
.
.
.
.
Qira memeluk tubuh kaisar Wey erat. Begitu pulah dengan kaisar Wey.
Hal itu disaksikan semua orang. Banyak yang bertanya tanya bagaimana bisa Qira menjadi anak angkat kaisar Wey.
"Qiqi. Apa kau tak mau memeluk ibu?" Suara wanita dibelakang Qira membuat pelukan mereka lepas. Qira membalikkan tubuhnya menghadap asal suara. "Kyaaaaaa.... Ibuu." Qira berteriak histeris saat melihat ibu angkatnya.
"Pangeran kerajaan Dewa telah tiba.... "
Qir terpaksa melepaskan pelukannya terhadap selir Xia. Ia menatap para pangeran dari kerajaan dewa. Memang benar kata Guang Lii jika mereka sangat tampan. dan cantik.
Semua orang terpaku akan ketampanan mereka. tapi yang membuat Qira terkejut adalah mata itu!. itu mata pria bertopeng yang sudah beberapa kali bertemu dengannya.
Pria itu juga menatap Qira. Wajahnya ditutup Cadar, dan itu yang membuat Qira menatapnya intens. Pria yang ditatap Qira melirik Qira. Ia menatap Qira tak kalah tajam.
'bukankah gadis ini gadis itu'Batinnya.
"Yang mulia putra mahkota apa kabar? " Tatapan mereka terputus saat seorang gadis dari rombongan mereka melangkah maju dan berbicara kepada Kenzi.
Gadis itu sangat cantik! kulitnya mulus seperi telur rebus yang sudah dikupas kulitnya. Mata sipit dan muka tirus. Kecantikannya melebihi Qira.
Kenzi tersenyum kepada Gadis itu. Ia melirik Qira sebentar "Hmmm. Saya baik baik saja. Apa kabar putri Maoxi? " Tanyanya
'*Pu*tri Maoxi' batin Qira.
"Tentu baik!. Ah kau berkeringat..." Ucapnya Ia mengelap keringat didahi Kenzi sambil menatap Qira sinis. Kenzi menatap Qira tanpa kata.
"Mei mei. Kita harus menyapa kaisar Yuan. Itu tidak sopan! " Ucap salah satu pria itu.
"Ah baiklah..." Ucapnya sambil tersenyum tipis dan pergi mengikuti langka pria pria itu (pangeran). Qira menatap kedepan gerbang. Ia tak merasakan jika seluruh orang mengagumi dan memunji para pangeran dan putri kerajaan dewa. Hal itu membuat para pangeran dan putri lain iri.
Para pangeran metap Qira dengan dingin ' mengapa ia tak menatap kami' Batinnya. Mereka memang sudah terbiasa akan hal seperti ini. Tapi jika ada yang tak tertarik kepada mereka. itu akan membuat mereka bertanya.
"Guang Lii. dimana Lian Lii Yuan? Kau bilang ia akan datang. " Tanya Qira menatap Guang Lii Meminta penjelasan.
"Tunggu lah sebentar lagi Qira. Mungkin ia dalam perjalanan." Jawab Guang Lii.
"Apa dia juga akan membenciku Guang Lii? seperti kaisar dan putra mahkota? " Tanya Aira lagi. Guang Lii menatap Qira sendu. Ia mengusap kepala Qira lembut " Jika Ia membencimu itu tak akan ada masalah kerena kami selalu bersamamu." Ucapnya lembut.
Qira tersenyum lembut kepada Guang Lii.
Ia kembali duduk. Kaisar Wey dan lainnya sudah duduk dikursi yang tersedia. Ia duduk disamping Guang Lii. Matanya tak lepas dari gerbang. Ia sangat ingin melihat kembarannya. Entahlah, padahal ia bukan Qira yang asli.
Bbugh
Bugh...
__ADS_1
Suara kereta kuda berhenti didepan gerbang.
"Pangeran Lian Lii Yuan dan Jendral Han memasuki Istana "
Itu membuat Qira semakin menatap kedepan. Ia refleka berdiri.
Dug
Dug..
Jangungnya berdetak cepat. Ada pria paru baya yang diiringi wanita paru baya turun dari kereta. Setelahnya turun seorang pria bermata biru turun dari kereta. Pria itu menggunakan baju kebesaran pangeran berwarna emas campur hitam. Wajahnya hampir mirip dengan Qira. hanya alisnya dan rahang yang berbeda.
Rombongannya semakin mendekat menujuh kaisar Alex. Qira berdiri tanpa sadar kakinya melangkah mendekati pria itu. Matanya berkaca kaca menatap pria itu. Pria itu menampilkan wajah dingin terhadap Qira yang mendekat.
