
“Tidakk.. Tidak akan sebelum kau mengatakan jika kau mencintaiku..” Ucap kaisar Zauhan masih gencar dengan aksinya.
“Ti ti tidak hahah. Jangan siksa aku, nanti aku bisa pipis disini.” Ucap Qira memukul-mukul tangan kaisar Zauhan diperitnya.
“Tidak sebelum kau mengatakan jika kau mencintaiku dan tak mencari suami lain...”
Qira tak bis memikirkan apapun.” Aku mencintaimu dan tak akan mencari suami baru.. haha, ayo lepaskan haha..” Qira mengatakan hal itu spontan karena tak kuasa menahan geli.
Kaisar Zauhan menghentikan aksinya lalu memeluk Qira erat. Ia membenamkan wajah Qira didadanya.” Maaf. Dengan cara seperti inilah aku bisa menghilangkan amarahku...” Gumamnya.
Yaa. Dia menggelitiki Qira karena ia marah, ia tak suka dengan ucapan Qira yang ingin mencari suami baru, ia tak suka membuat ia cemburu dan sakit hati. Tapi karena ia tak mau menyakiti Qira membuat ia memberi hukuman pada Qira dengan caranya sendiri, yaitu dengan menggelitiki Qira dan membuat ia dan Qira tertawa lepas..
“Marahku tak ada artinya... Aku bisa gila jika kau meningalkanku karena amarahku, luka pisik maupun batinmu dan akulah penyebabnya. Kau adalah matahariku.” * Moto kaisar Zauhan...*
Qira tenggelam dipelukan nyaman kaisar Zauhan. ia bahkan mengambil nafas dalam karena gelitikan itu. Tapi kelakukan keduanya terhenti saat sara didepan pintu mengejutkan mereka.
“Ehemmm.. Maaf tuan Zou.. Say saya tidak tau. Tad tadi saya mengetuk pintu tapi tak ada sahutan membuat saya menerobos masuk..” Ia tercengir melihat aisar Zauhan dan Qira yang berpelukan.
Kaisar Zauhan yang tadi ceria sekarang datar.” Ada apa?” Tanyanya datar.
Ying menggaruk tengkuknya. “Hmmm.. Katanya kau mau pulang? Apakah itu benar?” Tanyanya .
Qira belum dilepasi oleh kaisar Zauhan, tapi pelukanya melongar membuat ia melepaskan pelukanya lalu menatap Ying. Perempuan dewa sini. “Iya..” Jawab kaisar Zauhan singkat.
“Bisakah kita bicara sebentar tuan Zou? Sebelum kau pergi, aku mau bicara...” Ucap Ying rada gugup dengan senyum termanis yang ia ciptakan.
Qira merasakan panas didalam kamar itu. Ia melirik Zou yang masih diam.” Apakah penting?” Tanya kaisar Zauhan heran.
Ying menganguk yakin.” Aku tak mau jika nanti aku menyesal jika tak mengatakan padamu, jadi aku mohon...” Ia merengek dengan mata yang dibuat semenjijikkan mungkin, yaa dimata Qira menjijikkan.
Kaisar Zauhan melirik Qira yang diam saja. Ia tak tau harus menjawab apa. Tapi ia tak enak untuk menolak. “Hmm...” Ia mengangguk tanpa menjawab dengan kata kata. Matanya tertuju pada Qira yang acuh tak acuh.
Tanganya terulur diatas kepala Qira dengan sayang.” Tunggu didepan saja, kita akan berangkat sebenatr lagi..” Ia mengelus sayang lalu.” Cup...” Ia mencium pelipis Qira lembut.
Qira yang mendapatkan perlakuan seperti itu tak mampu menolak debaran jantung dan rona merah dipipinya. Ia menahan diri untuk tidak tertawa namun membuat kaisar Zuahan terkekeh geli.” Kau sangat manis jika kau malu...” Ucapnya lalu meninggalkan Qira yang meradang.
