
Sedangkan Qira? sedari tadi ia menguping pembicaraan kaisar Zauhan dibalik tembok, ia tersenyum saat mendengar kaisar Zauhan mengatakan jika ia ratu satu-satunya dihatinya. Ahhkk, dia beper sekaligus berterimakasih pada Ying. Ia tak marah, sebab pelakor itu ia tau, apakah pasangannya memang benar-benar baik atau tidak.
Sebenarnya kenapa orang orang selalu memarahi dan menghakimi pelakor? Sejarusnya itu yang dibenci dan dimaki itu adalah pasangannya. karena apa? karena pasangan itu seharusnya tegu dan tak mudah tergoda. Jika ia mudah tergoda, maka perlu dipertanyaan. Apakah ia memang cinta atau hanya bualan semata...!
“Sudah mengupingnya hem..?”
Jlebkkk.
Pinggang Qira bagaikan dililit ular dengan suara bariton yang mengagetkannya. Kaisar Zauhan tersenyum geli saat mendengarkan jantung Qira yang jatuh dengan seiramah dengan tubuh yang kaku. Ia sebenarnya tak tau jika Qira menguping, tapi saat ia pergi. Ia melihat ujung hanfu Qira keluar dari persembunyiannya, tentu saja ia terkekeh.
Qira menetralkan jantungdan melenturkan kekakuannya.” Ti tidak.. aku tidak menguping,” Jawab Qira gugup.” Lagi pula, apa gunanya aku menguping? Jangan peluk-peluk... Kau kira aku guling?” Ucap Qira menepuk-nepuk tangan kaisar diperutnya.
Kaisar Zauhan tersenyum dan meletakkan kepalanya dikepala Qira damai, matanya terpejam tanpa peduli tanganya yang sakit dipukul oleh Qira.” Kau harus ingat satu hal Qira... Bahkan jika dunia menolak aku bersamamu, maka dunialah yang aku hancurkan. Jadi, jangan takut bersamaku... Cup.. Cup..” Ia mencium ubun-ubun Qira dua kali, namun dikecupan yang kedua ia perdalam dengan mata yang terpejam.
Qira menghangat. Jantungnya tersiram air hangat berwarna merah jambu. Kaisar Zauhan yang dingin sekaligus manis.. ahhkk, Qira mau terbang saja. Ta sanggup hatinya menahan gejolak didada.
“Ayoo kita pergi. Sepertinya semua orang sudah menunggu..” Kaisar Zauhan berjongkok didepan Qira membuat Qira mengernyir.
“Kenapa kau berjongkok?” Tanya Qira heran.
Kaisar Zauhan tersenyum tipis lalu menegakkan kembali tubuhnya.” Aku hanya mau menjadi Wolf dan Leonmu yang selalu menggendongmu, aku tak mau mengantikan mereka dihatimu, hanya saja aku mau jadi mereka yang mampu membuatmu nyaman dan bahagia bersamaku..” Ia mengacak rambut Qira.
Lumer...
Hati Qira cair.. Tolong tampung hati Qira.. Help.. Helpp..
Kaisar Zauhan kembali membungkuk lalu menepuk pundaknya.” Ayo naik,,” Ucapnya lembut.
Qira tak mampu menahan senyumnya. Ia terbatuk sebentar untuk menetralkan rasa dihatinya, wajahnya? Sudah merah tambah merah, bahakn sekarang telinga Qira mengeluarkan love meledak.
Hap..
Qira menaiki pungung Qira dengan senyum yang disembunyikan, sedangkan kaisar Zauhan memperbaiki posisi Qira lalu menggendongnya secara tenang. Ia menahan pantat Qira dengan dua tanganya. Supaya Qira nyaman. Senyum kaisarZauhan tak henti-hentinya hilang diperjalanan, Qira? Qira hanya membenamkan kepalanya dipungung kaisar Zuahan sekaligus mendengar nyanyian merdu jantung kaisar Zauhan yang sedang konser dirongganya.
Saat mereka sudah didepan rumah, disana sudah banyak warga yang sudah sehat akan wabah dan juga warga lainnya, senyum mereka mengembang sekaligus wajah sendu karena mengetahui jika kaisar Zauhan dan Qira akan kembali.
Qira malu, tapi mendatarkan saja wajahnya lalu turuh dari pungung kaisar Zauhan. ia tersenyum tipis pada warga yang menatapnya heran.
