
Kaisar Zauhan mengusap kepalnya. Hanya Qira yang berani menjitak kepalnya. Sangat-sangat luar biasa bukan? Kaisar disegani diseluru kerajaan dikalahkan oleh gadis tengil didepannya ini. tapi bukan marah yang ia rasakan. Malah ia merasa hangat karena bisa bersama Qira seperti ini. Qira juga sudah mulai menerima dia. Sepertinya... “Akukan budak cinta kamu...” Kaisar Zauhan tersenyum malu. “Kalo kamu mau hamil anakku juga boleh.” Lanjutnya.
Apasihh...
Kaisar Zauhan neglantur kemana coba.
Qira menggelengkan kepalnya. Tangannya ter ulur mengusap bekas jitakannya tadi dikepala kaisar Zauhan.” Sepertinya otakmu sedikit bergeser saat aku menjitakmu.”
Kaisar Zauhan mengambil tangan Qira dan mengecpnya.” Sepertinya karena cinta..”
Qira cepat-cepat melepaskan tangannya. Geli, jikjiks” Ayo kita pergi cepat. Kaisar gila..” Ucap Qira menaiki kuda.
“Bfrruuuff.. hhaha..” Tawa kaisar Zauhan pecah melihat Qira yang Salah tingkah. Ia baru tahu jika Qira bisa salah tingka dan menolak pesonanya. Padahal Qira adalah perempuan pertama yang ia goda looo. Tapi Qira tak mengetahui itu.
Ren menatap kaisar Zauhan dengan rahang jatuh. Berkedip beberapa kali dengan wajah bodohnya. Kaisar tertawa? Sudah 20tahun ini ia tak pernah melihat kaisar Zauhan tertawa selepas itu, jangankan tertawa. Senyum tulus saja ia tak pernah melihatnya. Tapi ini? ia masih tak percaya dengan penglihatannya.
“Apa kau masih mau diam disana Ren?” Tanya kaisar Zauhan menatap Ren jengah.
Muka bodoh apa apaan itu?.
“AH..” Ren berkedip beberapa kali sembari mengatup bibirnya yang menganga sejak tadi, meneguk ludah kalut sebentar “ Iy iya yang mulia..” Ucapnya. Ia segera menaiki kudanya. ‘Semoga kau bisa mengubah kaisar Zauhan putri. Ahh, andai saja kejadian itu dulu tak terjadi. Pasti kaisar Zauhan bisa bersikap manis setiap hari.’ Batinnya.
Kaisar Zauhan mau menaiki kuda yang Qira tunggangi. “Hey. Aku tak mau satu kuda denganmu.” Ucap Qira cempreng.
BUGH..
Ren kembali tertawa melihat kaisar Zauhan terjungkang dengan mengenaskan. Kapan lagi melihat kaisar Zauhan dianiaya oleh orang lain.
Qira mendorong kaisar Zauhan sampai terjungkang ketanah. Ahh, kasar sekali kau Qira.
Kaisar Zauhan mau menangis. Kenapa ia bisa menyukai perempuan sekasar Qira? apakah dunia begitu tidak adilnya. Ia mengelus bokongnya.” Kita itu terikat. Nanti jika kau terpisah jauh dariku bagaimana? 50langkah loooo jarak kita.” Alibih kaisar Zauhan. Padahal memang mau cari kesempatan. Tak lupa mengedipkan mata lugu.
Qira berdecap sebal. “Terserah kau saja.”
Kaisar Zauhan tertawa lagi. Bukannya marah karena didorong jatuh. Ia gemes sendiri melihat Qira yang mau melawan tapi tak bisa. Ia kembali menaiki Black.
Dan yang bikin Qira kaget. Sii Black menerima kaisar Zauhan begitu mudah. Black tak pernah mau menerima orang lain lalu ini?
Senyum kemenangan tercipta dibibir kaisar Zauhan. “ Ayo..” Ucapnya. Ia merapatkan diri dengan Qira diatas punggung Black yang tak mempermaslahkannya. Memang dasar kuda laknat.
“Mengapa kau mau diduduki kasisar gila ini Blcak?” Bisik Qira tapi didengar kaisar Zauhan.
“Dia memiliki darah pemimpin Qira. jadi dia pantas menaikiku.” Jawab Black meringik.
Qira menepuk punggungnya kesal. Cihh, dasar dunia memang tak adil. Bagaimana bisa kuda saja bisa matrek. Kuda matre memang.
“Pegangan yang erat ya. Ayoo Ren.” Kaisar Zauhan mulai melajukan kudanya. Dengan Qira didepannya. Tidak mungkinkan Qira dibelakangnya kayak bonceng motor.
