ini.
“Jika memang dia memilih kehidupan dan hati yang lain, aku akan membebaskannya, bagiku kebahagiaan orang orang yang aku cintai adalah hal yang utama” akhirnya Kenrich menjawab setelah sempat terdiam beberapa saat.
“Tidak, itu tidak akan pernah terjadi” seru seorang wanita yang tiba tiba menerobos barisan bodyguard di belakang Kenrinch.
__ADS_1
“Mommy, …..” desis Kenrich yang terkejut melihat kehadiran sang istri yang langsung melangkah mendekati dirinya.
“Daddy, kamu tahu nyawaku dan hatiku hanya ada padamu, bagaimana mungkin aku memilih kehidupan dan hati yang lain” ucap wanita yang tak lain dari Queensha, istri Kenrich Hamilton.
“Mom, ….” kembali Kenrich tak bisa berkata kata mendengar ucapan sang istri. Kenrinch sesaat merasa bersalah karena sempat menduga hal buruk terhadap istrinya itu.
“Dad, apapun keadaanmu, aku tidak akan pernah beranjak dari sisimu, aku akan mengikutimu bersama dengan kedua anak kita, kemana pun kamu memutuskan arah hidup keluarga kita” ucap Queensha dengan sendu menatap wajah sang suami.
“Aaarrrggghh, hentikan semua drama menjijikkan kalian itu, sekarang aku tidak akan berbelas kasihan lagi pada kalian, sikap dan keputusan kalian membuatku benar benar tidak akan menyesali membunuh kalian semua hari ini” seru Lee yang benar benar naik pitam mendengar Queensha masih teguh memilih Kenrich.
Kenrich segera menarik Queensha untuk bersembunyi di belakang punggungnya, “Mom, pergilah bersembunyi bersama Dika dan Feli, biarkan aku menyelesaikan semua ini” bisiknya pada Queensha.
“Tidak, Dad, kita hadapi bajingan ini bersama sama” sahut Queensha yang memang sudah sangat lama marah kepada sikap kurang ajar seorang Lee terhadap dirinya.
Kenrich tidak bisa lagi berbantah dengan istrinya, akhirnya dia berbalik ke arah Lee, “Lee, hentikan semua ini, aku akan menganggap semu ini tidak pernah terjadi, mari kita berdamai” ucap Kenrich masih berusaha mencari jalan damai dengan Lee.
“Tidak akan pernah” seru Lee.
“Lee, kamu tahu kalau kamu melakukan ini dan mencelakai aku dan keluargaku, maka kamu tidak hanya akan menghadapi aku tetapi juga Yang Mulia Zac, kamu tidak akan bisa lolos begitu saja” seru Kenrich.
“Ha ha ha,jadi kamu masih berharap pada Yang Mulia Zac akan membelamu, dalam mimpimu saja. Ketahuilah, Yang Mulia sendirilah yang mendukung aku untuk melakukan semua ini dan bahkan memberikan semua pasukan ini untuk menghukum kamu dan keluargamu” seru Lee dengan bangga.
“Tidak mungkin, jangan berani berani kamu memfitnah Yang Mulia, Lee” seru Kenrich.
“Memfitnah?, ha ha ha, tahukah kamu kakakku tersayang, bahwa sekarang seluruh keluarga Yang Mulia telah mencap dirimu sebagai pengkhianat” seru Lee lagi.
“Apa?, pengkhianat apa maksudnya” seru Kenrich yang terkejut dengan tuduhan Lee.
“Yah, aku telah mengatakan pada Yang Mulia bahwa kamulah yang telah mendukung kaum pemerintah untuk menggeser keluarga kerajaan dari pemerintahan” sahut Lee dengan tawa penuh kemenangan.
“Lee!!!, kenapa kamu bisa menyebarkan fitnah sekejam itu, kamu tahu aku tidak pernah melakukan hal itu” seru Kenrich, sungguh sulit baginya untuk percaya kalau Lee tega menyebarkan fitnah sekeji itu.
“Maka belalah dirimu di neraka” seru Lee seraya melepaskan sebuah tembakan yang tepat mengenai dada Kenrich Hamilton.
“Daddyyyyyy …...” seru Queensha seraya menangkap tubuh sang suami yang limbung dan keduanya langsung ambruk di lantai.
__ADS_1