
Dengan langkah lebar Qira membela jalan,.meninggallan istana Iblis. Perasaannya tak enak saat ini, apa kabar dengan keluarganya? Apa keluarganya sedang tidak baik?. Leon bahkan tak mampu mengimbangi tubuh Keyna keyna mengunakan ilmu anginnya
Ilmu peringan tubuh Keyna itu harus menggunakan tenaga yang menguras tenaga dapam. Apa lagi jarak dari desa hujan dengan tempat mereka berperang. Harus menghabiskan waktu hampir dua hari, jika harus menunggu waktu selama itu. Mereka akan melihat kematian sebelum mereka bisa sampai bukan? Jadilah Qira mengunakan peringan tubuh, jika menggunakan ilmu ini, ia hanya menghabiskan setengah waktu dari waktu yang sudah ditentukan. berarti menghabiskan waktu selama satu hari, padahal mereka harus segera sampai.
Tapi jika ilmu angin dan ilmu peringan tubuh disatukan. Maka Qira bisa sampai kesan dalam waktu tiga jam. Namun hanya satu yang Qira takutkan. Saat sampai nanti ia harus kehabisan nafas. Dan Qira rasa ia harus sampai sebelum tiga jam karena ia bisa merasakan jika ada suatu hal yang tak baik.
Ia berhenti sejnak saat merasakan perutnya sakit. ia menarik nafas dalam.” Kamu tidak apa-apa Qira?” Tanya Leon takut saat ini. wajah Qira sangat pucat saat Kini membuat ia tak bisa bertindak tenang. Sebab sedari tadi Qira menggunakan ilmu peringan tubuh itu membawanya juga, jika ia tak dibawah oleh Qira maka ia akan ketinggalan jauh. Yaa Leon masih tak sehebat Qira.
Qira menarik tapi dikepamya lalu menekan perutnya.” Sabar ya nak, kita harus bantu keluarga ibu..” Gumam Qira pelan namun mampu didengar oleh Leon. Qira juga menyobek baju bagian bawahnya lalu mengikat perut bawahnya supaya menguatkan perut bagian bawahnya.
“Kam kam kamu hamil Qiqi?” Tanya Leon terkejut ia menatap perut Qira yang diikat itu, namun Qira tak menjawab. Ia harus pergi sesegera mungin menyelamatkan keluarganya.
Qira kembali mengadeng tangan Leon lalu Kembali berlari tak mau menjawab pertanyaan Leon dan tak mau mengambil pusing. ia harus kuat..
..
Dengan gerak menatap langit yang masih gelap sedangkan sudah waktunya pagi membuat mereka Termangu. Namun perang harus tetap dilanjutkan membuat perang itu kembali dimulai.
Gelap disana beda dengan gelap malam, jika gelapnya malam akan membuat orang tak nampak apa-apa. Tapi gelap disini bagaikan gelap mendung. Sekitaran sana nampak, namun hanya remang-remang, sesekali ada petir menyambar membuat tempat itu sesekali nampa terang.
__ADS_1
Putra Mahkota Kenzi sudah mendekati kaisar Zauhan. ia sudah menghabiskan pelindung dan perajurit kaisar Zauhan. matanya merah menatap mata kaisar Zauhan yang masih dingin.” Maaf. Kita harus hentikan perang ini. ini hanya salah paham.” Ujar kaisar Zauhan semakin tersudutkan. Ia tak takut kalah, hanya saja ia takut jia ia akan membunuh keluarga Qira, cukup ia membunuh kekasih hatinya saja dari pada mebunuh keluarga Qira ini. sungguh...!
Kenzi mendengus.” Aku akan membunhmu Zauhan..!!! kau sudah membunuh Qira kami..!!” Ujarnya lalu melayangkan pedangnya pada kaisar Zauhan.
Kaisar Zauhan sama sekali membalas serangan, ia hanya mempertahankan saja, tak mau menyakiti orang-orang Qira. ‘Aku berjanji Qira aku tak akan menyakiti mereka. Jikapun aku akan mati, semoga kita akan bersama kembali.” Gumamnya dalam hati.
Tak hanya Kenzi, tapi juga putra mahkota Jin Yu dan juga putra mahkota Xiolenyei mereka mendekat lalu mengarahkan pedang pada kaisar Zauhan. tak ada perlawanan, hanya menyangkal gerakan dari mereka.
