Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Jangan bangunkan aku


__ADS_3

Fiks ya gue yamg nulis cerita kakak Kim nangis hikz hikz... Semoga kita dapet jodoh yang bisa bahagian kita dunia akhirat ya....


.


.


.


Aurhor lebay karena menghayati... maaf ye


... IG author ini # Novivuspitasr. ada kog cek aja hehe


Ditempat lain.. sosok yang sedang menatap langit, tatapannya sendu dan juga penuh keharuan, mencari bintang yang berkijar dan meneranginya. Ya.. saat ini sudah malam, sedangkan dia memilih menatap langit dibawah langit yang luas dan bintang yang bertaburan. Ia memejamkan matanya karena rasa sesak didadanya. Ia belum bisa melupakan titik dimana ia bisa melupakan sosok Qira.


Lalu ia merasakan dimana jeri lentik yang memegang lembut wajahnya membuat ia membuka matanya. Matanya menatap kesamping dan hal itu membuat ia merasakan jantngnya berdetak dua kali lebih cepat. “Qira..” Gumamnya dengan serak. Ia merasakan sesak didadanya, matanya menyempit karena air matanya mendesak ingin keluar.


Sosok itu tersenyum lembut lalu mengangguk.” Hallo kakak Kim..” Ujarnya dengan senyum lembut. sosok yang dirindukan kakak Kim disampingnya, dengan wajah damai dan sendunya mampu membuat siapapun akan terpikat.


Kakak Kim bangkit dari tidurnya lalu memeluk sosok itu. Kakak Kim menangis didekapan itu, tampa malu ia terisak disana. Ia bahkan tak peduli jika ia laki-laki dan menangis itu pertanda bahwa ia lemah. Ia tak peduli dan ia tak akan mempedulikan hal itu. Ia mendekap sok yang sangat mirip dengan Qra itu erat seerat mungkin.” Ku mohon, jika ini mimpi jangan bangunkan aku. Ku mohon Tuhan jangan bangunkan aku...” Ujarnya dengan mengelus rambut panjang sosok didepan matanya itu sendu. Ia merasakan dunianya kembali saat ni.


Sosok itupun menangis didekapan kakak Kim. Ia juga merasakan sesak yang sama, hati yang sama dan juga rasa yang sama. Ia membalas pelukan kakak Kim tak kalah erat lalu menghirup aromah yang memabukkan ditubuh kakak Kim. Harum bunga lavender sebagaimana kesukaan Qira. sungguh ia merindukan sosok ini.


“Aku merindukanmu Qira... sunguh aku merindukanmu. KU mohon tetap disini bersama mimpiku.. Hiks hiks. Aku tak sanggup jika tak bisa hidup bersamamu.. aku tak akan sanggup menjalankan hidup tanpa dirimu.. hidupmu itu hidupku, jika kau tak ada maka aku hidup bagai mayat hidup tanpa harapan. Ku mohon, jangan tinggalkan aku.. aku mohon Qira..!!” Gumamnya dengan menangis sangat berat. air matanya sangat piluh saat ini menumpahkan rasa sesak didadanya karena rindunya, karena cintanya akan Qira.


“Aku disini dan tetap disni untukmu kak. Jadi jangan menangis lagi, jangan khawatir aku tetap disini untukmu..” Ujar Qira lembut dengan menyelipkan rambut kakak Kim yang menghalangi wajahnya ynag menangis, ia bisa melihat kakak Kim yang membenamkan wajahnya diengkuk lehernya.


Wajah kakak Kim memerah pertanda kefrustasiannya selama ini, hidung mancungnya memerah karena rasa sesak didadanya. “ Buka matamu kak. Lihat aku..” Ujar Qira mengelus rahang kokok yang bergetar itu.


Kakak Kim menggeleng, ia tak mau, ia bahkan mengeratkan pelukannya dipinggang ramping Qira, satunya lagi mengelus punggung mungil itu. Ia menghirup aroma manis ditubuh Qira. “Tidak.. aku tidak mau.. aku tidak mau kau menghilang lagi. Aku mohon, aku tak mau bangun dari mimpi ini... Aku mohon Dewa..” ujarnya menangis dengan piluhnya. Ia bahkan menggeleng erat dicengkuk leher Qira.


Qira tak bisa menahan sesak didadanya kakak Kim sangat rapuh, sampai-sampai ia takut menghadapi kenyataan pahit saat ini. dan itu mampu membuat Qira membiarkan saja kakak Kim memeluknya. dia membiarkan saja tubuhnya menjadi guling kakak Kim yang menangis. Ia bahkan megelus pundaknya kakak Kim.


