Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Kristal


__ADS_3

Dengan nafas memburu Qira dan Fugo duduk dibawah pohon yang sama, dimana tadi ada Liong yang sedang menunggu sembari terkekeh melihat perkelahian sengit antara mereka berdua. Fugo yang mulutnya lebih besar dari pada ember, sedangkan Qira yang tak mau kalah dan tak mau dikalahkan. Mereka sama sama keras kepala, keras hati dan juga keras semuanya....


Mereka memang sangat cocok. Sungguh..!!!.


cocok berteman ya...


“ Kapan kalian akan akur? Selalu saja ribut suatu hal yang tak penting?” Tanya Liong dengan nada datarnya. Karena memang semenjak mereka mengenali Qira. Ada saja yang membuat hari mereka berwarna . Yang dulu Fugo tak memiliki teman untuk berdebat dab bermain namun sekarang ia bisa ada teman, ada teman bermain dan ada tempat dimana mereka saling berbagi dan tertawa. Tidak hanya melihat dari derajat dan tahta saja. Karena memang hanya Qira tak tak takut dengan mereka semua...


” Kau tau. Temanmu sangat menyebalkan Lio,.. aku bahkan ingin sekali mematahkan lehernya sampai tak bisa disambungkan lagi... “ Ujar Qira menatap Fugo sengit lalu berdecih kesamping menghindari tatapan mata satu sama lain.


“ Kau juga sangat menyebalkan tau.. kau bahkan lebih menyebalkan dibandingkan ibu gorila yang pernah mengejar ku.. dasar tak sadar diri..” Ujar Fugo tak mau kalah, dia menghendus lalu menatap sesamping menghindari tatapan mata kepada Qira.


Sedangkan Long yang menatap mereka hanya menggeleng saja, mereka bagaikan anak kecil tak mau saling mengalah.” Aku ingin bercerita dengan Qiqi sudah tak jadi katen kau Fugo. Kau sungguh keterlaluan.. “ Ujar Dari Liong menggeleng. Dia itu tak terlalu dingin jika sudah seperti ini. dia sosok hangat dan juga bisa dingin. Dua kepribadian membuat dia nampak misterius.


“ Baiklah baiklah, apa yang ingin kau ceritakan tentang anak Qira? aku juga sedikit penasaran. Semoga saja anak anak Qira tak memiliki sifat yang barbar dan juga sememprihatinkan sifat Qira saat ini..” Ujar Fugo mengoyangkan kepalanya kanan dan kiri.


“ Kau..!!” Teriak Qira mengarahkan telunjuknya kekeningnya Fugo membuat Fugo menelan saliva kering namun tetap membalas tatapan sengit itu.


“Sudah sudah... aku tak jadi bercerita jika begini terus..” Ujar Liong menengahi. Ia duduk ditengah tengah Qira dan Fugo supaya mereka tak lagi ribut dan bisa menghindari kontak fisik. Jika berlanjut, bisa bisa sampai malam mereka tak akan selesai berkelahi.


Meksipun Qira dan Fugo suka berkelahi mulut tapi Fugo tak pernah menyakiti fisik Qira berlebihan, ataupun juga Qira. mereka tak ada yang menyakiti satu sama lain. disamping itu mereka saling membantu dan saling melindungi satu sama lain. dulu pernah terjadi keributan antara kerajaan Neraka dan kerajaan Dewa petir, mereka ribut hanya karena menginginkan Qira menjadi budak mereka. Namun Qira menolak membuat mereka ingin membunuh Qira. tapi dengan cepatnya Fugo membantu Qira melarikan diri dan melindungnya. Fugo memiliki kekuasaan yang tak kalah besar, dia adalah pangeran atau anak ketujuh dari kerajaan langit. ( langit disini buan langit yang miliknya ayahya Qira ya... dia memang kerajaan langit.) dan itucukup membuat mereka berdua yang mempeributkan Qira mundur.


