
“lihat nanti. Jika dia berada dipihak lawan, maka kita tak ada alasan untuk tidak membunuhnya. Tapi jika dia berada dipihak kita. Maka dia kaum kita...”
“Tapi bagaimana dengan peramal yang hampir membocorkan rencana kita pada Qira?” Tanya Sang Tuan. Karena ia tau jika Qira didatangkan oleh sang peramal.
“Sepertinya sang peramal dari kaum kita. Ada penghianat tuan... Karenanya dia memberi tahu Qira supaya berhati hati dikedepan hari..” Jawab sang pelayan.
Kalian ingat bab yang menjelaskan tentang ramlan Qira dimasa depan? yaa, dia peramal yang dibicarakan. Dia adalah kaum buerose yang diincar oleh mereka, karena hampir mengagalkan rencana mereka, tapi sayangnya peramal itu hanya memberi teka-teki padaQira dan tak bisa ditembus oleh Qira sendiri.
“Kau tau siapa dia?”
“Belum Tuan. ...”
“Tangkap dia sebelum memberi tahu Qira yang sbenarnya. Jangan sampai tujuan kita hancur karena penghianat busuk itu...!” Geramnya.
“Ayo kita lanjutkan bersantai. Biarkan saja kita hanya menjadi penonton, tapi menikmati hasil hahhha...” Ia melayang dengan ilmunya pergi meningalkan Qira dan kaisar Zauhan yang sedang dibujuk oleh Qira.
Yaa, Qira datang dizaman ini karena dibangkitkan oleh seseorang yang memang dijadikan sebagai pemulus rencana mereka. Mereka dari kaum bermata biru, atau disebut Bluerose. Kaum yang dimana Qira certakan sebelum mereka pergi kekerajaan barat.
Tepatnya buku yang Qira temui diperpustakaan itu hanya jebakan. Kaum Bluerose itu memang ada, kehancuran kaum itu memang ada, dan mereka datang dengan tujuhan mereka, yaitu membumi hanguskan semua kerajaan dan membuat mereka kembali berjaya.
Kaum ini yang selalu mengagungkan mata mereka yang katanya manusia terkuat dan manusia yang berbeda dengan yang lainya. Kaum yang pernah dihancurkan oleh dewa karena sifatnya dan tujuannya. Kalian ingat bukan saat sebelum Qira pergi kekerajaan barat karena bluerose adalah tempat dimana kaum bluerose ada ditempat sini. Yaa..... Semua itu hanya jebakan untuk Qira. hanya saja pertemuan Qira pada kaisar Zauhan lah yang tidak dijebak atau direncanakan.
Seperti wabah ini. ini juga jebakan supaya kaisar Zauhan berada disini. Mereka memiliki rencana lain didalam kerajaan Barat. Hanya tungu tangal mainnya saja...
...
__ADS_1
“Ohh. Ayolah Zou.. Jangan marah, aku hanya mau bertemu denganya, bukan selingkuh..!” melas Qira karena sedari pertemuannya dengan Zoulan kaisar Zauhan tak mau bicara barang sedikitpun.
Kaisar Zauhan tidak bergeming. Ia masih sibuk dengan kudanya. Karena ia berniat untuk berburu saja dari pada berurusan dengan hati.
“Zou...! Jangan seperti ini. ayoo biacara padaku, dia hanya teman saja bagiku..” Qira menahan tangan Zauhan yang sedang menaiki kuda coklatnya.
Kaisar Zauhan menatap Qiira dingin.” Teman? Lalu mengapa kau menjelaskannya pada ku? Bukankah aku tak ada pentingnya dihadaanmu...!” Ucap kaisar Zauhan dingin.
Qira menghentakkan kakinya lalu menendang udara.” Aku tak suka kau mendiamiku. Ayo biacara jika kau kesal padaku..” Jawab Qira dengan raut wajah yang menekuk.
Kaisar Zauhan mengibaskan tanganya.” Sudahlah Qira. aku memang tak berharga dimatamu, jadi memang kau bisa bebas diluar sana..”
“Zou..! “ Bentak Qira karena kaisar Zauhan yang masih dingin. Ia tak habis pikir hanya berjanji bertemu saja kaisar Zauhan sampai mendiaminya seprti ini. ini sudah dua hari yang lewat dan kaisar Zauhan belum mau bicara padanya membuat hatinya terasa kosong.