Kakak Kim merasakan nyaman disana, ia tak mau membuka matanya, ia tak sanggup jika kehilangan sosok didekapannya ini, ia tak mau bangun dari mimpinya.” Tuhan.. Jika ini mimpi, atau hausinasi. Maka biaran aku tetap tidur dan tak akan bangun lagi. Aku mohon, jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini..” Gumam kakak Kim sedih. Ia sangat tak rela melepaskan Qira didekapannya ini. sanpai pada ia lelah dan tertidur didekapan Qira. ia tertidur dipeukan sang kekasihnya membuat Qira tersenyum lembut lalu menatap kesatu tempat dimana sosok Qira sebenarnya.

__ADS_1


Ya.. dia bukan Qira asli, melainkan sosok yang memang Qira minta pada kaisar Langit supaya sosok itu sangat mirip dengannya dan memiliki sikap yang mirip dengannya dan bisa menintai kakak Kim sebesar cintanya, mengetahui kisah cinta mereka Dan itulah dia. Dia bernama Qaila... ya...


Sosok Qira asli sekarang berada tak jauh dari sana tangannya gemetar karena sedih, dadanya bergetar karena terasa sesak menahan tangis pilu. Betapa hancur kakak Kim selama ini tanpa dirinya dan ia tak mengetahui akan hal itu bukan? Sampai-sampai ia takut membuka matanya. Ia terduduk diatas tanah karena tak kuat menopang hidupmya.


“Pilihanmu sudah tepat Qira. jadi jangan menangis..” Ujar sosok disisinya dengan menenangkan Qira yang tak mampu berdiri. Ia tak kuat melihat Qira menanis begitu piluh.


“Kenapa takdirku begitu rumit yang mulia? Menyakiti semua orang didekatku. Membuat siaapun hancur hanya karena diriku.. sakit sekali rasanya. Apa aku hanya kutukan dan tak bisa bersama orang yang aku cintai seperti itu?” Ujarnya menutupi wajahnya dengan tangkupan tangannya. Ia mencintai kakak Kim namun ia juga menginginkan anak-anaknya dan Zauhan. ia tau seberapa sulit menjadi Zauhan selama ini. berusaha menjadi sempurna hanya untuknya. Meksipun ia sudah tiada sekalipun.


Kaisar Langit mengangkat bahu acuh. "Itu bukan aku yang membuat Qira.. karena bukan aku yang membuat takdirmu..” ujarnya dengan lembutnya. “Meskipun kau adalah kesedihan dan kehancuran mereka tapi kau jangan lupa jika sebenarnya kau juga kebahagiaan dan pelangi didiri mereka. Kau itu istimewa Qira..” ujarnya dengan memberikan kebenaran yang ada.


Qira menggeleng ia tak terima dengan ucapan itu. "Kau tak boeh serakah. Itu sudah takdirmu, jalankan saja apa yang sudah menjadi ketetapan dan terima pilihanmu. Kau sudah memilih yang tepat karena anak-anakmu lebih membutuhkanmu. Kakak Kim itu akan bahagia dengan sosok dirimu yang lain, jadi jangan khawatir...” Ujarnya kepada Qira yang disampingnya.


Sosok yang berada dikakak Kim itu adalah bagian dari diri Qira sendiri, diciptaoan dari setengah diri Qira... yaa.. hidup Qira dibagi dua..


Bisa? bisa dong.. kan cuma novel....


Terlalu menghayal jadi nggak nyambung dan nggak masuk akal Thur..!


Qira menatap kakak Kim yang berada dipelukan sosok yang mirip dengannya itu lalu tersenyum.” bukankah aku terlahir hanya untuk kebahagiaan orang lain?” Tanyanya ada dirinya sendiri lalu terkekeh piluh. “Kau benar yang mulia. Aku sudah memilih yang tepat, meksipun rasanya sangat sakit.” Ujarnya memegang dadanya yang terasa sesak.


Sosok kaisar pun menganguk. “Bangkitlah. Dan tersenyumlah kau memang tak bisa hidup ditengah keramaian Qira.. jadi kau harus ingat ya untuk menutupi aurahmu dan tubuhmu.. jangan sampai membuat siapapun terluka lagi.. bahkan bukan hanya mereka yang terluka, tapi dirimu.” Ujarnya kepada Qira yang terduduk.


Qira mengangguk. Ia harus mengikhaskan sosok kakak Kim bukan?, ia menghapus iar matanya supaya ia terlihat tegar dan baik baik saja. “Mereka akan bahagia bukan yang mulia? Dan kakak Kim tak akan mengetahui bukan jika itu bukan aku yang seutuhnys yang mulia? Dia tak akan sadar bukan?” Tanya Qira pada sosok disampingnya.