Qira juga begitu dulu saat Fugo hampir mati karena diberi racun oleh salah satu saudaranya Qira yang mencega dengan dia yang mengambil alih minuman itu dan meminumnya didepan Fugo. Ia melakukan itu didepan umum membuat perilakunya nampak tak sopan dan ia diberi hukuman cambuk sebanyak seratus cambukan. Itu cukup membuat Fugo terkejut dan juga tak terima, tapi tetap saja, namanya hukuman tetap harus dilaksanakan. Apalagi Qra hanya berfropesi sebagai pelayan membuat di memang tak ada pilihan lain.


Selain itu dulu Qira juga menolong Fugo saat hampir ditikam dari belakang oleh musuhnya. Jangan salah, meksipun mereka sudah hidup didunia atas, atau dunia dewa, tapi tetap saja masih saja ada yang jahat dan gila harta.


Back Topik..


“Oh ayolah Lio. Aku ingin sekali mendengarkan cerita tentang anak anakku. Aku ingin tau, apakah wajah mereka miripku? Cantik, tampan atau mirip dengan ayahnya... awas saja jika mirip ayahnya..” Cicit Qira kesal jika membayangkan anak anaknya mirip Zauhan.

__ADS_1


“ Anakmu lebih cantik darimu... Mereka juga tampan seperti ayah mereka. Pipi cubby, bibir mungil, mata besar..” Gumanya Liong dengan senyum yang tak lepas saat mengingat kejadian gilanya dengan anak Qira yang bernama Lingling itu.


“Maksudmu apa hm? Kau kira anakku banci yang tampan sekaligus cantik? Kau mau mati ha????? “ Ujar Qira yang memanas, bagaimana bisa Liong mengatakannya seperti itu. Jiwa keibu ibuannya meronta ronta ini.


“ Tidak. Bukan begitu Qira.. kau memiliki dua anak laki laki dan satu perempuan, anak laki-lakimu sangat tampan dan putrimu sangat cantik... hanya saja anak perempuamu lebih cantik darimu..” Ujar Liong membantah ucapan Qira. “ Dan juga salah satu putramu sangat mirip denganmu, matamu, bibirnya dan juga tingkahnya. Dia jiblakan mukamu..” Ujarnya terkekeh.


“Omooo...!! Benarkah? Ayo ceritakan cerita tentang anak anakku...” Ujar Qira semangat, meskipun belum pernah merasaan dan melihat anak anaknya, tidak mengandung dan juga melahirkan mereka hanya saja sifat keibuannya Qira masih sangat besar.


“ Waw.. Kau punya tiga anak Qira? luar biasa suamimu bisa membuat langsung tiga.. bagaimana cara dia melakunnnya padamu? Sepertinya aku harus berguru dengan suamimu nanti jika aku sudah menikah, supaya istriku tak lelah melahirkan berkali kali. cukup satu kali dan anakku langsung tiga.. enak tu..” Ujarnya Fugo mematahkan lagi ucapan Qira membuat Qira menarik nafas.


“ Bisahkah kau diam Fugo.. atau aku sumpahi kau tak bisa memiliki anak..!!” Ujra Qira dingin.


Duar...


“Hentikan doamu Qira.. kau sangat jahat..” Teriak Fugo terkejut dikalah petir menyambar, dia takut doa Qira terkabulkan membuat Qira tergelak kencang. “ Lanjut ceritamu Liong..” Inilah cara ampuh supaya Qira tak lagi mendoakan hal yang tidak tidak untuknya bukan? Ia mengusap dada lalu merapatkan diri dengan Liong.


“ Tadi aku sempat bercerita dengan anakmu, dia aku beri keristalku supaya bisa meminta satu perintaan..” Certa Liong jujur.


Qira diam, sebenarnya dia tak mencintai Liong karena dia sosok yang setia, setia akan cintanya pada kakak Kim, kakak Kim saja bisa setia ketika ia sudah mati, masa dia tidak. Di bagaikan manusia yang tak bisa balas budi. Ditambah dia juga sudah memiliki anak dan kaisar Zauhan, kaisar Zauhan yang sudah membesarkan anaknya seorang diri, dia tak ingin menyakiti anak anaknya.


