Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Leon 2


__ADS_3

.


.


.


.


“Katakan apa yang kau inginkan?” Tanya Qira. Ia sama sekali tak suka basa basi.


“Menarik. Apa kau tak mau bermain main denganku malam ini?” Ucapnya menggoda. Ia memandang Qira dengan penuh hasrat.


Qira berdiri dari sisi Leon dan mentap pria itu “ Ciihh” Ia meludahi wajah pria itu. Ada senyum sinis setelahnya dan berucap. “ Bahkan lebih baik aku mati dari pada bermain denganmu.”


Pria itu memandang Qira tajam. Wajahnya memerah marah bercampur malu. Bagaimana bisa wajahnya di ludahi. Ia mengusap bagian wajah yang Qira ludah dan menjilat tangan bekas ludah Qira.


Qira menahan nafas, ia merasa sangat mual akan hal itu. “Berani sekali kau!” Ucapnya lembut. Ia tersenyum tipis dan kembali berucap” Aku akan melepaskan Leonmu jika kamu bersedia menjadi selirku yang ke32.” Ucapnya santai.


Qira tertawa sinis “ Bahkan jika kau adalah pria satu satunya dimuka bumi ini. Aku tak akan sudi menjadi selir rendahanmu!” Teriak Qira.


“Kau sungguh menarik.” Ucapnya. Matanya mengisyaratkan prajuritnya. Sayangnya Qira mampu membaca pikirannya.


Lima prajurit menadakan pedang keleher Qira. Senbelum hal itu terjadi Qira sudah menebah habis kepala dengan satu kali gerakan.


Gleg...


Semua prajurit menelan silva kasar.


Qira menadakan pedangnya keleher pria itu. “ Kau sunguh liar...” Ucap pria itu.


Qira hanya diam menanggapinya.


Cling...


Belum sampai pedang Qira menebas leher pria itu. Ada pedang yang menghalanginya dari arah samping. Dan itu pria yang jauh lebih kekar.


“Ini bagianku Gie...” Ucapnya. Ternyata pria yang menolongnya benama Gie.


“Jika kau mampu melawanku. Maka kau bisa keluar dengan selamat bersama Kekasihmu.” Ucapnya.


Pria itu mengeluarkan pedang yag entah datang dari mana. Pedang itu berwarna hitam. Tapi ia memiliki cahaya merah yang menyala. Qira hanya diam menatap akan hal itu.

__ADS_1


Clang...


Qira mulai menyerang duluan. Tapi pedangnya dihadang oleh pedang pria itu. Mereka mulai bertarung satu lawan satu. Qira melawan dengan tenaga yang masih ia miliki. Ia bertahan melawan, menghindar saampai pada pedang itu memotong rambut panjangnya.


Kilatan marah dimata Qira menyala. Pedang yang ia gunakan berlumbur Api. Seluruh keadan sekitar menjadi berantakan. Ia menggunakan ilmu anginnya. Semua orang terkejut akan hal itu.


Qira mulai menyerang lagi dan lagi, ‘ Pria itu sungguh hebat bisa menyamakan ilmu dari kakek Liu’ Batin Qira. Pria itu mulai kualahan menghadang Qira. Sampai pada pedang Qira patah karena terkena pedang pria itu.


“Hahha, menyerahlah, kau akan kalah dengan pedang whichi milikku.....” Ucapnya.


‘jadi memang benar. Pedang itu bukan pedang sembarangan ‘Batin Qira


Cling,,,


Qira membanting pedang yang telah patah. Ia mulai mengarahkan pusat tenaganya dan menghempaskan tangannya dengan jurus ilmu angin..


Plakkk...


Semua orang yang menghadanyanya terbanting jauh. Dengan sigap Qira mengambil pedang dari salah satu prajurit yang Qira bunuh.


Clang..


Ia memutuskan rantai yang terikat dikaki dan tangan Leon. “Bertahanlah untukku Leon.” Ucapnya lembut.


“ Dasar ******** kau!” Teriak Qira. Ia kembali melepaskan Leon dan bertarung. Tubuhnya sudah sangat lemah. Sudah tak bisa bertarung lebih jauh. Tapi ia harus menyelamatkannya dan Leon.


Clap...


