Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Cerita Qira


__ADS_3

Air mata keduanya jatuh mengenang dan mendengarkan cerita itu. Tangan Qira terulur lalu menegakkan kepala sang pria bertopeng. Ternyata ceritanya hampir sama dengan sang pria itu.” Kau tau? Ceritaku lebih menyedihkan darimu.” Ucap Qira sembari menyekah air mata yang masih saja menetes.


Pria itu mengernyit.” Ceritakan.”


Qira menerawang jauh. Ia menumpuhkan berat tubuhnya ditelapak tangan yang diletakkan kebelakang. Matanya menatap langit penuh dengan bintang. “Dulu aku juga diasingkan, memilki 6orang kakak laki-laki dan dua kakak perempuan, kau lebih beruntung memiliki adik yang mau berteman denganmu dan menyayangimu, sedangkan aku. Aku disiksa dan dimaki, dilempar telur busuk dan juga ditendang.” Ia menghela nafas, lagi dan lagi air matanya menetes saat ia mengingat jalan hidup Qira asli, membuat rasa sakit untuk keluarganya masih sangat dalam.


“Tak sampai disitu, aku makan dengan nasi basi dan juga harus dicambuk setiap hari dengan kesalahan yang sama sekali tak aku perbuat. Sedangkan kau hanya dimarah bukan?”


Pria itu menatap mata Qira, sirat kesedihan sangat kental. Ia kira gadis didepannya itu hanya menghibur atau menyemangati saja, tapi mata itu tak ada cela kebohongan.” Kau hanya ditingalkan dihutan, sedangkan aku. Aku dibunuh dengan cara yang kejih.” Mata yang berkaca-kaca itu menatap mata pria bertopeng didepannya, masih teringat jelas rasa sakit yang ia derita san Qira aski rasakan saat ia sibunuh saat itu. Penuh dengan rasa sakit yang tercurahkan.” Tangan, punggung, kaki ku patah. Tepatnya dipatahkan secara tidak manusiawi. Dengan punggungku diukir dengan berlumbur racun, tubuhku penuh dengan luka. Semua itu ulah ayahku, ayah kandungku yang menyewa pembunuh bayaran untuku. Mayatku dicampak dihutan kematian dengan keadaan yang mengenaskan, “berkedip lalu jebol air mata itu. Qira menepuk dadanya yang sesak, inilah alasannya mengapa ia harus pergi dari istana itu, rasa sakitnya membuat ia lemah, rasa sakit masalalunya membuat dadanya sesak.


Jika ditanya apakah ia sudah memaafkan, ia sudah memaafkan namun rasa sakit itu masih ada, rasa sakit itu membuat dadanya sesak, sangat sesak, saat melihat istana ia melihat betapa pedihnya Qira meraung karena cambukan, ia melihat berapa menyedihkan Qira yang bersembunyi disemak-semak hanya untuk meliat sang ayah yang lewat, berharap ia menatapnya. Qira masih sangat sakit, sesak.


“Lalu bagaimana kau bisa selamat?” Tanya pria itu sedikit prihatin.


“Pelayan yang ibuku diutus melindungiku. Merek membawaku ketabib.” Jawa Qira dengan menarik ingusnya.


“Ibumu sayang padamu?” Tanyanya.


Qira mengangguk.” Tapi ia meninggal saat ia melahirkan ku, kau beruntung bukan? Kau bahkan masih bisa melihat ibumu saat lahir dan besar, meskipun tanpa kasih sayang.” Qira menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


Bohong jika Qira tak bisa menangis. Inilah Qira yang jika bersangkutan dengan masa lalu. Tak menunggu waktu lagi pria itu mendekap Qira dan memeluknya erat. Ia mendorong kepala Qira untuk masuk didada bidangnya. Ia tak menyangkah ada cerita yang lebih kejam darinya. ia bahkan merasakan hanya secuil dari kepedihan gadis didepannya. Hanya secuil, tak lebih..


“Maaf.maafkan aku, karena diriku, kau harus mengingat ha yang menyakitkan seperti itu.” Gumamnya. Ia semakin menenggelamkan wajah Qira didada bidangnya.


Qira tak menolak pelukan itu. Posisi mereka sama bukan? Sma sama dibuang, sama sama tak diharapkan. “Dimana keluargamu? Apa kau sudah balas dendam?” Tanpa pra itu lembut.


