Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Lingling


__ADS_3

Namun tatapan mata mereka bertemu membuat kakak Kim mengedip mata terkejut, ia bagaikan orang yang terciduk saja. Ia memilih memandang kearah lain saja. Ia memilih melihat penjual tanghulu saja.


Namun ia kembali terkejut dikalah dapat ciuman dari jauh. Ia kembali membulatkan matanya lalu meihat kearah anak tadi. Dan ternyata anak itu pergi, entah kemana.. Ia melihat sekeliling dan ia tak menemukan anak itu membuat ia bingung. Apakah ia tadi melihat hantu?


“Ini Tuan.. makanannya, selamat menikmati..!!” Pelayan datang mengejutkan kakak Kim. Pelayan itu meletakkan makanan diatas meja dengan gerak yang tak bisa diartikan oleh kakak Kim. Ia baru kali ini melihat pelayan yang meletakkan makanan seanggun dan semolek itu, bagaikan orang mau menari saja. Mana ia kaget lagi.


Kakak Kim senyum tipis.” terimakasih..!!” Ujarnya manis membuat pelayan itu merasakan pasokan udaranya habis. Ia menatap kakak Kim dengan mata yang seperti ingin menelanjanginya. “ Ada perlu apa lagi?!!” Tanya kakak Kim kesal kepada pelayan dua orang itu. mereka tak mau beranjak. Masa ia makan didepan mereka berdua.


Dua gadis itu tersenyum malu.” Maaf.. jika butuh sesuatu lagi panggil saja kamu disana ya Tuan. Kami siap melayani anda..!!” Ujarnya melembut-lembutkan suaranya. Salah satu dari mereka merapikan anak rambut yang tergurai membuat kakak Kim menggeleng samar...


Kakak Kim makan penuh khidmat, ia melepaskan topinya membuat ia jadi bahan tatapan. Tapi ia tak mau ambil pusing. masa ia makan menggunakan topi. Ia menyantap ayam bakarnya, ia tersenyum samar dikalah ingat jika Qira menyukai ayam bakar, ia menggeleng pelan lalu kembali melanjutkan makannya.” Rasanya mirip seperti masakan Qira.. Apa karena aku terlalu merindukan Qira sampai-sampai makanan saja sangat mirip dengan masakannya?” Gumamnya mengernyit karena merasakan ayam bakar itu.


Ia menatap sekitar kedai. Memang disini sangat ramai. Kedai berisih dua lantai, dengan puluhan pelayan. Pelayan disini memang berbeda dengan pelayan dikedai lain. pakaian cukup tertutup meskipun mata mereka tak bisa tertutup.. Liar. Tapi sudah cukup lah ya...


Ia tak mau ambil pusing, namun semakin lama ia makan, maka masakan ini sangat mirip dengan masakan Qira. apa lagi dikalah ia makan Rusa bakar. Rasa manisnya bercampur dengan rasa pedas asinnya sama seperti dulu Qira buatkan. Kakak Kim menggeleng, tidak mungkinkan Qira yang memasaknya?


Ia menghabisi seluruh makannya, ia sangat bersyukur dengan kedai ini, karena sudah membuat ia bisa melepas sedikit rindu akan Qira. setidaknya ia bisa merasakan masakan yang rasanya sama dengan masakan Qira bukan? Satu hal yang ia tak sadari. Jika kedai ini bernama Kedai Han.. Yang artinya marga Qira. ia membayar semua makannnya, tak jarang pula ada gadis yang tiba-tiba menyengolnya. Ada yang terang-terangan meminta berkenalan denganya, namun bukannya kakak Kim tertarik. Malah menjadi risih dan juga benci akan situasi semacam ini.


Saat diperjalanan ia memilih untuk membeli kuda saja supaya mempermudah perjalanan, namun ia merasakan ada seseorag yang menguntitnya membuat ia menatap kesegala arah. Namun ia tak menemukan siapapun membuat ia menggeleng. Mungkin hanya sebatas perasaan saja pikirnya. Lalu ia kembali melangkah untuk mencari peternak kuda terdekat, ia semakin merapatkan topinya supaya tak memaparkan wajahnya namun masih saja menjadi bahan tontonan orang. Memang isi penampilannya mencolok. Ketika semua orang mengunakan hanfu ia mengunakan baju jubah berbulu putih. Cantik dan juga mahal. Mungkin hanya itu pikirnya.