(sosok itu tidak authur jelaskan ya. Mau dia tampan atau paru baya.. soalnya nggak dibolehin, meskipun hanya novel tapi author sangat menghormati kisah sebelumnya, nggak berani salah ketik dan sala pengambaran nantinya. Jadi maaf. Sosok yang mulia diangit saja itu saja author sudah lancang. Tapi ini hanya novel belaka, jadi nggak pa-pa ya.. soalnya novel dan Film banyak mengambil cerita dari langit)


“Pasti..” Ujar kaisar Langit dengan lembut.” Jadi ayo kita kembali... kau harus mengadakan pengangkatan menjadi dewi baru kau bisa kembali lagi.” Ujarya kepada Qira. memang dia harus kembali dulu lalu pengangkatan, supaya bisa.


Qira mengangguk yakin. Ia yakin akan pilihannya. Ia dengan kaisar Langit kembali kekerajaan langit, meninggakan dua insan yang sedang berpelukan. Ia harus mengikhlaskan sosok yang harus ia ikhlaskan.


“Bahagia tidak selalu tentang apa yang harus kamu miliki Qira.. tapi bahagia itu ketika kamu bisa menerima yang apa kamu miliki saat ini dan bersyukur apa yang kamu gengam saat ini. maka dari itu. Nikmati apa yang ada padamu jangan menuntut suatu hal yang bukan ditakdirkan untukmu. Percayalah, takdirmu itu adalah yang terbaik untukmu dan sekitarmu.!!!” itulah pesan yang disampaikan oleh penulis dibagian ini ya..


Meskipun sebesar apa cinta Qira pada kakak Kim, begitu juga kakak Kim. Tapi jika takdir yang sudah berkata, maka mau kau mati sekalipun tetap tak akan bisa bersama. Hidup punya pilihan, tergantung pada dirimu. Mau bahagia dengan takdir dipilih Tuhan untukmu atau pilihanmu yang direstui takdir untukmu? Tapi percayalah, seberat apa takdir didepanmu, maka tu yang terbaik untukmu. Karena Tuhan mencintai umatnya. Bagaimanapun bentuk dan caranya. Jadi tetap tersenyum dan syukuri yang ada pada dirimu ya..

__ADS_1


...


Sinar matahari menyerang mata yang sedang tertutup itu membuat sang empuh mengerang, ia merasakan silau dimatanya membuat ia membuka matanya, ternyata ia tertidur dibawah pohon membuat ia mengerang dan juga bangkit. Namun ia baru sadar jika ia memeluk sosok gadis berhanfu putih membuat ia terkejut setengah mati. lalu dengan cepat ia melihat sosok tu.


Dammmm...


Bagai dihantam durian runtuh.. eh sakit dong.


Bukan.. tapi dihantam oleh kebahagiaan dan kejutan di mata. Ia dibuat tercekat dibuatnya. Ia ingat malam tadi ia mimpi indah mebuat ia mengusap matanya. Takut jika ia sedang berhalusinasi tapi tetap saja sosok itu masih didepannya.


“Kau sudah bangun kakak?” Tanya sosok itu mengucek matanya karena silau melanda matanya. Ia mengerang lalu menguap.


Ia merasa terganggu ketika kakak Kim bangun dari tidurnya.


Kakak Kim mengerjab pelan. Ia mengusap pipi Qira dengan lembut, tapi mukanya masih dengan wajah tak percayanya. Ia takut harapanya kembali membuat ia tak mau hidup. Tapi sosok itu nyata membuat ia menelan ludah kering. Ia menyubit pipinya sendiri tapi ternyata sakit membuat ia mengusap pipinya.


“Kakak kenapa mencubit pipimu? Itu merah. Nanti kau sakit bagaimana?” Tanya gadis itu dengan khawatir, sepertinya kakak Kim mencubit dirinya sendiri dengan keras. Dan itu mampu membuat Qira palsu takut. Bukan takut tapi khawatir.


“Kau benar-benar Qira? Kau masih hidup dan kau nyata? Kau memelukmu malam tadi dan itu artinya itu bukan mimpi? Kau.. kau...” Kaa Kim kehabisan kata-kata.


Pertanyaan-pertanyaannya melai dengan sekejapnya karena ia terkejut dan juga tak yakin. Tapi ia ta bisa memungkiri jika dia bahagia dan berharap jika ini bukan halusinasi ataupun mimpi..


.


.


.


.


Huaa ada lomba yang untuk fiksi pria. Aku amu ikut tapi judulnya apa ya... aku tu mau bikin kek dunia game horor. Ada yang suka nggak?


Mau yang seru dibaca

__ADS_1


__ADS_2