Kaisar Zauhan tidak bergeming. Ia menjalankan kudanya membuat Qira berlari menuju black. Ia harus meminta maaf pada kaisar Zauhan hari ini juga. Sebenarnya ia merasa bersalah, karena setelah kejadian itu ia hanya acuh pada kaisar Zauhan membuat kaisar Zauhan semakin marah padanya, ia merasa jika dirinya tak ada harganya dihadapan Qira.
Qira menaiki Black lalu menyusul kaisar Zauhan kemanapun ia pergi. Ia tak membawa pisau atau apapun. Ia tak membawa nekat saja. Ahh, ia rasanya tak ikhlas jika kaisar Zauhan marah terlalu lama padanya.
“Zou stopp.... Berhenti... Aku mau bicara padamu. Jangan membuatku seprti ini..!” Qira memoting kuda kaisar Zauhan yang memang hanya kuda biasa. Sedangkan Qira menggunakan kuda iblis.
Kaisar Zauhan menarik tali kekang kudanya.ia menatap Qira tajam.” Kau tak akan mengerti perasaanku.”
“Aku mengerti. Ooh, ayolah, jangan marah. Kita sudah besar, jangan hanya hal sepeluh kau marah seperti ini. kau itu kaisar, jangan seperti anak kecil yang tak suka mainanya rusak...!”
“Kau tak tau perasaanku. Kau tak tau..!” Bentak kaisar Zauhan keras membuat Qira diam.
__ADS_1
“Aku yang selalu mengemis cintamu, aku yang selalu memintamu berada disisiku. Tapi kau tak membalas apapun padaku. Apakah menurutmu aku anak kecil? Berhenti meminta maaf jika kau tak tau apa-apa mengenai diriku..!!!” Bentak kaisar Zauhan lagi membuat hati ira terhenyak.
“Maaf..” Cicit Qira tak enak hati. Ia tau rasanya jika cinta kita tak dibalaskan. Tapi ia tak suka kaisar Zauhan seperti itu padanya. Ia tak suka ”Tapi kau masih memilikii waktu 4hari lagi denganku. Kau masih memiliki kesemptan untuk membuat aku jatuh cinta.” Lanjutnya.
“Percuma... percuma jika kau tak mau membuka hatimu untukku Qira.. Percuma jika kau hanya mengangapku main main!!!” Bentak kaisar Zauhan membuat Qira melipatkan bibir bawahnya.
“Aku sudah membuka hatiku. Aku hanya menunggu waktu dimana aku tau isi hatiku. Jadi bersabarlah. Kau tak tau diposisiku Zau..!” Benta Qira.
Kaisar Zauhan diam. ia melirik Qira dengan nafas yang naik turun.” Aku tak suka kebohongan. Aku tak suka. Aku tau. Kau bicara seperti itu hanya untuk tak mau membuatku sakit hati bukan? Kau hanya tak mau aku marah padamukan?” Tanyanya.
Qira berdecih.” Buat apa aku melakukan hal itu? Tak ada gunanya. Jika aku marah padamu karena kau menjahuiku. Itu karena kau berharga bagiku, jadi berhentilah mendiamiku..” Ucap Qira secara spontan, tanpa menyaringnya terlebih dahulu. Ahh, Qira bahkan baru sadar membuat dirinya memalingkan wahjah gugup.
Kaisar Zauhan menatap Qira penuh tanya, ada rasa senang menyelusup dihatinya saat Qira mengatakannjika dirinya penting. “Oke.. Aku akan memaafkanmu, tapi ada syaratnya..”
“Syarat lagi.. syarat lagi.. Aku tidak mau, syaratmu itu pasti minta cium..” Ketus Qira menatap kaisr Zauhan.
Kaisar Zauhan kembali menarik tali kekang kudanya.” Baiklah. Jika begitu menyingkirlah, aku tak akan memberimu maaf.”
“Zau..!”
“Baiklah. Tapi sebutkan dulu apa syaratnya?”
Kaisar Zauhan tersenyum tipis. Ia masih memiliki niat mendapatkan Qira rupanya. Haha, dia akan memamfaatkan keadaan lebih baik untuk kedepannya.” Kita lomba berburuh saja bagaimana? Jika kau menang, kau bisa meminta apapun dariku, tapi jika aku menang aku bisa meminta apa saja darimu bagaimana?”
Qira tersenyum remeh.” sebutkan sekarang saja tapi permintaannya, aku tak mau nanti kau mencari keuntungan dalam kesempitan.”
__ADS_1
“Oke. Mari sebut apa yang kau mau terlebih dahulu.” jelas kaisar Zauhan dengan dingin.