
Nafas mereka memburu satu sama lain, terkejut dan takut. Namun mereka kembali terkejut dikalah melihat didalam sana. Mata mereka membelalak akan penglihatannya, bukan hanya kakak Kim saja namun kakek Suke bahkan tersungkur ditanah akan hal itu. Mata mereka melotot dengan jantung yang teracuh.
“Mon Mons monster kek..” Gumamnya kakak Kim takut. Ia bahkan mundur beberapa langkah karena takut. Itu murni refleknya, bahkan ia terganjal kakinya kakek Suke membuat ia ikut terjatuh.
Itu ruangan yang sangat gelap, namun berisi sumur api, bukan bukan.. bukan sumur api, namun sungai api. Api mengalir deras disana, warna orange dengan percik percikan api dimana mana, gelembung gelembung api pun menggelegar bagaikan air panas saja. Apa itu lahar gunung? Tanya mereka. Namun itu berwarna orange dan memerah.... Hawa panas menyergak tubuh mereka membuat tubuh mereka sudah memerah.
Bukan hanya itu yang membuat mereka terejut dan takut, namun ditengah tengah sungai api itu ada sosok yang tertidur pulas, lehernya dirantai dengan rantai besar. Mereka tak tau itu makhluk apa, tapi ia berbentuk bagaikan naga, tapi itu bukan naga, sebab kepalanya bergerigi layaknya monster, belum lagi ekornya pun juga berapi dan berduri membuat ia sangat menyeramkan.
Saat kakak Kim jatuh itu mampu menghasilkan suara yang sangat besar. Suara itu sialnya membangunkan moster itu. Kepalanya yang awalnya ia letakkan dibahunya yang lebar itu sekarang terangkat. Nampaklah jika sosok itu punya leher dan sayap. Apa itu benar benar naga? Matanya mengerjab bagaikan manusia yang baru bangun tidur, namun kilatan berwarna merah mampu membuat siapapun meneguk saliva kering.
“Kek.. Dia bangun...! Itu makhluk apa?” Tanya kakak Kim tersekat... faktanya rasa panas yang mereka rasakan tak terasa karena lebih takut akan sosok monster itu. Jangankan kaak Kim. Kakek Suke saja mundur dari tempatnya. Mereka meringsut dan sekarang tersudut didinding itu. Namun kembali tegak dikalah dinding itu menyalirkan rasa panas.
Maklum ya.. api bercampur api maka akan menjalar panasnyakan? Ya iyalah.. jika tidak percaya coba kalian letakan batu dekat dengan api. Pasti batu itu akan terasa panas juga. Kontraktor sifatnya...
“It it itu adalah naga Deamon Kim... naga iblis yang mereka culik dari raja Iblis terdahulu...!!!” Jelas kakek Suke pada kakak Kim takut. “Api yang ia hasilnya mampu membuat tubuh kita langsung mencair, jangankan tubuh, tulang kita saja akan melebur hanya karena terkena hawa mulitnya... Di di dia monster.. Dia sangat berbahaya Kim..” Jelas kakek Suke takut.
Kakak Kim terkejut. Ia meneguk saliva kering. Bagaimana ini? apa mereka akan mati? “ Ja jadi kek? Apa kita akan mati disini?” Tanya kakak Kim polos namun terdengar takut dan gugup.
“Aku tak tau Kim. Kita diam saja.. semoga ia tak melihat kita..” Gumam kakek Suke pada kakak Kim. Ia mematung supaya tal terlihat, bahkan ia tak bernafa supaya tak terlihat.
Naga Deaon itu menatap seluruh ruangan, semua yang ia lihat berwarna merah karena memang naga buta warna kan? Ia menguap sangat lebar sekali dalam satu tarik. Namun mampu membuat ruangan itu gempa.. Semengerikan itukah? Bagaimana dengan apinya? Lagi dan lagi kakak Kim meneguk saliva kering. Tanganya gemetar dengan kaki yang sudah menjadi seunguk jelly.
Guaar.... “Naga itu merenggangkan sayapnya karena merasakan tubuhnya kaku.
Nampaknya ia sedikit terawat, sebab tuvuhnya tak lecet, hanya saja wajahnya sangat sedih, mungkin karena kebebasannya terenggutkan oleh manusia yang tak berprikemanusiaan.
