
Sekarang ia harus bagaimana? Perperangan sudah tiba didepan mata sedangkan ia sudah terancam dengan dua hal. satu kerajaannya akan hancur dan yang kedua perperangan didepan mata. Ia harus melakukan yang mana? Dan yang paling ia benci adalah, mata-ata itu adalah perdana Mentri Woncu dan juga Zuzu, Zuzu yang anak kecil cedel itu berubah bisa berbicara. Bahkan suaranya bagaikan orang dewasa. Apakah semua ini sudah sangat dierencanaan secara matang-matang? Betapa bodohnya ia mempercayai mereka.
Brak...
Ia menabrak dinding itu membuatnya terbuka dibagian didobrak. Tepatnya patah karena kekuatan kaisar Zauhan sangat besar. “Jadi ini semua sudah kalian rencanaan?” Tanyanya dingin pada kedua orang yang sudah terkapar ditanah dan terpental srjah lima meter akibat dentuman kaisar Zauhan kuat. Sisi kediaman itu sekarang sudah kebol akibatnya dengan tangan kaisar Zauhan yang memerah.
Sakit? sekarang tidak. Tapi nanti...
Disana Zuzu dan perdana Mentri Wuncu tergeletak ditanah. Wajah mereka sama-sama pucat dan pasih. “ Ma ma maafkan hamba yang mulia. Sepertinya yang mulia salah mendengar. Mana mungkin Zuzu bisa berbicara.” Ujarnya gugup.
.
Kaisar Zauhan tersenyum sinis. Ia mengepalkan tanganya erat.” Dari mana kau tau jika aku mendengar obrolan kalian? bukankah aku belum mengatakan apapun hm?” Ia menampilkan senyum mematikan saat ini.
Perdana Mentri Wouncu yang melihat itu tak mampu berbicara apapun lagi. Ia gelagapan dengan sosok kaisar Zauhan. kaisar Zauhan melompat dari cela yang sudah terbuka. Ia bahkan menatap mereka bagaikan singa menatap rusah.
Lapar...
Perdana menri Wouncu gelagapan. Ia mengeleng kuat dengan Zuzu menatap kaisar Zauhan pucat.” Ya yaa ” Ujrnya bagaikan naak kecil polos meminta gendongan seorang ayah pulang dari kerja.
“Diam setan...! aku tak butuh sebutan menjijikan itu..!” Bentak kaisar Zauhan. Ia menatap Zuzu nyalang karena dipanggil 'Ya ya yang artinya Ayah'
“Pajurit bawah mereka keruang bawah tanah. Kita lihat sebagaimana manusia iblis ini bisa berbangga diri...!” Teriaknya. Disana ia melihat prajurit yang datang. mungkin akibat dentuman yang ia lakukan tadi.
“Ba ba baik yang mulia..” Mereka menunduk patuh lalu mendekati Dua manusia mata mata itu lalu menggeretnya secara paksa...
“Lepaskan aku... dasar tangan rendahan... lepaskan aku...!” Teriak mereka berdua saat empat pengawan mendekat dan memaksanya untuk pergi. Apakah bisa ia tinggal saja? Oh ayolah ia masih melanjutkan rencana.
Blas... Perdana Meni Wuncu mengeluarkan ilmu apinya membuat sang empat perajurit itu terpental dengan baju terbakar. Bisa dipastikan tubuhnya hangus setelahnya. Sedangkan yang disebelahnya juga bernasib sama.
Zuzu yang melihat itupun langsung menghentakkan kakinya membuat para prajurit disana juga terpental. Yaa,, mereka kaum Bluerose bisa memiliki kemampuan Ilmu Api dan ilmu Angin.
Zuzu tak mesti menjadi anak polos lagikan? Ia dudah ketahuan jadi tak mesti berpura pura menjadi anak kecil lagi.
Ada yang tanya kenapa mereka bisa bukankah kakek Liu pernah bilang jika yang bisa memperalajarinya hanyalah orang yang suci dan berhati bersih? Maka jawabanya adalah semua itu salah besar. Alias nol besar.
Semuanya salah. Yang mampu mempelajari ilmu angin dan ilmu Api adalah kaum bermata biru, atau kaum bermata biru bangsawan. Semuanya bisa jika ia memang memiliki leverl tinggi dan Qira salah satunya.