Ying yang menatap adegan itu merasakan jika ada yang retak dibagian hatinya.. itu terlalu terekspose dihadaannya, sangat sangat jelas membuat ia mengutuk Qira menjadi abu. Ahh, ia jomblo yang merana harus menatap keromantisan itu. Ia diam lalu menunduk supaya tak nampak jika ia iri dan juga cemburu
“Zou...” Bentak Qira saat kaisar Zauhan yang sudah berlalu. Ia menepuk-nepuk pipinya pelan lalu mengerjab. Ia memegang tepat ditempat kaisar Zauhan kecupi.” Yaampun... sadar Qira..” Ia mengeleng untuk menghilangankan rona merah dipinya dan malu dirongga dadanya.
Bulanya ia dapat menghianglan rona merah, mala membuat rona itu semakin menjadi hinga ketelinganya. Ia bahkan memukul kepalanya sendiri untuk menghilangkan bayangan itu.
...
Kaisar Zauhan yang mendengar teriakan Qira hanya tersenyum simpul. Ia bahkan tak melirik Ying sama sekali. Padahal Ying sudah berlari untuk mensejajarkan kaki panjang kaisar Zauhan, kaisar Zauhan memilih berhenti disamping rumah itu, disana tak ada apa-apa. Tak ada taman ataupun kolam, hanya ada tanah datar yang diisi beberapa pohon jambu yang beum berbuah. Ia berhenti lalu membalikan tubuhnya melihat Ying.
Disana ia bisa melihat nafas Ying naik turun, bahkan kaisar Zauhan dapat melihat dengan jelas dada Ying naik turun, baju murah namun terbuka dibagian bahu dan juga lehernya. Hmmm, Bukannya kaisar Zauhan mesum mau melihat area sana. Hanya saja kaisar Zauhan menilai Ying terlebih dahulu.
Sedangkan Ying? Saat ia merasa kaisar Zauhan memperhtikanya membuat ia malu, ia menyelipkan selurainya disamping telinganya manis. Wajahnya memerah malu, membuat kaisar Zauhan membuang muuka mual.
“Cepat katakan apa yang kau mau katakan.” Ucap kaisar Zauhan tak mau basa basi.
Demi apa? Semua ucapan kaisar Zauhan taj membuat Ying sakit hati, karena apa? Karena baru kali ini kaisar Zauhan memulai untuk bicara, baru kali ini kaisar Zauhan berbicara cukup banyak padanya. Ia bahagia, kemajuan yang bagus bukan? “Be begini tuan. Saya hanya mau memberikan ka kado untuk kepergian tuan..” Jawab Ying malu-malu.
__ADS_1
Kaisar Zuahan melirik Ying dari atas kebawah. Taoi ia tak menemukan kotak kado atau sejenisnya. Lalu dimanakah kadonya itu? “Untuk?” Tanyanya singkat.
Ying masih ersenyum.” Untuk kenang kenangan tuan. Ucapan terima kasihku karena Tuan sudah membantu kami untuk membasmi wabah disini.” Jawab Ying lembut.
“Bukan aku, tapi Qira yang melakukannya, jadi kalo kau mau memberi kado, beri saja pada Qira, istriku. “ Jawab kaisar Zauhan jujur.
Sunguh? Kaisar Zauhan berkata jujur bukan? Qira mendapatkannya dari Zoulan dan memberikan pada warga. Lalu apa lagi?
Tapi lagi-lagi Ying senang saat kaisar Zauhan berkata. Ia bahkan menghitung kosa kata yang dikeluarkan kaisar Zauhan. meskipun tak dapat ia pungkiri jika dibagian hatinya ada yang terasa disengat lebah, karena kaisar Zauhan menyebut nama Qira.
“De dengan....” Ying terdiam dengan pipi yang merah membuat kaisar Zauhan mengernyit. Apa mau gadis didepannya ini? tatapan kaisar Zauhan sekain tajam karena Ying belum juga memberi jawaban.
Kaisar Zauhan memejamkan matanya sejenak, ia mengeluarkan suara dalam karena marah, tapi telah dipotong oleh Ying.” Aku tak memiliki apapun untuk menjadi kenang-kenanangan. Aku mau mengatakan jika aku menykaimu sedari awal kita bertemu. Aku mencintaimu.. “
Kaisar Zauhan diam dengan melirik Ying yang semakin salah tingkah, bisa kaisar Zauhan pastikan jika Ying sekarang merasakan jantung yang menggobrak dadanya untuk keluar. Ingin rasanya kaisar memaki Ying. Ia kan tau jika ia dan Qira sudah menikah. Mau jadi pelakor kah? “Hanya itu?” Tanya kaisar Zauhan dingin.
