
Tujuh tahun sebelumnya. Dimana Leon yag sudah menemani Qira kemanapun ia pergi, dimanapun ada Qra, pasti ada dirinya. Lalu bagaimana rasanya ketika ia hidup tapi tanpa Qira disisinya? Kalian bayangkan saja. Sosok yang selama ini selalu ada disisimu, sosok yang selalu kau manjakan, sosok yang selalu kau sayangi sekarang telah tiada.
Sosok dimana yang bisa mengubah dirimu kembali. Leon yang dulunya sudah tak bisa berubah menjadi manusia tapi semenjak Qira membujuknya dan meminta padanya membuat ia bisa menjadi manusia kembali. Semuanya beralu begitu cepat. Menyisahkan rasa sakit yang mendalam bagi Leon. Semuanya sekaan hancur berkeping keping. Rasanya ia ingin mati saja dan menjumpai Qira.
Leon yang dulu periang dan juga ceria sekarang dingin dan tak tersentu, tak pernah bicara suatu hal yang tak perlu dan tak pernah merespon perlataan orang kecuali ia yang butuh atau ia yang mau. “Sedang apa kau disini Leon?” Tanya Zoulan yang melihat Leon tidur dibawah pohon, tepatnya itu disamping tumah Zauhan. ya.. Leon sekarang ikut kemanapun Zauhan, ia berniat untuk menjaga anak-anak Qira saja. Mungkin itu lebih baik bukan?
Leon hanya melirik sekilas dimana Zoulan. Sebenarnya Zoulan baru saja datang untuk mampir melhat ponakannya, perkembangannya, namun meluhat Leon tidur direrumputan ini membuat ia tertarik lalu ikutan merebah diri disana. Merasa tak direspon Zoulan mendengus kesal. “Hey. Aku bicara padamu..!!” Ketusnya menarik rabut Leon keras membuat sang empu menatapnya tajam.
“Hais.. susah sekali bicara padamu, pada Wolf. Pada Zauhan, pada Kim, pada Kenzi. Ini namanya patah hati sedunia, semuanya dingin dan tak tersentuh. untung aku sudah ditolak oleh Qira membuat aku cepat melupakannya, jika tidak mungkin aku akan mejadi manusia golongan kalian..!!” Ujarnya miris melihat Leon.
Benar.. ia sudah mendekatkan diri pada Wolf dan lainnya, tapi responnya sama seperti Leon. Tak ada tanggapan kecuali lirikan, jika dengan kakak Kim memang dibalas senyum tapi matanya rapuh dan kosong membuat Zoulan tak enak hati jika mengajaknya bercanda.
“Bisakah kau tak mengangguku. Aku sedang mau tidur siang disini...!” Ujar Leon dingin merasakan terganggu saat ini. ia memejamkan lagi matanya menimati semilir angin. Disana mereka bisa mendengar suara air yang beriak, membuat rasa tenang dan damai. Tak percaya? Coba saja dengar air yang mengalir dan beriak. Pasti akan membawa ketenangan masing masing dijiwa kita. Mungkin ini yang dinamakan keagungan dan kebesaran Tuhan, hanya mendengar air beriak saja sudah menjadi ketenangan bagi penikmatnya.
“Tidak.. aku adalah sahabat Qira, dan kau sahabatnya Qira. jadi kita adalah sahabat pula.. kau harus berbagi dan juga bicara padaku Leon.. jangan begini..!!!” Ujar Zoulan. Kan sudah dijelaskan jika Zoulan itu penjahat polos. Iblis polos, bagaimana bisa ia bersikap manja dan manis seprti itu?
“haiss.. kau mengangu tidur siangku..!”! Ketusnya Leon keras sembari bangkit. Tidurnya gagal, ketenangannya buyar membuat ia menatap Zoulan tajam saat ini.
