Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Tendangan pagi


__ADS_3

*Tapi aku yakin kau sekarang sangat kuat. Biarku tebak jika kau memenangkan lombah berburu dan tangkis pedang bukan?*


“Mengapa ayah tak membaca ini. akukan jadi salah paham dengan Qira. Aku kira ia menghinaku tadi.” Omelnya. Faktanya, bait pertama ia mendengar Qira menghinanya.


Kaisar Wey berdecap sebal lalu memberikan surat itu kepada Kenzi. “Kau yang memotong ucapan ayah.”


“Ayah tetap salah a—“


“Sudah. Ayo kembali bacakan lagi..” Sahut selir Xia kesal. Suasana haru menjadi menjengkelkan gara-gara Kenzi.


Kaisar Wey kembali mengangkat surat itu sejajar diwajahnya dan membacakannya kembali.


*aku tau kau memenangkannya. Karena kaukan belajar denganku. Aku hebat bukan?*


“Bisakah kau tak begitu menyebalkan Qira.” Sahut Kenzi saat membaca bait ini.


Kaisar Wey sudah tak tahan. Ia memberikan surat itu kepada Kenzi.” Kau baca sendiri saja.” Ucapnya ketus.


Kenzi gelagapan sambil memegang kertas itu. Ia menghembus nafas pelan tau jika ayahnya sebal dan marah.


*Tapi kau lebih hebat dariku. Karena usahamu kau menjadi kuat. Kenzi, kau pasti mencarikukan? Kau pasti merindukan menggendongkukan? Kau tau? Kau sudah mendapatklan posisi tersendiri dihatiku meskipun kau menyebalkan. Berhentilah mencariku, fokuslah membantu ayah untuk mengurusi kerajaan. Aku akan kembali untuk kalian, tapi kalian juga harus berjanji untuk selalu sehat dan akan baik-baik saja jika akau kembali. Aku menyayangimu.*


Wajah Kenzi tersenyum manis saat menatap kalimat Qira ‘sudah menempatkan posisi tersendiri. Bahkan perutnya terasa seperti banyak kupu-kupu sat ini.” Aku akan menunggumu. Aku juga menyayangimu.” Uucapnya.


*Aku menyayangi kalian. aku tak ingin kalian sakit memikirkanku. Aku disini baik-baik saja. Berjanjilah untuk tidak mengkhawatirkanku sampai lupa makan. Bejanjilah untuk selalu sehat untuk bertemuku dihari yang mendatang. Aku menyayangi kalian. jika kalian tak keberatan. Tulislah surat untuku. Aku merindukan kalian, kalian bisa memberikan kepada burungku. Aku menyangi kalian.*


“Apa Qira meminta balasan?” Tanya Kenzi polos.


“Iya..” Ucap kaisar Zauhan. “Mari kita membalas surat ini.”


Rasanya surat Qira adalah obat yang sangat mujarab bagi selir Xia. Bahkan ia sekarang sudah sangat kuat untuk menulis. Saat semua sudah pergi, ia bergegas kemeja dan menulis surat yang panjang untuk Qira. Ya, dia menyayangi Qira sebagai gadis kecilnya.


_______________


Lain tempat lain cerita. Saat ini ada gadis mungil yang meringkuk dibawah selimut, matanya terlalu berat untuk dibuka. Tapi sesuatu yang menimpa perutnya membuat ia sesak nafas. Ia mengucek matanya menatap tangan yang memeluk pinggangnya erat. Ia.memang tidur miring krkanan saat ini.

__ADS_1


“Lepaskan Leon.” Gumamnya pelan.


Tapi keningnya mengernyit. Jika itu Leon, dapat dipastikan Leon tak akan memeluknya seerat ini. ia membalikkan tubuhnya, tepas saat itu mata coklatnya bertemu dengan mata seorang pria yang sudah cukup ia kenal.


Wajah Qira yang datar nampak menggemaskan diwajah kaisar Zauhan. Ya dia adalah kaisar Zauhan. Sedang wajah kaisar Zauhan nampak menyebalkan bagi Qiira.


Bugh...


Argh..


Qira tanpa permisi menendang perut kaisar Zauhan keras. Bahkan kaisar Zauhan membentur dinding. Karena ia terlalu fokus kepada mata Qira membuatnya hilang kesadaran. Sebenarnya ia juga batu bangun tidur, karena terganggu oleh gumaman Qira. Tak sengaja matanya bertemu manik kata singa betina Yang baru bangun tidur.


Qira bangkit dari tidurnya sambil menaikkan sudut bibirnya kesal. “Itu akibatnya jika kau kurang ajar.” Cicitnya sambil merapikan rambutnya.


'Pagi-pagi mrndapatkan santapan tendangan. Cih...' Batinnya kesal.


Kaisar Zauhan mengelus bokongnya yang terasa perih. “Bisakah kau sedikit lembut?”


Qira hanya melangkah meninggalkan kaisar Zauhan tapi ia berhenti saat mendengar ucapan kaisar Zauhan.


“Iya. Leon adalah kehangatan bagiku saat dinginnya malas menusukku hingga mati.” Jawabnya.


Kaisar Zauhan terfiam sejrnak. Apa maksudnya? Ia tak mengerti semua yang diucap kan Qira.


“Aku mau mandi. Bisakah kau beri aku kediaman? Aku tak ingin disini terus. Aku ingin menyelidiki mata-mata tanpa diganggu.” Lanjutnya.


Kaisar Zauhan terdiam sejenak. Mengapa ia begitu peduli jika gadis didepannya ini dipeluk orang? “Kau harus disini.” Putusnya.


“Aku—“


“Tidak ada bantahan.”


"Bagaimana bisa. Aku punya pribadi. Aku tak akan kabur jika itu yang kau takutkan." Sahur Qira kesal. Apa apaan ini? mengaoa hidupnya menjadi sangat tragis?


Kaisar Zauhan memilih diam.

__ADS_1


" Baiklah. Tapi kau harus membawa mata-mata itu sesegera mungkin. Jika tidak, aku yakin kau lah orangnya."


"Kau mengiraiku mata mata. tapi kau memelukku saat tidur." Cerocos Qira.


Kaisar Zauhan tertegun. 'Benar juga. Bahkan aku.menciumnya?' Batinnya.


ia berdecao sebentar lalu pergi meninggalkan Qira.


"Aku Mau mandi. dimana aku bisa mandi?" Tanya Qira keras.


Kaisar Zauhan malas menjawab. ia melangkah meninggalkan Qira yabg berdecap sebal dan memaki dirinya.


"Sebenarnya apa maunya dia? Katanya kejam, tapi terlihat bodoh. kadang cerewet kadang dingin. cihhh manusia paling menyebalkan" Umpat Qira sambil menghentak kakinya dan duduk disisi ranjang.


"Untung ganteng"....Ucap Qira sadar.


dan itu didengar oleh kaisar Zauhan.


.


.


.


**Hay semua.... Adakah yang merindukan Qira?


Hehe....


Nii kakak up ya. makasih buat para like. komentar dan vote. atas semangat kalian novel ini on going terus.


Niih.... Aku mau kasih tau kalo novelnya jangan dicap bosen dulu ya, soalnya ini baru awalnya Qira di kerajaan sini. Bocorannya bakal ada komplik yang udah dirancang...


jangan lupa Vote. like dan komen ya...


beri nutrisi bagi author yang kurang semangat karena mager saat bulan puasa ini.

__ADS_1


ethss. jangan lupa kasih kabar sama author kalo novel ini ada yang mirip sama yang lain ya. ini asli dari otak no Coppy paste oke** ...


__ADS_2