Ying semakin gelabakan. “Iyyaa....”
Kaisar Zauhan mengangguk. Ia tau jika ia sangat tampan dan orang-orang tak bisa menolak pesonanya, hanya Qira saja yang menolak, namun kaisar Zauhan yang kepincut cinta Qira. “Jika begitu aku pergi. “ Tak ada yang pentingkan? Kaisar Zauhan menjauhi Ying yang masih memautakn jarinya satu saa lain karena takut.
“Tunggu.... Zou... Kau tak mau membalasnya? Apakah kau tak menyikaiku? Aku gadis tercantik didesa ini dan desa sebelah..” Teriak Ying tanpa tau malu.
Kaisar Zauhan meradang. Ying mengaku gadis tercantik didesa ini dn desa seberang?
“Iyaa... Tapi Qira yang paling cantik dihatiku...” Batin kaisar Zauhan dengan senyum dibibirnya, tipis, sangat tipis.
“Aku sudah memiliki istri, dan aku mencintainya.” Jawab kaisar Zauhan tak mau menyakiti hati gadis didepannya ini.
Kaisar Zauhan ingin pergi, tapi lagi dan lagi ia harus menjaga hati orang lain”Hatiku Cuma satu, dan karenanya hanya satu ratu dihatiku. kau bisa mencari pria lain yang bisa menerimamu, baik nomor satu atau nomor seterusnya....” Jawab kaisar Zauhan.
Ying mengerutkan bibirnya. Kesal karena jawaban kaisar Zauhan yang menurutnya berlebihan.” Tapi pria lain bisa memiliki dua wanita sekaligus, Bahkan ada yang lebih. masa kau tak mau? ayolah Zou. Aku pasti akan melakukan yang terbaik untukmu...”
Kaisar Zauhan menggeleng tak mengerti akan Ying. “Jangan menyamai aku dengan pria lain, karena aku bukan pria yang kau sebut itu. Jadi, jangan bicara diluar batas mu Ying...” Ucap kaisar Zauhan semakin dingin.”Tak ada lagikan yang mau kau bicarakan padaku? Aku pergi..” Lanjut kaisar Zauhan lalu beranjak dari sana.
“Jika kau tak bisa menerimaku menjadi selirmu, maka ambil kehormatanku biar nanti aku memiliki kenang kenangan dengan pria yang aku cintai Zou...” Teriak Ying menghentikan langkah kaisar Zauhan.
Kaisar Zauhan yang mendengar itu meradang. Ia berbalik lalu mendekati Ying membuat Ying mundur beberapa langkah. Ying tersenyum gugup. Ia pikir jika kaisar akan menerima tawarannya. Kucing dikasih ikan asin? Kucing mana yang bisa menolak?
Kaisar Zauhan menatap Ying dari atas sampai bawah. Memang cantik, tapi lebih cantik Qira, Ying yang berpakaian seperti Qira, yaa, dia menggunakan baju pria, dengan rambut dikucir kuda, namun kemampuannya tak akan sebanding dengan Qira. “Apakah kau masih mengatakan jika kau punya kehormatan? Sedangkan kehormatanmu kau obralkan padaku secara Cuma-Cuma?” Tanyanya dingin.
Ahhh.. ternyata Ying salah.
Sebab ada kucing yang menolak ikan asin.
Yaitu kucing angora yang makanannya memang diproduksi secara baik dan memiliki perawatan yang berbeda.
Yaiyalahh... memangnya kucing garong?
“It ituu karena aku mencintaimu. Akumau menghabiskan satu malam bersamamu, biar aku bisa membuat malam itu kenangan terindah bagiku.” Ucap Ying menyentu tangan kaisar Zauhan.
Sebelum tangan itu menyentu tangan kaisar Zauhan. kaisar Zauhan lebih dulu menepisnya. Setelahnya ia mengelap tanganya dibajunya bagaikan menyentu kuman memuat Ying sakit hati.” Jangankan menghabiskan satu malam, satu detik saja kau menyentuku aku tak sudi. Jadi, jangan bermimpi..!” Ucap kaisar Zauhan sadis lalu pergi.
