Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Peringatan...


__ADS_3

“Bisakah kau tak menanyakannya? Tadikan sudah saya bilang, ini tak boleh diceritakan kepada orang lain jika tak ingin terjadi sesuatu.” Sahut Nenek peramal memotong pembicaraan Kakak Kim.


“Tapi nek.---“


“Kalian masih bisa merubahnya mulai detik ini. tapi hanya diri kalian sendri, tanpa bantuan orang lain.” Ucap nenek itu kembali memotong. Ia menatap kakak Kim serius.


Ah. apakah ia tau apa yang Qira lihat dan kakak Kim lihat?


“Tapi jika aku tak percaya akan ramalan ini bagaimana?” Tanya Qira sembari menatap nenek itu untuk mencari kebohongan.


“Itu terserahmu jiwa dari waktu masa depan dan pindah ketubuh gadis bodoh dan dibenci orang tuanya.” Cibir nenek itu.


Mata Qira membula. Bagaimana bisa nenek itu tau? “Ne-“


“Sudah ku katakan. Aku peramal, jadi jika kau tak percaya itu terserahmu. “ Jawab nenek itu ketus.


“Tapi, maksud dari apa yang kulihat apa nek?” Tanya Qira heran.


“Itu tugas mu untuk mencari tau. Sedangkan tugasku sudah selesai.” Jawab nenek itu cepat.


Qira kembali mencibir sembari mengelap lehernya yang basah penuh keringat. “Ayo kita pergi saja kakak Kim. Aku tak percaya akan ramalan yang tak bermutu ini.” Ucap Qira sembari beranjak.


“Tapi Qira. Kita belum selesai.” Ucap kakak Kim.


“Jika kau masih mau disini ya sudah. Lagian juga hari sudah gelap, aku harus kembali.” Jawab Qira jujur.


“Astaga. Aku juga harus kembali sebelum hari pagi.” Uca kakak Kim kaget. Ia juga beranjak dari duduknya. Ia mengeluarkan beberapan koin emas. “Ini untuk nenek. Terimakasih ramalannya.” Lanjutnya sembari meletakkan koin itu diatas meja.


Tangan mungil Qira ditarik kakak Kim untuk keluar dari kedai itu, tapi tercekat saat nenek itu kembali berucap. Mereka mendengar tanpa membalikkan tubuhnya.


“Jauhi orang yang menyayangimu.. karena kau adalah sumber masalah dimasa depan. pergi atau mati..!” Ucapnya dingin.


Qira terkejut. Nenek itu membicarakan siapa? Dirinya atau kakak Kim kah? Tapi sebelum ia bertanya nenek itu sudah menjawab.


“Kau adalah bola mainan. Jadi pergi sebelum masalah datang. Mati ditangan sendri lebih baik dari pada melihat semua orang yang menyayangimu mati karena dirimu..! Putri Zhu Qira Han..!” Ucap Nenek itu lantang.


Dug..


Jantung Qira berdenyuk. Apa maksudnya?. Ia membalikan tubuhnya bersama kakak Kim.


Saat itu juga ia tak menemukan nenek itu. Ahh, bahkan saat ini mereka sudah tak lagi ada dikedai yang ia tempati. Mereka sekarang berada ditengah-tengah hutan didekat pasar tadi. Tepatnya dilokasi kedai itu, namun tak ada satupun kedai disana. Bahkan tak ada orang yang berdagang seperti tadi.


Jantung Qira berdetak cepat. Pikirannya tak tau pergi kemana. Ia tak bisa berkata apapun.


Apa arti semua ini? mengapa ini semua. Siapa nenek itu? Semua bergulir begitu saja dipikirannya, tanpa bisa ia jawab.


Begitu juga kakak Kim. Ia bahkan meneguk silva kasar. Apa ini? ia sebagai siluman saja tak mengerti apa yang sedari tadi terjadi padanya dan Qira. Ahh, semua ini diluar dari nalar.


“Ayo kita pergi dari sini.” Ucap Qira datar. Tangannya menggenggam tangan kakak Kim kasar.


“Kau mau pulang? Lalu ini tad-“

__ADS_1


“Tidak usah dibahas jika kita tak tau jawabannya. Anggap saja tadi kita hanya mimpi.” Potong Qira cepat. Sudahlah, ia tak mau memikirkan hal yang tak penting. Meskipun jantungnya masih dipacuh begitu hebat. dia yang tak kaget akan hal semacam ini. Semua ini terlalu diluar nalar mereka. Dimana nenek itu? Jika nenek itu memiliki ilmu penghilang. lalu dimana kedainya? dimana pedagang lainnya? Apakah ini semua permainan tak kasat mata?


Kakak Kim menatap Qira sendu. Ia tau jika Qira memikirkan ucapan nenek tadi. Ia memegang pundak Qira lembut. “Kau tak perlu memikirkan apapun yang diucapkan nenek tadi. Dia itu nenek gila.” Ucapnya menghibur. Ah.. padahal hatinya sendiri sedang kacau memikirkan ramalan masa depannya yang kacau. ditambah kejadian barusan ini. Tapi perasaan Qira lebih penting saat ini.