Dia juga sudah bertekat, jika sepulut tahun lagi ia berenkarnasi dan ternyata Zauhan belum menikah, dia akan kembali dan mengatakan jika itu dia, dirinya ayah dari tiga anak tersebut, bukan kembali kepada kakak Kim, kakak Kim memang cintanya tapi hukum cinta itu cinta tak harus memliki bukan? dengan kakak Kim mendapatkan yang lebih baik dan dirinya yang kembali pada jalurya yaitu menjadi ibu yang baik itu sudah cukup bahagia. tak ada yang lebih penting dari pada anak. Tapi jika kakak Kim ingin Qira berpoliandri dia menerimanya kok hehe.


Serakah bolehkan?


“Tadi Aku bertemu dengan anakmu, perasanku berbeda setelahnya, perasaan yang jika berdekatan denganmu aku selalu ingin tertawa dan tersenyum ,sedangkan jika dengan anakmu ada rasa ingin mmeilikinya selamanya, menjaganya, memeluknya dan menicumnya.” Jelasnya lagi.


“Kua menyukai anakku?” Pekik Qira terkejut, dia sadar jika sekarang anaknya paling berumur lima atau enam tahun waktu dilangit dan dibumi berbeda membuat ia tak tau waktu dibumi. , dibaratknaya itu satu hari dibumi maka satu jam dilangit, dilangit waktunya lebih panjang dari pada dibumi.


Liong menganguk” Sepertinya.. karenanya aku membrikan kristal permintaanku..” Ujarnya ringan.

__ADS_1


“ Kau menyukai anak kecil Lio? Apa kau sudah tidak waras karena sudah ditolak oleh Qira? Mana bisa begutu?” Pekiknya Fugo yang tak kalah terkejut, ia tak terima temannya menyukai anak kecil.” Umurmu sudah seratus sembilan puluh dua ribu tahun dan kau mencintai anak kecil yang bahkan umurnya secuil dari umurmu, Kau gila Lio..” Lnajutnya menggeleng.


Liong engangkat bahu acuh. “ Lalu salahnya dimana? Aku hanya tinggal menunggu sampai dia berumur tujuh belas tahun nanti kau akan menjemputnya dan menjadikannya ratuku.. apakah salah?” Tanyanya dengan nada sama sekali tak bersalahnya. Dia bagaikan seumuran saja dengan Lingling.


“ Tentu saja salah..!!” Serentak Qira dan Fugo, baru kali ini mereka kompak membuat Liong membelalak, sungguh suara mereka menggelegar ditelinganya, sedangkan dua orang itu saling mengangguk yakin. “ Kau itu lebih pantas menjadi kakeknya dan menjadi kakeknya. Bahkan kakek saja kau tak panats. Oh iya. Kau pantas menjadi kakek moyang moyang kemoyang lagi..” Cutus mereka serentak lagi membuat mereka mentap satu sama lain.


Liong terkekeh.” kau lupa? Aku ini dwa? Tak akan menua ataupun mati, hanya tinggal dia besar tak akan membuat aku mati dulu. Tenang saja... apa kalian tetap tidak setuju? Padahal aku tampan loh..” Ujar Liong meminta restu pada Qira.


“Tetap tidak. Aku tidak setuju..!!” Ujar Qira dan Fugo lagi. “Jangan mengikuti ucapanku Fugo.. Qira..!!!” Teriak mereka menyalahkan satu sama lain lalu masih tetap kompak membuat mereka berdecak sebal, bagaimana bisa ini terjadi?..


.


“ Tapi dia sudah mengambil kristal itu dan dia menyetujui menjadi milikku.. bahkan dia sudah memakai dan membuat perjanjian darah denganku.. Jikapun dia menolakku menjadi jodohnya, maka dia akan mati..” Ujar Long santai. Dia ingat dikalah Lingling meneteskan darah dikeristal itu membuat ia tersenyum.


