Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Qira


__ADS_3

Sudah satu minggu Qira tak sadarkan diri. Keadaannya sama sekali tak berubah. Wajahnya Sangat pucat, tubuhnya jauh lebih kurus dari sebelumnya, setiap hari Leon dan Wolf tak henti-henti menangis.


Kamar Qira berisi Wolf, Kim dan Leon. Ada kaisar dan permaisuri.


Wolf tak segan menyisir rambut Qira lembut, rambut Qira mulai sedikit Rontok membuat Wolf menangis. Ia merapikan rambut rontok itu lalu me naruhnya di nampan sampingnya. “Qira. Kau tak mau bangun?. Lihatlah kakakku sudah sehat.” Gumamnya serak.


“Wolf benar Qiqi. Aku merindukan kesombonganmu” Sahut Leon tak kalah memilukan. Ia duduk disisi lain Qira.


Kaisar Geourgue menatap anaknya kasihan. Baru kali ini ia melihat anaknya yang angkuh begitu rapuh. Ia menepuk punggung anaknya. “ Tenanglah nak.” Gumamnya..


“Adik. Maafkan aku. Seharusnya ak---“ ucapan Kim terpotong.


“Qira membuatmu sehat bukan untuk menyalakanmu. Berterimakasihlah yang benar...” Sahut Leon ketus.


Kim terdiam. Ia menatap Qira sendu. “Apa tak ada cara?” Tanyanya.


"Satu-satu caranya kakek Liu” Ucap Leon.


“Siapa itu?” Tany kaisar.


“Gurunya Qira.”


“Dimana dia sekarang?” Tanya Ibu Wolf.


“Dia sudah pergi entah kemana. “ Jawab Leon singkat..


Wolf mengingat surat dari kakek Liu. Bukannya disana tertulis jika ‘ia terikat darah?”


“Wolf coba kita iris sedikit darah Qiqi” Ucap Wolf keras.


Pltakk...


Tangan Leon mendarat sempurna dikepala Wolf. “Kau mau mati...!” Teriaknya.


Wolf berdecap. “Kau ingat surat kakek Liu? Bukannya ia terikat darah?” Tanyanya sambil memegang kepala bagian jitakan Leon.


Lon mengingat semua itu. Matanya membesar. “Kau benarr. Tapi apa mungkin bisa?” Tanyanya ragu.


“Kita coba saja dulu.” Ucap Wolf antusias.


Leon mengambil pisau buah disamping nakas Qira. Ia memberikan kepada Leon. “Ini. kau saja, aku tak tega” Ucap Leon.


Tentu saja Wolf menolak. “Tidak, tidak. Aku tak mau.” Ucapnya..


“Ayolah. Akau saja.” Ucap Leon sedikit meninggi.


“Aku tidak mau. Kau saja..!” Tak kalah kuat.


Semua orang diruangan itu menatap mereka pusing. Kaisar Geourgue menghela nafas melihat sifat kekanakan mereka. ”Biarkan aku saja.” Ucapnya.


“Tidak...!” Ucap Leon dan Wolf serentak.


Kaisar mengerutkan keningnya. “ Mengapa?”


“Aku tak akan membiarkan siapapun melukai Qiqi” Ucap mereka serentak lagi.


Kaisar Geourgue rasanya ingin menangis darah. Mereka tak ingin melukai dan tak ingin orang lain melukai Qira. Lalu siapa yang akan melakukannya?.


“Lalu bagaimana?” Tanya kaisar.

__ADS_1


“Kau saja Wolf!”


“Kau saja Leon!”


Semua orang didalam ruangan menjadi merisingis geregetan. Sampai pada kakek Wolf yang turun tangan. Ia merebut pisau yang dilempar kesana kemari. “Biarkan aku.” Ucapnya tegas.


“Tapi---“


“Diam....!”


Hap.... mereka tersiam. Ternyata kakek Wolf sangat marah, bahakn wajahnya memiliki bayangan Serigala dan mengeluarkan taringnya. “Minggir” Ucapnya sambil mendorong Wolf.


Bughhh..”Kakek...!” Teriak Wolf yamg terjungkang dari atas kasur.


Leon tak bisa menahan tawa. Ia tertawa keras menatap Wolf yang terjatuh dengan sempurna seperti kura-kura.


Bughh,,,” Kau berisik.. pergi dari sini..” Ucap Kakek sambil mendorong Leon. Leon bukan lagi terjungkang. Tapi kepalanya yang mendarat duluan.


Bisa dipastikan kepalanya akan menimbulkan benjolan yang mengenaskan. Ia memegang kepalanya yang terasa seperti terhantam batu. Tapi tidak dengan Wolf yang tertawa terbahak-bahak..