Apakah hati Qira suci dan bersih? Kalian ingatkan jika Qira suka membunuh yang menuritnya pantas dibunuh, jadi disitu bisa dilihat jika dihati Qira masih ada titik hitam dan titik jahatnya. Qira memang baik dan berhati mulia. Tapi tetap saja, dimuka bumi ini tak ada yang suci, sesuci apapun manusia, pasti ada satu titik hitam dihatinya.
Benar jika ada yang mengataan jika Qira tak seperti kakek Liu ucapkan itu. Adakah yang merasa jangal dibab sebelunya tentang kakek Liu mengatakan itu sedangkan Qira suka membunuh?
Qira mampu menjadi dua sisi. Menjadi iblis sekaligus menjadi malaikat. Tak segan membunuh secara kejam dan sangat baik saat disuatu tenpat menurutnya ia harus baik.
Hoho selamat tebakan anda benar wkwkw...
Clap...
kaisar Zauhan mengambil cambuk dari balik punggungnya, itu ia ambil saat mendengar keributan tadi.
Plaaas..
plaas...
ia mengarahkan cambuk itu pada kedua mangsanya. Tapi satupun tak ada yang menegnainya.
Emosinya bergejolak dengan rasa khawatir. Plas..
plaas...
Cambuknya ditahan oleh perdana Mnetri Wouncu lalu tali cambuk itu mengeluarkan api dan menjalar sampai ketangan kaisar Zauhan. melihat hal itu tak membuat kaisar Zauhan gentar. Ia menekan cambuk itu dan.
Bugh...
ia menerjang perdana menri Wouncu dengan kaki Kirinya. Cambuknya masih ada apinya, tapi tak membuat ia kepanasan. Ia mengaraan cambuk itu kepungung perdana mentri Wouncu.
Plas..
__ADS_1
Pplaas..
Plas..
Argh...
Suara cambuk berapi itu bersatu dengan kulit perdana menro wuncu.
Mata kaisar Zauhan menatap Zuzu yang menahan cambukan keempat.
Zuzu kecil sekarang menjadi manusia paling menjijikan, ia bukan manusia melainan monter. Matanya satu keluar lalu bergelayut dipipinya, bibirnya setengahnya sobek dan satu matanya hampir terjatuh.juga. Rambutnya yang panjang itu ternyata tak ada. Kepalanya botak tubuhnya kekar bagaikan sumo saja, sangat besar dan menyeramkan.
Kaisar tentu saja terkejut. Bagaimana bisa?
Hargh..
suara erangan itu bercampur dengan Zuzu mengeluarkan api dari mulutnya. Kaisar Zauhan tak diam saja. Ia melepaskan cambuk itu lalu berputar dan menjauh. “Prajurit serang mereka...!” Teriaknya saat melihat para prajurit diam dengan rasa takut. Gemetar saat melihat monster ini. ini baru pertama kali mereka meluhat monster. Begitu juga dengan kaisar Zauhan.
Dengan nafas yang masih sedikit takut mereka melangkah dan menyerang Zuzu. Tapi belum sampai mereka mendekat Zuzu sudah mengeluarkan ilmu anginnya membuat mereka terpental dari sana. Kaisar Zauhan bahkan mundur dua kali.
Nafas kaisar Zauhan membumbung. Ia menegram kesal lalu mengambil langkah besarnya, ia memutar kaki kananya membuat lingkaran, lalu ditanganya keluar pedang Neraka. Pedang yang membunuh Qira. “Iblis.. kembalilah kau keneraka..!” Teriaknya keras.
Tapi Zuzu tak bisa melihat pergerakan kaisar Zauhan. ia mencari dimana tempat kaisar Zauhan. bukankah tadi ia didepan matanya, lalu dimana ia sekarang? Saat ia sudah fokus kekanan dan kekiri ia tak dapat melihat siapapun. Tapi berikutnya.
Clap..
Argghhh.
Suara erangannya mengema disana. Entah bagaimana kaisar Zauhan melakukanya, ia sudah berada didepan Zuzu dan mengarahkan runcingan pedangnya kejantung Zuzu lalu pedang itu tembus kebelakang...
Brugh..
Zuzu mengeluarkan darah dari matanya. hidungnya dan mulutnya.. tak sapai disitu kaisar Zauhan juga menarik lagi pedangnya lalu.
Clap..
Clap..
Clap...
Tubuh Zuzu yang sudah menjdi moster sudah tak lagi berbentuk. Semuanya sudah terpisah dari tubuhnya. Darahnya bercucuran sana sini, kakinya sudah tak tau arah. Mata melotot dan lidah yang menjular. Sungguh ini adalah pemandangan yang sangat menjijikan...
