
Hay paraa temanku yang menunggu Up nya Qira...
Ini yaa jangan lupa komen, like sama Vote yaa...
Aman. Nggak bayar kok votenya, anggap aja kalian lagi kasih autor vitamin buat tambah semangat. Vote kita itu turun drastis tauk. Autor jadi sedih.
#maaf'in yaa Autor lagi curhat. kali aja ada yang mau baca heheh
*
*
*
.
.
.
.
..
"Tunggu....! " Teriak Gadis dari ujung lapangan. ia menggunakan baju berwarna merah dicampur dengan coklat, rambut ikat kuda menjulang tinggi, Dengan ikatan rambut terbuat dari kain berwarna merah marun.
Putri Zhu Qira Han(anggep aja matanya biru ya. Soalnya susah cari animasi yang sama dengan fantasi autor heheh)
Semua orang memandang gadis yang membatalkan proses pancung yang dilaksanakan untuk selir Mei.
Qira datang dengan diikuti oleh Leon dan Wolf di belakangnya. Wajah mereka sama sama datar dan sorot mata yang tajam menambah kesan aura bangsawan yang pekat.
"Qiqi..." Gumam Guang Lii menatap Qira datang. Ia sangat berharap jika Qira akan memaafkan ibunya. tapi ia lupa yang saat ini tak bisa memaafkan selir Mei Adalah raja Alexon...
Kaisar Alexon berdiri menatap Qira. Tatapan itu yang awalnya tampa kehidupan sekarang bagaikan menemukan sumber hidupnya.
"Lepaskan selir Mei." Ucap Qira lantang sambil menatap selir Mei dengan tatapan menjijikan.
"Mengapa? alApa kau memaafkan ibuku Qiqi" Ujar Guang Lii penuh harap.
"Jangan panggil aku Qiqi...! Cukup Qira...! Aku ingin hukumannya diganti." Ucap Qira tegas.
'Kematian terlalu indah untuknya. Bahkan terlalu murah untuk membayar penderitaan Qira selama hidupnya" Batin Qira
"Apa yang kau mau? apa kau sendiri yang mau memancungnya? " Tanya Kaisar.
"Tidak. ****** laknat kau Qira..." Isak tangis putri Ken membanjir saat mengetahui bahwa ibunya akan pergi, dan setelahnya ia pingsan, Sedangkan putri Liang hanya menangis histeris melihat hal itu.
"Pengawal...! Bawah putri Ken dan putri Liang kembali kekediamannya! " Perintah kaisar, ia sudah tak mau memikirkan hal lain.
"Aku tak berniat melihat ia mati," Ucap Qira santai. ia memilih maju dan berkata "Aku punya hukuman sendiri untuk dia." Tegas Qira.
"Kau hukum saja aku. jangan ibuku hiks hiks..." Teriak Juang Lii pangeran ke 5.
Seluruh anak selir Mei menatap Qira tajam. Mereka takut jika ibunya akan dihukum lebih berat oleh Qira.
"Aku hanya ingin Selir Mei hidup dengan rakyat terpencil didesa Pinus, disana ia tak diberi pesangon apapun. Bahkan ia tak boleh membawah baju lebih dari 3 hanfu, ia juga tidak boleh membawa pelayan dan hidup dirumah gubuk yang sudah aku sediakan" Ucap Qira dengan keras.
__ADS_1
Semua orang memandang Qira dengan terkejut, mereka berfikir bahwa Qira memberi kesempatan Selir Mei hidup dengan kemurahan hatinya..
'*Putri Qira sangat baik dan bijaksana.
'jika aku yang menjadi putri Qira, maka aku sendiri yang akan membunuh selir Mei dengan tanganku sendiri*.
'Putri Qira memang bodoh'
Bisik bisik mulai terdengar di area lapangan mengenai perkataan Qira, bahkan bisik-bisik itu sampai pada telinga Kaisar.
Kaisar menatap Qira sendu 'bahkan hatinya sangat baik seperti dirimu Zhizhi" Batin Kaisar. Ia menyerah semua kepada Qira. Karena memang disini korbannya Qira..!