Dengan kecepatan sedang kaisar Zauhan menunggang kuda hitam Qira. sebenarnya kaisar Zauhan juga punya kuda iblis hanya saja ia mau membuat momen bersama seperti ini dan membuat Qira selalu berada didekatnya. Ia memeluk Pingang Qira sesekali lalu menghirup aroma yang berkuar dari tubuh Qira. manis sekaligus memabukkan. Sangat memabukkan sungguh.
Setiap hati deguban jantungnya semakin membesar dan menjadi. Rasa bahagianya sekarang sesimpel senyum Qira. saat Qira mau bicara dengannya saja membuat ia sangat senang. Ahh, cinta nmemang aneh memang. Merubah yang keras menjadi lunak dan yang dingin menjadi cair. Kekuatan apa yang lebih besar melebihi cinta?
“Apakah kau tak membawa tabib?” Tanya Qira heran. Kan mereka akan menghadapi wabah penyakit, pasti akan membutuhkan Tabib bukan?
Kaisar Zauhan masih mengekang kudanya sembari mendengarkan pertanyaan Qira.” Bawah. Tapi itu urusan Ren. Karena dia sudah menyiapkan beberapa tabib profesional disebelah desa Hujan tersebut. Jadi kau tak usah khawatir akan hal itu.”
"Aa nama wawah itu? Apakah sejenis Corona?" Tanya Qira.
"Bukan. Kitakan di zaman kuno wkwk" Author numpang lewat.
Qira menganguk sembari menatap kedepan. Senyum Qira mereka saat menatap suasana didepannya. Sangat inidah. Qira mengambil nafas lau mengghembusanya, pemandangan didepannya sangat bagus indah.
Kaisar Zauhan mencium ubun-ubun Qira berkali-kali sembari menunggang kudanya. Qira dengan sebalnya ia mendorong wajah kaisar Zauhan supaya tidak menganggunya.” Jauhan bibirmu itu. Busuk nanti bau rambutku jika kau cium terus.” Gerutu Qira pelan.
Kaisar Zauhan terkekeh “Masih wangi kok.cup..” Ia mencium puncuk pekala Qira kembali. Sedangkan Qira hanya berdecap sebal saja. Berdebat dengan kaisar Zauhan sama saja meengundang penyakit jantung dan darah tinggi. "Masih wangi kan?" Lanjutnya.
Ren masih saja mengikuti kaisar Zauhan dari beakang. Ia cukup bahagia menatap kaisar Zauhan yang mulai berubah. Ahh, ia rasanya ingin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Qira.
Tolong selamatkan Ren yang sedari tadi menjadi nyamuk.
....
Sudah 4jam mereka membelah jalan dengan tiada istirahat, membuat Qira kasihan pada Black. Ia mengajak kaisar Zauhan makan terlebih dahulu disebuah kedai supaya kuda kesayangannya bisa beristirahat.
__ADS_1
Kaisar Zauhan melompat dari kuda. Setelahnya ia menjulurkan tangannya untuk menyambut tangan Qira.” Sini aku bantu turun.” Ucapnya lembut.
Dughh.
Hmm, sudut bibir Qira tersungging. Kaisar Zauhan sangat lembut dan manis tapi wajahnya sangat datar membuat ia sangat lucu.”Tidak usah. Aku bisa sendiri.” Ucap Qira menolak.
“Cek..” Kaisar Zauhan berdecap sebal. Ia menarik paksa tangan Qira membuat sang empu terjatuh dan memeluknya.
Kaisar Zauhan tak tau jika Qira akn terjatuh membuat ia terhuyung kebelakang sembari memeluk pinggang Qira.
bugh...
Punggung mulusnya mencium tanah kering dengan Qira yang berada di atas nya.
Sontak Qira menahan nafas. Ahh, jantungnya loncat lancit. Bagaikan perta besar saja. Matanya terhenti dimata gelap kaisar Zauhan beberapa saat. Entah berapa lama, tapi Qira tak bisa berbicara. Buntu tapi Qira mulai sadar saat kaisar Zauhan tersenyum mesum.
Mata Qira membola saat sadar jika ia sedang diposisi intim saat ini. apa lagi ia sedang ditengah keramaian. Rasanya Qira ingin mengutuk dirinya menghilang dimuka bumi ini. dan anehnya kaisar Zauhan hanya hanya senyum-senyum tak jelas. Bukannya malu ia malah bahagia. Apakah pinggangnya tak sakit kah?
Qira cept-cepat berdiri. Wajahnya merah semerah kepiting rebus karena ditatap banyak orang... Maluu....