Bahkan pelayan yang melihatnya ada yang memuntahkan isi perutnya karena mual. Sebab usus dari moster itu berdenyut denyut karena terboyar ditanah...
“Prajurit dimana perdana mentri Wouncu?!!!” Terkejut saat perdana Mentri Wouncu sudah tak ada disampingnya. Dimana dia? apakah ia kabur.
“Ham ham hamba tidak tau yang mulia..” Jawab salah satu prajurit disana dengan kepala menunduk takit.
“Kau?” Tanyanya pada satu preajurit lagi. Disana ada dua puluh prajurit namun kenapa semuanya bungkam?
“Ham ham hamba tidak tau. Ampuni hamba yang mulia...” Ujarnya takut. Kakinya gemetar tak bertenaga. Rasanya ia sudah tak memiliki energi untuk berdiri.
“Lalu apa yang kalian lakukan sedari tadi ha? Menonton saja? Kalian pikir aku membuat pertunjukannya?!!” Bentaknya. Ia mengepalkan tanganya melihat tingkah para prajurit ini.
Mereka bersujud memintah ampunan namun nyatanya kaisar Zauhan tak menerima akan hal itu. Dengan sekali putaran saja ia sudah menebas lima kepala prajut dan itu berhasil membuat mereka kembali gemetar ketakutan.
“Cincang habis tubuh mereka dan beri dengan anjing sekarang juga...!” Bentak kaisar Zauhan pada sisia prajuritnya.
Dengan rasa yang campur aduk mereka bangkit.” Ba baik yang mulia..” Ujar salah satunya bergetar.
“Cepat...!”
Dengan tergesa-gesa merea membawah enam mayat itu. Rasanya jantung mereka berhenti berfungsi saat itu. Mendadak sakit jantung, mual, bahkan mereka mendadak lupa jika mereka itu pria dan pria tak boleh taut dengan siapapun.
Bahkan ada yang pingan karena takut. Takut didekat kaisar Zauhan.
Hadeh...
__ADS_1
"Sekaligus cincang saja yang pingsan itu... Prajurit memalukan...!" Bentaknya melihat dua prajurit yang pingsan saat didekat kaisar Zauhan. padahal mereka masih berjarak dua meter...
Semenakutkan itukah kaisar Zauhan sampai mereka takut berdekatan?
Kaisar Zauhan menatap mereka nanar. Ia menegpalkan tanganya erat. “ Andai saja keadaan tak serumit ini. sudah aku pastikan jika aku akan mengejarmu Wouncu mekipun keujung dunia sekalipun..!” Desisinya mengingat perdana mentri Wouncu kabur dan tak tau kemana. Sepertinya saat ia menganiaya yang lain ia pergi.
mendadak kisar Zauhan merindukan Ren kesatria setianya saat ini...
Cih..
tak setia kawan sekali, ia bahkan relah melihat ia dipukul seperti tadi. Meskipun Zuzu adalah moster, bukankah ia salah satu dari mereka.
Kalian ingatkan Zuzu bagaimana bentuknya diramalan itu? Masih ingatkan pada ramalan tentang Zuzu, dan benar adanya, Zuzu itu monster dan diklan mata biru, merekalah pasukannya. Apakah mereka mampu melawan mereka?
...
“Batalkan perperangan ini...”Gumam kaisar Zauhan kepada para perdana mentri didepannya ini. ia tak bisa menyerang ataupun menyakiti kerajaan Qira. mereka sama-sama dijebak dan samasama terlibat. Ini semua salah Wouncu, kenapa ia sampai percaya denganya. Andai saat itu ia tak percaya.
Para mentri dan jendral terkejut.” Bagaimana bisa yang mulia? Mereka sudah sampai kesini..” Ujar salah satu perdana mentri yang namanya bahkan kaisar Zauhan lupa. Tapi ia tau jika perdana mentri itu adalah perdana mentri yang mengganti pertahanan.
“Tapi kita dijebak..” Gumam kaisar Zauhan tegas..
“Tapi kita tidak punya bukti yang mulia, jika kita tidak memiliki bukti jika ini ulahnya musuh kita, mereka tak akan percaya yang mulia. Mereka tak akan percaya akan kebenaran itu. Apalagi saat ini mereka kalang kabut mencari kita.” Jawabnya. "Mereka sudah sampai dan menyerang kerajaan kita bagian utara.... Bagaimana bisa.
menjelaskannya?"