Sebenarnya Hidup di tempat terpencil dan dikucilkan itu adalah hal yang paling menyedihkan dalam hidup Seseorang, ditambah lagi sebelum ia dikucilkan ia adalah orang yang hidup diatas awan, semuanya dipenuhi dengan mewah, apapun yang ia ucap adalah perintah, bahkan menyisir rambutnya adalah budaknya. Bagaimana ia bisa menerima kenyataan jika Semua pekerjaan budak ia harus melakukannya sendiri? berkerja untuk bertahan hidup? ditambah dengan cacian orang lain?
Qira hanya ingin apa yang dirasakan Qira dulu dirasakan oleh selir Mei, dan tau rasanya jauh dari orang yang ia sayangi dengan getir kerinduan yang mendalam.
"Apakah kami boleh mengunjungi ibu kami?" Tanya Juang Lii.
"Hanya 1 kali dalam setahun dan itu hanya satu hari! Tanpa membawa apapun! " Ucap Qira dingin. Ia tak mampu untuk menjadi orang yang begitu kejam.
"Putri Qira." Gumam Selir Mei dengan bersedih. Ia hanya tak menyangka jika Qira masih akan membiarkan Ia hidup setelah apa yang telah ia perbuat. Ia menangis tampa tau tujuan Qira setelah ini.
Guang Lii dan Juang Lii menghampiri Qira dengan memeluknya. Qira hanya diam tidak menolak tidak juga membalas.
"Terimakasih, terimakasih." Gumam mereka bersama.
Qira menatap Kaisar yang masih menatapnya dengan sendu.
"Persiapkan semua untuk menjalankan hukuman selir Mei! Dia akan merangkat Siang ini juga sesuai apa yang diminta putri Qira." Ucap Kaisar dengan penuh Wibawanya Tanpa memalingkan tatapannya dari Qira.
setelah Guang Lii dan Juang Lii melepas pelukannya. Qira berbalik menuju kediamannya tanpa peduli orang orang sekitarnya menatapnya dengan hormat.
Selir Mei dipersiapkan untuk pergi ke pengasingan sedangkan anak-anaknya yang mengetahui bahwa ibunya tak jadi untuk dihukum pancung cukup merasa senang. mereka menatap pergi kepergian ibunya. 'setidaknya mereka masih bisa melihat ibunya hidup' Fikir mereka.
"Aku hanya ingin menghukum selir itu seperti apa yang aku rasakan dulu." Ujarnya. ia mengambil pisau yang ada dari balik bajunya.
Wolf masih ingin Bertanya tapi tak jadi karena melihat tindakan Qira.
"Qiqi apa yang kau lakukan." Teriak Leon bukan Wolf. Mereka mendekati Qira yang memegang pisau yang berbumbu darahnya sendiri.
Qira mengiris lengannya dengan pisau itu. ia menatap darah itu dan meletakkan darah itu disebuah wadah perak.
Ia meremas bekas luka itu yang mengakibatkan darah mengalir deras keluar dari permukaan kulit lengan dan tangan Qira.
"Qiqi..." Panggio Leon dan Wolf yang Ingin memegang tangan Qira dengan Khawatir.
"Jangan disentu...! " Teriak Qira.
"Mengapa? " Tanya Leon khawatir.
"Jika kau menyentuhnya maka kau akan melepuh." Ucap Qira.
Mereka sama sekali tak mengerti ucapan Qira. Mereka mengalikan pandangan kepada darah yang ada didalam mangkuk perak yang berisi darah Qira.
Darah itu yang awalnya berwarnah merah pekat lama kelamaan menjadi berwarna Merah kehitaman, baunya Wangi tapi sayang itu racun!.
"Wolf kau harus membantuku untuk menaruh darah ini didalam pemandian Selir Mei sebelum ia berangkat kepedesaan penus." Ucap Qira sambil menyerahkan mangkuk itu.
"Untuk apa Qiqi? " Tanya Wolf.