Kakek Wolf mengiris tangan Qira. Betapa kagetnya ia melihat darah itu, darahnya wangi tapi beracun. Ini sangat cantik. Darah Qira keklluar hanya sedikit. bahkan tak menetes, bahkan darah Qira sudah tak mengalir deras.


“Bagai mana Kakek?” Tanya Wolf.


Kakek Wolf mengerjab. Darah itu hanya keluar sedikit, menandakan Qira sudah sangat lemah. “Darahnya beracun.” Gumamnya.


Ia beranjak berdiri. “ tak ada reaksi apapun.” Ucapnya.


“Bagaimana ini Leon?” Tanya Wolf lemah.


“Aku tak tau. Bagaimana kita harus memanggil kakek Liu?. Dimana dia sekarang?” Jawab Leon tak kalash lemah,


Seorang paru baya memakai baju sutra putih datang dari balik jendela. Ia menatap Qira yang tertidur diatas kasur. “Gadis bodoh” Ucapnya.


Ia kakek Liu. Saat Leon mengatakan mencari kakek Liu membuat kakek Liu tau jika Qira dalam bahaya. Ia datang dengan sekejap mata.


Ia mendekat keranjang Qira. Tak membuang waktu. Ia langsung membantu Qira. Ia mulai memunculkan benda sinar biru ditangannya, sinar itu lama-lama menjadi telur emas berwarah api. Kakek Liu mengetuk atas telur itu. Ia menegakkan tubuh Qira dan membantu Qira memakannya.


Setelah itu ia membungkungi Qira. Tangannya mengeluarkan cahaya putih bersinar. Ia mengarahkannya dipunggung Qira. Itu membantu Qira untuk menyembuhkan tenaga dalam Qira. Kakek Liu mulai semakin konsentrasi saat tau tenaga dalam Qira remuk, sisi dahinya bercucuran keringat. Qira sangat parah, jadi ia membutuhkan waktu..


Qira memuntahkan darah kembali, Kakek Liu menghentikan pengobatannya. “Apa kau baik-baik saja Qira?” Tanyanya.


Tubuh Qira lemas. Ia bahkan tak dapat menjawab pertanyaan kakek Liu. Kakek Liu membantu Qira untuk kembali berbaring. Ia membuang selimut yang terkena darah itu. Ia melihat wajah Qira pucat.


Saat ini Qira sangat pucat, ia sudah setengah sadar, tapi tenaganya sangat lemah. “Air...” Gumam nya.


Kakek Liu menatap Qira senang. Ia sempat berpikir jika tak akan mampu membantu Qira. “Tunggu sebentar” Ucap kakek Liu. Ia melihat seluruh sisi ruangan . matanya terhenti di atas meja yang ada teko air. Ia beranjak cepat dan membantu Qira untuk minum.


Qira meneguk habis air digelas itu. Matanya terbuka menatap kakek Liu. “Kakek...” Ucapnya lemah.


“Iya ini kakek gadis bodoh..!” Ucap kakek Liu lembut. “Apa masih ada yang sakit?”


Qira merasakan sakit didadanya. Ia bahkan merasakan tubuhnya sangat lemah. Tapi ia memilih berbohong. “Tidak kek”


“kapan kau belajar berbohong hm?” Ucap Kakek Liu.


Qira tersenyum tipis. Bibirnya kering. “Terimakasih kakek”


“Kakek harus pergi. Kau tak boleh gegaba kembali. Untunglah kakek memiliki 2telur angsa. Jika tidak bagaimana?. Ku harap kau tak melakukan hal yang bodoh..!” Ucapnya.

__ADS_1


“Bagaimana bisa kakek mempunyai 2? Bukankah itu hanya ada 1dalam seribu tahun?” Ia ingat menolong Kim. dan ia juga ingat akan telur itu


Kakek Liu tak menjawab. Ia mengelus kepala Qira. “Nanti kau akan tau.” Ucapnya lalu pergi terbawa angin.


Saat kakek Liu pergi seluru orang diruangan itu kembali bergerak.


Qira menatap mereka. Ia baru sadar jika didalam ruangan itu bukan hanya ia dan kakek Liu. Tapi banyak.


Leon menatap tangannya. “Apa yang terjadi?” Ucapnya heran.


Wolf tak merespon Leon. Ia menatap Qira yang ,embuka mata lemah. “Qiqi” Ucapnya keras. Sontak membuat Leon menatap Qira.


Wajah mereka bersemu bahagia. mereka bagaikan mendapatkan dermaga digurun pasir. Mereka berlari dan memeluk Qira. “Apa aku tak mimpi Qira?” Gumam Leon.