“Apa yang kau lakukan Liong..!!” Teriak Qira menepuk kepala Liong membuat Liong mengaduh kesakitan, ibu mana yang suka dengan ucapan dari pria yang menginginkan anaknya dengan cara seperti ini. “ Apa yang dia minta sehinga membuat dia menerimamu ha?” Qira tak habis fikir bagaimana Bisa Lingling menerima tawarannya Liong ini, dia saja tidak mau. apa anaknya kemakan muka tampanya Luong ini?


Liong menatap Qira snedu.” Dia meminta ibunya.. dia meminta supaya ibunya ada ditengah tengah kebahagiaanya..” Dan seketika Qira diam, dia yang tadinya emosi sekarang mendadak keluh tak mampu berkata apa apa. “ Dia tak membutuhkan apapun katanya kecuali ibu. dia hanya mau ibu sampai dia menangis didepanku.. Sepertinya dia sangat menyayangi kau Qira..” Ujar dari Liong lagi mengungkapkan apa yang ia lihat tadi mampu membuat Qira bungkam.


Qira menatap mereka dengan tatapn nanar, matanya berkaca kaca mendengarkannya. Apakah anak anaknya kurang kasih sayang? Atau anak anaknya selalu terkena kekerasan sepertinya dulu? Jangan sampai, sebenarnya begtu sakit ketika Qira tau jika ia harus meningalkan anak anaknya seorang diri dimuka bumi, menjalankan hidup tanpa kasih sayangnya. Jika dikasih pilihan, maka Qira memilih mati tanpa meninggalkan anak-anaknya saja dari pada anak anaknya lahir tanpa kasih sayang. Akh namun takdir berkehendak lain


“ Jangan bersedih. Aku akan membantumu supaya kau terlahir kembali.. kau tak lupa bukan jika aku dewa kehidupan?” Tanya Fugo dengan nada sedihnya. Dia baru kali ini menatap Qira yang hampor menangis.


Qira menatap Fugo dengan tatapan nanar.” Dulu kau juga ingin membantuku. Tapi Dewa langit tak mengizinkanya. Karena hidupnya seseorang sudah tertulis diperjanjian dan takdir kau hanya dewa biasa yang tak memiliki wewenang seperti itu Fugo..” Ujarnya sedih. Suaranya lirih membuat Fugo tak tega. Dia suka Qira yang cerewet suka marah marah dan juga memukulnya.


Liong tersenyum “Kau lupa jika ada aku? Aku juga akan membantumu, lagipula keristal itu juga diberi oleh raja Langit bukan? Dan aku belum pernah meminta apapun debngannya, pastilah dia akan menerima permintaanku. Aku yang akan turun tangan."


“Tetap tidak bisa Lio.. aku sudah mencari tau semuanya..” Ujar Qira menatap langit. “ Harus ada lima dewa yang harus setuju tentang kebangkitanku untuk hidup kembali, jika belum ada lima dewa, maka aku tak bisa hidup kembali ataupun berengkarnasi. Kau tak melupakan poin itukan? Ditambah aku harus menalankan tugasku menjadi pelayan selama sepuluh tahun lagi baru bisa berenkarnasi..” Ujarnya menerawang, sebnarnya menjadi dewi sangat enak, hanya berias dan juga duduk melihat takdir orang. Hanya saja rasa sayangnya pada kelarganya mengalahkan semua itu..


“Kau tenang saja.. kami akan membantumu hidup kembali..” Ujar Luong, dia tersenyum menatap Qira. masih ada rasa bangga dan juga kagum akan kekuatan dan kekehannya Qira akan hdupnya. Pantang mundur jika menginginkan sesuatu, tak semua orang memilki ketekatan yang sebesar Qira miliki bukan?

__ADS_1


“Ahkk. Suatu hari nanti aku pasti merindukan ibu gurilaku ini.. akhhh Qira.. aku tak mau berpisah darimu.. pasti hidupku nanti akan sepi..” Gumamnya Fugo manja sembari mendekati Qira. “Akh Qira hidupku pasti akan kembali suram, apa lagi selalu dekat dengan Liong tanpa dirimu karena Liong akan lembut jika hanya ada dirimu Qira..” Aduhnya mengintip Liong dari ekor matanya.


__ADS_2