Perutnya terkena tebasan. Tapi untungnya ia tak bisa merasakan sakit. Ia memamfaatkan luka pada tubuhnya untuk melumburi darahnya dipedang yang ia gunakan. Dengan kekuatan yang masih tersisah ia menggunakan ilmu api yang dipadukan dengan angin.


Ia melangka mundur beberapa langkah. Ia mengibas tangannya lebih kencang menimbulkan angin yang jauh lebih besar. Semua pedang yang ada disana melayang memutari tubuh Qira dan Leon. Sekejap pedang itu berlapis api. Semua dedaunan kering yang melayang juga terbakar dengan api.


Clap...


Pedang itu menancap pria yang melawan Qira dan para prajurit . Tubuhnya terabik cabik. Tidak menghilangkan kesampatan Qira pergi membawah Leon pergi dari sana dengan tenaga yang tersisa. Semua orang yang disana terhipnotis akan apa yang terjadi.


“ Yang mulia....” Ucap salah satu orang disana. Laki laki yang melawan Qira berubah menjadi singa besar semua prajurit yang mati juga sama mereka meringkuk dengan nafas yang tersenggal senggal.


Qira membawah Leon jauh dari sana. Ia melewati pohon yang sama untuk keluar sari dunia itu. Dengan lemah ia membawah Leon dengan tangan kanannya.


Mereka berhenti dilapangan besar. Qira terdiam dan meniduri Leon disampingnya. Ia sudah tak sanggup untuk berdiri dan berlari. Satu hari penuh ia menggunakan ilmu peringan tubuh. “Apa kau baik baik saja Qira. Maafkan aku. Karena aku kau menjadi seperti ini....” Ucap Leon. Ia memandang wajah Qira. Matanya terpejam “ Sebentar, Aku butuh istirahat.” Ucap Qira Lemah.

__ADS_1


Mereka sama sama terlentang ditengah lapangan itu. Leon dan Qira memejamkan matanya.” Berjanjilah Leon jika kau tak meninggalkan ku....” Ucap Qira lembut. Qira menatap Leon yang tidur disampingnya lalu duduk dengan kaki yang terulur. Leon membuka matanya.


Leon memandang Wajah Qira " Maafkan aku Qira " Ucapnya.


"Siapa mereka mengapa mereka menghukummu? " Tanya Qira.


"Mereka kakakku. Ia mengatakan jika aku penghianat karena sudah kabur dari istana. Saat aku ingin menjemput kakek Liu mereka mengepungku. Aku kalah jumlah." Ucapnya


"Cihh. Kau sungguh lemah Leon." Ucap Qira sambil tersenyum.


"Iya. Aku bahkan membutuhkan pertolongan dari gadis kecil sepertimu." Ucapnya.


"Hahha. maka jadilah yang terhebat." Ucap Qira.


"Qiqi. aku ingin kita hidup seperti dulu. Aku selalu bisa melihat mu tersenyum." Ucap Leon.


"Kita akan pergi. Kita akan pergi kekerajaan barat. kerajaan barat adalah kerajaan musuh dari kerajaan langit. tapi kita harus memberi kenang kenangan dulu." Ucap Qira. ia menatap langit dan menyangga kepalanya dengan tangannya.


"Mengapa tidak dikerajaan Awan? " Leon menatap Qira.


"Aku tak ingin peperangan terjadi. Aku bisa pastikan mereka akan memperebutkanku." Ucap Qira


"Kau sungguh percaya diri." Jawab Leon.


"Mari bersiap siap besok kita akan bersenang senang." Ucap Qira semangat.


"Dan berjanjilah untuk tidak meninggalkanku lagi." Lanjutnya Qira.


Leon menatap Qira " Aku berjanji...." Ia memeluk Qira erat. Qira pun memeluknya tak kalah erat. "Apa lukamu tak apa Qira? " Tanyanya


"Tidak. Apa lukamu Leon? "


"Sudah membaik...." Ucap Leon...


.


.


.


.

__ADS_1


Hay hay. Ini akak kasih 2eps lagi. soalnya kalian semangat banget komen. like sama Votenya heheh.


semangat terus buat Votenya Qiranya. 😇😇Terimakasih


__ADS_2