“Nona kenapa? Apakah nona sakit?” Tanya Taotao melihat Qira yang digendong oleh kaisar Zauhan.
“Dia tidak sakit. Hanya manja..” Cibir kaisar Zauhan membuat Qira meninju perut kaisar Zauhan..
__ADS_1
Hahah.
Al hasil.. Semua warga tertawa melihat Qira yang bagaikan anak kecil yang malu sedangkan kaisar Zauhan yang terkekeh sembari mengusap perutnya.
“Ah.... Kalian pasangan yang sangat serasi... “ Ucap nenek-nenek disana yang Qira tau namanya Boun Je dipanggil nenek Je. Kulitnya sudah sangat keriput dengan rambut yang sdah memutih.
Kaisar Zauhan mengangguk. “Tentu,.. Iya kan sayang.. Cup..” Kaisar Zauhan mencium pipii Qira didepan warga membuat Qira malu.
Yatuhan.... Kaisr a tau malu.
“Sudah—sudah Zou. Jangan umbar kemesraan didepan kami, nanti Sun gigit jari lo. Lihat itu dia sudah memancarkan muka masam..” Sahut pria paru baya yang namanya Tionle, pria paru baya yang masih gagah, mungkin berumur 40an tahun.
Sun yang dibicarakan mendengus kesal.” Biasa... Tak punya pasangan seperti memang, nanti pas pulang langsung cari pasangan ya..” Ucap Jozu terkekeh.
Memang benar. Mereka meradang melihat kaisar Zauhan yang sangat manis pada Qira tapi dingin pada siapapun, membuat siapapun mau menggodanya. Kaisar Zauhan bahkan hanya tersenyum jika ada Qira membuat mereka mengatakan jika Qira gadis terberuntung didunia.
Ren? Dialah yang paling menderita. Sedari awalalnya sampai akhir dia selalu jadi penonton, dengan tepuk tangan menghalau nyamuk. Sabarkan hati Ren Dewa...
“Hmm. Hari sudah semakin siang. Ada baiknya kami melakukan perjalanan..” Ucap Ren mengalihakn pembicaraan.
Wajah mereka yang tertawa berubah menjadi sendu. “Apakah kalian tak bisa tingal disini lebih lama lagi?” Tanya salah satu warga. Tepatnya kepala desa sana..
Ren menggeleng.” Kami harus kembali, karena masih banyak urusan yang harus kami selesaikan..” Jawab Ren.
“Terimakasih karena sudah membantu kami disini, terimakasih karena sudah membantu semua hal yang ada disini. Kalian sangat baik, jangan melupakan kami disini, sebab kami sudah mengangap kalian sebagai bagian dari kami..” Sahut Nenek Je sebagai sesepu.
Kaisar Zauhan dan Qira menganguk.” Kami juga mengucapkan terimakasih karena sudah menerima kami disini dengan sangat baik. Kami tak akan melupakan kalian, sebab kalian kami sudah angap menjadi keluarga..” Balas Qira manis..
“Kalian sangat baik..” Ucap Nenek Je dengan memeluk Qira. Qira menerima dengan sangat lembut, takut jika tulang yang hanya dilapisi oleh kulit itu hancur.
“Ahhh.. aku pasti akan merindukan minum kelapa muda bersamamu Qira..” Ucap Jozu menadakan tangan untuk memeluk Qira.
Tentu saja dengan cepat kaisar Zauhan menarik tangan Qira dan membuat Jozu memeluk kaisar Zauhan.
Jozu mengernyit saat merasakan tubuh yang kekar. Ia merabakan dadanya kaisar Zauhan” Kenapa rata.” Gumamnya.
Pltak...
“Mau apa kau?” Tanya kaisar Zauhan dingin membuat warga lagi-lagi tertawa.
Qira hanya geleng-geleng melihat Jozu mengusuk kepala yang kaisar Zauhan jitak keras, wajahnya memerah, entah karena jjitakan itu sangat keras atau karena malu tak dapat memeluk Qira.” Aku hanya mau mengucapkan salam perpisahan..” alibi Jozu.
__ADS_1
Qira melirik Yuan yang hanya diam saja sedari tadi.. ia melirik kesana kemari melihat barang Yuan, tapi ia tak nampak membuat ia kepo.” Kakak, mana barang-barangmu?”
Yuan yang sedari tadi diam sekarang tersenyum. Ia menggeleng membuat Qira kembali bertanya.” Kenapa?”