“Keluarlah.!!” Jangan menguntitku. Jika mau minta koin bilang saja. Jangan membuatku risih..!”! Ketus kakak Kim dikalah perjalananya, ia membalikkan tubuhnya karena memang perasaannya tak akan salah dan benar adanya. disana ada anak kecil yang bajunya sangat lusuh tadi.


Anak itu memang sedari tadi mengikuti kakak Kim. Mulai dari kakak Kim makan tadi ia memperhatikanya, setelah itu ia juga mengikuti sampai sejauh ini. entah apa yang ia pikirkan, hanya saja kakak Kim tempat ia meminta bantuan saat ini. kakak Kim menatap anak itu yang meremas jari-jarinya lalu menunduk. Kakak Kim mendekat dengan bibir yang mengerucut bingung. “Kenapa kau mengikuti ku hm? Kau butuh koin? Makan?” Tanya kakak Kim padanya serius.


Anak itu diam tak menjawab. Ia sangat menunduk membuat wajahnya tertutupi rambut panjangnya yang kusut. Ia bagaikan kuntilanak saat ini membuat kakak Kim menghembus nafas kesal.” Kau mau apa? Jangan ikuti aku..!!” Ujarnya lalu berbalik untuk mencari kuda saja. Ia malas berdebat kepada anak bisu, bukan bisu, hanya saja anak itu tak mau bicara dan ia malas untuk bersabar...


Kakak Kim mendesah karena hatinya gelisa. Ternyata ia bukanlah orang yang bisa berbuat jahat. “Hais... kenapa hatiku ini sangat mudah luluh..!” Gerutunya pada dirinya sendiri. Ia membuka tasnya lalu mengeluarkan makanan yang memang ia bungkus tadi. lalu mendekati anak kecil tadi yang masih berdiri disana dengan kaku....


Kakak Kim membungkuk untuk mengeserkan rambut yang menutupi wajahnya. Anak itu memejamkan matanya dengan gemetar. “Ini makanlah, ka lapar bukan?” Ujar kakak Kim lembut lalu mengusap kepalanya. Tak ada rasa iijik sama sekali dihatinya. Ia bahkan tersenyum lembut.


Anak itu mendongak denga bibir yang terbuka. Mata nya berkedip lugu membuat kakak Kim terkekeh. kumal saja anak ini lucu, bagaimana besarnya nanti bukan? “Yasudah. Gege pergi dulu yah..!!” Ujarnya sembari memberikan makanan itu ditangan sang anak. Ia berbalik untuk meninggalkan anak itu. sebenarnya makanan itu ia beli untuk bekal perjalannnya nanti. Tapi ada sosok yang lebih membutuhkan.

__ADS_1


“Gege.. bolehkah aku ikut..!!” Ujar sang gadis kecil itu pada kakak Kim membuat kakak Kim kembali membalikan tubuh tanpa mendekat.


Namun anak itu yang mendekat.” Gege, aku mau ikut denganmu. Karena aku tak punya ibu dan ayah. Aku diusir dan tak punya rumah. Gege, aku akan ikut kemanapun kau pergi dan aku akan mengabdi kepadamu. Tapi tolong bawah aku ikut bersamamu supaya aku bisa makan setiap harinya..!!” Ujarnya memeluk kaki kakak Kim.


Kakak Kim mau tak luluh tapi namanya hati orang baik? Ia mengelus kepala anak itu.” Gege tak punya rumah dan tak memiliki banyak uang. Gege juga baru sampai dikerajaan ini. jadi gege tak bisa menjamin hidupmu akan mejadi layak. Kamu bisa cari orang tua lain yang mau mengangkatmu menjadi anak ya... maaf..!”! Tolak halus kakak Kim.


Anak itu mengeleng.,” Aku tak minta makan yang mewah dan lezat Gege, tak meminta rumah untuk berteduh. Aku hanya butuh seseorang yang bisa menemaniku hidup. Aku takut hidup sendirian gege..!!” Ujarnya dengan kepala kekiri dan kekanan. Matanya sudah menumpukkan air mata membuat kakak Kim menghela nafas.


“Maaf. Aku tak bisa,..!”! Ujar kakak Kim menolak.


“Hyung Ge...!!” Ujar anak itu dengan air mata yang basah. Ia melepaskan kaki kakak Kim lalu memeuk nasi yang kakak Kim beri.


Melihatnya saja kakak Kim tak rela ia menangis. “Maafkan aku..!!” Ujarnya sedih lagi.