Qira menganguk.” Dengan cara apa?” Tanya pria itu.


“Dengan memaafkan.”


“Bodoh. harusnya kau runtuhkan saja rumah mereka, atau kau bakar rumah mereka biar mereka dibakar hidup-hidup didalamnya.” Ia menjauhkan kepala Qira dari dadanya.


Qira mengelap air matanya seperti anak kecil.” Sakit jika dibalas sakit akan menimbulkan sakit yang lebih dalam, namun jika sakit dibalas dengan melupakan lalu mengobati. Maka sakit itu akan hilang lalu menyehatkan, meskipun sakit itu akan menimbulkan bekas bagaikan luka.” Jawab Qira.


“Jahat dibalas jahat berarti sama sama bejad bukan? Lalu apa bedanya mereka dengan diriku jika melakukan kejahatan yang sama?” Padahal ia sudah membuat hidup selir Mei menderita. Ah, Qira hanya menghancurkan sumber masalah.


“Tapi itu adil namanya bukan bejad.” Bantahnya.


“jika dengan balas dendam hatiku tenang maka aku akan melakukannya, namun nyatanya balas dendam membuat hatiku semakin sakit dan juga kotor, membuat waktu ku sia-sia hanya untuk memikirkan kesengsaraan untuk orang lain. Maaf, waktuku terlalu berharga untuk hal seperti itu.” Jawab Qira santai.

__ADS_1


Hati pria itu tercubit. Yaa, dia tak bahagia dengan balas dendam ini. ia tak bahagia dengan semua ini. sama sekali tak bahagia. yang membuat ia bahagia saat ini adalah kasih sayang dan perhatian.” Ia hanya butuh dua itu, tak lebih.”


“Kau tak berbohong tentang masa lalu mu bukan?” Pria itu masih saja. Ia masih tak percaya pada Qira rupanya. Sebenarnya ini pertama kali baginya mudah mempercayai orang lain. Ia merasakan jika Qira adalah gadis yang baik hati. Entah ia mendapatkan pemikiriran itu dari mana tapi yang terpenting ia merasakan nyaman pada Qira


Qira menggarut pipinya yang tak gatal.” Terserah kau saja.” Lagi pula mau kau percaya atau tidak juga tidak ada pengaruhnya untukku bukan?”


Pria itu tersenyum dibaik topengnya membuat jantung Qira berdebar. Ahh, setengah wajah saja ia tampak begitu tampan, apalagi jika semuanya, gatal sekali rasanya tangan Qira untuk membuka topeng itu. Tapi ia cukup malu untuk seagresif itu.


“Lalu apa dendammu pada desa hujan sehingga menyebarkan wabah itu?” Tanya Qira mengalihkan pembicaraan.


Pria itu hanya mengangkat bahu.” Itu bukan urusanmu.” Jawabnya acuh.


Qira pun menghela nafas dlaam.” Apakah kau akan memberikan penawarnya dan menghentikan wabah itu?” Qira menatap lekat manik mata itu.


“Jika aku memberikan penawarnya kau akan pergi dariku bukan?” Tanyanya. Rasanya sangat tak ingin ditingalkan lagi seorang diri. "Aku tak mau itu terjadi." Lnjutnya bgikan anak kecil takut kehilangan ibunya


“Justru jika kau tak memberikan penawar dan menghentikan wabah itu aku aka menjahuimu, bahkan membunuhmu. Ahh, lebih baik mati satu orang dari pada kehilangan ribuan nyawa orang bukan?” Qira menaik turunkan alisnya.


Pria itu memicing.” Berarti jika aku memberi penawarnya kau akan menjadi milikku?”

__ADS_1


Qira heran lagi dan lagi. Apakah ia barang yang dimiliki orang? “Aku bukan milik siapapun. Aku hanya diriku, jika kau ingin memilikiku maka jangan berharap. Tapi jika kau mau meminta kepadaku untuk selalu berada disampingmu dan menyayangimu. Maka aku bisa. “ Qira memunculkan sabit dikedua matanya, garis senyum dipinggir bibir terukir indah.


Pria itu terdiam. Ahh, senyuam gadis didepannya sangat manis, matanya masih terikat dengan senyum Qira. ia terpesona, sangat terpesona. “Baiklah. Aku akan memberi penawarnya dan menghentikan wabahnya, asal kau tak meninggakanku.” Ia memantapkan hatinya.


__ADS_2