Tapi dengan berdehem sebentar ia menampilkan wajah biasa saja. “Ehm...Maaf.” Ucapnya. Ia mengepalkan tangannya dan meletakkan nya di atas bibir.
Kaisar Zauhan menatap Qira tersenyum. “Muka kamu kenapa? Kamu sakit? Merah looo..” Ucapnya menggoda.
Wajh Qira tambah merah. Ahhh, lubang semut dimana kamu... Qira mau bersembunyi saja saat ini. “Apaan sii.. Ayo pergi.” Ucap Qira mendahului kaisar Zauhan.
Kaisar Zauhan kembali tertawa karena melihat telinga Qira memerah. Ahh, sekarang kebiasaannya adalah mengoda Qira. tolong ingatkan sedikit jika kaisar Zauhan akan menanam beni cintah dengan menjahili Qira. ingin rasanya ia menggigit gemes telinga Qira.
“Tunggu aku.. Hey..” Ucap kaisar Zauhan tak sadar karena Qira sudah memasuki kedai.
Ren lagi-legi tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalnya. Ahh, rasnya kaisar Zauhan menjadi orang lain jika bersama Qira. Ren bahkan tak mengenal sahabat bayinya ini. langkah kaki Ren melangkah mengikuti kaisar Zauhan yang masih menjaga image dengan jalan gagahnya.
Banyak para gadis-gadis disana berhenti untuk menatap kaisar Zauhan saja, ada yang gigit kuku, ada yang membuka mulut lebar, ada yang ngeces bahkan ada yang mimisan.
Tolong simpan saja kaisar Zahan dalam lemari. Dia itu Virus. Virus yang menghancurkan kaum perempuan.
...
“Permisi nona, tuan.. kalian mau memesan apa?” Salah satu pelayan yang hanya menggunakan baju pelayang berwarna ping. Sanggul tinggi dengan senyum lembut dan ramah.
“Ada nona, ada kambing bakar, ada sapi bakar dan lainnya. Apakah nona ingin memesannya?” Tanya pelayan tersebut.
Qira menganggukkan kepalnya. “Boleh. Aku mau satu ekor ayam dan nasi sedikit saja ya. Minumnya susu sapi dan teh madu, serta 3 telur setengah masak.” Pesan Qira.
“Telur setengah masak?” Beo pelayan itu. Kaisar Zauhan dan Ren pun tak kalah termenung saat mendengar pesanan Qira.
Qira menganggukkan kepalnya membenarkan. “Telur setengah masak dicampur susu itu sangat baik untuk kita. Itu bisa membuat kita bertambah sehat dan obat. Kitakan mau pergi jauh. Jadi harus menyiapkan tubuh yang sehat.”
“Dari mana kau tau itu?” Tanya Kaisar Zauhan.
“Benar. Telur yang tidak masak itu bukannya amis? Lalu bukannya itu tidak sehat untuk tubuh?” Tanya Ren.
Qira menggeprak meja.
Bak..
Semua orang terkejut menatap Qira. “Begini, telur setengah masak pokonya baik untuk tubuh. Lagian juga itu tak akan amis karena aku akan mencampurkannya dengan susu. Dn jangan lupakan jika Gizi telur setengah masak itu lebih banyak saat setengah masak. Kalian saja dari dunia kuno yang tak tau dunia dan ilmu yang lebih luas.” Ucap Qqira ngotot.
"Apa itu Gini?" Beo Ren heran. Bahasa permaisuri tuannya ini aneh-aneh saja baginya.
Qira mengutuk dirinya yang menggunakan kosa kata yang tak ada didunia kuno. "Itu kandungan yang berada ditelur dan makanan lainnya." Jawabnya jengah.
Mata Ren membola. "Apa makanan biasa mengandung? Bagaimana bisa? " Pertanyaannya.
Qira menepuk dahinya kesal. Bagaimana biaa ia salah bicara lagi. Ia menghela nafas sebentar lalu menjawab dengan senyum terpaksa. " Kandungan itu inaurnyang berada didalam telur dan sayur lainnya." Ia berkedip polos.
"Dari mana kau tau? Aku baru tau." Sahut kaisarZauhan tak kalah heran.
bug...
bug...
Qir mengantuk kepalanya dimeja karena kesal. Bagaimana bisa ia menghadapi manusia-manusia ini?
__ADS_1
“Bailah-baiklah... “Ucap kaisar Zauhan pasra."Nanti kepalamu sakit. Jangan seperti itu." Ucap kaisar Zauhan sembari mengelua kepala Qira sayang.