“Jika ini mimpi, aku tak ingin bangun Leon” gumam Wolf.


Qira yang masih lemas tak bisa bergerak. Mereka memeluk Qira begitu erat.


Kaisar Geourgue menatap Qira kasihan.” Lepaskan. Dia tak bisa bergerak....” Tuturnya tegas.


Leon dan Wolf sama sekali tak melepaskan atau melonggarkan pelukannya. Membuat Kim meenatap Qira ibah. Ia mendekat kearah Leon dan Wolf. Ia menarik baju berakang mereka. “Kalian mau membunuhnya?...!” Bentaknya.


Leon dan Wolf sontak memberontak. “Aku tak mau bangun, jangan bangun kan aku.” Ucap Wolf sambil memejam.


“Aku ingin bersama Qiqi. “ Teriak Leon.


“Kalian tak bermimpi. Jika begini terus kalian akan membuat Qira bermimpi selamanya.” Tukas Kim.


Leon dan Wolf membuka matanya. Ia melihat Qira yang masih sangat lemah.. “Apa kau baik-baik saja Qiqi?” Tanya Wolf.


“Apa masih sakit Qiqi?. Dimana?. Katakan padaku!” Sahut Leon.


Qira menatap mereka sayu. “Aku masih kuat. Aku kuat” Ucapnya menghibur.


Leon berdecap sebali. “Bahkan saat sakit kau masih sombong”


“Kau merusak suasana haru kami Qiqi” Tukas Wolf cemberut.


Qira terkekeh. “Aku memang kuat. Lihatlah, kakak Kim bahkan sudah sehat” Ucapnya lemah.


“Iya kau memang kuat. Ayo katakan padaku mana yang sakit” Tukas Leon kesal. Ia sudah satu minggu menunggu Qira sadar, dan ketika sadar Qira begitu menyebalkan.


Kim menatap Qira terkekeh. Ia mendekat. “Terimakasih Qira” Ucapnya pelan. “Maafkan aku, karenaku kau menjadi seperti ini” Lanjutnya merasa bersalah.


Wolf mendorong Leon menjauh. “Wolf...!” Teriak Leon saat ia terdorong menjauh. Ia sangat kesal ditambah kesal.


Wolf tak menghiraukan teriakan kesal Leon. Ia menatap Qira. “Maafkan aku juga. Karena mau membantuku, kau mempertaruhkan nyawamu. Maafkan aku.” Ucapnya lemah.


Qira tersenyum tipis. “Hay kakak Kim. sykurlah kau sudah menjadi sehat” Ucapnya .


ia menatap Wolf lemah. “Wolf. Kau tau, Hidupku tak akan berguna ketika aku memiliki setitik harapan untuk orang lain, tapi aku mengabaikan orang itu. Hidup kita akan beguna jika kita berguna untuk orang lain, ” Lanjutnya.


Ia tersneyum tipis dan bicara kembali. “Aku tak akan membiarkan kau bersedih jika aku bisa membantumu. Bahkan nyawaku taruhannya!. Wolf kau selalu berada didepanku ketika aku kesusahan. Dan ini aku lakukan untuk mu” Lanjutnya.


Semua orang terpaku menatap Qira. Mereka merasah tersihir oleh kata-kata itu. Termasuk kaisar Geoutgue. “Terimakasih Qira.. padahal aku yang berjanji melindungimu. Tapi nyatanya kau yang selalu menolongku...” Gerutu Wolf dengan dirinya sendiri.


“Aku kuat untuk orang-orang disekitarku!. Aku akan melindungi orang-orang yang berada disekelilingku. Ilmuku tak akan berguna jika bukan aku gunakan untuk orang lain. Manusia yang paling bodoh adalah ia yang tak mau membagi ilmunya. Manusia yang paling lemah adalah membiarkan orang menderita dan sengsara tanpa membantunya. Aku hanya ingin menjadi manusia yang berguna dimuka bumi ini” Tukas Qira.


Glegg... semua oramg didalam kamar itu meneguk Silva, ntah mengapa mereka terasa tersindir akan kalimat itu. Begitu juga Kaisar Geourgue. Ia menatap Qira kagum, dengan tubuh lemah, badan mungil, umur kecil tapi mampu berkata dan berbuat bijak.

__ADS_1


Dan pada intinya, umur tak menjamin seseorang untuk dewasa dan berbuat bijak. Tahta bahkan kalah dengan manusia berhati tulus dan baik! tahta mungkin membuatmu dihormati. Tapi ketulusan hatimu, kebaikan hatimu akan membuat orang menjadi hormat lahir dan batin. Bukan hanya kepala yang tunduk. Tapi juga hati!.


__ADS_2