Kaisar Zauhan menangkis dan juga mengelak, tapi meski begitu, tunuh kaosar Zauhan saja masih licin tanpa lupka membuat mereka mengerang marah.
Suara dentingan pedang disana kemari. Suara teriakan membara juga sudah mengemema, tak mengenal gelap ataupun lelah. Mereka hanya tau membunuh dan menumbang lawan.
Disisi lain Xian Lii dan kakak Qira lainnya menyerang perajurit yang ada disana. Mereka sudah menghabiskan ratusan perajurit tanpa mereka sadari jika satu orang yang ada disana yang menyamar sebagai perajurit dia adalah Lian Lii ia sangat kuat, bahkan ia bagaikan harimau buas yang siap menerkam saiapapun yang sudah mengganggu putrinya yang tertidur.
,...
“Kenapa Zauhan tak membunh mereka Wouncu? Kenapa ia selalu menghindar bukan menyerang?” Tanya Xavier yang melihat pertunjukan seru didepan matanya ia berada tak jauh dari sana, mengumpat dipohon besar mengawasi jalan perperangan. Disana ia dapat melihat kaisar Zauhan hanya berlenggak lenggok tanpa melawan atau menyerang.
Wajah perdana mentri Wounu memucat. Ia kan sudah ketahuan, namun Xavier belum tau jika kaisar Zauhan sudah mengetahui jika ini jebakan. Namun mata Xavier dapat melihat itu dimata perdana mentri Wonu membuat ia marah.
__ADS_1
Bugh..
” Bagaimana bisa kau membocorkan masalah ini..!! kau menghancurkan rencana kita Wouncuu..!! kita sudah membuat ini sejak lama, dan kau menghancurkannya..!! Seharusnya lima kerajaan itu sudah hangus ditangan kaisar Zauhan..!!” Bentaknya setelah menerjang perut perdana mentri Wounu.
“Maafkan saya tuan. Saat itu kaisar Zauhan mendengar saya saat saya berbiara dengan Zuzu. Karenanya mereka tau.” Jawaya takut ia bahkan tak berani mendongak.
Bugh.. Bugh.. Bugh..
Xavier menerjang perdana mentri wouncu secara berutal karena kesal. Usahanya hampir puluhan tahun ini gagal karena dia? Ia mengepalan tangannya.” Au ingin sekali membunuhmu Wouncu. Hanya saja jika kau mati siapa yang menjadi budak setiaku nanti.” Decapnya pelan membuat perdana mentri mengangguk sopan dan berterimakasih.
Xavie mengepalkan tangan, wajar saja jika begitu. Jadi ini akan sia-sia? Kaisar Zauhan mati lalu ia tak dapat dunia ini? ia tak dapat mengusai bumi karena masih ada lima kerajaan?
Mereka harus mencari tak tik. Setelahnya ada lampu yang menerang diatas kepala jika dalam komik. “Kita buat dia kehilangan kendali, “ Gumamnya pelan saat ini. sesaat setelahnya ia pergi menuju istananya meningalkan Wouncu yang terkapar lemah. Pukulan itu memang dari tangan kiri Xavier namun mampu membuat orang lain lumpuh, sialnya memang.
Sesaat setelahnya Xavier datang membawa bubur didalam daun yang Wouncu tak tau itu apa.” Sebagai gantinya kau harus pergi kesana dan buat supaya kaisar Zauhan menghirupnya, Kita akan membuat ia membunuh semuanya, kita harus menghilangkan sebentar...” Ujarnya memberikan bubur itu pada Wounbcu.
Wousncu menganguk pasara bau bagaimana lagi? Ia harus nenerimanya meskipun tak tau caranya, namun ada saru hal yang membuat ia tersenyum ia mengubah tubuhnya dengan baju perajurit yang sudah mati. ia menoba menaiki kuda lalu mengayunkannya ia menuju kaisar Zauhan dengan cepat, seseali ia menebas kepala perajurit lain . setelahnya, ia sudah mendekati kaisar Zauhan disanalah ia menaburkan bubuk itu membuat siapapun mencium bau itu membuat mereka hilang kendalii.
Ahh. Inilah namanya, sekali gayung, dua tiga pulau terlewati. Ahhh Wouncu tak sabar menunggu mereka yang mau membunuh satu sama lain. yang sabar ya kaisar Zauhan.!!!
__ADS_1