Benar juga. Bagaimana bisa ia menjelaskanya saat perperangan tiba. Sudah pasti mereka tak akan mudah mempercayai mereka. Kaisar Zauhan tau itu, ditambah kerajaan mereka saat ini dilingkupi rasa amarah. Apa yang ia harus lakukan. Ia tak mau tambah merasa bersalah pada Qira. oh Dewa.. bantulah hamba..
“Lalu bagaimana ini Mon?” Tanya kaisar Zauhan pada Mon.
“Tak ada cara lain selalin melawan mereka. Jika kita mundur itu artinya kita kalah kak. Kita harus membuktikan pada mereka jika kita tidak bersalah..” Jelas pangeran Wex. Namun perkara mereka langsung terhenti ketika sosok paru baya didepan pintu menatap kaisar Zauhan nyalang.
Ia mendekat lalu.
Plakk.. plak.. bugh....bugh..
” Alu tak pernah mengajarimu untuk membunuh sitrimu keparattt..” Teriaknya marah. Ia baru menerima kabar ini dari dara pengawalnya. Selama ini ia tingal dimension sendiri dekat dengan hutan, jadinya ia sedikit kekurangan info kerajaan.
“Bukankah ayah yang mengajariku seprti ini? kau yang membuang kembaranku ayah.. dan kau yang membuat aku lupa bagaimana cara menyayangi dengan tulus..!” Teriak kaisar Zauhan pada ayahnya. Ia benci ayahnya, karena ayahnya memisahkannya pada kembarannya. Apa salah kembarannya? Karena matanya sebelah berwarnah merah? Semua orang tak tau saja jika kaisar Zauhan bahkan memiliki dua bola mata berwarna merah, tapi matanya berwarna merah darah keluar saat ia sedang marah.
Dugh.. ayahnya kaisar Zauhan mematung ditempat membuat kaisar Zauhan tersenyum sinis, “Kita tak punya pilihan lain. lanjut berperang atau mundur,,,”! Teriak kaisar Zauhan tegas didepan ayahnya. Tak sopan? Ia sudah kehilangan sopan santun pada ayah dan ibunya semenjak kembaranya ditinggal dihutan. Sungguh mereka kejam memisahkan belahan jiwahnya, darah dagingnya sendiri.
Kaisar Zauhan meninalkan ayah dan ibunya tanpa hormat. “Siapkan semua senjata. Kita berangkat searang juga...!” Tegasnya lalu melangkah gagahnya.
Sudah tak ada pilihan lain. mundur sama dengan kata pecundang. Namun jika maju mereka akan menghabiskan banyak tenaga dan juga nyawa. Tapi bagaimana lagi? Ia mau menjelaskanya? Tentu saja mereka tak akan ada yang percaya. Siapa yang akan percaya saat ia sedang marah? Semua itu akan tak berguna. Ditambah lagi tuntutan lima kerajaan itu benar, karena kaisar Zauhan membunuh Qira, ahhh. Mengingat hal itu membuat kaisar Zauhan merasa bersalah. Bagaimana ini?
...
Brugh.. brgh.. brug..
suara iringan kuda melintasi jalanan sangat terdengar, ratusan kuda melewati jalanan. semuanya hancur berkeping keping akibat dari pasukan lima kerajaan. mereka menuju tenpat kesepakatan untuk berperang. Dengan gaya sangat mengintimidasi.
“Lepaskan anakku hisk hiks..” plas... plas..
Tanpa ampun dari kerajaan Dewa memengal kepala warga yang masih tertinggal dan mengganggu perjalanan mereka. Kaisar Alexon? Ia tak marah, hanya saja ia terlalu malas untuk menangapi kekejaman kerajaan Dewa. Tapi tak ada urusannyakan? Ia malah bersykur jadinya ia ta perlu mengotorkan tanganya untuk memuluskan rencana.
Tanpa ampun mereka membakar rumah para warga. Semua kacau dengan api yang mengepul keudarah pertanda bahwa mereka datang dengan kekejaman. Mereka tak main main untuk menghanguskan kerajaan ini bukan? Meraka sudah menyiapkan banyak hal untuk Qira, termasuk kekejaman. Sudah lama sekali rasanya mereka tak berperang.
Dan sekarang mereka diberi kesempatan untuk berperang.
.
.
.
.
__ADS_1
**Like komen and vote yey...
Mau nya update malam tdi. tapi ngantuk bangat hehe. maaf yey**