__ADS_1
"Lakukan saja apa yang aku minta." Jawab Qira.
"Baiklah. Aku akan segera pergi " Ucap Wolf sambil membawa mangkuk berisi darah itu, ia meletakkannya dalam botol kecil dan berlalu pergi.
Wolf memulai aksinya menuju kediaman selir Mei. Ia bisa melihat bahwa Selir Mei masih berbicara kepada Anak-anaknya. ia menyelusup masuk dari pintu belakang kediaman.
"Apa keunggulan darah ini." UcapNya sambil memandang botol itu
"Sudahlah. lakukan saja apa yang diperintahkan oleh Qira. " Ia memasukkan darah itu kedalam Air yang sudah berisi air dan bunga mawar. Seketika air itu menjadi harum dari bau sebelumnya. Itu membuat Wolf terkejut, ia ingin menyentuh air itu tapi ia batalkan karena mendengar suara yang mendekat.
Ia dengan secepat Kilat pergi dari kediaman itu.
"Ibu harus membersihkan tubuh ibu dulu baru ibu pergi. Biar Ken yang membantu" Ucap Putri Ken dengan membantu Ibunya masuk dalam pemandian.
"Wah air pemandin ibu sungguh wangi. Ibu menggunakan apa? Pewangi apa? Mengapa putri ini tak tau ada pewangi yang sewangi ini dikediaman ibu".
"Ibu hanya menggunakan pewangi biasa. Pelangi mawar." Jawabnya dengan bingung, air yang ia mandi lebih wangi dari air biasa ia gunakan untuk mandi.
Tapi ada rasa yang menganjal dalam hatinya
"Ibu aku juga ingin mandi bersama ibu, air ini sungguh wangi dan nyaman ibu. " Rengek putri Ken.
"Ayo kita mandi bersama sebelum ibu pergi dari istana." Jawab selir Mei dengan sedih.
"Setidaknya dia masih memberiku hidup dan memaafkanmu " Fikir selir Mei.
Dengan senang hati putri Ken dan selir Mei mandi dengan air pemandian itu...
***...
"Apa kau sudah melaksanakannya Wolf?" Tanya Qira yang melihat Wolf yang datang dengan wajah yang sedikit cemberut.
"Sudah, mengapa kau baik sekali Qiqi. memberi Darahmu untuk wewangian Selir Mei. Bahkan kau rela menyayat tanganmu, kau memberi wewangian itu untuk hadia selir Mei pergi bukan? " tanya Wolf.
Wolf sama sekali tak tahu bahwa darah Qira adalah racun! bagaiman ia tahu jika racun itu berbau wangi. Bagikan wangi yang menenangkan.
"Dasar bodoh. " Ujar Qira sambil tersenyum.
"Kau bilang aku bodoh! Kau yang bodoh! Kau terlalu baik jadi manusia, " Katanya "Bahkan Putri Ken juga ikut mandi di pemandian itu." Lanjutnya.
"Putri Ken? " Beo Qira.
"Iya dia membantu Ibunya mandi. Lalu Terpikat bau air itu. " Jawab Wolf enteng dan menidurkan tubuhnya di sofa panjang milik Qira.
Entahlah. Ia harus merasakan sedih atau bahagia. Ia hanya ingin membuat selir Mei rasakan apa yang dulu ia rasakan, Mungkin dengan itu ia bisa memberi hadia pada Qira.
'memanah dua burung sekaligus itu tidak terlaku buruk " Batin Qira. Tapi hatinya tak merasa sedikitpun kebahagiaan atas apa yang ia lakukan 'mungkin setela ini ia mampu beradaptasi dengan orang orang yang menyakitinya dulu. setidaknya sumber dari penyakit itu sudah mendapatkan ganjarannya...
.
.
.
.
****hay hay semua. aku kasih 1 eps yang panjaaanggg buanget......
ini yaa, jangan lupa Komen like dan Vote
__ADS_1
Qira: minta Vote terus si Kamu tor
Autor : aku tu butuh nutrisi tau Qi****...