Melihat naga itu berguam dan menyebabkan kembali gempa. Bahkan gempa ini mampu meruntuhkan batu diatas ruangan itu. Dengan reflek itu menghindar batu yang thampir menancapan tubuhnya. Sedangkan kakek Suke berguling dan membuat beberapa batu itu juga berguling sangat keras. “Argh...” Kakak Kim terkena api disana membuat ia berteriak keras karena kepanasan. Tangannya melepuh hanya karena terkena gelembung api. Ia sekarang berada dipinggir sungai.
Mata naga yang awalnya bersikap acuh sekarang melihat seluruh penghujung ruangan, “AhHuaa...” Uap mulai meluruskan kakinya lalu menumpuhkan berat tubuhnya dilutut. Dengan gagahnya ia bangkit dan berdiri. Nampaklah sekarang naga berwarna hitam itu berdiri gagah dengan mata terangnya menatap dua titik secara bergantian..
Nafasnya kakak Kim memburu , nafasnya naik turun sembari memegang lengannya yang melepuh. Ia menatap kakek Suke yang mulai bergetar ketakutan.. Lalu matanya menatap asal dimana kakek Suke tatap.
Bam.. ia bagaikan tersambar petir disaat ini.. matanya langsung bertatapan dengan monster itu. Bahkan rahangnya jatuh dan beriringan dengan jantungnya yang hapir jatuh. Bagaimana bisa?
Mereka ketahuan... Bagiamana dengan nyawa mereka?
Naga itu menyalang dengan ekor yang melambai kekanan dan kekiri.. kakinya mulai tak lagi memijakkan batu tepatnya, ia mulai mengepakkan sayapnya dan itu mampu membuat kakak Kim dn kakek Suke hampir melayang, sungguh kekuatannya bagaikan baling baling pesawat terbang... sungai itu bahkan bergelombang dan bergeser ketempat dimana kakek Suke dan kakak Kim berada...ruangan itu kembali gempa dan membuat bebatatuan menghujani mereka..
Inilah yang namanya keluar dari kandang singa tapi masuk kekandang harimau... Menghindar dari prajurit malah mendapatkan maut... Anda mereka tau akan seperti ini, mereka akan menyerahkan diri secara suka rela pada prajurit-prajirit itu... mereka lebih rela mati ditangan manusia dari pada melepu dengan uap naga... sangat memaluhkan bukan?
Niat ingin membantu dan membebaskan Wolf, kakek Liu dab Via sekarang mereka harus meregang nyawa. Bahkan mereka belum sempat bertemu. Memalukan memang...
__ADS_1
“Huamm...” Naga itu menghembuskan apinya mengarah pada kakek Suke... kakek Suke nampak dimatanya bagaikan daging pagang berwarna putih... saat ia kembali mau mendekati mereka ia kembali tetarik kerepatnya... rantainya menghalangi niatnya untuk membunuh, tapi bukan berarti ia tak bisa membunuh ya...!!!
Degan sigap kakek Suke melompat dan menghindar sejauh mungkin dari api itu, dan itu saja mampu membuat ia hampir masuk sungai api... Nafasnya tak beraturan saat ini, hingga ia memutuskan untuk melompat lagi dan menginjak satu batu yang nampak diatas sungai.. bajunya terbakar...!!!! bagaimana bisa penyimpan ilmu api tapi dibakar api....
“Kakek..” Teriak kakak Kim dikalah melihat kakek Suke disana. Ia cemas setengah mati namun tak mampu berbuat banyak. Ia mau mendekat namun tak bisa. Matanya melirik naga itu. Namun matanya melihat kakak im juga... sekali tarik nafasnya naga itu kembali menyemburkan api dimulutnya kearah kakak Kim.
Kakak Kim tak bisa berbuat apapun, namun hanya bisa berlari sejauh mungkin dan menghindar.. untunglah ia bisa dan ia memegang batu diatas ruangan itu. Ia bergelayut manja disana, ia lebih tahan menahan panasnya batu dari pada terbakar dengan apinya naga.
Tangannya terasa terbakar saat ini...! dewa yang menjadi saksinya jika ia sedang tak berjanda
Bercanda deng hehe.... Typo euyyy
Kakek Suke mengibaskan celananya dan mengeluarkan ilmu anginnya, ia merapalan seuatu lalu membuat api itu menghilang dari bajunya... ia menghindar dari batu itu lalu mencari jalan aman. Mereka harus keluar dari sini...