“Aku sudah putuskan untuk tidak ikut denganmu Qira..” Jawabnya serak. Berat saat ia telah memutuskan untuk tidak mengikuti Qira, karena ia tak mau meningalkan kampung halaman dan juga tempat ibunya dimakamkan.
Para warga tak tau jika Yuan kakak Qira
Jadi mereka hanya angkat bahu tak mengerti.
Qira mendekati Yuan dengan raut tanda tanya.” Kenapa? Bukanya kau sudah berjanji akan ikut?” Tanya Qira heran.
Yuan mengeleng lemah.” Maaf Qira.. Saat ini aku belum bisa mengikutimu, karena disini aku dilahirkan, disini aku dibesarkan. Aku punya Jozu dan juga Ying, aku memiliki banyak orang disini. Aku tak bisa meningalkan tanah kelahiran dan makan ibuku seorang diri.”.
Qira mengerti membuat ia menganguk.” Tapi aku pasti akan kembali keisni untuk membawamu pada ayah, aku akan memperkenalkanmu pada yang lain.. Berjanjilah untuk ikut denganku satu saat nanti..”
“Aku berjanji..” Ucap Yuan. Tanganya menada namun mendapatkan pelototan horor dari kaisar Zauhan, membuat Yuan hanya mengusap kepala Qira lembut.” Kau sangat cantik jika dirias Qira..” Ucapnya pelan takut kaisar mendengar.
Qira menganguk.” Tentu, jika jelek bukan adikmu.” Jawab Qira enteng.
Yuan gemes lalu mengapit hidung Qira.” Kau mengemaskan sekali hehe... Kau harus hati-hati dijalan ya,, jangan lupakan kakakmu ini..” Ucapnya.
Qira gems ingin memeluk Yuan tapi kerana bajunya ditangan oleh kaisar Zauhan membuat ia mengambang diudarah. Kaisar Zauhan menariknya dengan satu alis terangkah.” Kucing keganjengan... Suka peluk sana sini...” Ucap kaisar Zauhan lalu meletakkannya disisinya membuat Qira meemeluk angin.
Hahaha.
Lagi dan lagi warga tertawa melihat Qira dan kaisar Zauhan. Mereka tak habis pikir untuk kaisar Zauhan. dekatnya, karena Qira yang suka memeluk mereka, yaa peluk orang-orang yang ia sayang sedangkan kaisar Zauhan tak tersentu barang sedikitpun. Mereka geleng-geleng melihat pasangan ini.
“Semoga kalian bisa bersama selamanya... Sapai maut memisahkan kalian..” Ucap nenek Je terharu,
“Tentu,, Selamanya..cup..” Kaisar Zauhan kembali mencium pipi Qira membuat sang empu lagi-dan lagi memukul perut kaisar Zauhan.
“Sudahh.. Nanti kita kehujanan jika melihat acara romantis ini. ayooo kalian berangkatlah, kami takut nanti kalian kehujanan dan kemalaman.” Ucap Pak kepala desa mereraikan.
“Sampaikan salam kami pada kaisar Zauhan dan permaisuri Ming Zu... Ucapkan terimakasih karena sudah mengirim kalian untuk kami.” Ucap pak kepala desa lagi.
Ahh. Mereka tak tau saja jika kaisar Zauhan dan permaisuri yang mereka maksud ada didepan mata sendiri. Qira tersenyum manis. Dan kaisar Zauhan menganguk.” Nanti akan kami sampaikan.” Jawab kaisar Zauhan.
“Hati-hati...” Ucap lainya..
Qira menaiki kudanya Black dengan kaisar Zauhan yang membantunya, lalu disusul oleh kaisar Zauhan, Taotao dan lainya menyusul dengan kuda yang lain. “Kami pergi...” Ucap Qira berteriak.
__ADS_1
“Hati-hatii... Jangan lupakan kami..” Ucap salah satu warga keras membuat Qira terkekeh.
Saat suara derap kuda yang menggema membuat air mata dari beberapa warga menangis. Iyaa, mereka merasa kehilangan akan mereka. Ying? Ia yang tadi mau menemui Qira sangat marah, rencananya ia mau memberi pelajaran pada Qira, tapi sepertinya Dewa masih menyayangi nyawa Ying. Jika mereka bertemu, bisa diperkirakan apa yang akan terjadi pada Ying bukan?