*** tak gentar disana. Ying kembali memegang tangan kaisar Zauhan membuat kaisar Zauhan keluar dari batas kesabaranya.
__ADS_1
Plakk..
Bugh..
Kaisar Zauhan mendorong Ying dengan pukulan ditanganya terlebih dahulu.” Jangan keterlaluan..! Jangan membuatku lebih marah..! “ Kaisar Zauhan berlalu disana supaya jiwa pembunuhnya hilang, ingin sekali ia membunuh Ying, andai saja jika Ying bukan warga sini, ia pastikan akan membunuh Ying. kehilangan satu nayata tak berarti apa-apa untuk duniakan?
Ying mengepalkan tanganya. Ia menangis dalam diam, ia bangkit “Awas kau Qira...!” Ia berjalan kearah berlawanan dari kaisar Zauhan mencari Qira.
Sedangkan Qira? sedari tadi ia menguping pembicaraan kaisar Zauhan dibalik tembok, ia tersenyum saat mendengar kaisar Zauhan mengatakan jika ia ratu satu-satunya dihatinya. Ahhkk, dia beper sekaligus berterimakasih pada Ying. Ia tak marah, sebab karena pelakor ia tau, apakah pasangannya memang benar-benar baik atau tidak.
“Sudah mengupingnya hem..?”
Jlebkkk.
Pinggang Qira bagaikan dililit ular dengan suara bariton yang mengagetkannya. Kaisar Zauhan tersenyum geli saat mendengarkan jantung Qira yang jatuh dengan seiramah dengan tubuh yang kaku. Ia sebenarnya tak tau jika Qira menguping, tapi saat ia pergi. Ia melihat ujung hanfu Qira keluar dari persembunyiannya, tentu saja iia terkekeh.
Qira menetralkan jantungdan melenturkan kekakuannya.” Ti tidak.. aku tidak menguping,” Jawab Qira gugup.” Lagi pula, apa gunanya aku menguping? Jangan peluk-peluk... Kau kira aku guling?” Ucap Qira menepuk-nepuk tangan kaisar diperutnya.
Kaisar Zauhan tersenyum dan meletakkan kepalanya dikepala Qira damai, matanya terpejam tanpa peduli tanganya yang sakit dipukul oleh Qira.” Kau harus ingat satu hal Qira... Bahkan jika dunia menolak aku bersamamu, maka dunialah yang aku hancurkan. Jadi, jangan takut bersamaku... Cup.. Cup..” Ia mencium ubun-ubun Qira dua kali, namun dikecupan yang kedua ia perdalam dengan mata yang terpejam.
Qira menghangat. Jantungnya tersiram air hangat berwarna merah jambu. Kaisar Zauhan yang dingin sekaligus manis.. ahhkk, Qira mau terbang saja. Ta sanggup hatinya menahan gejolak didada.
“Ayoo kita pergi. Seeprtinya semua orang sudah menunggu..” Kaisar Zauhan berjongkok didepan Qora membuat Qira mengernyir.
“Kenapa kau berjongkok?” Tanya Qira heran.
Kaisar Zauhan tesenyum tipis lalu menegakkan kembali tubuhnya.” Aku hanya mau menjadi Wolf dan Leonmu yang selalu menggendongmu, aku tak mau mengantikan mereka dihatimu, hanya saja aku mau jadi mereka yang mampu membuatmu nyaman dan bahagia bersmaaku..” Ia mengacak rambut Qira.
Lumer...
Hati Qira cair.. Tolong tampung hati Qira.. Help.. Helpp..
Kaisar Zauhan kembali membungkuk lalu menepuk pundaknya.” Ayo naik,,” Ucapnya lembut.
Qira tak mampu menahan senyumnya. Ia terbatuk sebentar untuk menetralkan rasa dihatinya, wajahnya? Sudah merah tambah merah, bahakn sekarang telinga Qira mengeluarkan love meledak.
.
.
.
.
.
Maaf kyun kalo nggak romantis. Soalnya author jomblo jadi nggak tau gimana romntis wkwkw
.
.
.Like komentar and vote ya
__ADS_1