Kakak Kim merasakan sesak juga untuk menolak. “Baiklah. Kau boleh ikut Hyung ge..!!” Ujarnya....


Semenjak saat itulah kakak Kim mengenal sosok anak kecil itu, sosok yang mengajarkannya merawat seorang anak, sosok yang mampu memberi sedikit warna dihidupmya. Dan sosok yang mampu sedikit demi sedikit mengikis waktu supaya kakak Kim tak selalu meikirkan Qira.


Of Flashback..


“Lingling. Apakah kau mau minum?” Tanya Heqi pada sang adik. Meskipun sang adik membuat mereka dhukum, itu tak membuat kedua kakaknya membencinya. Bahkan kedua kakaknya menikmati masa-masa Lingling yang jahil.


“Hum..” Ujar Lingling menghempaskan pantatnya diatas kursi. Rambutnya yang menutupi wajahnya dihempaskan oleh Qeqe yang duduk didepannya. Qeqe memang dingin tapi sangat menyayangi adik perempuannya ini.


“Ini minumlah..!”! Heqi memberikan minuman yang isinya adalah susu, yang sudah disiapkan ayahnya tadi.


Lingling mangap membuat yang lain mengendus.” Kau ini. tangan ada, kaki ada, mulut itu digunain buat bicara, ish sampai kapan kau sperti ini Lingling..!!” Ujar Heqi mengelus dada. ia mengarahkan minum itu dibibir Lingling sesuai yang diinginkan kembarannya itu. Lingling menyibak cadarnya.


Lingling meminumnya dengan nikmat. Ia memang malasnya super akut.” Jika punya tangan Gege, lalu apa gunanya? Itu terlalu merepotkan..!” Ujarnya dengan kepala yang melenggok kanan dan kiri lalu menyibakan lagi cadarnya.


Qeqe terkekeh lalu menepuk jidat sang adik.” Nanti jika ibu melihatmu seperti ini. ia pasti sangat marah. Katanya ibu ibu itu suka marah-marah loo ketika melihat anaknya malas..!”1 Ujarnya. Memang kaisar Zauhan tak memberi tahu jika ibu mereka meninggalkan mereka. Ia hanya bilang jika Qira pergi dan suatu saat akan kembali, doakan saja. Dan anak-anaknya percaya akan ibunya yang kembali suatu saat nanti. Alasannya apa? Karena kaisar Zuahan hanya tak mau anak-anaknya bersedih dan mereka berbeda dengan orang lain.

__ADS_1


Lingling menegakkan kepalanya menatap sang kakak.” Memangnya gege percaya jika ibu masih ada?” Tanyanya mengedipkan mata beberapa kali.” Jika memang bu masih ada, kenapa ia tak merawat kita? hanya meningalkan kita dan ayah. Ayah bahkan sangat kerepotan membesarkan kita seorang diri. Ia bahkan turun tahta demi kita. apakah ibu membenci kita? makanya dia membuang kita?” Air matanya jatuh juga kan. Sebenarnya kaisar Zauhan ingin sekali mengatakan jika Qira menyayangi mereka dan bukan pergi tanpa alasan. Tapi usia mereka masih sangat kecil untuk mengerti itu semua. Padahal dengan otak mereka yang cerdas membuat mereka salah mengartikan dan memikirkan paradikma lain sebagaimana diotak mereka.


“Kau tak boleh seperti itu Lingling. Ibu melahirkan kita itu butuh perjuangan. Ia bahkan mengorbankan nyawanya. Mungkin ayah benar, jika ibu sedang berada dikuil yang jauh untuk medoakan kebahagiaan kita. jadi, janga berfikir hal yang aneh-aneh..!!” Ujar Heqi pada sang adik. Ia mengusap air mata sang adik dengan sapu tanganya lalu membersikan tanganya dengan cairan antiseptik buatannya sendiri. Yaa.. Heqi memang sangat lihai dalam meracik sesuatu. Mungkin turunan dari Qira


Lingling menghembuskan nafasnya lalu menyandarkan tubuhnya didada bidang kakaknya. Sebenarnya inilah yang membuat ia menjadi pemalas. Rasa kecewa yang bekerpanjangan. “Katanya mukaku mirip ibu. jadi jika kalian merindukan ibu. kalian lihatlah wajahku. Pasti kalian bisa lihat ibu..!!” hibur Heqi tersenyum bagai Qira yang tersenyum untuk orang-orang.