Qira terkekeh pelan sembari menepuk punggung tangan kakak Kim yang berada dipundaknya. “Aku tak mempercayai ucapan nenek itu. Tenang saja kak.” Jawabnya menenangkan.


“Jika ucapannya nanti terngiang dipikiranmu. Ingat saja ucapanku.” Kakak Kim mendekatkan bibirnya ditelinga Qira. “Itu nenek gila.” Bisiknya pelan.


Qira pun terkikik pelan. “Kakak sangat benar hihi...” Jawabnya sambil terkekek.


Ahh sikap mereka bagaikan anak kecil yang saling menenangkan saat ini.


“Baiklah. Aku juga harus kembali, ayo aku antar kau pulang.” Ucap kakak Kim mengalah.


“Hari sudah sangat larut. Jika kau mengantar ku pulang, bagaimana kau bisa pulang?”


Tanya Qira.


Kakak Kim terkekeh. “Kau lupa? Aku adalah serigala. Hidupku memang dihutan. baik siang maupun dimalam hari. Ayo aku antarkan pulang, biar aku bisa menjagamu.”


Qira menatap kakak Kim santai. “Apa kakak lupa jika aku gadis kuat? Hmm. Pergilah, aku tak butuh dijaga.” Ucap Qira sombong.


“Tap-“


“Ayolah. Aku tak mau nanti kau terlambat atau terluka.” Sahut Qira merengek. Ia sangat butuh waktu sendiri saat ini. ia butuh merenung apa yang ia rasakan beberapa waktu. Mencari jawaban dari semuanya.


“Tidak. Aku harus—“


“Baiklah. Tapi kau harus hati-hati.” Kakak kim mengalah karena melihat Wajah Qira yang memelas. Kepala Qira sangat keras. Ahh,


bukankah harus ada yang mengalah diantara mereka untuk mengimbangi satu sama lain.


Qira tersenyum. “Pergilah. Aku berjanji akan hati-hati. Tapi kakak juga harus hati-hati ya.” Ucapnya


"Bisakah kita berjumpa disini lagi saat bulan purnama mendatang?" Tanya kakak Kim menatap Wira penuh harap.


Wira mengernyit" Memamgnya ada apa malam purnama itu?" Tanyanya.


Kakak Kim tersenyum "Karena malam itu aku akan ulang tahun."


Wira menatap kakak Kim dengan lembut. "Hmmm. Baiklah. Aku pasti akan datang untuk kakak." Jawabnya semangat.


“Baiklah.” Ucap kakak Kim. Ia mengusap kepala Qira lembut. “Aku pergi dulu. Nanti dua minggu dan bulan lagi kau harus menepati janjimu.” Lanjutnya. Dua bulan lagi itu adalah pertandingan dirinya dan Wolf. Iangatkan perjanjiannya saat Qira dan Wolf pergi dari kerajaan serigala?


“Siap laksanakan.” Ucap Qira sembari menaik turunkan alisnya.


Kakak Kim pun terkekeh sembari mengapit dagu Qira gemes. “ Aku pergi. Selamat malam Qiqi...” Qira pun mengangguk. Sedangkan kakak Kim pun melepaskan kapitannya didagu Qira dan mengusap kepala Qira Sebentar.


Kakak Kim melangkah meninggalkan Qira dengan senyum.


Satu.

__ADS_1


Sua


Tiga.


Tepat di langkah ketiga kakak Kim berubah menjadi serigala abi-abu yang sangat besar. Mata hijau yang bersinar karena diterpa sinar rembulan.. Aungan gagahnya menggema diudarah. Ia menatap Qira sekilas sebelum ia kembali melangkah lalu pergi.


“Hati-hati..!” Teriak Qira kepada kakak Kim yang dibalas auman sembil menggerakkan ekorya kekanan dan kekiri.


Mata Qira kembali datar saat kakak Kim sudah menjauh. Ia membalikan tubuhnya untuk mencari kudanya. Tapi sayangnya.


Bugh..


.


.


.


****Hallo


Qira come back. tapi banyak yang nggak komen dan like. apalahlgi vote. hadeww....


.


.


.


bentar lagi udah mau lebaran ye?


ehmmm


..


Author miris Liat Kita saat ini. Takut akan coro tapi lupa pada pencipta coro.


Bahkan kita tingalkan penciptanya dan memilih apatis akan sekitar.


jangan jadikan coro penghalang ibadah ya teman. Mati sudah ada yang mengatur. tapi hati-hati dan jaga diri itu penting.


Tapi jangan menuhankan coro hingga takut pada coro.


mari lawan bersama. perketat takwa dan berdoa bersama.


.


.


Like. komen dan vote ya semua.


Salam sayang dari Qira**...

__ADS_1


__ADS_2