Naga itu memberontak dan mengamuk... ia menggerakan kekanan dan kekiri. Ia bagaikan menemukan mangsanya dan tak akan membiarkan mangsanya lepas... namun lagi dan lagi kakinya, lehernya itu terikat rantai... membuat ia kembali jatuh. apakah mereka harus bersyukur?
“Kita harus keluar dari sini kek..!” Teriak kakak Kim pada kaek Suke yang berada diseberang sana.
Kake Suke mengangguk... mereka sama sama melirik kekanan dan kekiri, mencari jalan keluar, naun ia menemukan satu pintu hitam sebagaimana warna ruanga itu hitam namun itu disebrang sungai api... mereka harus melewati naga itu terlebih dahulu berarti bukan?
Huar... mereka dikagetkan dengan api dari naga itu.. naga itu tak tangung tanggung. Ia menyemburkan kesegala penjuru ruangan dan itu mampu membuat kakak Kim merubahkan tubuhnya menjadi serigala besar... dan melompat jauh kesebrang supaya tak terkena api.. sedangkan kakek Suke melompat dan menghindar... ia bahkan menggunaan ilmu anginnya dan mendekati naga itu... ia harus lewat dari sana...
Ekor kakak Kim terkena api membuat ia mengerang kesakitan.. ia mengamum meminta bantuan kakek Suke. Ia terkena uapnya naga.. hanya uap, ingat..!!! “Kakek .. Ekor ku..” Teriak kakak Kim keras ia meminta bantuan saat ini.
“Kita harus keluar dengan pintu ini Kim.” Ujar kaek Suke pelan... sedangkan sang naga masih mencari dimana letak kedua mangsanya itu. Sebab tubuh mereka berdua cukup tertitup dengan batu besar...
Kakak Kim mengangguk. “Pintu itu terkunci tapi ke.” Ujarnya menatap pintu itu. Dimana pintunya berwarn ahitam..
“Awas Kim..” Kakek Suke mendorong kakak Kim sehingga menjauh membuat tubuh kakak Kim terbentur batu besar dan menyebabkan ia tersedak darahnya sendiri... ternyata ada naga yang dibelangnya itu menyemburkan api hingga mengenai pintu itu, dan ajaibnya pintu itu sama seali tak terbuka atu lecet. Bahkan keliahatan biasa saja. Bagaimana bisa Coba?
Kakak Kim memegang dadanya sakit saat ini... Naga itu semakin gencar, mesipun ia tak bisa pergi, tapi mereka ada salam satu raungan membuat ia dengan mudah membunuh dua manusia didepannya ini.
Saat naga itu kembali memuntahkan laharnya kakek Suke terlebih daulu mengerahkan ilmu anginnya membuat api itu berbalik dan membuat naga itu terkena apinya sendri... ia bahkan menganga tak percaya, itu hanya gerakan reflek manusia takut mati dan itu berhasil untuk menghentikan naga didepannya ini...
“Kakek...! Jika semudah itu kenapa kau tak menyerangnya dari tadi?!!!” Geram kakak Kim melihat akek Suke. Mereka sudah hampir mati... Belum lagi, jantung mereka cenat cenut bagaikan orang sedang jatuh cinta... atau bagaikan gadis yang baru saja dicuri ciuman pertamanaya oleh kekasihnya sendiri...Pipi bersemu merah karena malu da sekarang pipi kakak Kim memerah larena niat membunuhnya membumbung tinggih, Tolong ingatkan kakak Kim jika membunuh itu dosa..!
Kakek Suke menggeleng.” Au tak tau..” Ujarnya bingung sendiri... Ia bengong saja karena tak mengerti saat ini... “Itu tidak penting, sebelum naga itu berhasil memadamkan apinya kita harus keluar secepatnya.. ayo cepat cari kuncinya..” Ujar kakek Suke mendekati pintu itu..
Kakak Kim menghembuskan nafasnya pelan pelan lalu menarik nafas lagi berkali kali supaya otaknya tak mendidi saat ini. tubuh sudah lemas, sakit semuanya. Ini barus sedikit, belum lagi menemukan Wolf dan kawan-kawannya. Bisa bisa ia mati terlebih dahulu sebelum menang..
Kakak Kim menandang jaga itu, ia sedang menghempaskan sayapnya kekanan dan kekiri sebagaimana ia merasakan kepanasan... ia memandang kek Suke dan kekiri, tak menemukan sesuatu. Ia sedikit fustasi.. apa ia harus keluar lagi dari lubang itu? itulah jalan satu satunya.. sebab pintu ini tak bisa dibuka bukananan.