Zoulan menghela nafas mendengar penolakan Leon. Bukan hanya kali ini ia ditolak, tapi sudah berkali kali. Sebenarnya ia sedih dan merasa tak berguna, tapi bagaimana lagi? Ia tak bisa mengobati luka-luka yang mendalam bagi teman-teman Qira, ia tau jika Qira sosok yang menarik dan tak akan mudah dilupakan, membuat siaappun tak akan ikhlas akan kepergiannaya, dia saja yang baru tiga kali bertemu sudah sangat menyayanginya dan mencintainya. Lalu apa kabar dengan Leon yang sudah sejak lama bersama?
Apa kabar Wolf yang juga sudah menjaga Qira sejak lama? Apa kabar kakak Kim sosok yang mencintai dan dicintainya? Sosok Zauhan yang sudah mati matian mengejar cinta yang tak terbalas? Ia tak mau menghujat karena memang ia tak berada diposisi orang orang tersebut. Ia tak mau ikut campur akan hal semacam itu...
__ADS_1
“Leon...!! Leon..!! Kau harus bantu Via..!! Dia mau bunuh diri, kaulah satu satunya penyelamat sekarang, Leon..!!” Ujar seseorang dengan nafas yang naik turun.
Leon membalikan tubuhnya dan menata siapa itu, dia adalah putri Thea. Hanfunya bagian bawah sudah sobek dimana mana, kotornya juga sudah dimana mana. Wajahnya memerah dengan kedua tanganya ia tumpuhkan dilutut. lalu sesekali menyeka keringat.
Leon memutar bola mata malas. Ada apa lagi dengan perempuan itu? Selalu saja mengangu ketenanganya, apakah ia tak bisa bahagia? sekaan-akan dunia memang menciptakan semua orang menjadi penganggu baginya.
“Leon.. tolong..!”! Putri Thea memberanikan diri mendekat lalu mengenggam erat tangan Leon. Matanya memerah pertanda ia baru saja menangis dan juga lelah.
“Ada apa?” Tanya Leon datar.” kenapa kau meminta bantuanku? Aku bukan siapa-siapa Via. Jadi jangan meminta bantuanku. menyingkirlah Thea..!!” Ujarnya dingin lalu menepis tanganya keras mebuat putri Thea terpental. Untunglah Zoulan menahan tubh adiknyanitu.
“Leon..!! Bisakah kau tak sekasar itu pada Putri Thea?” Ujar Zoulan dingin.
“Leon.. bantu aku, Via mau bunuh diri karena mengetahuinya jika ia hamil anak dari klan bermata biru itu. Dia hamil anak hasil pemerkosaan itu Leon. Tolong hanya kamu penyelamat dan tujuan hidupnya. Dia Cuma mau kamu Leon. Tolong,, kau mohon..!”! Ujarnya putri Thea menangis. Ia bahkan melakukan pemborosan kata, menggunakan kata tolong mana kata memohon lagi.
“Leon aku memohon bantuanmu. Via tak mau mendengar siapapun kecuali kau. Hanya kau yang ia inginkan dan dia harapkan jadi aku mohon, kali ini saja kau mau membantu Via nikahi dia Leon. Tolong..!!” Ujar putri Thea maish memohon, ia bahkan menatap Leon dengan tatapan mautnya.
Leon bangkit dari duduknya lalu menatap putri Thea tajam.” Dia tak ada hubungan apapun padaku Thea. Lagipula jika ia mati itu tak ada urusannya padaku.” Bentaknya.” Dan lagi kau meminta aku menikahinya? Sedangkan aku tak mencintainya dan tertarik padanya. Apa kau gila menyuruhku hidup dengan orang yang tak aku cintai..!! berhenti mencampuri urusan orang lain..!!” Ujarnya keras lagi lalu pergi.
“Leon aku mohon hiks hikks.. Via wanita baik. Sepantasnya dia mendapatkan yang terbaik.” Ujar putri Thea memeluk kaki Leon erat. Membuat Leon terhenti ditempatnya.
“Lepaksan Thea. Aku tidak mau dan tak akan pernah mau. jadi suruh saja orang lain yang menikahinya, dia cantik dan juga menarik. Aku yakin banyak pria diluar sana yang tertarik padanya meskipun ia sudah punya anak..!!” Ujar Leon dingin. Ia tak menatap putri Thea dikakinya. Ia hanya menatap ddepan lurus dengan kedua tangan ia letakkan dipungung.