"Apa kau Lianku? " Tanya Qir sedikit pelan. Tangan Qira terangkat untuk menyentuh wajah kembarannya. Sejak lahir mereka dipisahkan. Baru kali ini mereka bertemu. Lian ditempatkan dimanor kakeknya Han.
Hup...
"Jauhkan tangan kotormu dari cucuku! " Tangan Qira ditepis oleh kakeknya Lian. Lian tak bergiming menatap hal itu
Qira menatap kakeknya dengan Air mata yang hampir jatuh. Kaisar Wey berdiri dari kursinya menatap hal itu. "Mengapa? apa Qira tak boleh memeluk Lian Gege? " Tanya Qira bergetar menatap kakaknya.
"Tangan kotormu tak pantas menyentunya!. Dasar anak pembawa sial!. Kau itu pembunuh." Wanita paru baya maju dan menatap Qira tajam saat bicara itu.
Qira menadatakan tangannya. Ia menatap Lian " Apa kau tak mau memelukku? " Tanya Qira.
"Tidak," ucapnya dingin. Ia menatap Qira tajam. Matanya penuh dengan kebencian. Hal itu membuat air mata Qira jatuh sejatuh jatuhnya.
"Apa kau tak mengharapkan bertemu denganku?" Tanya Qira.
Tenggorokan Qiira terasa keluh. ia tak tahu harus berkata apa lagi. Selama satu bulan ia bertahan hanya karena ingin bertemu saudara kembarnya. Tapi apa?.
Bahkan saudaranya tak menginginkannya.
Qira mengubur bibirnya dalam. " Baiklah. " suaranya bergetar. " Aku akan pergi!. Tak ada yang mengharapkanku." Ucapnya. Ia melangkahkan kakinya satu langkah kebelakang tanpa membalikkan badannya.
"Tak ada alasan untukku bertahan!. "
"Qira...! " Suara Guang Lii mendekat. "Aku akan pergi." Ucap Qira.
Bugh....
Ia terjatuh karena berjalan mundur beberapa kali hingga terkena kursi tamu.
ia tersungkur ketanah. "Qira..! " Guang Lii dan Juang Lii mendekat Qira. Putra mahkota Xian berlari mendekat Qira
bahkan kaisar Wey hampir berlari mendekati Qira. Tapi tangannya ditahan oleh kasim kepercayaannya.
"Aku tak apa..! Aku akan pergi." Ucap Qira . Ia berusaha berdiri sendiri mengabaikan kakak kakaknya yang ingin membantunya.
" Qira..! " Suara serak Kaisar Alex memanggilnya. Qira berlari menjauh dari sana.
"Leon. Wolf. Aku membutuhkan kalian. hiks hiks. " Qira berlari kekediamannya.
__ADS_1
...
Kaisar Alex menatap jendral Han. semua orang tak mengerti apa yang terjadi. Mereka hanya melihat tanpa memahami. Sedangkan Putra mahkota, Guang Lii dan Kenzi mengikuti Qira
Kaisar Alex menjelaskan semuanya kepada jendral Han dan Lian. ia menceritakan apa yang terjadi dari awal hingga akhir.
Qira duduk didekat taman Lili. Ia memegang dadanya yang sesak. "Qira. mengapa kau menitipkan lukamu terhadapku." Gumam Qira. ia sudah berhenti menangis. Ia menatap kosong.
"Qi'er." Ucap seorang pria. Qira tak menjawab.
"Apa kau baik baik saja? " Tanya putra mahkota Xian Lii.
"Qiqi...! " Gumam Kenzi. Ia memeluk Qira dari belakang. " Apa kau baik baik saja? " Ucapnya
Qira masih diam. " Ayolah. aku ingin mendengar mulut merakmu." Godanya
"Apa kau tak ingin bermain pedang. Ayo kita bermain pedang."
Qira berdiri dari duduknya. Ia melepaskan peukan Kenzi.
sSap.....
Anak panah tepat hampir menusuk didada putra mahkota Xian Lii. Wajah Qira tepat didepan putra mahkota Xian Lii kakaknya, dengan memegang anak panah ditangannya.
Slap.....
Ia memegang anak panah yang hampir mengenai putra mahkota lagi.
Slap..
Slap....
Ia menangkap semua dengan dua tangannya. Dan
Cclap...
Ia melemparkan anak panah itu kearah penyerang.
Bugh..
Bugh...
Bugh....
Bugh...
Empat orang yang memakai baju seba hitam terjatuh terkena panah yang Qira lempar.
Putra mahkota Xian Lii dan yang lain terkejut akan hal itu. Qira masih menatap putra mahkota Xian Lii
ia berjalan meninggalkan mereka yang masih mematung disana. " Siapa yang melakukan ini? " Tanya Kenzi marah sekaligus terkejut.
.
__ADS_1
.
.