__ADS_1
“Kita harus melewati lubang itu kembali kek sebelum kita mati disini.. cepat..!” Ujar kakak Kim saat melihat kakek Suke yang sedang mengeluarkan ilmu angin dan apinya namun tak juga dapat membuka pintu yang kokok itu..
Kakak Kim dengan gesit melompat lagi lalu mendekati lubang itu,,, Diikuti olek Kakek Suke. Mereka melewati naga itu dengan secepat kilat... “Kau duluan saja Kim..” Ujar kakek Suke pada kakak Kim..
Kakak Kim mengangguk... “Biar aku menghadang Naganya.” Ujar kakek Suke membuat kakak Kim sedikit ragu,” Cepatlah, kita memiliki waktu hanya sedikit.. jadi tolong jangan berlagak ragu saat ini..!” Gertak kakek Suke. Setidaknya jika ia mati, ada kakak Kim yang selamat bukan? Jangan sampai perjuangan mereka sia-sia.. Tolong mengertilah, jika mereka sudah kehilangan waktu dan tenaga yang sangat banyak.
Kakak Kim mulai menyembulkan kepalanya setelah membuka batu disana, ia melihat kekanan dan kekiri dan syukurnya sudah tak ada siapa-siapa. Itu artinya mereka tak kerahuankan? Dengan gerak cepat ia mengeluarkan tubuhnya sebaik mungin supaya tak menyakiti dirinya dan juga menimbulkan suara..
Namun berbeda dengan kakek Suke... Ia pergi dari sisi kakak Kim dan melambaikan tangan pada Naga itu supaya tak terlihat... “Halooo Dragon.. Apa kau merindukan Liu?” Tanyanya melambaikan tangan pada naga yang menatapnya nyalang. Untunglah lehernya dan kakinya diborgol jika tidak sudah pasti mereka sudah mati saat ini.
Naga itu mengaung saat nama kakek Liu disebut... Iya.. dia itu memang peliharaan yang dicuri oleh Xavier dari tangan raja Iblis. Tapi yang merawatnya kakek Liu. Jadilah naga itu lebih dekat dengan kakek Liu dan mengangapnya sebagai tuannya.. tak ada yang mampu menjinakkan naga itu kecuali kakek Liu..
Api keluar lagi dari mulitnya untuk meyerang kakek Suke namun kakek Suke mengibaskan tanganya untuk menahannya, cukup menahannya namun ia mundur beberapa langkah. Kakinya bergesek dari lantai itu membuat suara decapan melengking... Tak ada cara lain selain melukai naga ini dulu baru bisa keluarkan? Ia melirik kanan dan kiri. Ia mendapatkan batu besar membuat ia mengeluarkan ilmu anginnya.. ia mengangkat batu itu dan merubahnya menjadi api dulu. Ia mengarahkannya pada naga itu membuat naga itu mengelak, sayangnya batu itu terkena sayapnya membuat ia mengerang kesakitan..
Kakek Suke puas. “Sanpai jumpah Dragon.. aku akan membawahmu bersama kakak Liu ya... Nanti kita akan bermain main, kau sudah lama bukan tak berperang?” Ia menyeringai puas lalu keluar dengan cepat. Namun yang namanya lewat lubang, pastilah akan memerlukan waktu dengan kesabaran bukan? Bagaimana bisa orang dengan mudahnya keluar?
“Kenapa tidak sedari tadi kau menyarankan keluar dari sini Kim..” Gerutu kakek Suke.. baunya sudah hangus, yang awalnya putih sekarang berwarna coklat keabu abuan, bahkan dibagian bawahnya sudah terbakar oleh api laknat itu.
Kakak Kim mendengus “Manaku tahu... Kau pikir saat seperti tadi aku bisa berfikir jerni? Hei.. kenpa tidak kau yang berfikir kakek Tua..!” Keluarlah sifat tak sopan jika sudah beribut seperti ini. sebab mereka sama sama salah bukan? Kenapa tidak keluar dari sana dengan pintu ini.. tempat dimana mereka masuk tadi?
...
“Siapa kalian?”
Dug... kakak Kim dan kakek Suke menegang dikalah melihat pedang mengelilinginya dengan mata biru menyalah... Mereka ketahuan...
...
Sudah ribuan orang yang sedang
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
**Kayaknya seru nggk aku kasih naga buat perang nanti?
Kejutan menanti didepan yuhuu.... Jangan lupa Like komen and vote ya**..