“Ada lagi yang mau dipesan tuan?” Tanya pelayan tadi menatap kaisar Zauha sedikit curi curi dan malu-malu..
Cihh. Qira tak menyukai perempuan ini. “Aku juga ayam bakar serta udang bakar saja. Jangan lupakan nasi dan mentimun muda. Minumnya teh hangat saja.” Pesan kaisar Zauhan.
“Saya sama saja dengan Zou..” Ucap Ren.
“Baiklah. Saya menyiapkan pesanan nona dan tuan tuan dulu. Permisi.” Ucap pelayan itu lalu pergi meninggalkan mereka.
“Zou?” Beo Qira. mengapa Ren memanggil kaisar Zauhan Zou?
“Itu panggilan kaisar Zauhan jika diluar seperti ini. dan yang mu---“
“Panggil aku Qira saja.” Potong Qira karena tau jika Ren mau memanggilnya embel-embel yang mulia.
“Namamu Qira atau Qiqi?” Heran kaisar Zauhan. Karena dua sahabat Qira itu memangil Qira Qiqi.
Qira menopang dagunya dengan jari-jaru kecil serta menumpukan siku-siku lengannya dimeja. Ia berkedip sebentar.” Namaku Zhu Qira Han. tapi panggilannya Qiqi. Dan orang-orang tertentu saja yang boleh memanggilku seperti itu. “ Jujurnya.
Tangan kaisar Zauhan mengepal amarahnya memuncak saat tau jika dia masih dianggap orang asing oleh Qira. dengan menrik nafas daam-dalam ia keluarkan. Qira tak bisa dikeraskan... ‘Qira kepala batu’ itu saja yang ia rafalkan supaya tidak memancing keributan ditengah keramaian.
“Kamu tau tidak jika nama kita memiliki kesamaan.” Ucap kaisar Zauhan manis.
Qira menganggakkan satu alisnya lalu menggeleng.
“Namaku Zauhan. Dan namamu juga ada ‘Han nya bukan. Berarti kita jodoh.” Ucap kaisar Zauhan.
“Hubungannya apa?” Tanya Qira sewot.
“Dari lahir saja orang tua kita sudah membuat satu marga yaitu ‘Han’ jadi kita nanti akan membuat marga Han untuk keturunan kita. Ahh, bahkan mereka sudah tau jika kita akan berjodoh.” Kaisar Zauhan mengedipkan satu matanya.
Qira melongo. Rahangnya jatuh. Sejak kapan Zauhan ini menjadi raja gombal? Bukankah dia raja menakutkan? “Jika ada kesamaan bukan berarti jodoh.” Elak Qira.
“Harus jodoh.” Sahut kaisar Zauhan cepat.
“Tidak. Emang kau dewa pengatur jodoh?” Bentak Qira tak mau kalah.
Brak..
“Bahkan jika Dewa sekalipun tak mau menjodoh kan kita. Aku akan membunuhnya. Kau harus menjadi jodohku. Tak ada bantahan.” Bentaknya sembari berdiri sesudah menggerpak meja.
“Kalian ini kenapa? Dari tadi geprak-geprak meja.?” Tanya pria lain yang duduk ditempat lain. Dua kali para pembeli dibuat kaget tadi Qira dan kini kaisar Zauhan. Membuat mereka jantungan saja.
“Maaf tuan. Maafkan teman saya. Dia memang sedikit gia.” Sahut Qira sembari tersenyum.
“Kau juga geprak meja tadi, membuat kami jantungan. Dasar pasangan gila.” Sahut paru baya tak jauh dari Qira.
Ehh..
Pasangan gila?
“Pasangan keras kepala..” Gumam Ren sembari tersenyum tipis.
“Apa kau bilang?” Nada suara kaisar Zauhan mengancam.
“Duduk dulu. Itu makanan kita sudah sampai.” Ucap Ren mengalihkan pembicaraan. Ia menarik tangan kaisar Zauhan supaya duduk.
Kaisar Zauhan hanya menepis lalu kembali duduk. “Ingat kita jodoh..” Ulangnya menatap Qira.
Sedangkan Qira hanya menggeleng tak percaya. Ternyata kaisar Zauhan memang sangat egois. Berbeda dengan Ren. Dia terkikik geli. Aahh, kaisar ganas menjadi manja. Pengen nyubit rasanya wkwk.
“Permisi tuan. Ini makanannya.” Ucap pelayan sembari meletakkan makanan itu diatas meja.
.
.
.
.
.
__ADS_1
**2037 kata.
Komentar. Like dan Vote. Makin lama makin sepi lapak ini membuat author rada mager**.