__ADS_1
“Leon..! Dia hanya mencintaimu...!!” Ujar putri Thea membentak. “Dia mengorbankan semuanya untukmu, terlibat dalam melawan kaum bluerose hanya untuk mendapat perhatianmu, lalu ia diculik karenamu. Jadi jangan menjadi orang yang lupa daratan..!!” Ujarnya lagi membentak.
“Kadi sekarang kau menyalahkanku?” Bentak Leon keras.
“Leon kau tak sadar diri..!!” Sekarang Zoulan yang angkat bicara. “ Via ikut perperangan itu demi kau. Demi dilirik kau..!! dia diperkosapun itu karena dirimu. Leon kau jangan egois. Berhentilah memikir cintamu itu, lihat Via sekarang berada diambang kematian hanya untuk memperjuangkan dirimu yang tak seberapa ini? “ Ia terkekeh sinis saat ini.
“maksud mu apa? Kau mau menyalahkanku juga? Aku tak pernah memaksa dia untuk membantuku. Tak pernah..!”! Jawan Leon dingin dan datar.
Zpian terkekeh sinis. “Dia lakukan karena cinta...! cinta..!!” Ujarjya membentak menyadarkan Leon.” Bisakah kau balas sedikit saja Leon. Sedikit saja..!!” Ujarnya lagi menekan kata sedikit.” Aku tak memintamu mencintainya. Tapi aku mohon, bantu dia untuk bangkit, nikahi saja dia supaya dia mau hidup kembali. Hitung hitung sebagai balas budimu kepadanya yang sudah membela dan meperjuangkanmu. Jangan melupakan perjuanganya. Karena jika tak ada DIA, MUNGKIN SAAT INI KAU SUDAH MATI DIMAKAN BERUANG PUTIH SAAT ITU, KAU TIDAK LUPA BUKAN?!!!” Tanyanya keras.
Leon melupakan hal itu. sosok Via yang dulu menyelamatkannya saat dia berburu beruang putih. Beruang yang mau memangsanya tapi Via membantunya, andai saat itu Via tak membantunya, sudah dipastikan dia sudah mati saat itu.
“Jadi. Jangan sombong, jangan jadi kacang melupakan cangkangnya.. Puk...puk puk..!!” Tepukan ringan mendarat dipungungnya.
“Lagipula dia berjuang untuk Qiramu. jikalau kau tak bisa menghargainya. Maka hargai perjuanganya untuk Qira, sosok yang kau sayangi itu,, ingat baik-baik Leon. Kau berhutang nyawa dengan Via..!!” Ujar putri Thea menekan kata-katanya lagi.
Setelah percaikapan itu membuat Leon diam ditempat. Ia tak tau harus melakukan apa. Apakah ia harus mencintai sosok yang tidak ia cintai? Apakah ia terlalu egosi jika tak mau bertanggung jawab? Ralat, membantu masksudnya. Kan bukan Leon yang menghamilinya.
Leon mengusap wajah kasa. Ia tak tau harus berbuat apa, karena memang yang dikatakan Zoulan dan putri Thea ada benarnya, dia hutang nyawa, jadi dia harus membayarnya.
Nyawa dibalas nyawa bukan? Namun satu hal yang tak bisa dibalas oleh Leon. Yaitu cintanya, namun siapa tau kedepannya? Apakah sikap agresif dan ketabahannya Via mampu membawa leon keruang cintanya, membawa Leon ketaman kenyamanannya? Membawa Leon kedunia cintanya?
__ADS_1
“Baiklah aku akan menikahi gadis itu demi membalas budinya kepada Qira, dia sudah menyerahkan itu karena ingin membantu Qirakan? Aku akan lakukan apapun itu asalkan Qira tak punya hutang budi dengan gadis itu...!”! Iirinya, tekatnya leon membuat ia menerima Via, ia berniat mendatangi Via untuk mengutarakan maksud dan tujuannya. Ia menikahi Via hanya atas dasar membalas budinya.