Qeqe mendengus.” Kau sombong ya Heqi.. mentang-mentang mirip denga ibu.,. Aku mirip dengan ayah saja tidak bangga.” Ujarnya ketus.


Heqi tertawa sinis.” Mana mungkin aku bisa iri sama kamu. Dan kamu tidak suah bangga.,!”! Ia megibas-ngibaskan tangannya karena meremeh.


” Ayah itu memang tampan namun dia sangat dingin dan datar, beda dengan Kita. Katanya ibu itu hangat dan juga baik... Sedangkan ayah kejam. Sama sepertimu...!!” Ujarnya Lingling sinis.


“Hey hey. Masih untung aku mirip ayah. Sedangkan kau? Kau tak mirip dengan ayah dan ibu katanya. Jadi yang aku tanyakan, kau anak siapa? Apa benar kau kembaranku?” Tanya Qeqe sedikit cemberut.


Lingling mangap. Mau jawab apa ia tak tau.” kau benar. Apa aku bukan anak ayah Zauhan? apa aku hanya dapat didepan rumah?” Gumam Lingling.” Ahk aku tak mau memikirkan itu. Terlalu menguras tenaga..!”! Gumamnya lalu memejamkan matanya lagi. Bagaikan itu hanya angin lalu saja.


Hei dan Qeqe terkekeh geli melihat sang adik.” Kau adik kami...matamu saja sama seperti mata kamu. Kau ini hehe..!!” Ujar mereka serentak lalu mengusap jidat adiknya membuat sang adik hanya menghela nafas.


“Ehm.... Hay..!!” Lingling membuka satu matanya untuk menatap siapa yang menyayapanya. Sedangkan Qeqe yang tadi tertawa sekarang mengangkat stau alisnya menatap sang empu. Heqi? Ia mengagguk sebagaimana Kebiasaan Qira dulu. Dengan kening yang mengerut. “Ada apa?” Tanya Heqi pada sang empu.


Sosok anak pria yang menggunakan jubah putra mahkota, dengan mahkota naga yang menunjukan jika ia adalah keturunan raja membuat mereka tau jika dia adaah calon raja masa depan. disampingnya ada anak kecil juga, sama sepertinya. Anak yang manis memegang boneka jerami. Dia menggunakan baju sutera menandakan ia anak kerajaann.


“Apakah kami boleh berkenalan kepada kalian? aku lihat kalian tidak bersosialisasi kepada yang lain?” Tanya sang anak kecil berjenis kelamin pria itu sopan. Sedangkan gadis kecil disamapingnya hanya menatap Heqi dan Qeqe penuh dengan kebinaran membuat mereka risih. Lingling? Ia memilih memejamkan lagi sebelah matanya. Tak terlalu penting meladeni mereka bukan?


“Perkenalkan. Aku putra mahkota dari kerajaan Dewa, namaku Shiang Loiye. Anak dari kaisar Xiolenyei, dan ini adikku bernama Damageliek. Kalian bisa memanggilnya Putri Dam. Dia anak selir agung dari ayahku..!!” Ujarnya mengenalkan diri mereka.


Kalian ingatkan Xiolenyei? Tunangan Qira dulu? Yahh.. Dia sudah menikah dan memilikhib1permaisrui dan \=5selir. Dan searang sudah memliki empat anak.


sekarang anaknya dengan anak Qira itu seumuran. Kenapa bisa? Karena memang proses dari kelahiran mereka berbeda. Jika mereka dilahirkan dari rahim ibu. maka ketiga kembaran itu lahir dikalah bulan purnama merah. Tepatnya terjadi ketika dua tahun Qira meningal. Ya,, mereka lahir bukan sembilan bulan, tapi dua tahun lamanya.. cara mereka lahir bagaimana? Sana seperti telur yang menetas. Hanya saja bedanya tak ada cangkang, hanya cahaya yang melindungi mereka.


“Perkenalkan. Aku Qeqe akakak dari mereka. Ini Heqi dan ini Lingling..!”! Ujar Qeqe tersenyum tipis untuk menghargainya. Mereka memang diajarkan untuk menghargai dan menghormati sesama orang lain.

__ADS_1


“Kalian dari keluarga mana? Kenapa bisa sekolah disini?" Tanya putri Dam polos.


Cih.. masih kecil saja melihat jabatan. Bagaimana besarnya nanti?’ Itulah yang dipikirkan tiga saudara itu..


__ADS_2